Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

The Relationship between Anemia Status and Newborn Weight Outcomes Ariyani Lutfitasari; Sherkia Ichtiarsi Prakasiwi; Fitriani Nur Damayanti; Lia Mulyanti
Jurnal Kebidanan Vol 12, No 2 (2023): August 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jk.12.2.2023.117-124

Abstract

Background: Anemia has been a crucial contributor to adverse pregnancy outcomes such as premature birth, low birth weight (BBLR), small for gestational age (IUGR), as well as delivery by cesarean section. Methodology: The method used is an analytical survey method with a cross-sectional approach. The population in this study is all mothers who gave birth in the working area of the Bangetayu Health Center in Semarang City from September 2021 to September 2022. The sampling technique uses Consecutive Sampling. Results: Chi-Square test results, there is a relationship between Anemia Status and Newborn Weight Outcomes at Bangetayu Health Center Semarang City (p-value = 0.001). Conclusion: Hemoglobin levels in pregnant women should be observed even from the first trimester of pregnancy to avoid a higher risk of adverse pregnancy outcomes.
AKTIVITAS SEKSUAL WANITA PREMENOPAUSE DI KELURAHAN BANGETAYU WETAN KOTA SEMARANG TAHUN 2015 Mutiara Malintang; Erna Kusumawati; Fitriani Nur Damayanti
Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2016): February 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.301 KB) | DOI: 10.26714/jk.5.1.2016.1-4

Abstract

Latar belakang: Premenopause merupakan masa dimana tubuh mulai bertransisi menuju menopause. Pada periode umumnya tingkat produksi hormon estrogen dan progesteron naik dan turun tidak beraturan. Siklus menstruasi bisa tiba-tiba memanjang atau memendek dalam masa premenopause banyak gejala yang dikeluhkan oleh para ibu yaitu rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual. Berkurangnya gairah dan respon seksual frekuensi dalam hubungan seksual berkurang, karena libido menurun. Tujuan: Mengetahui Gambaran Aktivitas Seksual Wanita Premenopause di Kelurahan Bangetayu Wetan Kota Semarang meliputi frekuensi seksual, minat garirah seksual, dan mempertahankan fungsi seksual. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Populasinya adalah wanita premenopause di kelurahan bangetayu wetan kota semarang sebanyak 71 orang, sampel penelitian menggunakan teknik sampling dengan simple rondom sampling. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar frekuensi seksual ibu premenopause sebagian besar responden aktif 37 (52,1%) dalam melakukan hubungan seksual, sebagian besar responden masih minat melakukan aktivitas seksual sebanyak 43 (60.6%) dan responden masih tetap mempertahankan fungsi seksual dalam melakukan hubungan seksual 40 (56,3%). Pengeluaran rata-rata responden untuk biaya perawatan kecantikan sebagian besar Rp.100.000 per bulan. Kesimpulan: Aktivitas seksual pada wanita premenopause aktif.
GAMBARAN PELAKSANAAN INFORMED CONSENT BIDAN PRAKTIK MANDIRI (BPM) DALAM PELAYANAN KEBIDANAN DI KOTA SEMARANG lia mulyanti; Chafidoh Chafidoh; Fitriani Nur Damayanti
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 1, No 2 (2017): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v1i2.380

Abstract

Latar Belakang : Pada era sekarang ini muncul berbagai tuntutan hukum kepada dokter dan rumah sakit mengenai hak pasien dalam menerima pelayanan kesehatan yang menyeluruh. Menurut pasal 18 ayat (1) huruf b dan d Permenkes No.1464/MENKES/PER/X/2010 tentang ijin dan penyelenggaraan praktik bidan, menyatakan bahwa bidan dalam memberikan pelayanan harus memberikan informasi dan meminta persetujuan tindakan. Pelayanan kebidanan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir,dan keluarga berencana. Dari hasil studi pendahuluan yang dilakukan ke BPM didapatkan beberapa BPM yang memiliki informed consent dan dalam pengisiannya tidak lengkap hanya berisikan identitas dan sedikit BPM memiliki informed consent dan dalam pengisiannya lengkap. Hal tersebut dipengaruhi beberapa faktor antara lain terlalu banyaknya pasien, bahkan tidak adanya pasien yang datang ke BPM untuk periksa. Tujuan : Untuk mengetahui gambaran pelaksanaan informed consent pada Bidan Praktek Mandiri (BPM) dalam pelayanan kebidanan di Kota Semarang. Metode : penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian adalah 40 BPM di Kota Semarang yang diambil secara propotional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi. Uji statistik menggunakan analisis univariat. Hasil : Sebanyak 2,5% responden melakukan informed consent dengan baik, 7,5% responden melakukan informed consent dengan cukup, dan 90% responden melakukan informed consent dengan kurang. Simpulan : Sebagian besar BPM dalam pelaksanaan informed consent adalah kurang. Kata Kunci : Informed Consent, Pelayanan Kebidanan