Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA TERINTEGRASI DENGAN ASPEK-ASPEK PRAGMATIK EDUKASIONAL UNTUK MAHASISWA JURUSAN NONBAHASA INDONESIA (Integrated Indonesian Language Learning with Educational Pragmatics Aspects for Non-Indonesian Language Students) Pranowo Pranowo
SAWERIGADING Vol 26, No 1 (2020): Sawerigading, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v26i1.730

Abstract

The research is the result of conceptual research that examines the theories of the pragmatics of education, which integrated into the Indonesian language learning for non-Indonesian language students who have only used the linguistic approach. Pragmatics of education is language learning that integrates linguistic aspects to pragmatic aspects as an approach to learning the Indonesian language. The problem is, how is the integrating of linguistic and educational pragmatics aspects into Indonesian language learning for non-Indonesian language students? The research aims to describe the integrating of the feature of educational pragmatic in Indonesian language learning for non-Indonesian language students. Data sources include (a) Indonesian language learning material for non-Indonesian language students issued by the Research and Technology Department (2013), and (b) some journal articles and pragmatic books that are relevant to the topic of research. The research data has collected by reading and recording techniques from various sources. Data analysis techniques are done by (a) identifying data, (b) classifying data, and (c) critically examining the data findings. The results show that all pedagogical pragmatics aspects basically can be integrated into Indonesian language learning for non-Indonesian language students. However, due to Indonesian language learning for non-Indonesian language students is only focused on writing scientific essays, it is not necessary to have all aspects of the pragmatics of education to be included in the learning. Educational pragmatics aspects that need to be including are only (a) some of the communicative competencies, (b) some of the static and dynamic contexts in language, and (c) some of the politeness aspects in Indonesian language learning for non-Indonesian language students.AbstrakArtikel ini merupakan hasil penelitian konseptual yang mengkaji berbagai teori pragmatik edukasional untuk diintegrasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi mahasiswa nonjurusan bahasa Indonesia yang selama ini hanya menggunakan pendekatan linguistik. Pragmatik edukasional adalah pembelajaran bahasa yang mengintegrasikan aspek-aspek linguistik dengan aspek-aspek pragmatik sebagai pendekatan pembelajaran bahasa Indonesia. Permasalahan kajian ini adalah “Bagaimanakah pengintegrasian aspekaspek linguistik dan aspek-aspek pragmatik edukasional ke dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi mahasiswa nonjurusan bahasa Indonesia?”. Tujuan kajian ini adalah mendeskripsikan pengintegrasian aspek-aspek pragmatik edukasional dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi mahasiswa nonjurusan bahasa Indonesia. Sumber data berupa (a) materi pembelajaran bahasa Indonesia bagi mahasiswa nonjurusan bahasa Indonesia yang diterbitkan oleh Ristek Dikti (2013) dan (b) berbagai artikel jurnal dan buku pragmatik yang relevan dengan topik kajian. Data kajian dikumpulkan dengan teknik baca dan catat dari berbagai sumber. Teknik analisis data dilakukan dengan (a) mengidentifikasi data, (b) mengklasifikasi data, dan (c) menelaah secara kritis hasil temuan data. Hasil kajiannya adalah semua aspek pragmatik edukasional pada dasarnya dapat diintegrasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi mahasiswa nonjurusan bahasa Indonesia. Namun, pembelajaran bahasa Indonesia bagi mahasiswa nonjurusan bahasa Indonesia hanya difokuskan pada penulisan karangan ilmiah, tidak perlu semua aspek pragmatik edukasional dimasukkan dalam pembelajaran. Aspek pragmatik edukasional yang perlu dimasukkan hanya (a) beberapa kompetensi komunikatif, (b) beberapa konteks statis dan konteks dinamis dalam berbahasa, dan (c) beberapa aspek kesantunan dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi mahasiswa nonjurusan bahasa Indonesia.
Tingkat Kesantunan Nonverbal dalam Tuturan Verbal antara Penjual dan Pembeli di Pasar Beringharjo Yogyakarta: Kajian Etnopragmatik NFN Pranowo
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2975

Abstract

The levels of nonverbal politeness in verbal speech acts is an ethnopragmatic study. The research design was descriptive qualitative with ethnopragmatic basic theory. Ethnographic theory is basically a theory commonly used to study the culture of an ethnicity. In further developments, ethnography can be used to study cultural acts, including speech acts in language. Cultural acts in language cannot be separated from the context of language usage. Therefore, this study also involves pragmatic theory. Cultural speech acts can occur in various environments of speech events. This research will examine speech acts that occur in the cultural environment of the Beringharjo market in Yogyakarta when traders and buyers transact with each other. The research objectives are (a) to describe the form of nonverbal politeness used by buyers and sellers in the Beringharjo market, and (b) to describe the factors that influence the level of nonverbal politeness in verbal speech by the seller-buyer. AbstrakTingkat kesantunan nonverbal dalam tindak tutur verbal merupakan kajian etnopragmatik. Desain penelitian adalah deskripsitif kualitatif dengan teori dasar etnopragmatik. Teori etnografi pada dasarnya merupakan teori yang biasa digunakan untuk mengkaji kebudayaan suatu etnis. Dalam perkembangan selanjutnya, etnografi dapat dipakai untuk mengkaji tindak budaya, termasuk tindak tutur berbahasa. Tindak budaya dalam berbahasa tidak dapat dilepaskan dengan konteks pemakaian bahasa. Oleh karena itu, kajian ini juga melibatkan teori pragmatik. Tindak tutur budaya dapat terjadi di berbagai lingkungan peristiwa tutur. Penelitian ini akan mengkaji tindak tutur yang terjadi di lingkungan budaya Pasar Beringharjo Yogyakarta ketika pedagang-pembeli saling bertransaksi. Tujuan penelitiannya adalah (a) mendeskripsikan wujud kesantunan nonverbal yang digunakan oleh penjual-pembeli dan antarpedagang di Pasar Beringharjo, dan (b) mendeskripsikan faktor yang memengaruhi tingkat kesantunan nonverbal dalam tuturan verbal oleh penjual-pembeli.
Preservasi Bahasa Jawa Krama Sebagai Monumen Hidup Kearifan Lokal Masyarakat Jawa Pranowo Pranowo; Benedictus Bherman Dwijatmoko; Danang Satria Nugraha
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 2 (2022): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i2.3909

Abstract

This study examines the efforts to preserve the Javanese language (BJ) Krama as a living repository of indigenous knowledge. This study focuses on how to preserve BJ Krama for the younger generation of Yogyakarta (GMY), with subproblems (a) a description of GMY's capacity to speak Javanese Krama and (b) preservation efforts for BJ Krama for GMY. Sources of data for this study include ethnic Javanese students in a multilingual speech context (Javanese, Indonesian, English, and other regional languages), particularly those enrolled in the undergraduate program at Sanata Dharma University. This study's data consists of descriptions of questionnaire responses from student respondents. The technique of content analysis was employed to analyze the data. This investigation led to the discovery of techniques for retaining verbal-oral BJ Krama for GMY. There are two distinct discoveries in particular. First, contextually, the situation of GMY as young BJ speakers is that they are still engaged in learning BJ Krama despite facing internal and external barriers. Second, there are at least two projections regarding preservation initiatives, including (a) commencing cooperation with government and private entities and (b) building creative work spaces through various language-based business incubation activities. This essentially indicates that cross-institutional BJ Krama preservation efforts based on enhancing GMY creativity are viable and can be constructed at the level of praxis activities, in accordance with the local wisdom values agreed upon by the speech community group. AbstrakKajian ini mendeskripsikan upaya mempreservasi bahasa Jawa (BJ) Krama sebagai monumen hidup kearifan lokal. Permasalahan utama kajian ini adalah cara mempreservasi BJ Krama verbal-lisan untuk generasi muda Yogyakarta (GMY), dengan submasalah (a) deskripsi kemampuan GMY berbahasa Jawa Krama dan (b) upaya mempreservasi BJ Krama bagi GMY. Sumber data kajian ini adalah mahasiswa-mahasiswi etnis Jawa dalam lingkungan tutur multibahasa (bahasa Jawa, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa daerah lain), khususnya pada program sarjana di Universitas Sanata Dharma. Data kajian ini berwujud uraian jawaban angket/kuesioner dari mahasiswa responden. Data dianalisis berdasarkan teknik analisis-isi (content analysis). Hasil penelitian ini, secara umum, adalah ditemukan cara-cara mempreservasi BJ Krama verbal-lisan untuk GMY. Secara khusus, terdapat dua temuan spesifik. Pertama, secara kontekstual, kondisi GMY sebagai penutur muda BJ adalah masih berminat menguasai BJ Krama tetapi menghadapi kendala internal dan eksternal. Kedua, berkaitan dengan upaya preservatif, sekurang-kurangnya terdapat dua proyeksi meliputi  (a) inisiasi kerjasama dengan instansi pemerintah maupun swasta dan (b) penciptaan ruang kerja kreatif dengan membuat berbagai kegiatan inkubasi usaha berbasis bahasa. Secara implikasional, dapat dinyatakan bahwa upaya preservasi BJ Krama lintas institusional berbasis optimalisasi kreativitas GMY bersifat prospektif dan dapat direalisasikan dalam tataran kegiatan praksis secara terstruktur sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal yang disepakati oleh kelompok masyarakat tutur.
Penggunaan Bahasa Nonverbal dalam Upacara Adat Pernikahan Gaya Yogyakarta: Kajian Simbolik Etnopragmatik NFN Pranowo; Winci Firdaus
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i1.2321

Abstract

This research is an interpretive reflective research with ethnopragmatic symbolic study theory. The source of the research data was taken from the documents of two makeup artists from Yogyakata, namely the makeup dresser Lisandra and the makeup dresser Hj. Rochayati. The research data are in the form of Javanese traditional wedding document of Yogyakarta style. The data collection technique is in the form of observation of photo documentation to obtain data in the form of a marriage ceremony sequence that uses verbal and nonverbal language from preparation to the end. The data analysis technique is interpretive reflective. The concrete steps of data analysis are (a) identifying documents, (b) classifying the sequences of marriages, and (c) interpreting each stage of the ceremony. The objectives of the research are (1) to describe the form of nonverbal language in traditional marriage ceremonies, and (2) to describe the non-verbal symbolic meaning of non-verbal language in marriage ceremonies. The findings of the research are that (a) the form of Yogyakarta-style traditional wedding events there are 15 stages, ranging from paningsetan to reception, and (b) ethnopragmatic symbolic meaning in general in the form of prayer requests so that what is desired can be realized.AbstrakPenelitian ini merupakan penelitian reflektif interpretatif dengan teori kajian simbolik etnopragmatik. Sumber data penelitian diambil dari dokumen dua orang juru rias dari Yogyakata, yaitu rias pengantin Lisandra dan rias penantin Hj. Rochayati (nama disamarkan). Data penelitian berupa dokumen foto perkawinan adat Jawa gaya Yogyakarta. Teknik pengumpulan data berupa observasi dokumentasi foto untuk mendapatkan data berupa urutan upacara perkawinan yang menggunakan bahasa verbal dan bahasa nonverbal dari persiapan sampai dengan akhir. Teknik analisis data dilakukan secara reflektif interpretatif. Langkah konkret analisis data adalah (a) mengidentifikasi dokumen, (b) mengklasifikasi urut-urutan acara perkawinan, dan (c) menginterpretasi tiap tahapan upacara. Tujuan penelitiannya adalah (1) mendeskripsikan wujud bahasa nonverbal dalam upacara adat perkawinan, dan (2) mendeskripsikan makna simbolik etnopragmatik bahasa nonverbal dalam upacara adat perkawinan. Temuan hasil penelitian adalah bahwa (a) wujud acara adat perkawinan gaya Yogyakarta terdapat 15 tahapan, mulai dari paningsetan sampai dengan resepsi, dan (b) makna simbolik etnopragmatik pada umumnya berupa doa permohonan agar apa yang diinginkan dapat terwujud.