Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Minat Komunitas Suku Laut di Kualatungkal, Kabupatan Tanjung Jabung Barat, terhadap Pendidikan Keagamaan Jailani, Syahran; Nurung, Muhammad
Media Akademika Vol 25, No 3 (2010)
Publisher : Media Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah komunitas Suku Laut mendiami kawasan pesisir pantai timur Kualatungkal, ibu kota Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Sehari-hari mereka bekerja sebagai nelayan. Dalam hal pendidikan keagamaan, minat mereka tergolong rendah. Artikel ini membahas tentang pola pendidikan keagamaan yang terdapat pada Suku Laut serta faktor penyebab rendahnya minat Suku Laut terhadap pendidikan keagamaan.
Penelitian Metode Campuran (Mixed Method) Setiawan, Abdi; jailani, syahran; Risnita
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1263

Abstract

  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis metode campuran (mixed method) dan mengevaluasi penerapannya dalam berbagai konteks penelitian sosial dan pendidikan. Metode campuran merupakan pendekatan penelitian yang menggabungkan unsur-unsur kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terhadap suatu fenomena. Dalam kajian ini digunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi pustaka sebagai metode pengumpulan data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis utama metode campuran, yaitu sequential explanatory, sequential exploratory, dan convergent parallel. Masing-masing jenis memiliki karakteristik dan tahapan pelaksanaan yang berbeda, tergantung pada tujuan dan fokus penelitian. Penerapan metode campuran memberikan keunggulan dalam triangulasi data, memperkaya analisis, serta meningkatkan validitas hasil penelitian. Namun, tantangan dalam penerapan metode ini meliputi kebutuhan waktu dan sumber daya yang lebih besar, serta keahlian peneliti dalam mengelola dua pendekatan secara simultan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pelatihan metodologi bagi peneliti agar dapat secara efektif mengintegrasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dalam studi mereka.
Vocational School Entrepreneurship: The Role Of Teacher Innovativeness And Community Culture Through Digital Intelligence Murison; Said, Mukti; Argunaini, Sri; Fauzan; Jailani, Syahran
Siber International Journal of Education Technology (SIJET) Vol. 3 No. 2 (2025): Siber International Journal of Education Technology (October - December 2025)
Publisher : Siber Nusantara Review & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/sijet.v3i2.336

Abstract

School entrepreneurship has become a strategic indicator of vocational education performance in responding to global economic changes driven by digitalization, technological innovation, and the growth of the creative economy. Vocational High Schools (SMKs) are no longer expected merely to produce job-ready graduates, but also to develop institutional entrepreneurial capacity that is innovative, adaptive, and sustainable. A quantitative approach was employed using an explanatory research design. Data were collected through structured questionnaires and analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results of the literature review and conceptual synthesis indicate that teacher innovativeness plays a critical role in driving entrepreneurship-oriented learning, while community culture shapes the social ecosystem that supports the sustainability of school entrepreneurship. These effects become more substantial when mediated by digital intelligence, which enables the transformation of pedagogical innovation and cultural values into technology-based entrepreneurial practices. This article contributes theoretically by strengthening a digital mediation-based model of school entrepreneurship and provides practical implications for vocational school management and policy development within the perspective of Islamic Education Management.