Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peningkatan Perekonomian Masyarakat melalui Pelatihan Bahasa Inggris dan Penumbuhan Jiwa Kewirausahaan di Desa Ababi Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem I Wayan Budiarta; Putu Ayu Sita Laksmi; Ni Wayan Kasni
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 6 (2022): December Pages 944 - 1124
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i6.718

Abstract

PKM ini dilaksanakan karena adanya Pandemi Covid-19 yang berdampak pada kehidupan masyarakat Desa Ababi yang sangat bergantung pada pariwisata. Objek dari pelaksanaan PKM ini adalah masyarakat yang terdampak Pandemic Covid-19. Selama ini masyarakat sangat menggantungkan hidupmya dari kegiatan pariwisata yang berada di desa tersebut. PKM ini bertujuan untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat terutama terkait dengan upaya peningkatan perekonomian di masa pandemic covid-19 ini sehingga masyarakat tidak terlalu bergantung semata mata pada pariwisata. Masyarakat diharapkan dapat mencari alternatif lain untuk bertahan di masa pandemi dan juga dalam rangka peningkatan perekonomian masyarakat yang selama ini ketergantungnya pada sektor pariwisata. Metode pelaksanaan PKM ini adalah dalam bentuk pelatihanbahasa Inggris dan sosialisasi tentang kewirausahaan. Pentingnya pengajaran bahasa Inggris dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi anak -anak dalam berbahasa Inggris sehingga jika kondisi sudah mulai normal masyarakat sudah siap sebagai pelaku pariwista di desanya. Sementara itu pentingnya penyuluhan kewirausahaan diberikan karena bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk mrnjadi wirausaha dengan memanfaaatkan perkembangan teknologi informasi saat ini. Hasil pengabdian ini menunjukkan tejadinya peningkatan kemampuan bahasa Inggris siswa sekolah dasar yang awalnya meraka masih banyak yang belum mampu melafalkan huruf dan angka, Sementara untuk kegiatan penyuluhan kewirausahaan ini juga mendapat respon yang sangat positif dari peserta. Hal ini dibuktikan dengan antusiame yang cukup tinggi dan banyak mengajukan pertanyaan terkait dengan kewirausahaan.
THE TRANSLATION SHIFTS AND TRANSLATION PROCEDURES OCCURRED IN GARUDA INDONESIA’S MAGAZINE: COLOURS I Wayan Budiarta; Kasni Ni Wayan; Anak Agung Istri Manik Warmadewi
LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 19 No. 2 (2022): September
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30957/lingua.v19i2.767

Abstract

This study aimed at identifying and analyzing the types of translation shifts and translation procedures in the Garuda Indonesia: Colors magazine and its translations. The theory used was the theory of translation shift by Catford (1965) and the theory of translation procedures The results showed that in the Colors: Quiet Seoul magazine article, two categories of shifts were come across. Meanwhile, in the Colors: Explore Banyuwangi magazine article there were only Category Shifts found, namely structure shift, class shift, unit shift and intra-system shift. In terms of translation procedures, this research indicated that in the Colors: Quiet Seoul magazine article, there were two translation procedures detected, namely: Adaptation and Borrowing. Meanwhile, in the Colors: Explore Banyuwangi magazine article (pp. 96-104), there were 11 translation procedures found, namely: Adaptation, Amplification, Borrowing, Calque, Compensation, Generalization, Literal Translation, Modulation, Particularization, Reduction, and Transposition.
INDEFINITENESS AND DEFINITENESS IN WAIJEWA I Wayan Budiarta; Ni Wayan Kasni
Linguistik Indonesia Vol. 41 No. 1 (2023): Linguistik Indonesia
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/li.v41i1.348

Abstract

This study aims to find out how Waijewa, a minority language in Sumba, East Nusa Tenggara, differentiates between definite and indefinite noun phrases. The data were taken from structured interviews with four informants who speak Waijewa language as well as documentation. This study revealed that the indefinite noun phrase in Waijewa language is conveyed by zero article. The definite noun phrases are marked by using the demonstratives ne ‘this’, nati/neti ‘that’, na ‘that’, hidda ‘these’, and heida ‘those’, genitive case, and definite emphasizing clitics, such as {-wa} ‘that’, {-we} ‘this’, {-wi} ‘these’, ‘those’. The particle pais also used to convey the definiteness of a noun with a family status as father, mother, or uncle. The reference is anaphoric. However, the reference can be cataphoric when the noun phrase has a definite emphasizing marker functioning to emphasize the referent meant by the speaker.
Pengembangan Desa Wisata Penglipuran Menuju Desa Wisata Berkelanjutan I Wayan Budiarta; Ni Wayan Kasni; Made Pulawan; Putu Ayu Sita Laksmi
Jurnal Abdidas Vol. 4 No. 5 (2023): October Pages 363 - 456
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v4i5.830

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh mitra, yaitu terkait dengan objek kunjungan wisatawan ke Desa Penglipuran yang hanya mengandalkan keindahan dan kebersihan serta keseragaman bentuk rumah adat warga. Dengan hanya mengandalkan daya tarik tersebut saja, maka dampak kegiatan pariwisata belum secara maksimal dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Solusi yang ditawarkan terhadap permasalahan tersebut adalah penyuluhan kewirausahaan. Penyuluhan kewirausahaan bertujuan untuk memperkenalkan kewirausahaan kepada masyarakat di Desa Penglipuran sehingga tidak tergantung pada pendapatan dari tiket masuk yang dikenakan kepada wisatawan. Dengan penyuluhan kewirausahaan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya wirausaha baru yang menunjang keberlangsungan pariwisata di Desa Penglipuran. Permasalahan kedua adalah terkait dengan penyiapan Sumber Daya Manusia guna menunjang pengembangan Desa Wisata Penglipuran. Penyiapan SDM diprioritaskan pada siswa sekolah dasar dengan pertimbangan bahwa mereka merupakan SDM penerus dalam keberlanjutan pariwisata di Penglipuran. Materi pengajaran bahasa Inggris yang diberikan meliputi body parts, question words, preposition and giving direction dan job. Dalam pengajaran bahasa Ingrgis ini metode yang diaplikasikan adalah Metode Communicative Language Teaching (CLT). Metode pembelajaran ini merupakan metode yang terbukti efektif dalam bidang pengajaran bahasa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan bahasa Inggris siswa sekolah dasar terkait materi yang telah diberikan. Sementara untuk kegiatan penyuluhan kewirausahaan ini juga mendapat respon yang sangat positif dari peserta yang merupakan generasi muda Desa Penglipuran.
WOMEN’S LANGUAGE FEATURES: A COMPARATIVE STUDY ON THREE MOVIES WITH DIFFERENT YEAR BACKGROUND Desak Putu Tisna Erayani; Ni Wayan Kasni; Kuntayuni
Kulturistik: Jurnal Ilmu Bahasa dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/kulturistik.8.2.10049

Abstract

This research aimed to find out women’s language features that used by female characters in three movies with different year background such as: On the Basis of Sex (1950), Nine to Five (1980), last Bombshell (2010) and what feature differences are found among the three movies. This research focused on Lakoff’s theory about women’s language features and Irigaray’s theory (1993) about feminism. This research uses descriptives qualitative method to explain the data. Note taking was one of the research methods used to gather data. The result of the research found that there were seven out of ten types of women's language features in On the Basis of Sex, eight out of ten types found in Nine to Five, and six out of ten types found in Bombshell movie. Based on the research, a significant reduction is seen in the types of rising intonation on declarative, empty adjective, and super polite forms. The total of all types found from each year also decreased, and the least was found in the 2010 movie.