Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Problems in Teaching Tourism Register for English Specific Purposes (ESP) Class Claria, Dewa Ayu Kadek; Warmadewi, A.A. Istri Manik
JET ADI BUANA Vol 5 No 02 (2020): Volume 5 Number 02 October 2020
Publisher : English Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jet.v5.n02.2020.2499

Abstract

The purpose of this research was to find out the problems in teaching tourism register in English Specific Purposes (ESP) class. Students are expected to know the tourism register as the new group of vocabulary and being able to use them in the related field. When the tourism register is implanted in the course, there were some problems appeared. By reading many literatures related to the topic, the problems can be investigated. It was found that there are some problems which influenced the teaching method in ESP class. The problems can be generalized into two main problems namely; the lecturer’s problems and student’s problems. The lecturer’s problems consist of ineffective teaching and learning method includes the design material which is not fit enough for some ESP students. The student’s problems are divided into the student English proficiency, lack of vocabulary, lack of motivation and basic skill in reading, writing, listening and speaking skills.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS REPORT TEXT MELALUI MIND MAPPING PADA KELAS XI IPA 7 DI SMAN 8 DENPASAR Anak Agung Istri Manik Warmadewi
Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana Vol 24 No 2 (2017): September
Publisher : Program Magister Linguistik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.048 KB)

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana keterampilan peserta didik dalam menulis text, khususnya report text. Selain itu, untuk memberikan suatu gambaran tentang model pembelajaran yang digunakan dalam meningkatkan kemampuan menulis peserta didik. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian tersebut yakni model pembelajaran mind mapping. Metode pengumpulan data dan teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Dari penelitian yang dilakukan pada peserta didik kelas XI IPA 7 tahun ajaran 2014/2015 dapat diketahui adanya peningkatan dari pratindakan ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Pada tahap pratindakan, peserta didik yang hadir hanya 38 orang peserta didik dari 42 orang peserta didik. Sebanyak 2,63% peserta didik memenuhi nilai KKM 78. Hasil tes awal (pratindakan) menunjukkan bahwa nilai minimal dari tahap awal (pratindakan) adalah 60 dan nilai maksimal adalah 80. Sebanyak 36 orang siswa (94,73%) belum mencapai KKM dan 2 orang siswa (5,26%) mampu mencapai nilai KKM, yaitu 78 ke atas. Pada siklus I mind mapping diterapkan, hasilnya menunjukkan sebanyak 11,90% peserta didik mampu memperoleh nilai yang mencapai KKM, dan 88,09% peserta didik memperoleh nilai di bawah nilali KKM, yaitu di bawah nilai 78. Nilai terendah adalah 71 dan nilai tertinggi adalah 83. Pada siklus II, untuk meningkatkan kemampuan menulis peserta didik, mind mapping tetap digunakan dengan menekankan kepada peserta didik agar setelah pengerjaan karangan, peserta didik dapat me-review kembali pekerjaan mereka. Hasil karangan peserta didik pada siklus II memenuhi KKM dengan nilai terendah 78 dan nilai tertinggi, yaitu 89. Rata-rata nilai peserta didik pada siklus II adalah 81,5.
Pembelajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Budaya Anak Agung Istri Manik Warmadewi; I Nyoman Kardana; Anak Agung Gede Raka; Ni Luh Gede Mas Antartika Dewi Artana
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 4 (2021): August Pages 725-1020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i4.354

Abstract

Bahasa tidak dapat dilepaskan dari budaya sebagai cikal bakal bahasa itu sendiri. Dalam pembelajaran bahasa asing khususnya Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua atau mungkin bahasa ketiga yang dikuasai, maka sangat penting untuk tetap menjaga kearifan lokal untuk keberlangsungannya. Pengabdian ini berfokus pada pembelajaran Bahasa Inggris berbasis budaya yang diberikan kepada siswa pada jenjang sekolah menengah pertama. Adapun metode yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah dengan menggunakan metode komunikatif. Selain menggunakan metode komunikatif, pengajaran juga diberikan dengan menggunakan video ajar dengan harapan siswa dapat menonton video yang diberikan kapanpun dan dimanapun. Hasil dari pembelajaran bahasa Inggris komunikatif berbasis budaya adalah siswa yang awalnya kurang memahami kosakata yang mengandung unsur budaya ataupun kearifan lokal Bali menjadi lebih mengerti dan memahami setelah diberikan pembelajaran tersebut. Melalui pembelajaran Bahasa Inggris yang bersifat komunikatif siswa merasa lebih senang dan dapat memahami materi yang diajarkan dengan baik meskipun tidak bertemu atau bertatap muka secara langsung. Bahkan kegiatan ini memberikan nilai plus kepada siswa mengenai budaya Bali.
Pengajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Budaya kepada Sekaa Teruna-Teruni Desa Tenganan Dauh Tukad Ni Nyoman Kertiasih; I Nyoman Kardana; Anak Agung Istri Manik Warmadewi; Ni Luh Gede Mas Antartika Dewi Artana
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 5 (2021): October Pages 1021-1256
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i5.416

Abstract

Sekaaa teruna-teruni adalah generasi penerus yang akan mewarisi budaya yang ada. Pengetahuan umum tentang budaya akan sangat penting, begitu juga bagi generasi muda di Desa Tenganan Dauh Tukad. Desa ini merupakan desa wisata yang dikenal dengan budaya yang unik. Pariwisata dan budaya merupakan komponen fundamental penyokong ekonomi desa ini, tentunya kemampuan berbahasa Inggris sangat diperlukan. Bahasa merupakan komponen utama dalam komunikasi yang diperlukan dalam bidang pariwisata dan budaya yang unik dijadikan daya tarik utama wisata di desa ini. Pengabdian ini berkofus pada pembelajaran Bahasa Inggris berbasis Budaya yang ditujukan untuk generasi muda atau sekaa teruna-teruni di Desa Tenganan Dauh Tukad. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode pembelajaran komunikatif. Selain itu kegiatan ini juga didukung dengan video pembelajaran, power point, dan penjelasan materi. Hasil dari pengabdian ini adalah peserta yang kurang percaya diri dan kurang paham akan Bahasa Inggris menjadi percaya diri dan mampu menyampaikan penjelasan mengenai kebudayaan yang dimiliki dalam Bahasa Inggris dengan baik. Dengan pengajaran bahasa Inggris yang komuikatif rasa percaya diri peserta dapat ditingkatkan sehingga tidak takut salah dalam menggunakan Bahasa Inggris saat berhadapan dengan wisatawan secara langsung nantinya.
Problems in Teaching Tourism Register for English Specific Purposes (ESP) Class Dewa Ayu Kadek Claria; A.A. Istri Manik Warmadewi
JET ADI BUANA Vol 5 No 02 (2020): Volume 5 Number 02 October 2020
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/jet.v5.n02.2020.2499

Abstract

The purpose of this research was to find out the problems in teaching tourism register in English Specific Purposes (ESP) class. Students are expected to know the tourism register as the new group of vocabulary and being able to use them in the related field. When the tourism register is implanted in the course, there were some problems appeared. By reading many literatures related to the topic, the problems can be investigated. It was found that there are some problems which influenced the teaching method in ESP class. The problems can be generalized into two main problems namely; the lecturer’s problems and student’s problems. The lecturer’s problems consist of ineffective teaching and learning method includes the design material which is not fit enough for some ESP students. The student’s problems are divided into the student English proficiency, lack of vocabulary, lack of motivation and basic skill in reading, writing, listening and speaking skills.
IMPLIKATUR DALAM PERCAKAPAN SELEBGRAM BALI GEK_CANTIK25 Anak Agung Istri Manik Warmadewi
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 6, No 1 (2021): Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v6i1.152-159

Abstract

Celebgram is a phenomenon that appears in the community. Celebgrams also have an influence on their followers on Instagram accounts. The content made must be interesting, so that it can make them a celebrity. in each content, some are in the form of a monologue, some are in the form of dialogue. With regard to dialogue or conversation, it cannot be separated from pragmatic studies, one of which is the implications in speech acts. This research is a qualitative research, with the data source of Balinese celebrities who are celebrities on Instagram social media. Selebgram which is the source of the data uses Balinese in the video upload. The results of the discussion on the existing problems, found three forms or three types of speech acts which are conversational implicatures based on the theory put forward by Searle. The types of speech acts found were assertive, declarative, and expressive. 
Pemerolehan dan Pembelajaran Bahasa Kedua Pemandu Wisata Lokal di Desa Bongkasa Pertiwi: Hipotesis Krashen Anak Agung Istri Manik Warmadewi; I Made Astu Mahayana
LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 18 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30957/lingua.v18i1.692

Abstract

Tourism development has had a tremendous influence on the life of Balinese people. Apart from a large number of tourist destinations opened, human resources also need to be considered in order to provide good service for the tourist who visits Bali. The main thing is how to communicate in English fluently. Mastered English as a second language can not be separated from the theory of language acquisition. Mastered in a second language can be as an acquiring, on the other hand, it can be as learning. The aim of this research is to explain how the local guide in Bongkasa Pertiwi Village mastered English as a second language. The data were collected through interviewing, distributing questionnaires to the local guide or the other tourist actors who lived in that village. A mixed method (quantitative and qualitative) was used for solving the problem. By using the Krashen hypothesis, the results obtained are some informants mastered English as a second language naturally and the other informants mastered English by learning.
Kesantunan Berbahasa dalam Bahasa Bali oleh Selebgram pada Media Sosial Instagram Anak Agung Istri Manik Warmadewi; Anak Agung Gede Suarjaya; I.G.A.A. Dian Susanthi; Ni Luh Gede Mas Antartika Dewi Artana
LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 18 No. 2 (2021): September
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30957/lingua.v18i2.713

Abstract

Many studies related to language politeness have been carried out. However, research related to politeness in Balinese is still very rare. There is a phenomenon of Instagram celebrities or celebrities that are currently on the rise, so that the existence of the Balinese language as one of Balinese local wisdom can be maintained, especially among young people who are indeed the most users of Instagram social media. This study uses the theory presented by Leech to answer questions about a form of politeness in the Balinese language by Balinese celebrities. The purpose of this research is to describe politeness in the Balinese language which is carried out by Balinese celebrities. The celebrities used as data sources are @haipuja and @taksu.north.bali. The research was conducted using a qualitative method. The theory used was the theory presented by Leech. The result is found 5 forms of maxims in accordance with what was conveyed by Leech.
Pemberdayaan Masyarakat dengan Pengajaran Bahasa Inggris Komunikatif Berbasis Budaya pada Sekaa Truna di Desa Bongkasa Pertiwi Anak Agung Istri Manik Warmadewi; I Nyoman Kardana; Anak Agung Gede Raka; Ni Wayan Diah Ayu Dharmayanti
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 4 (2022): August Pages 612-784
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i4.652

Abstract

Sekaa truna merupakan salah satu organisasi pemuda di Bali yang dapat ditemukan pada tingkat banjar sampai dengan desa. Memberikan pendampingan berupa pengajaran bahasa Inggris yang berbasis pada budaya merupakan salah satu hal penting untuk diperoleh sekaa truna, khususnya yang ada di Desa Bongkasa Pertiwi Badung. Desa tersebut merupakan salah satu desa wisata di Bali yang memiliki sumber idaya alam yang indah. Potensi tersebut menjadikan dibangunnya beberapa objek wisata, yang menjadi identitas utama dari desa wisata tersebut adalah objek wisata arum jeramnya. Pengajaran bahasa Inggris komunikatif berbasis budaya diharapkan mampu untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kemampuan sekaa truna dalam berbahasa Inggris. Metode komunikatif menjadi salah satu cara untuk membantu meningkatkan kemampuan dalam berbicara menggunakan bahasa Inggris. Menyisipkan unsur-unsur budaya diharapkan sekaa truna juga mampu untuk melestarikan budaya yang mereka miliki. Memberikan pendampingan kepada sekaa truna diharapkan mampu memberikan manfaat untuk sumber daya manusia di desa tersebut sebagai dukungan dalam menunjang keberlanjutan desa wisata. Walaupun belum diketahui kapan pariwisata Bali pulih, namun mempersiapkan lebih awal lebih baik.
THE TRANSLATION SHIFTS AND TRANSLATION PROCEDURES OCCURRED IN GARUDA INDONESIA’S MAGAZINE: COLOURS I Wayan Budiarta; Kasni Ni Wayan; Anak Agung Istri Manik Warmadewi
LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 19 No. 2 (2022): September
Publisher : Center of Language and Cultural Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30957/lingua.v19i2.767

Abstract

This study aimed at identifying and analyzing the types of translation shifts and translation procedures in the Garuda Indonesia: Colors magazine and its translations. The theory used was the theory of translation shift by Catford (1965) and the theory of translation procedures The results showed that in the Colors: Quiet Seoul magazine article, two categories of shifts were come across. Meanwhile, in the Colors: Explore Banyuwangi magazine article there were only Category Shifts found, namely structure shift, class shift, unit shift and intra-system shift. In terms of translation procedures, this research indicated that in the Colors: Quiet Seoul magazine article, there were two translation procedures detected, namely: Adaptation and Borrowing. Meanwhile, in the Colors: Explore Banyuwangi magazine article (pp. 96-104), there were 11 translation procedures found, namely: Adaptation, Amplification, Borrowing, Calque, Compensation, Generalization, Literal Translation, Modulation, Particularization, Reduction, and Transposition.