Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENCIPTAAN MOTIF ORNAMEN BUNGA TERATAI DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK BATIK TULIS Yeni Dameria Pandiangan; Azmi Azmi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 9 (2025): September 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik merupakan hasil budaya warisan nenek moyang yang harus dijaga dengan baik dan benar, sebagaimana yang telas disampaikan oleh UNESCO dan mengakui bahwa keseluruhan teknik, tegnologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait telah ditetapkan sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya sejak 2 Oktober 2009. Penciptaan ini berjudul “Penciptaan Motif Ornamen Bunga Teratai dengan Menggunakan Teknik Batik Tulis”. Latar belakang penciptaan berangkat dari keindahan bentuk serta makna filosofis bunga teratai yang melambangkan kesucian, ketenangan, dan harapan. Nilai estetis dan simbolis tersebut diolah ke dalam bentuk motif ornamen yang diwujudkan melalui media batik tulis, sehingga menghadirkan karya yang bernilai seni sekaligus memperkaya khazanah ragam hias batik Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menciptakan karya batik tulis bermotif bunga teratai dengan memperhatikan aspek bentuk, warna, serta prinsip-prinsip komposisi seni rupa. Proses penciptaan menggunakan teori Alma Hawkins yang meliputi tiga tahap utama, yaitu eksplorasi, improvisasi, dan komposisi. Metode yang digunakan dalam penciptaan meliputi pengamatan visual terhadap objek bunga teratai, pembuatan sketsa, perancangan desain motif, serta proses perwujudan dengan teknik batik tulis yang mencakup mencanting, pewarnaan, hingga pelorodan. Dalam proses ini menghasilkan 12 karya, dengan masing masing memiliki ukuran yang sama 200 x 110 cm dan menggunakan motif ornamen bunga teratai. Teknik yang digunakan adalah teknik batik tulis pada media kain mori primisima yang memungkinkan proses pengerjaannya secara tradisionl dan manual. Metode penciptaan yang dikembangkan Alma Hawkins berupa ekplorasi, improvisasi ( eksperimentasi), dan pembentukan (perwujudan), dapat membatu penelitian secara sistematis. Hasil karya menunjukkan bahwa motif teratai dapat diolah menjadi ragam ornamen yang harmonis dan estetis dengan tetap mempertahankan karakter budaya batik, serta mengembangkan motif batik kontemporer yang beaker dan tradisi lokal. penciptaan motif ornamen bunga teratai dengan teknik batik tulis berhasil menghadirkan karya seni yang estetis, filosofis, dan inovatif. Karya ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan motif batik tulis, baik bagi seniman, perajin, maupun dunia pendidikan, serta sebagai upaya pelestarian budaya batik Indonesia.
Pengaruh Pola Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah Terhadap Sikap Dan Profesionalisme Guru Dalam Mengajar Di Sdn 3 Mengkopot Azmi Azmi; Musnar Indra Daulay; Ramdhan Witarsa
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 1 No. 8 (2024): Oktober 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap sikap dan profesionalisme guru dalam mengajar di SDN 3 Mengkopot. Kepemimpinan kepala sekolah yang efektif diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembelajaran dan meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru di SDN 3 Mengkopot, dengan sampel yang diambil secara acak. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi sederhana untuk melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan pola kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap sikap dan profesionalisme guru. Kepala sekolah yang menerapkan kepemimpinan demokratis mampu meningkatkan sikap positif dan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugas mengajar.
PENCIPTAAN BATIK TULIS MOTIF FLORA FAUNA DENGAN TEKNIK JAHIT TRAPUNTO DAN DIJADIKAN HIASAN DINDING Renata Dinda Sihombing; Azmi Azmi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian penciptaan ini bertujuan mengetahui bagaimana pengalaman pribadi menjadi sumber ide utama dalam proses kreatif pembuatan karya batik lukis. Penelitian ini membahas proses penciptaan batik tulis dengan mengangkat motif flora dan fauna didasarkan pada kekayaan alam indonesia yang memiliki nilai estetis sekaligus filosofi. Metode penciptaan karya melalui tahapan eksplorasi ide, perancangan desain, pemindahan motif pada kain, proses membatik, pewarnaan, serta penerapan teknik jahit trapunto untuk memberikan efek timbul (3D) dan dibingkai sesuai ukuran kain prima 60 x 80 cm sehingga karya menjadi ekspresif dan dekoratif. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa perpaduan batik tulis dan teknik trapunto mampu menghadirkan inovasi visual baru, memperkuat nilai artistik, serta menambah fungsi batik tidak hanya sebagai busana tetapi juga sebagai karya snei rupa dua dimensi untuk hiasan interior. Dengan demikian, karya ini diharapkan dapat memperluas apresiasi terhadap batik tulis sekaligus menjadi alternatif perkembangan seni tekstil kontemporer.
PENERAPAN ORNAMEN MANDAILING SEBAGAIMOTIF BATIK PADA PEMBUATAN ANTIMACASSAR DAN BANTAL KURSI Ismi Khofifah Dalimunthe; Azmi Azmi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian penciptaan ini bertujuan mengetahui bagaimana penerapaan Ornamen Mandailing sebagai motif batik dalam pembuatan karya Antimacassar dan Bantal Kursi Karya ini bertujuan mengkaji proses dan hasil penerapan ornamen Mandailing sebagai motif batik pada pembuatan antimacassar dan bantal kursi. Ide ini berangkat dari upaya pelestarian budaya sekaligus inovasi seni kriya melalui pengembangan media dan motif batik. Ornamen Mandailing dipilih karena nilai filosofis, simbolik, dan visualnya yang khas. Proses penciptaan dilakukan dengan teknik batik tulis melalui tahapan eksplorasi motif, persiapan bahan, pengolahan media, dan finishing. Karya yang dihasilkan terdiri dari 24 produk (12 antimacassar dan 12 bantal kursi) berukuran 40 × 40 cm, menampilkan perpaduan estetika, fungsi, dan budaya lokal. Penerapan ornamen Mandailing pada batik terbukti menghasilkan karya seni terapan yang orisinal, bernilai ekonomi, dan memperkuat identitas budaya daerah. Penelitian ini berkontribusi pada pelestarian budaya, pengembangan desain kreatif, dan pengayaan keilmuan seni rupa terapan.