Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

GREEN HRD : SEBUAH LITERATURE REVIEW TENTANG DAMPAK DAN IMPLIKASINYA MENUJU ORGANISASI YANG BERKELANJUTAN Marini, Marini; Jatmiko, Ary Dwi; Arumsari, Andini Dwi
PSIKOSAINS (Jurnal Penelitian dan Pemikiran Psikologi) Vol 20 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/psikosains.v20i1.9527

Abstract

Background: Climate change and sustainability challenges compel organizations to incorporate sustainable environmental principles into their operational framework. Green Human Resource Development (Green HRD) is a strategic paradigm that emphasizes training, developing, and empowering personnel to advocate for sustainability initiatives. Objective: This scholarly article provides a comprehensive review of the extant literature related to Green HRD, covering its determinants, key components, and impacts on organizational performance. Result: Green HRD plays a critical role in driving economic prosperity, enhancing social welfare, and promoting environmental sustainability. Internal determinants such as organizational culture and leadership dynamics, alongside external influences including government regulations and advances in green technologies, are critical to the effective implementation of Green HRD. In addition, critical components such as sustainability-focused training, green career development pathways, and employee engagement initiatives yield beneficial effects on operational efficiency, organizational reputation, and environmentally driven innovation. Conclution: Empirical evidence is lacking in assessing the long-term effects and practical application of Green HRD in specific sectors, especially in the context of developing countries. Future research efforts are recommended to concentrate on success metrics, green technology integration, and cross- cultural methodologies to enhance the efficacy of Green HRD in facilitating global sustainability initiatives.
55 Heritage Building Information Modelling (HBIM): Kajian Studi Kasus untuk Konservasi Warisan Budaya Indonesia Suprobo, Filipus Priyo; Jatmiko, Ary Dwi
Jurnal Anggapa Vol 4 No 1 (2025): ANGGAPA Volume 3 No 1 April 2025
Publisher : Faculty of Engineering, Widya Kartika University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/anggapa.v4i1.829

Abstract

Heritage Building Information Modelling (HBIM) muncul sebagai evolusi dari Building Information Modelling (BIM) konvensional, menawarkan solusi digital yang komprehensif untuk memahami, mendokumentasikan, dan merekonstruksi warisan bangunan secara virtual. Makalah ini menyajikan tinjauan pustaka sistematis terhadap studi kasus penerapan HBIM di Indonesia, dengan tujuan menganalisis konsep dasar HBIM, meninjau kebijakan dan tingkat adopsi BIM di Indonesia, serta mengevaluasi metodologi, manfaat, dan tantangan yang dihadapi dalam studi-studi terdahulu. Empat studi kasus utama di Indonesia — Au Bon Marche-Braga di Bandung, Istana Alwatzikhoebillah Sambas, Pura Besakih di Bali, dan Bangunan Herman Yohannes serta Tjahjana Adi di Kompleks Pantja Dharma UGM — dianalisis secara komparatif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa HBIM secara signifikan meningkatkan kemampuan dokumentasi historis dan real-time, memfasilitasi manajemen fasilitas, mendukung kolaborasi multidisiplin, dan berfungsi sebagai alat edukasi yang efektif. Namun, implementasinya di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan keterampilan teknis, kurangnya standarisasi, data voids, biaya awal yang tinggi, dan birokrasi. Meskipun pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen terhadap adopsi BIM melalui roadmap dan regulasi, pemahaman yang belum menyeluruh dan kurangnya integrasi sistemik masih menjadi hambatan.
Perencanaan dan Perancangan Mixed-Use Apartemen Dikota Surabaya Dengan Pendekatan Arsitektur Tropis Nugroho, Wahyu Ery; Suprobo, Priyo; Jatmiko, Ary Dwi
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 9 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i9.3568

Abstract

Pesatnya urbanisasi dan keterbatasan lahan di Kota Surabaya mendorong perlunya pengembangan hunian vertikal yang efisien dan berkelanjutan. Konsep mixed-use apartemen menjadi solusi integratif untuk memadukan fungsi hunian, komersial, dan pendukung dalam satu kawasan. Namun, iklim tropis Surabaya dengan suhu tinggi, kelembaban, dan curah hujan yang intensif menuntut pendekatan desain yang adaptif guna mencapai kenyamanan termal dan efisiensi energi. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan dan merancang mixed-use apartemen di Surabaya dengan menerapkan prinsip-prinsip arsitektur tropis guna menciptakan lingkungan binaan yang nyaman, berkelanjutan, dan efisien energi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis melalui studi literatur, analisis tapak dan iklim, serta penerapan strategi desain pasif arsitektur tropis. Metode perancangan mengikuti tahapan analisis kebutuhan, perumusan konsep, pengembangan desain, dan evaluasi terhadap regulasi yang berlaku. Berhasil dirancang mixed-use apartemen dengan komposisi 37% area hunian, 28% area mall, 15% area perkantoran, dan 20% area penunjang. Penerapan strategi arsitektur tropis seperti secondary skin, material berpori, ventilasi alami, dan lansekap hijau terbukti efektif dalam menciptakan kenyamanan termal dan mengurangi ketergantungan pada sistem pendingin mekanis. Desain ini tidak hanya menjadi solusi terhadap keterbatasan lahan dan tantangan iklim tropis, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kualitas urban melalui penciptaan ruang publik yang dinamis dan hemat energi. Hasil penelitian dapat dijadikan referensi bagi pengembangan mixed-use di wilayah tropis lainnya.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAFE DENGAN PRINSIP CO-WORKING SPACE DI KOTA SURABAYA TEMA : ARSITEKTUR TROPIS Nanda, Leo; Andarini, Risma; Jatmiko, Ary Dwi
Seminar Nasional Ilmu Terapan Vol 7 No 1 (2023): Seminar Nasional Ilmu Terapan (SNITER) 2023
Publisher : Universitas Widya Kartika Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61293/sniter.v7i1.553

Abstract

Mark Corbett, salah satu pendiri Pace Ventures, mengatakan ruang kerja bersama dipandang sebagai referensi terhadap ruang di gedung perkantoran yang relatif mahal. Kebutuhan akan ruang kerja muncul karena banyaknya startup dan meningkatnya permintaan akan pekerjaan freelance. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan para freelancer dan startup yang ada. Kedai kopi merupakan tempat konsumsi yang kerap memberikan hiburan bagi pengunjungnya. Kafe merupakan tempat minum kopi yang pengunjungnya dihibur dengan musik, warung makan, dan kantin minuman. Secara umum kedai kopi merupakan suatu tempat yang menyediakan makanan dan minuman layaknya restoran dalam sistem pelayanan wisata, yang dapat digunakan sebagai tempat bersantai dan menghibur dengan musik. Secara umum arsitektur yang baik adalah arsitektur yang dapat merespon menyesuaikan lingkungan di mana tapak bangunan tersebut, sehingga arsitektur tropis merupakan arsitektur yang mengarah sebagai upaya pemecahan masalah-masalah bangunan yang ditimbulkan oleh iklim tropis. Data terbagi menjadi dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang dikumpulkan oleh peneliti atau dikumpulkan langsung dari sumber data. Sedangkan data sekunder merupakan data yang dikumpulkan oleh peneliti atau dikumpulkan dari berbagai sumber yang ada. Perencanaan dan Perancangan Kafe dan Co-Working Space di Surabaya bertema Arsitketur Tropis ini menyediakan ruang bersama yang cukup untuk menampung aktivitas para pekerja kantoran, khususnya startup dan komunitas. Seiring dengan berkembangnya dunia startup, industri kreatif dan freelancer, ukuran tempat kerja yang tidak terlalu besar namun sewa yang rendah menjadi prioritas bagi para startup atau freelancer.
Pengembangan Unit Bisnis Jasa Konsultasi Green Building di Universitas Widya Kartika Jatmiko, Ary Dwi; Angkoso, Agustinus
Jurnal SOLMA Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29405/solma.v8i1.2563

Abstract

Beberapa tahun terkahir kita merasakan perubahan yang terjadi pada cuaca. Terjadi pergeseran dan perubahan tidak menentu. Diantaranya tingginya curah hujan dan tidak turun hanya pada musim penghujan, tetapi juga ditengah-tengah musim kemarau. Juga terjadinya kemarau yang berkepanjangan, dan peningkatan suhu. Hal ini adalah fenomena perubahan iklim, yang dipengaruhi oleh kadar gas rumah kaca melebihi batas. Semua hal ini dipengaruhi oleh kegiatan manusia, terutama peningkatan kebutuhan energi, yang dimana kebutuhan ini juga meningkatkan kadar karbon dioksida di atmosfir. Banyak terjadi gerakan untuk memperbaiki, atau mengurangi dampak itu semua. Salah satu gerakannya adalah Green Building. Kebutuhan untuk mewujudkan gedung ramah lingkungan meningkat di beberapa negara. Peluang inilah yang diambil oleh unit bisnis yang dibentuk di Universitas Widya Kartika. Unit bisnis yang diajukan ke dalam program PPUPIK yang didanai oleh Kemenristekdikti ini memiliki nama Green Building Widya Kartika. Unit ini merupakan kerja sama antara Program Studi Arsitektur dan Program Studi Teknik Sipil. Solusi yang diajukan yaitu peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam bidang Green Building, berperan aktif dalam komunitas Green Building, aktif melakukan sosialisasi, dan pelatihan, sebagai media promosi, serta meningkatkan kemampuan untuk membuat modeling bangunan dengan menggunanakan Building Information Modeling untuk kebutuhan simulasi. Dengan aktif di Green Building Council Indonesia, dipercaya untuk menjadi representatif Green Building Council Indonesia di Surabaya dan sekitar. Informasi terbaru dan peluang yang menyangkut Green Building, dapat didapat dengan mudah. Ditunjang dengan banyaknya tenaga ahli yang dimiliki dan penguasaan Building Information Modeling, menjadikan unit ini memiliki peluang yang besar.