Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

“PIAMAN DALAM RITME” (Irama Kehidupan Laki-laki dalam Komposisi Musik Inovatif) Jaya, Susandra
Ekspresi Seni Vol 13, No 2 (2011): Ekspresi Seni
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1281.731 KB) | DOI: 10.26887/ekse.v13i2.215

Abstract

Pariaman has a culture that does not belong to other regions, that is, the culture of “Bajapuik”. It is a proposal from the bride to the groom where the bride family has to present some money (in the form of gold coins) or other valuable things to the bride family; it is called uang jemputan (drowsy). The presentation of drowsy is called bajapuik. It is a requirement that must be fulfilled by the bride familty before the marriage is to take place. It is also a form of respect shown by the bride family to the groom family. A problem may occur in bajapuik tradition when the bride comes from other regions outside Pariaman. This is a phenomenon that will be expressed in a music composition
Pewarisan Barzanji pada Masyarakat Nagari Pitalah Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat Muhammad, Fadel; Sriyanto, Sriyanto; Jaya, Susandra; Yurnalis, Yurnalis
SENDRATASIK UNP Vol 13, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/js.v13i3.128076

Abstract

Barzanji merupakan doa–doa atau puji-pujian yang menceritakan tentang riwayat Nabi Muhammad yang dilafalkan dengan suatu irama atau nada yang biasa dilantunkan ketika upacara kelahiran, khitanan, pernikahan, dan hari besar kelahiran Nabi Muhammad SAW. Di Nagari Pitalah Kecamatan Batipuah Provinsi Sumatera Barat, Barzanji merupakan ritual tentang gerak batin yang di semangati oleh ajaran sufistik yang digunakan sebagai sarana untuk beribadah dalam rangka meningkatkan keimanan kepada Allah SWT bagi masyarakat pendukungnya. Dalam penyajiannya Barzanji memiliki struktur yang terdiri dari musyawarah, duduak basamo, mandapek kaputusan, pelaksanaan Barzanji, dan  makan basamo. Teks Barzanji terdiri dari syair syair berbahasa Arab yang terdapat dalam kitab Syarafal Annam yang terdiri dari Assalamualaika, Assalatu Alannabi, Bisahri Robbi, Tanaqaltafi, Wulidalhabibu, Alfasallu, Sallamualaika, Badatlana, Marhaban, Anta Samsun, dan Allahuma solliala, yang dilaksanakan di Surau-Surau dan masjid-masjid. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui tentang sistem pewarisan Barzanji di kalangan masyarakat Nagari Pitalah. Data untuk penelitian ini dikumpulkan menggunakan metode kualitatif  dengan cara observasi, wawancara, studi pustaka, dan mengumpulkan beberapa dokumentasi yang berkaitan dengan Barzanji, untuk menghasilkan data deskriptif yang bersifat analitik berdasarkan teori dan pendapat-pendapat yang konseptual dari para ahli. Teori yang digunakan terdiri dari Teori Pewarisan oleh Cavali dan teori masyarakat oleh Herkovits, teori ini akan penulis gunakan untuk membahas cara pewarisan dalam masyarakat pendukungnya. Barzanji is a prayer or praise that tells about the history of the Prophet Muhammad which is read with a rhythm or tone that is usually sung at birth ceremonies, celebrations, weddings, and the big day of the birth of the Prophet Muhammad. In Nagari Pitalah, Batipuah Regency, West Sumatra Province, Barzanji is an inner movement inspired by Sufism that is used as a means of worship in order to increase faith in Allah SWT for the supporting community. In its presentation, Barzanji has a structure consisting of Deliberation, sitting together, making decisions, carrying out Barzanji, and eating together. The Barzanji manuscript consists of Arabic verses contained in the Syarafal Annam book which consists of Assalamualaika, Assalatu Alannabi, Bisahri Robbi, Tanaqaltafi, Wulidalhabibu, Alfasallu, Sallamualaika, Badatlana, Marhaban, Anta Samsun, and Allahuma solliala, which are carried out in Surau and mosques . This study aims to find out about the Barzanji inheritance system in the Nagari Pitalah community. This research data collection uses qualitative methods by means of observation, interviews, literature study, and collecting some documentation related to Barzanji, to produce analytical descriptive data based on theories and conceptual opinions from experts. The theory used consists of the theory of inheritance by Cavali and the theory of society by Herkovits, this theory will be used by the author to discuss the way of inheritance in the supporting community.
POLA MANCARAK DALAM PERMAINAN CENANG TIGO DI KAMPUNG AIA MARUOK KINALI, KABUPATEN PASAMAN BARAT Suryadi, Herman; Jaya, Susandra
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 2 No. 2 (2024): July-December 2024
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v2i2.192

Abstract

Kesenian cenang tigo adalah tradisi masyarakat kampung Aia Maruok Kinali, Kabupaten Pasaman Barat. Cenang tigo biasanya dimainkan sebagai hiburan masyarat untuk mengisi waktu senggang. Umumnya permainan cenang tigo dimainkan oleh perempuan Minangkabau dari anak-anak samapai orang dewasa. Tidak hanya itu permainan tradisi cenang tigo juga dimainkan pada saat adanya acara pernikahan, dan manitia anak atau disebut dengan istilah babako. Penelitian dalam penulis kajian kali ini bersumber dari kesenian cenang tigo, yaitu apa pengaruh dari pola permainan mancarak dalam kesenian cenang tigo. Metode yang digunakan dalam penelitian pola permainan mancarak dalam kesenian cenang tigo adalah fungsi dari permainan pola mancarak. Manciek adalah permainan yang memiliki pola permainan dasar tetapi terdapat semacam pola paningkah yang disebut pola manigo (pola tiga). Manduo adalah permainan yang dimain sama seperti manciek tetapi tidak memakai pola minigo (pola tiga). Sedangkan mancarak adalah permainan pola peningkah antara permainan pola manciek dengan pola manduo yang mana dalam permainannya bersifat bebas tidak terikat seperti pola manciek dan manduo.
KOMPOSISI MUSIK “NAN GANJIAL” TERINSPIRASI DARI KESENIAN CALEMPONG RARAK GODANG DI TALUK KUANTAN KABUPATEN KUANSING PROVINSI RIAU DALAM PENDEKATAN TRADISI Prayoga, Renol; Jaya, Susandra; Harris , Asep Saepul
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 3 No. 1 (2025): January-June 2025
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v3i1.248

Abstract

“Nan Ganjial” adalah sebuah komposisi musik yang terinspirasi dari kesenian Calempong Rarak Godang pada repertoar Tigo - Tigo, kesenian Calempong Rarak Godang tumbuh dan berkembang di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Celempong Rarak Godang adalah ansambel musik tradisi yang berkembang di Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau. Kesenian Calempong Rarak Godang biasanya dimainkan dalam acara Pacu Jalur pada prosesi Mararakan Jaluar, mengiringi silek Pangean, dan perayaan hari besar Kenegerian (Olek Nogori). Penciptaan karya komposisi musik ini bertujuan untuk memperkenalkan kesenian Calempong Rarak godang yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi dan juga sebagai syarat Ujian Akhir Semester Matakuliah Komposisi Musik Nusantara. Analisis pengkarya pada kesenian Calempong Rarak Godang pengkarya tertarik pada repertoar Tigo – Tigo, Siklus Permainan Repertoar Tigo-tigo ini memiliki birama 4/4 namun terdapat Aksentuasi Kuat pada ketukan ganjil pada pola Oguang (Gong), Menginspirasi pengkarya untuk menggarap dan mengembangkan kembali ansambel Calempong Rarak Godang tersebut ke dalam bentuk garapan komposisi karawitan dengan garapan pendekatan tradisi yang berjudul “NAN GANJIAL”.