Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN PROGRAM BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA (BSPS) DI KABUPATEN TABANAN I Wayan Sastrawan; Gusti Ayu Putu Candra Dharmayanti; Ngk. Md. Anom Wiryasa
JURNAL SPEKTRAN Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Master of Civil Engineering Program Study, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/SPEKTRAN.2022.v10.i02.p06

Abstract

Rumah Layak Huni yang merupakan kebutuhan dasar manusia sehingga Pemerintah perlu lebih berperan dalam menyediakan dan memberikan kemudahan dan bantuan perumahan yang berbasis kepada keswadayaan bagi mereka yang tergolong Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui RPJMD telah merencanakan Program Rehabilitasi RTLH dari tahun 2016 sampai dengan 2020 melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 3.325 unit. Namun, berdasarkan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip) Dinas Pekerjaan Umum Penataan ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP), target tersebut tidak tercapai, sehingga pelaksanaan program BSPS di Kabupaten Tabanan perlu di evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program BSPS selama kurun waktu tahun 2016 – 2020, serta untuk merumuskan upaya peningkatan pelaksanaan program BSPS tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data pada penelitian ini terdiri dari data sekunder berupa RPJMD, Renstra, Lakip dan dokumen BSPS Kabupaten Tabanan. Sedangkan data primer berupa hasil wawancara menggunakan instrument daftar pertanyaan untuk mengevaluasi pelaksanaan dan permasalahan terkait program BSPS, serta metode focus group discussion (FGD) untuk merumuskan upaya peningkatan pelaksanaan program BSPS. Evaluasi program BSPS mengacu pada perencanaan RPJMD dan BSPS yang mencakup 6 indikator yaitu sosialisasi, anggaran (rencana anggaran), tepat sasaran (obyek penerima bantuan), tepat tujuan (obyek konstruksi), tepat waktu, efisiensi (realisasi anggaran). Hasil evaluasi menunjukkan Program BSPS dalam kurun waktu 2016 sampai dengan 2020 telah memenuhi indikator sosialisasi, tepat sasaran dan tepat waktu. Namun Program BSPS belum tercapai ditinjau dari indikator anggaran, efisiensi dan indikator tepat tujuan. Tidak tercapainya indikator anggaran, tepat tujuan dan efisiensi disebabkan oleh kurangnya alokasi anggaran pada program BSPS, sehingga perlu diupayakan penambahan alokasi anggaran dari Pemerintah pusat, pendampingan anggaran dari Pemerintah Propinsi dan Kabupaten serta partisipasi dari CSR (CorporateSocial Responsibility). Kata kunci: Efektifitas, efisiensi, MBR, RTLH
THE ROLE OF VERTICAL HOLINESS IN THE MULTI-STOREY INFRASTRUCTURE DESIGN I Made Sastra Wibawa; I Wayan Redana; Putu Alit Suthanaya; Ngakan Made Anom Wiryasa
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 9 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.9.1.1671.11-24

Abstract

The increasing number of residents demands the provision of settlement facilities and infrastructure. Limited land is an obstacle to the development in the horizontal direction, especially the use of green open land which will cause land conversion. The limitation of the building height regulated by local regulations, as well as the local wisdom, namely vertical holiness can be a challenge related to the idea of building multi-storey buildings. When you want to enter the lower floors of the building, there is a feeling of doubt because there are other residents on the upper floors who step over. This study aims to reveal the relationship of vertical holiness with multi-storey building design and formulate vertical holiness as an effort to implement it in a design so that it can be accepted by the community. This study uses a methodology to examine the problem by interviewing the stakeholders and filling out the questionnaire, therefore, the relationship between vertical holiness and multi-storey building design can be obtained. The results of the study clearly confirm that there is indeed a correlation between vertical holiness and multi-storey building design. Thus, the design should pay attention to this vertical holiness. The study also encourages that the formulation of vertical holiness should be legally stated in regulation so that it is easily understood and accepted by the community.