Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Langkah-langkah Menentukan KKM yang Efektif dan Berkualitas Nurul Jeumpa
Seumike : Society Progress Journal Vol. 1 No. 1 (2025): SEUMIKE
Publisher : Bansigom Na Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Determining effective and high-quality Minimum Completion Criteria (KKM) is an important aspect in efforts to improve the quality of education in schools. KKM is used as a benchmark to assess student competency achievement in the learning process. This research aims to identify steps that can be taken to establish and implement KKM effectively and with quality. The method used in this research is a qualitative approach with analysis of data obtained through interviews, observation and documentation studies in several schools. The research results show that effective steps in determining KKM include: (1) determining clear learning objectives and in accordance with competency standards, (2) preparing comprehensive assessment criteria, (3) using various varied learning methods and media, (4) continuous evaluation of student progress, and (5) the teacher's active role as a facilitator in helping students achieve the KKM. Apart from that, this research also found that good implementation of KKM requires the involvement of all parties, including teachers, students and parents, in supporting the teaching and learning process. Overall, effective implementation of KKM can help improve the quality of learning and student academic success.
Eksistensi Ulama dan Lembaga Pendidikan Islam pada Masa Kesultanan Aceh Nurainiah, Nurainiah; Wardhani, Nia; Jeumpa, Nurul
Al-Hashif: Jurnal Pendidikan dan Pendidikan Islam Vol. 1 No. 1 (2023): March
Publisher : Institute of Research and Community Service STAI Yayasan Tarbiyah Islamiyah Kota Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulama are used as spiritual leaders and authorities who serve as references for the people of Aceh on various socio-cultural issues and problems faced by society on a daily basis. During the time of Sultan Iskandar Muda, ulama had a very important position and role, as stated by Adat Bak Po Teumeureuhom, Hukom Bak Syiah Kuala, Resam Bak Laksamana, Qanun Bak Putroe Phang. Meaning, Customs in the Kingdom, Laws in the Syiah Kuala Ulama; Reusam to the Admiral, Qanun to the Queen of the Kingdom. In other words, ulama play the role of giving fatwas, so that every period there are ulama who accompany the government. The aim of this research is to determine the existence of Islamic scholars and educational institutions during the Aceh Sultanate. The type of research used is literature. The data collection technique was carried out through library research, namely by collecting several articles originating from journals and books relating to the existence of Islamic scholars and educational institutions during the Aceh sultanate. The data analysis technique in this research uses content analysis, namely analyzing books, journals and other literature related to research. The results of the research show that the existence of ulama during the Aceh Sultanate as fatwa givers. At the macro level, the ulama during Sultan Iskandar Muda's time received quite high positions, namely as qadhi (qadhi malikul adil at royal level and qadhi uleebalang at naggroe level). In other words, ulama have bargaining power in decision making in the kingdom, both worldly and spiritual matters as well as the development of science and culture which has given birth to Islamic educational institutions during the Aceh sultanate, namely meunasah, frameng, dayah, dayah teungku chik and jami`ah.
Pengaruh Penggunaan Metode Talqin Terhadap Kualitas Bacaan Al-Qur’an Peserta Didik Di MA Muhammadiyah Bireuen Ridhwan, Kausar; Jeumpa, Nurul; Rosnidarwati, Rosnidarwati
Al-Fathanah Vol 4, No 1, April (2024): Al-Fathanah: Jurnal Studi Islam dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Fathanah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/al-fathanah.v4i1, April.2162

Abstract

Pembelajaran untuk memahami tajwid atau metode talqin merupakan langkah awal, dimana dalam ilmu tajwid ini menjelaskan mengenai tata cara membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar yang sering kita sebut dengan makharijul huruf. Seorang penghafal Al-Qur’an juga memiliki kendala dalam prosesnya ketika menghafalkan Al-Qur’an. Kesulitan bagi penghafal Al-Qur’an itu seperti sulitnya ayat-ayat Al-Qur’an untuk diingat, hal ini sering terjadi dikarenakan ayat nya yang terlalu panjang atau ayat nya yang susah dilafadzkan. Susah dalam melawan rasa malas dan bosan yang disebabkan karena banyak nya kegiatan lain sehingga mengganggu waktu untuk menghafal. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan kualitas bacaan Al-qur’an siswa sebelum menggunakan metode Talqin serta mengetahui pengaruh penggunaan metode Talqin terhadap kualitas bacaan Al-Qur’an siswa di MA Muhammadiyah Bireuen. Jenis penelitian yang digunakan penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan fenomenologi. Metode talqin yang digunakan dalam proses pembelajaran di dalam kelas selama 3 x Pertemuan. Pada saat menyampaikan materi berawal dari pendahuluan/awal, kegiatan inti dan penutup. Adapun dalam kegiatan inti ustadz melakukan pembelajaran dengan langkah-langkah metode tahsin yang diambil yaitu Kelassikal Baca Simak (KBS). Hasil dari penelitian pengaruh metode talqin dari sampel yang di ambil dari 2 kelas yaitu kelas X dengan nilai tertinggi diperoleh oleh Fairuz Bariq dengan nilai rata-rata nilai 91,8 dengan kriteria “sangat baik”. Sedangkan di kelas XI dengan nilai rata-rata tertinggi 95,2 dengan kriteria “sangat baik”. Kualitas baca Al-Qur’an siswa di MA Muhammadiyah Bireuen tergolong dalam kategori baik, hal ini berdasarkan penilaian yang dilakukan pada proses pembelajaran dan tes individu yang dilakukan langsung oleh peneliti.
Efektivitas Model Pembelajaran Berbasis Masalah dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Al-Qur’an Santri di Lhokseumawe Safitri, Maya; Jeumpa, Nurul
Pase: Journal of Contemporary Islamic Education Vol. 2 No. 1 (2023): Pase: Journal of Contemporary Islamic Education
Publisher : Pascasarjana IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/pase.v2i1.1780

Abstract

Abstrak: Guru PAI sangatlah berperan aktif dalam meningkatkan motivasi belajar Al-Qur’an pada santri,  tetapi tak jarang juga guru terkendala oleh minat belajar santri yang kurang dan  kedisiplinan santri. Sehingga guru harus memaksimalkan perannya sebagai  pemberi motivasi. Tujuan penelitian  ini adalah untuk mendeskripsikan, mengetahui metode serta menemukan kendala  yang dihadapi guru mengaji dalam motivasi belajar Al-Qur’an  pada santri. Penelitian ini  menggunakan jenis penelitian deskriptif dan pendekatan kualitatif dengan  menggunakan metodefield research. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa,  Peran guru dalam motivasi belajar Al-Qur’an pada santri adalah  pengaktif santri dalam kegiatan belajar mengajar, pencipta suasana kelas yang  kondusif, penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi, peningkat antusias, pemberi reward.Metode guru dalam  meningkatkan motivasi belajar Al-Qur’an pada santri yaitu metode pemberian reward seperti pemberian hadiah berupa pulpen,  snack dan  pemberian nilai serta pemberian hukuman edukatif seperti menyetor hafalan surah pendek dan mengerjakan tugas. Adapun kendala guru dalam meningkatkan motivasi belajar Al-Qur’an pada santri yaitu sikap yang kurang baik, minat  belajar yang kurang, daya serap santri yang kurang baik, dan kurangnya disiplin  santri.