Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penerapan MRP Pada Persediaan Material Dan Pengaruhnya Terhadap Ketepatan Waktu Gede Widya Jaya Laksana; I Gusti Agung Kade Suriadi; I Putu Lokantara
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 5 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2019.v05.i02.p09

Abstract

PT. X sudah dapat memproduksi kendaraan roda empat berkisar 300 buah/hari, pada saat penulis melaksanakan penelitian beberapa kali sempat terjadi bottle neck pada pos kerja perakitan engine sehingga hal tersebut menjadi dorongan bagi penulis untuk mencari tahu permasalahan yang sebenarnya sedang terjadi. Setelah melakukan observasi dan mewawancarai operator serta kepala staff yang bertugas pada assy-line mendapatkan hasil bahwa terhambatnya proses produksi tersebut dikarenakan terjadinya keterlambatan pada part yang dibutuhkan pada pos tersebut, maka dari itu dilaksanakan penelitian mengenai penerapan metode (MRP) material requirements planning, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja daripada suatu proses produksi material mentah menjadi bahan jadi yang bernilai jual tinggi, agar dapat terlaksana dengan tepat waktu dan dengan jumlah material yang tepat. Penelitian ini dilaksanakan dengan membuat master production schedule (MPS) atau jadwal induk produksi kemudian membuat catatan ketersediaan material dilanjutkan dengan membuat bill of material (BOM) atau struktur produk dari engine dan melakukan perhitungan peramalan permintaan menggunakan metode time series. Seluruh data yang telah diolah akan menjadi dasar dari pembuatan MRP, dengan jumlah produksi sebanyak 877 buah pada minggu ke-V Bulan April dan 864 buah pada minggu ke-I Bulan Mei menerapkan MRP pada suatu proses produksi dapat meningkatkan produktivitas kerja. Hasil perhitungan waktu yang didapat menunjukkan bahwa tidak terjadi bottle neck pada perhitungan MRP minggu ke-III, ke-IV dan ke-V X Inc. has been able to produce approximately 300 pieces of four-wheel vehicles per day, when the author carried out this research, there were some bottle necks happened several times on the work post of the engine assembly where it became a motivation for the author to find out what problems are going on. After observing and interviewing operator and chief of staff on the assy-line, it was concluded that the obstructed production process was caused by a delay in the needed parts on the said post, therefore a research about the application method of Material Requirement Planning (MRP) is carried out, where this research is aimed to optimize the production process of raw into finished, high valued materials, and can be done in a timely manner with exact amount of materials. This study was done by making a Master Production Schedule (MPS), then, making a material availability notation, continued by making a Bill of Material (BOM) and calculating the demand forecasting using the time series method. The entire data that had been processed became the base of the MRP-making, with the total production as many as 877 on the 5th week of April and 864 on the 1st week of May. Applying MRP on the production process can increase work productivity. The result of the time calculation obtained indicates that there was no bottle neck in the 3rd, 4th, and 5th week MRP calculation.
Biokomposit Limbah Plastik Polypropylene Berpenguat Serat Lidah Mertua: Proses Ekstraksi dan Kekuatan Mekanis I Putu Lokantara; Ngakan Putu Gede Suardana
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 5 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2019.v05.i02.p10

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kekuatan tarik dan kekuatan bending biokomposit limbah plastik polypropylene berpenguat serat lidah mertua. Lidah mertua yang digunakan adalah lidah mertua yang pinggirannya daunnya kuning dengan usia yang seragam. Daun lidah mertua direndam dengan metode water retting selama 7 hari dan proses ekstraksi serat dilakukan secara manual. Polypropylene daur ulang yang digunakan berasal dari limbah plastik minuman gelas. Perlakuan kimia serat lidah mertua dengan konsentrasi 5% NaOH dan waktu perendaman 2 jam. Komposit dicetak dengan menggunakan press panas dengan suhu 200oC dan waktu penahanan 2 jam. Komposit dilakukan pengujian tarik dengan menggunakan ASTM D-570 dan uji bending dengan ASTM 790-03. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa kekuatan tarik tertinggi pada fraksi volume 35% sebesar 71,606 MPa. Kekuatan tarik meningkat sebesar 28,9% dari fraksi volume 25% ke fraksi volume 35%. Hasil uji bending menunjukkan bahwa kekuatan bending tertinggi pada fraksi volume 35% sebesar 74,55 MPa. Kekuatan bending meningkat sebesar 22,9% dari fraksi volume 25% ke fraksi volume 35%. Dengan pengamatan foto mikro SEM, ikatan adhesi antara serat dan matrik terjadi dengan baik pada fraksi volume 35%. The purpose of this study was to determine the tensile strength and bending strength of lidah mertua fiber reinforced polypropylene. Lidah mertua is used whose leaf margins are yellow with a uniform age. Lidah mertua leaves were soaked by water retting method for 7 days. Fiber is extracted manually by hand. Recycled polypropylene used comes from glass beverage plastic waste. The chemical treatment of lidah mertua fibers 5% NaOH and a soaking time of 2 hours. Composites are molded using a hot press with a temperature of 200oC and a holding time of 2 hours. Composite tensile testing was carried out using ASTM D-570 and bending test with ASTM 790-03. Tensile test results showed that the highest tensile strength at 35% volume fraction was 71,606 MPa. Tensile strength increased by 28.9% from 25% volume fraction to 35% volume fraction. Bending test results showed that the highest bending strength at 35% volume fraction was 74.55 MPa. The bending strength increased by 22.9% from the 25% volume fraction to the 35% volume fraction. By observing SEM micro photographs, the bond between the fiber and the matrix occurs well at 35% volume fraction
EFFECT OF ALKALI TREATMENT ON THE TENSILE STRENGTH OF LIDAH MERTUA FIBER/ POLYPROPYLENE RECYCLED BIOCOMPOSITE I Putu Lokantara; NPG Suardana; IW Surata; INS Winaya
International Journal of Engineering and Emerging Technology Vol 4 No 2 (2019): July - December
Publisher : Doctorate Program of Engineering Science, Faculty of Engineering, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/IJEET.2019.v04.i02.p09

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of alkali fiber treatment on the tensile strength of composites. The material in this study was recycled polypropylene from plastic beverage glass and lidah mertua fiber with a fiber length of 180 mm, fiber treatment using 5% NaOH and without treatment. Composite specimens were prepared using the hot press method at 170oC for 120 minutes. Tensile testing with the dimensions of the test specimen refers to ASTM D-638. The results of the test carried out the maximum tensile strength value of 71,606 MPa in fiber with 5% alkali treatment. The tensile strength of composites with alkali treatment increased 223% compared to the tensile strength without alkali
Influence of Pumice Particles on the Mechanical and Morphology Properties of Polyester-Cornhusk Fiber Composites Nasmi Herlina Sari; Suteja Suteja; I Putu Lokantara; Topan Gusti Wibowo
Journal of Fibers and Polymer Composites Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Fibers and Polymer Composites
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.561 KB) | DOI: 10.55043/jfpc.v1i2.54

Abstract

The purpose of this study was to look into the performance of a cornhusk fiber (CHF) reinforced polyester composite with pumice powder (PP) as a filler. The influence of varied PP volume fractions on composite tensile, bending, impact, and fracture morphology was studied. Using the hot press process, polyester-CHF composites with varied volume fractions of PP filler, namely 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, and 30% wt, were created. The results showed that increasing the PP volume fraction from 5% to 15% enhanced the tensile strength of the polyester-CHF composite. The modulus of elasticity and bending modulus tend to grow when filler Pp decreases from 5% to 30%, but elongation value decreases. Furthermore, the best bending strength and impact toughness of the polyester-CHF composite were produced at a volume fraction of PP filler of 20%. SEM images indicate the presence of CHF pull out in all composite variations as well as the number of voids dependent on the PP filler volume.
The Effect of Volume Fraction Variations Epoxy-Rice Straw Composite Fibers with NaOH Treatment on Tensile and Bending Strength Muhammad Raihan Dwi Wibowo; Cok Istri Putri Kusuma Kencanawati; I Putu Lokantara
Natural Sciences Engineering and Technology Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Natural Sciences Engineering and Technology Journal
Publisher : HM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37275/nasetjournal.v3i2.30

Abstract

Rice straw waste is often a problem for farmers because of the lack of utilization until finally, only burning is done. The use of rice straw for composites aims to increase the economy and maximize the potential of rice straw waste to be more useful in the industry. This research uses epoxy sikadur 52-id mixed hardener in the ratio (2:1) as a matrix, and rice straw fiber as reinforcement, with a fiber length of 3 cm. The composition of fiber and resin uses a volume fraction of 10% fiber: 90% resin, 20% fiber: 80% resin, and 30% fiber: 70% resin. Printing using acrylic prints with a hand lay-up technique. The size of the test specimen refers to ASTM D-3039 for the tensile test and ASTM D790-03 for the bending test. The greatest tensile voltage is found in the volume fraction of 30% fiber of 25,431 MPa. The highest strain occurred in the volume fraction of 30% fiber 1.779. The largest modulus of elasticity comes from the volume fraction of 30% fiber of 1,988 GPa. In the bending test, the largest tensile voltage is found in the volume fraction of 30% fiber, which is 93.260 MPa. The highest strain occurred at a 10% fiber volume fraction of 4.721. The largest modulus of elasticity comes from the volume fraction of 30% fiber which is 3.739 GPa. In both types of testing, it was found that the volume fraction of 30% fiber had the highest tensile and bending strength.
Pengaruh Penambahan Serat Pelepah Pisang Terhadap Kekuatan Tarik Komposit Serat Tebu Bermatrik Polyester Lokantara, I Putu; Tohari, Amin; Istiqlaliyah, Hesti
Jurnal Mesin Nusantara Vol 7 No 2 (2024): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v7i2.24259

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil observasi di lapangan bahwa, ampas tebu dan pelepah pisang banyak sekali dijumpai di sekitar kita dan hanya menjadi sampah. Dari pertimbangan tersebut maka dilakukan penelitian guna memanfaatkan dua bahan tersebut menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai tinggi yaitu komposit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh penambahan serat pelepah pisang terhadap kekuatan tarik komposit serat tebu yang berpenguat polyester. Dalam proses pembuatan komposit, peneliti menggunakan standar pengujian ASTM D 638. Matriks yang digunakan berupa resin polyester dengan variasi serat ampas tebu (25%,20%, 15%, 10%, 5%) dan campuran serat pelepah pisang (5%, 10%, 15%, 20%, 25%). Jumlah spesimen dalam penelitian ini sebanyak 30 buah dengan setiap variasi menggunakan 6 kali uji coba kekuatan tarik untuk mengetahui karakteristik mekanik komposit. Dari hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penambahan serat pelepah pisang terhadap komposit serat tebu terhadap kekuatan tariknya. Nilai kekuatan tarik tarik terbesar mencapai 21 Mpa dengan variasi serat tebu 10% dan serat pelepah pisang 20%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar volume serat pelepah pisang pada komposit serat ampas tebu maka nilai kekuatan tariknya akan semakin besar.
Analisis Kekuatan Impact Komposit Polyester-Serat Tapis Kelapa Dengan Variasi Panjang Dan Fraksi Volume Serat Yang Diberi Perlakuan NaOH Lokantara, I Putu
Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin Vol 2, No 1 (2012): Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.276 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kekuatan impact komposit polyester berpenguat serat tapis kelapa yang diberi perlakuan NaOH pada panjang dan fraksi volume serat yang bervariasi Komposit yang dibuat menggunakan penguat serat tapis kelapa dengan matrik berupa resin unsaturated polyester (UPRs) jenis Yukalac 157 BQTN-EX dengan 1% hardener jenis MEKPO dengan variasi panjang serat tapis kelapa 5 mm, 10 mm dan 15 mm sedangkan variasi fraksi volume serat 20%, 25%, 30%. Komposit dibuat dengan teknik press hand lay-up dengan perlakuan serat menggunakan campuran NaOH-Air. Perlakuan serat tapis kelapa dengan direndam di air mendidih dengan suhu 100 °C selama 1 jam, selanjutnya serat tapis kelapa dikeringkan menggunakan oven dengan suhu 65 °C selama 12 jam setelah itu serat tapis kelapa direndam didalam larutan NaOH - Air (5 gram NaOH + 95 ml air) selama 2 Jam. Komposit selanjutnya di post curing selama 12 jam dengan suhu 65 °C. Spesimen uji komposit dipotong sesuai standar ASTM D 256 untuk spesimen uji impact. Selanjutnyaspesimen kompositdilakukan pengujian impact. Kekuatan impact meningkat seiring meningkatnya fraksi volume dan panjang serat. Nilai kekuatan impact terbesar terdapat pada pengujian impact dengan komposit panjang serat 15 mm dengan Fraksi Volume 30% sebesar0.0255 Nm/mm2. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa pada panjang serat 15 mm ikatan antara matrik dan serat lebih kuat dibandingkan dengan variasi panjang serat 5 mm dan 10mm sehingga komposit yang dihasilkan lebih kuat dan mempunyai nilai kekuatan impact yang lebih besar. Semakin panjang serat yang digunakan akan mengurangi crack deflection sehingga kekuatan impact menjadi semakin baik. Demikian pula dengan fraksi volume yang semakin tinggi menyebabkan matrix flow berkurang sehingga kekuatan impact akan meningkat.
Analisis Kekuatan Impact Komposit Polyester-Serat Tapis Kelapa Dengan Variasi Panjang Dan Fraksi Volume Serat Yang Diberi Perlakuan NaOH Lokantara, I Putu
Dinamika Teknik Mesin Vol 2, No 1 (2012): Dinamika Teknik Mesin: Jurnal Keilmuan dan Terapan Teknik Mesin
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kekuatan impact komposit polyester berpenguat serat tapis kelapa yang diberi perlakuan NaOH pada panjang dan fraksi volume serat yang bervariasi Komposit yang dibuat menggunakan penguat serat tapis kelapa dengan matrik berupa resin unsaturated polyester (UPRs) jenis Yukalac 157 BQTN-EX dengan 1% hardener jenis MEKPO dengan variasi panjang serat tapis kelapa 5 mm, 10 mm dan 15 mm sedangkan variasi fraksi volume serat 20%, 25%, 30%. Komposit dibuat dengan teknik press hand lay-up dengan perlakuan serat menggunakan campuran NaOH-Air. Perlakuan serat tapis kelapa dengan direndam di air mendidih dengan suhu 100 °C selama 1 jam, selanjutnya serat tapis kelapa dikeringkan menggunakan oven dengan suhu 65 °C selama 12 jam setelah itu serat tapis kelapa direndam didalam larutan NaOH - Air (5 gram NaOH + 95 ml air) selama 2 Jam. Komposit selanjutnya di post curing selama 12 jam dengan suhu 65 °C. Spesimen uji komposit dipotong sesuai standar ASTM D 256 untuk spesimen uji impact. Selanjutnyaspesimen kompositdilakukan pengujian impact. Kekuatan impact meningkat seiring meningkatnya fraksi volume dan panjang serat. Nilai kekuatan impact terbesar terdapat pada pengujian impact dengan komposit panjang serat 15 mm dengan Fraksi Volume 30% sebesar0.0255 Nm/mm2. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan bahwa pada panjang serat 15 mm ikatan antara matrik dan serat lebih kuat dibandingkan dengan variasi panjang serat 5 mm dan 10mm sehingga komposit yang dihasilkan lebih kuat dan mempunyai nilai kekuatan impact yang lebih besar. Semakin panjang serat yang digunakan akan mengurangi crack deflection sehingga kekuatan impact menjadi semakin baik. Demikian pula dengan fraksi volume yang semakin tinggi menyebabkan matrix flow berkurang sehingga kekuatan impact akan meningkat.