Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN PERBANDINGAN ALGINAT DAN KITOSAN PADA MIKROKAPSUL LEMON LOKAL (Citrus Limon (L.) Burm.f.) SEBAGAI PERISA ALAMI SERTA STABILITASNYA TERHADAP SUHU DAN WAKTU PEMANASAN Ezra Agitian; Luh Putu Wrasiati; Ni Made Wartini
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 5 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/bp0apg62

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji efektivitas kombinasi antibakteri alami yaitu minyak sereh dan ekstrak bawang putih dengan NaCl, dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan rancangan rancangan eksperimental laboratorium dengan perlakuan kombinasi 0%,1%, 2% dan 3% antara minyak sereh dan NaCl serta bawang putih dengan NaCl. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan nilai setiap perlakuan, kemudian ditafsirkan secara kualitatif untuk melihat tren efektivitas antibakteri terhadap masing-masing bakteri. Hasil analisis pH menunjukkan penurunan seiring peningkatan konsentrasi ekstrak. Nilai pH terendah dihasilkan pada konsentrasi 3% yaitu 4,8 untuk bawang putih–NaCl dan 5,7 untuk kombinasi minyak serehNaCl. Daya hambat tertinggi terhadap E. coli (1,60 mm) dan S. aureus (2,00 mm) diperoleh dari kombinasi bawang putihNaCl pada konsentrasi 3%, sedangkan kombinasi minyak sereh–NaCl menghasilkan zona hambat lebih kecil pada konsentrasi yang sama (E. coli 0,70 mm; S. aureus 0,92 mm). Secara keseluruhan, efektivitas antibakteri dari kedua kombinasi masih tergolong sangat lemah, namun menunjukkan potensi lebih besar terhadap S. aureus dibanding E. coli, yang diduga terkait dengan perbedaan struktur dinding sel bakteri. 
Characteristics of Flavor Enhancer Based on Moringa Leaves and Tempeh Using Protease Enzymes From Sap of Papaya and Crown Flower Prayoga, Dewa Gede Eka; Wartini, Ni Made; Permana, I Dewa Gde Mayun
International Journal on Food, Agriculture and Natural Resources Vol 4, No 4 (2023): IJ-FANRes
Publisher : Food, Agriculture and Natural Resources - NETWORKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46676/ij-fanres.v4i4.236

Abstract

Flavor enhancer is a food additive that's designed to enhance flavor. This research aims to determine the effect type (papaya, crown flower, and mixed protease) and percentage addition (1%, 2%, and 3%) of enzyme on the characteristics of flavor enhancer based on moringa leaves and tempeh. The design used in this study was a completely randomized design in factorial pattern. The variables observed included the degree of hydrolysis, moisture content, soluble protein content, maillard product, water solubility index, oil absorption, and glutamic acid content. Data were analyzed by Analysis of Variance (ANOVA) and followed by Duncan's test. The results showed that the interaction between the type and percentage addition of enzyme had a very significant effect on the degree of hydrolysis, maillard product, and glutamic acid content, significantly affected the soluble protein content and water solubility index, and had no significant effect on water content and oil absorption. The treatment type and percentage addition of enzyme had a very significant effect on the degree of hydrolysis, soluble protein content, maillard product, water solubility index, oil absorption and glutamic acid content, and had no significant effect on water content. Hydrolysis using mixed protease enzymes with an addition percentage of 3% produced flavor enhancer that had the best characteristics based on the highest glutamic acid content of 30.583 mg/g glutamic acid equivalent with a degree of hydrolysis of 65.781%, moisture content of 5.096%, soluble protein content of 1.529 mg/g tyrosine equivalent, maillard product of 0.221 AU, water solubility index of 0.0980 g/mL, and oil absorption of 1.55 mL/g. Keywords— hydrolysis, protease, flavor enhancer, moringa leaves, tempeh
Karakteristik Ekstrak Pewarna Alami Bunga Bugenvil (Bougainvillea glabra) Dengan Variasi Waktu Dan Daya Menggunakan Metode Microwave Assisted Extraction (MAE) Suwariani, Ni Putu; Wartini, Ni Made; Aprilianti, Bunga
JURNAL REKAYASA DAN MANAJEMEN AGROINDUSTRI Vol 13 No 3 (2025): September
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Faculty of Agricultural Technology, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JRMA.2025.v13.i03.p15

Abstract

Bougainvillea (Bougainvillea glabra) is a natural source of betacyine pigment which has the potential to be a food coloring as well as an antioxidant. This study aims to examine the effect of extraction time and power using the Microwave Assisted Extraction (MAE) method on the characteristics of bougainvillea flower extract, including yield, total betayanin, color intensity ( a*, b*), and antioxidant capacity. The study used a factorial Group Random Design (RAK) with two factors: time (3, 5, 7 minutes) and power (100, 300 watts). The results showed that the combination of time and power had a very pronounced effect (P<0.01) on all parameters. The best treatment was obtained at 5 minutes and a power of 100 watts, with a yield of 56.26±0,98%, total betasianine 20.56±0,24 mg/100g, color intensity a* 30.31±0,11; b* 16.06 ± 0,17, and antioxidant capacity of 495.27± 2,69 mg GAE/100g. The MAE method has been proven to be effective in producing high-quality bougainvillea flower extract as a natural dye and antioxidant.
Karakteristik Kapsul Ekstrak Pewarna Buah Pandan (Pandanus tectorius) Menggunakan Penyalut Maltodekstrin dan Karaginan Ardhinata Antares; Ni Made Wartini; Luh Putu Wrasiati
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 2 No. 2 (2017): Oktober
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2017.v02.i02.p04

Abstract

Tanaman pandan tersebar di kawasan pantai dan kepulauan di Asia Timur dan Selatan sampai di Polynesia. Buah tanaman pandan mengandung karoten yang biasa digunakan sebagai bahan pewarna melalui proses ekstraksi dan enkapsulasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahu efek dari perbandingan maltodekstrin dan karagenan sebagai bahan pengkapsul dari ekstrak buah tanaman pandan. Perlakuan dalam penelitian ini menggunakan rancangan blok teracak satu faktor yaitu rasio bahan maltodekstrin dan karagenan, yaitu maltodekstrin : karagenan masing-masing 10% : 0%, 9,5% : 0,5%, 9% : 1%, 8,5% : 1,5%, 8% : 2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan kedua bahan pengkapsul tersebut berpengaruh sangat nyata (P< 0.01) terhadap kandungan air, total karoten, kelarutan, permukaan karoten, serta efesiensi pengkapsulan. Adapun parameter tersebut masing-masing adalah kandungan air 9.11-12.19%, total karoten 502.53-970.91 mg/ 100g, kelarutan 72.44-85.04%, permukaan karoten 281.76-361.83mg/100g, efesiensi pengkapsulan 27.99-70.98%.
Pengaruh Penambahan Ragi Tape Selama Fermentasi Terhadap Karakteristik Cairan Pulpa Hasil Samping Fermentasi Kakao untuk Produksi Cuka Makan G.P. Ganda Putra; Ni Made Wartini
Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Agrotechno Vol. 1 No. 01 (2016): April
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Gedung GA, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana Jl. Raya Bukit Jimbaran, Jimbaran, Kuta Selatan, Bali Telp/Fax: (0361) 701801

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JITPA.2016.v01.i01.p07

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengkaji pengaruh penambahan ragi tape dan waktu fermentasi terhadapkuantitas dan karakteristik cairan pulpa hasil samping fermentasi kakao dan 2) mendapatkan cairan pulpahasil samping fermentasi kakao yang potensial sebagai bahan baku cuka makan. Penelitian inimenggunakan RAK faktorial 2 faktor. Faktor I adalah penambahan ragi tape yang terdiri atas 5 taraf,yaitu: tanpa ragi tape (kontrol), 0.5%; 1.0%; 1.5%, dan 2.0%; dan faktor II adalah waktu fermentasi yangterdiri atas 5 taraf, yaitu: 1, 2, 3, 4, dan 5 hari. Masing-masing kombinasi perlakuan dilakukan dalam 2kelompok sehingga diperoleh 50 unit percobaan. Pengamatan yang dilakukan meliputi: suhu dalamtumpukan biji kakao, kuantitas (% b/b), pH, dan total asam (meq NaOH/mg). Hasil yang diperolehmenunjukkan bahwa : 1) penambahan ragi tape dan waktu fermentasi berpengaruh terhadap suhu dalamtumpukan biji kakao dan karakteristik seperti: kuantitas, pH, dan kadar total asam cairan pulpa yangdihasilkan dan 2) penambahan ragi tape sekitar 1,0% dengan waktu fermentasi biji kakao 1-3 harimenghasilkan cairan pulpa yang potensial sebagai bahan baku cuka makan
Co-Authors A. A. P. A. Suryawan W Aldi Oktavian Alfridus Sandro Dacosta Perdisen Aman Julianto Amenra Ramzi Naz Amna Hartiati Anak Agung Made Dewi Anggreni Aprilianti, Bunga Ardhinata Antares Arfira Khofifah Bambang Admadi Harsojuwono Bimby Issassam Devi, Putu Nandya Sri DEWA AYU ANOM YUARINI Dewi, Ni Putu Satya Kencana Dr.Ir. Yunianta, DEA Erina Novandri Elsa Erna Sri Rahayu Ezra Agitian Ezra Elkana Karo Sekali Febriyawati Cahyanty Nugraha G.P. Ganda Putra G.P. Ganda Putra Gede Gora Adrista Gst Ayu Kd Frety Yudharini Gusti Ayu Gayatri Amasdenia Sukarno Gusti Ayu Mas Alstonia Parnawan I Dewa Gde Mayun Permana I Gede Esti Widiantara I Gusti Ayu Purnamawati I Gusti Gde Satria Anggakara Putra I Gusti Ngurah Agung Paranatha I Gusti Ngurah Pratama Putra I Gusti Ngurah Pungki Wiraguna I Kadek Aditya Prasatya I Kadek Agus Nuada I Ketut Gede Putra Adiyasa I Komang Budha Astawa I Komang Wiria Santiyoga I Made Adi Parimartha I Made Anom Sutrisna Wijaya I Made Dwipayana I Made Sugiastawa I Made Sugitha I Made Supartha Utama I Nyoman Bangbang Primaryadi I Putu Suparthana I W.G. SEDANA YOGA I Wayan Arnata I Wayan Eggy Perdana Putra I Wayan Mika Pratama I Wayan Putra Adiyasa I.W.G.S. Yoga Ida Ayu Ary Widnyani Ida Ayu Dwi Giriantari Ida Ayu Putu Arik Cahayanti Ida Bagus Alit Arcana Ida Bagus Ananta Wibawa Ida Bagus Wayan Gunam Ida Bagus Wayan, Gunam Ida Bagus Yogaswara Ika Martoquito Lumbanraja Irena Savitri Kadek Ngurah Ghandhi Danu Subagan Kesia Teodora Br Ginting Komang Adi Darmawan Lintang Mandan Madani Luh Putu Ayu Evitasari Cesarini Luh Putu Trisna Darmayanti Luh Putu Wrasiati Lutfi Suhendra Made Gabhina Aryayustama Made Gde Wisnu Merta Made Hary Sayoga Made Meigasari, Made Made Puspa Aridona Made Wahyu Nadaiswara Putra Ni Gst Ayu Kade Ratih Permata Sari Ni Kadek Eka Wati Ni Kadek Maya Isadora Ni Kadek Sinarwati Ni Kadek Wiji Astuti Ni Ketut Wiradnyani Ni Made Dewi Indriyani Ni Made Ratih Despianti Ni Made Ria Oka Antari Ni Nyoman Budiasih Ni Putu Diah JuliantariD Ni Putu Eny Sulistyadewi Ni Putu Noviantari Ni Putu Puspadi Aristyanti Ni Putu Suwariani Ni Wayan Wisaniyasa Novia Esterulina Purba NYOMAN SEMADI ANTARA Pande Komang Suparyana Permana, I. D.G. Mayun Poppy Diana Sari Pranayasa, Wayan Angga Prayoga, Dewa Gede Eka Purnama Yanti, Gusti Ayu Kade Diana Putu Timur Ina Rahel Br Ginting Rian Lamhot Parasian Hutabarat Rukmi Sari Hartati Rurini Retnowati Sadyasmara, Cokorda Anom Bayu Sagung Ayu Bulan Julia Saraswati Sang Ayu Sri Eka Oktari Sarah Chairunnisa Sasha Patrisia SATRIYAS ILYAS Sixtania Ijo Magho Sri Mulyani Sri Mulyani Suwariani, Ni Putu Suwarini, Ni Putu Tiara Noviyani Tri Susanto Vonny Tanone Widnyani, Ida Ayu Putu Ary Yanti Sinurat, Dame Yemima Maria Lasma Roha Sitompul Yohannes Eko Putra Simanullang Zainul Fikri