Pande Ketut Diah Kencana
Program Studi Teknik Pertanian Dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung Bali, Indonesia

Published : 43 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Efisiensi Kinerja Traktor dengan Bajak Rotari untuk Pengolahan Tanah Tahap Pertama pada Subak di Kabupaten Tabanan Fiqri Muhamad Hakim; I Wayan Tika; Pande Ketut Diah Kencana
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 11 No 2 (2023): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2023.v11.i02.p14

Abstract

Abstrak Efisiensi kinerja merupakan perbandingan antara kapasitas kerja aktual dengan kapasitas kerja teoritis yang dinyatakan dalam persen (%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi kinerja traktor rotari untuk pengolahan tanah tahap pertama pada subak di Kabupaten Tabanan dan menjadi data acuan untuk penelitian selanjutnya. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dimana pengambilan data dilakukan melalui survei, wawancara dan pengukuran langsung dilapangan yang disajikan secara deskriptif. Spesifikasi traktor rotari yang digunakan adalah traktor rotari dengan daya 10,5 pk dan beberapa batasan yang diterapkan seperti kondisi traktor dianggap serupa, kemampuan operator dianggap serupa, kemiringan lahan dianggap seragam, air untuk pengolahan tanah cukup dan hanya pengolahan tanah tahap pertama. Parameter yang diuji pada penelitian ini adalah kapasitas kerja aktual, kapasitas kerja teoritis, dan efisiensi kinerja traktor rotari. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas kerja aktual sebesar 0,089 ha/jam, kapasitas kerja teoritis sebesar 0,155 ha/jam, dan efisiensi kinerja sebesar 57,091%. Abstract Performance efficiency is the ratio between actual working capacity and theoretical working capacity expressed in percent (%). The purpose of this study was to determine the efficiency of the performance of a rotary tractor for the first stage of tillage in subak in Tabanan Regency and become reference data for further research. The research method uses descriptive quantitative methods where data collection is carried out through surveys, interviews and direct measurements in the field which are presented descriptively. The specification of the rotary tractor used is a rotary tractor with a power of 10.5 hp and some limitations are applied such as the condition of the tractor is considered similar, the operator's ability is considered similar, the slope of the land is considered uniform, sufficient water for tillage and only the first stage of tillage. The parameters tested in this study were actual working capacity, theoretical working capacity, and efficiency of rotary tractor performance. The results showed the actual working capacity of 0.089 ha/hour, theoretical working capacity of 0.155 ha/hour, and performance efficiency of 57.091%.
Pengaruh Suhu Dan Waktu Pengeringan Terhadap Karakteristik Biji Kakao (Theobroma Cacao L.) Kering Dewa Ayu Tari; Pande Ketut Diah Kencana; Ida Bagus Putu Gunadnya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 11 No 1 (2023): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2023.v11.i01.p24

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap karakteristik biji kakao kering serta mendapatkan kombinasi suhu dan waktu pengeringan terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor, yaitu suhu (50oC, 60oC dan70oC) dan waktu (15 dan 20 jam). Biji kakao dikumpulkan dan dilakukan proses fermentasi menggunakan kotak kayu albesia ukuran 26cm x 25cm x 23cm dengan ketebalan 2 mm selama 5 hari. Setelah fermentasi selesai, biji direndam dan dibersihkan menggunakan air mengalir. Pengeringan dimulai dengan memasukan biji ke dalam alat pengering dehydrator model ST-02. Hasil penelitian menunjukan suhu dan waktu pengeringan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap parameter kadar air, kadar kulit, uji belah setelah pengeringan, kadar lemak, uji organoleptik meliputi warna, rasa nibs, tekstur, aroma, dan penerimaan keseluruhan namun. Suhu dan waktu pengeringan tidak berpengaruh terhadap jumlah biji setiap 100 g. Kombinasi perlakuan terbaik perlakuan Suhu 60oC (S2) dan Waktu Pengeringan 20 jam (T2) dengan 7,56% kadar air, 10,75% kadar kulit, 3 % biji tidak terfermentasi, 7% biji setengah terfermentasi, 90% biji terfermentasi sempurna, 48,83% kadar lemak, 4,66 uji hedonik warna, 4,13 rasa keping, 4,13 tekstur, 4,33 aroma, dan 4,60 penerimaan keseluruhan. Abstract This research aims to determine the effect of temperature and drying time on the characteristics of dry cocoa beans and to obtain the best combination of temperature and drying time. This study used a completely randomized design (CRD) with two factors, there is temperature (50oC, 60oC, and 70oC) and time (15 and 20 hours). Cocoa beans were collected and fermented using an albesia wooden box measuring 26cm x 25cm x 23cm with a thickness of 2 mm until five days. After finished fermentation, the seeds are soaked and cleaned using running water. The drying stage begins by inserting the seeds into a dehydrator dryer model ST-02. The results showed that temperature and drying time had a significant effect (P<0.05) on the parameters (moisture content, skin content, split test after drying, fat content, and organoleptic tests color, taste of nibs, texture, aroma, and overall acceptance). Temperature and drying time did not affect the number of seeds per 100 g. The best treatment combination was 600C temperature (S2) and 20 hours of drying time (T2) with 7.56% moisture content, 10.75% skin content, 3% unfermented beans, 7% semi-fermented beans, 90% completely fermented beans, 48.83% fat content, 4.66 colors hedonic test, 4.13 chip taste, 4.13 texture, 4.33 aroma, and 4.60 total acceptance.
Model Pengeringan Lapisan Tipis Rebung Bambu “Tabah” (Gigantochloa nigrociliata KURZ) Gede Arda; P.K. Diah Kencana; IBP. Gunadnya; Ni Luh Yulianti
Rona Teknik Pertanian Vol 9, No 1 (2016): Volume 9, No. 1, April 2016
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v9i1.4408

Abstract

Abstrak. Rebung bambu tabah (Gigantochloa nigrociliata KURZ) merupakan produk khas daerah Pupuan, Tabanan, Bali yang mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai produk yang bernilai ekonomis. Kajian awal proses pengeringan rebung untuk meningkatkan umur simpan rebung bambu Tabah dilakukan pada penelitian ini. Kurva laju pengeringan rebung bambu Tabah memberikan informasi penting untuk proses pengeringan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mempelajari karakteristik laju pengeringan rebung bambu Tabah melalui aplikasi model pengeringan lapisan tipis. Rebung bambu Tabah yang dibelah menjadi dua dan empat bagian dikeringkan pada suhu 50oC, 60oC, dan 70oC. Perubahan kadar air setiap saat kemudian dimodelkan dengan model Newton dan Page. Kesesuaian model yang digunakan dievaluasi dengan menentukan nilai koefisien determinasi (r2) dan RMSE dari model. Hasil menunjukkan bahwa model Page lebih baik digunakan untuk memodelkan pengeringan rebung bambu Tabah pada semua perlakuan. Model Newton menunjukkan ketidaksesuaian yang sangat tinggi pada suhu 50oC namun kesesuaiannya meningkat pada suhu yang lain.  Thin Layer Drying Model of Bamboo Shoots “Tabah” (Gigantochloa nigrociliata KURZ) Abstract. Bamboo shoots Tabah (Gigantochloa nigrociliata KURZ) is a unique product of Pupuan District, Tabanan, Bali which is potent to be developed as highly value product. Preliminary study of the bamboo shoots drying to enhance its storage life was conducted in this research. Bamboo shoots Tabah’s drying rate curve give an important information for its drying process. Therefore, the aim of this research was to study the characteristics of bamboo shoots Tabah drying by applying thin layer drying models. Bamboo shoots split into two and four pieces were dried under drying air temperatures 50oC, 60oC, and 70oC. Instantaneous moisture content of the shoots are modeled by Newton and Page model. The goodness of the models were evaluated by determining its coefficient of determination (r2) and RMSE. The results showed that Page model was better to model the bamboo shoots Tabah drying process on all drying treatments. The Newton Model indicated the worst fit on drying air temperature 50oC while showed better fit on other temperatures.