Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Urban

Kajian Biaya Dampak Pembangunan Revitalisasi Kawasan Gedung Perundingan Linggarjati di Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan Muhammad Dzulfikar; Tonny Judiantono; Yulia Asyiawati
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.324 KB) | DOI: 10.29313/bcsurp.v2i2.3596

Abstract

Abstract. In 2016, the West Java Provincial Government has planned development activities for the Revitalization of the Linggarjati Negotiation Building Area, which is included in the Building and Environmental Management Plan for the Linggajati Village Cultural Heritage Tourism Area. The revitalization of the Linggarjati Negotiation Building Area is not only the revitalization of the Linggarjati Negotiation Building, but the revitalization activities consist of the development of tourism areas so as to have an impact on local government finances in meeting the level of service for public goods. The purpose of this study is to identify the predicted impact of local government financing in the revitalization of the Linggarjati Negotiation Building Area. The approach used to achieve the study objectives is a special procedure approach with the case study method analysis method. From the results of the study, it was found that the financing issued by the Regional Government was Rp. 205,857,496,234, for the fulfillment of infrastructure needs. Meanwhile, the income that is expected to be received by the regional government is Rp. 323,983,216,483 sourced from permits, taxes, and regional levies. Based on the analysis carried out, it can be concluded that the construction of the revitalization of the Linggarjati Negotiation Building Area is not expected to be a burden on the regional government's finances. The Regional Government of Kuningan Regency must prepare regulations related to the amount of retribution. Abstrak. Pada tahun 2016, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah merencanakan kegiatan pembangunan untuk Revitalisasi Kawasan Gedung Perundingan Linggarjati, yang termasuk kedalam Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Kawasan Wisata Cagar Budaya Kelurahan Linggajati. Revitalisasi Kawasan Gedung Perundingan Linggarjati tidak hanya revitalisasi Gedung Perundingan Linggarjati, tapi kegiatan revitalisasi tersebut terdiri dari pengembangan kawasan pariwisata sehingga menimbulkan dampak terhadap keuangan Pemerintah daerah dalam pemenuhan tingkat pelayanan terhadap barang public. Tujuan dari kajian ini adalah mengidentifikasi prediksi dampak pembiayaan Pemerintah Daerah dalam pembangunan revitalisasi Kawasan Gedung Perundingan Linggarjati. Pendekatan yang digunakan untuk mencapai tujuan studi adalah pendekatan prosedur khusus dengan metode analisis case study method. Dari hasil studi diperoleh bahwa pembiayaan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah sebesar Rp. 205.857.496.234, untuk pemenuhan kebutuhan infrastruktur Sedangkan pendapatan yang diperkirakan akan diterima Pemerintah daerah adalah sebesar Rp. 323.983.216.483 yang bersumber dari perizinan, perpajakan, dan retribusi daerah. Berdasarkan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pembangunan revitalisasi Kawasan Gedung Perundingan Linggarjati diperkirakan tidak akan membebani terhadap keuangan Pemerintah Daerah. Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan harus mempersiapkan aturan-aturan yang terkait dengan besaran retribusi.
Evaluasi Efektivitas Terminal Penumpang Cileunyi Azmi Nofal Farghani; Tonny Judiantono; Dadan Mukhsin
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i1.6139

Abstract

Abstract. The transportation system is affected by dynamic regional developments, one of which is the Cileunyi Terminal as a transportation node in Bandung Regency, which has problems with limited land and poor supporting facilities that affect the operational effectiveness of the passenger terminal. The purpose of this study was to assess the effectiveness of the operation of the Cileunyi Terminal, both as a type B terminal and as a type C terminal. This study used a resource approach based on terminal accessibility, terminal integration, policy synchronization, service facilities, and distance between terminals. The findings of this study indicate that Cileunyi Terminal is only effective in supporting city transportation services when it is implemented as a type C terminal rather than a type B terminal. Abstrak.Sistem transportasi dipengaruhi oleh perkembangan wilayah yang dinamis, salah satunya Terminal Cileunyi sebagai simpul transportasi di Kabupaten Bandung yang memiliki permasalahan keterbatasan lahan dan fasilitas penunjang yang kurang baik sehingga mempengaruhi efektivitas operasional terminal penumpang. Tujuan penelitian ini untuk menilai efektivitas penyelenggaraan Terminal Cileunyi, baik sebagai terminal tipe B maupun terminal tipe C. Penelitian ini menggunakan pendekatan sumber berdasarkan aksesibilitas terminal, integrasi terminal, sinkronisasi kebijakan, fasilitas pelayanan, dan jarak antar terminal. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Terminal Cileunyi hanya efektif beroperasi untuk mendukung layanan angkutan kota ketika diimplementasikan sebagai terminal tipe C daripada sebagai terminal tipe B.
Arahan Pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Berdasarkan Tingkat Kenyamanan Termal di Kecamatan Sukajadi Kota Bandung Fadia Anzira Yasmin; Tonny Judiantono; Verry Damayanti
Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Urban & Regional Planning
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsurp.v3i1.7989

Abstract

Abstract. Temperature Humidity Index (THI) is an indicator that can determine the level of thermal comfort in which the sensation of thermal comfort is received by people in an urban area. The situation and atmosphere in Sukajadi District can be said to lack climate control media, so that when the temperature is high it will feel very hot and arid. The existing green open space in Sukajadi District is only available for 2.7% of the total area which is due to limited land and space. The temperature in Sukajadi District is at an average temperature of 27.8°C – 30.5°C. The purpose of this study is to provide directions and recommendations for the development of green open space to achieve thermal comfort standards in Sukajadi District. The methods used are Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Urban Heat Island (UHI), Temperature Humidity Index (THI), calculation of green open space needs based on THI, and formulation of green open space development directions using a qualitative descriptive method. The results of this study are that Sukajadi District has a THI value of 25-29, belonging to two classes, namely some are uncomfortable and some are uncomfortable. Provision of green open space to achieve thermal comfort of 43.03 Ha. There are alternative ways to obtain land that has the potential to become green open space, namely land consolidation and acquisition of private green open space by planting vegetation that can reduce temperature and protect from sun exposure. Abstrak. Temperature Humidity Index (THI) merupakan suatu indikator yang dapat menentukan tingkat kenyamanan termal yang dimana sensasi dari kenyamanan termal diterima oleh masyarakat di suatu wilayah perkotaan. Keadaan dan suasana di Kecamatan Sukajadi bisa dikatakan kurang adanya media pengatur iklim, sehingga di kala suhu sedang tinggi akan dirasa sangat panas dan gersang. RTH eksisting yang ada pada Kecamatan Sukajadi hanya tersedia sebesar 2,7 % dari luas wilayah yang dimana luas wilayah akibat keterbatasan lahan dan ruang. Suhu di Kecamatan Sukajadi berada pada rata – rata suhu sebesar 27,8°C – 30,5°C. Tujuan penelitian ini yaitu memberikan arahan dan rekomendasi pengembangan RTH untuk mencapai standar kenyamanan termal di Kecamatan Sukajadi. Metode yang digunakan yaitu Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Urban Heat Island (UHI), Temperature Humidity Index (THI), perhitungan kebutuhan RTH berdasarkan THI, dan perumusan arahan pengembangan RTH dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu Kecamatan Sukajadi memiliki nilai THI sebesar 25-29, termasuk ke dalam dua kelas yaitu sebagian tidak nyaman dan tidak nyaman. Penyediaan RTH untuk mencapai kenyamanan temal sebesar 43,03 Ha. Terdapat cara alternatif untuk mendapatkan lahan yang berpotensi menjadi RTH yaitu konsolidasi lahan dan akuisisi RTH privat dengan dilakukan penanaman vegetasi yang dapat mereduksi suhu dan melindungi dari paparan sinar matahari.