Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PERBEDAAN COMPUTER VISION SYNDROME BERDASARKAN SCREEN TIME DALAM PEMBELAJARAN DARING PADA MAHASISWA PSSIKPN FK UNIVERSITAS UDAYANA Ni Komang Devi Andini; Ni Luh Putu Eva Yanti; Ni Kadek Ayu Suarningsih
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 6 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i06.p15

Abstract

Dampak pandemi Covid-19 terhadap pendidikan menyebabkan proses pembelajaran dilaksanakan secara daring. Pembelajaran daring dilakukan oleh seluruh mahasiswa di berbagai instansi pendidikan termasuk mahasiswa keperawatan. Mahasiswa yang menjalani pembelajaran daring dapat menghabiskan waktu selama berjam-jam di depan laptop, komputer, atau gadget sehingga berisiko mengalami masalah kesehatan mata seperti Computer Vision Syndrome (CVS). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan CVS berdasarkan screen time dalam pembelajaran daring pada mahasiswa keperawatan Udayana. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif komparatif dengan pengukuran berulang sebanyak tiga kali pada variabel CVS. Data dikumpulkan dengan kuesioner screen time dan keluhan CVS dengan pengukuran selama dua minggu. Responden dalam penelitian ini adalah 161 mahasiswa keperawatan yang dipilih dengan metode stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara bermakna CVS hari pada ke-1, ke-5, dan ke-10 dengan p = 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini ada perbedaan secara bermakna CVS pada hari ke-1, ke-5, dan ke-10 dimana terjadi peningkatan skor pada CVS hari ke-1, ke-5, dan ke-10.
Studi Literatur Manajemen Rasa Haus Dengan Sugar Free Chewing Gum Pada Pasien Hemodialisis: Literature Study Of Thirsty Management With Sugar Free Chewing Gum In Hemodialisis Patients Gusti Ayu Ary Antari; Ni Made Karina Wirapradnyani; Desak Made Widyanthari; Ni Kadek Ayu Suarningsih
Journal of Intan Nursing Vol. 3 No. 2 (2024): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v3i2.250

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Hemodialisis merupakan terapi utama bagi pasien gagal ginjal kronis. Pada pasien hemodialisis, hipervolemia adalah keluhan utama yang dilaporkan. Hal ini dapat berkaitan dengan ketidakpatuhan pasien terhadap manajemen cairan dan ketidakmampuan dalam mengontrol rasa haus. Rasa haus berlebih dan xerostomia memicu pasien untuk meningkatkan asupan cairannya. Akibatnya, terjadi peningkatan Interdialytic Weight Gain (IDWG). IDWG yang berlebih dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit kardiovaskuler, hospitalisasi dan penurunan kualitas hidup. Tujuan : melakukan kajian literatur mengenai penggunaan permen karet bebas gula (xylitol) dalam mengontrol rasa haus berlebih yang dirasakan oleh pasien hemodialysis Metode : Studi literature dengan artikel diperoleh melalui Google Scholar dan PubMed. Kata kunci yaitu sugar free chewing gum, thirst, hemodialysis, dan interdialytic weight gain serta menggunakan Boolean “OR” dan “AND”. Kriteria artikel adalah artikel yang menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, diterbitkan dalam periode 5 tahun terakhir (2020-2024). Hasil : Hasil studi literatur menunjukkan dari 41 artikel yang ditemukan, terdapat 5 artikel yang sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Kesimpulan : Mengunyah permen karet bebas gula (xylitol) dapat diterapkan sebagai intervensi alternatif untuk mengontrol rasa haus pasien hemodialisis dan mencegah perburukkan kondisi hypervolemia. Saran : Mengunyah permen karet dapat menjadi strategi untuk meningkatkan kepatuhan pasien hemodialisis terhadap pengontrolan minum harian.
HUBUNGAN PERSEPSI PENYAKIT DENGAN KEPATUHAN PENGOBATAN PADA LANJUT USIA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TABANAN III Ni Putu Aprilia Olga Pania; Gusti Ayu Ary Antari; Ni Kadek Ayu Suarningsih; Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p09

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan serius karena prevalensi yang terus meningkat dan risiko komplikasi penyakit yang tinggi. Untuk meningkatkan outcome klinis, pasien hipertensi harus patuh dalam mengonsumsi obat anti hipertensi. Studi yang ada menunjukkan tingkat kepatuhan pasien masih bervariasi, dimana masalah kepatuhan ini paling sering ditemukan pada kelompok lanjut usia. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kepatuhan adalah persepsi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan pengobatan pada lanjut usia hipertensi. Penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif  korelatif dengan rancangan cross-sectional. Sebanyak 94 sampel terlibat dalam penelitian ini yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner HBM untuk mengukur persepsi penyakit dan kuesioner MMAS untuk mengukur kepatuhan pengobatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi penyakit pada lansia hipertensi sebagian besar dalam kategori sedang yaitu sebanyak 49 orang (52,1%) sedangkan kepatuhan pengobatan pada lansia hipertensi mayoritas dalam kategori tinggi yaitu sebanyak 52 orang (55,3%). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan pengobatan (p-value = 0,001; rs= 0,332). Dari penelitian ini, diharapkan perawat dapat mendukung dan mengembangkan persepsi positif bagi pasien sehingga dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan.
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KEMAMPUAN PERAWATAN DIRI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PUSKESMAS II DENPASAR BARAT Shanti Tresna Catur Cahyani; Ni Kadek Ayu Suarningsih; Nyoman Agus Jagat Raya; Desak Made Widyanthari
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p10

Abstract

Hipertensi adalah  salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia khususnya di Kota Denpasar. Perawatan diri yang efektif dan dukungan sosial yang kuat memainkan peran penting dalam pengelolaan hipertensi. Penelitian ini berusaha untuk mengeksplorasi hubungan antara dukungan sosial dan kemampuan perawatan diri di antara pasien dengan hipertensi di UPTD Puskesmas II Denpasar Barat. Penelitian ini menggunakan metodologi korelasional kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel untuk penelitian ini terdiri dari 55 responden  menggunakan teknik convenience sampling. Data dukungan sosial diukur menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) sedangkan data kemampuan perawatan diri diukur menggunakan kuesioner Exercise of Self-Care Agency Scale. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa sebagian besar pasien dengan hipertensi menunjukkan tingkat dukungan sosial yang tinggi (96,4%) dan menunjukkan kemampuan perawatan diri yang sangat baik (87,3%). Temuan dari uji statistik Pearson Product Moment menunjukkan hubungan yang signifikan (nilai p = 0,000), dengan korelasi yang sangat kuat diamati dalam penelitian ini (r = 0,570). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial berperan penting dalam meningkatkan kemampuan perawatan diri pada pasien hipertensi. Partisipasi keluarga, teman, dan orang-orang terdekat perlu dipertimbangkan dalam penanganan hipertensi.
HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN MANAJEMEN DIRI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS II DENPASAR UTARA Ni Luh Gede Pasek Puspayani; Ni Kadek Ayu Suarningsih; Gusti Ayu Ary Antari; Nyoman Agus Jagat Raya
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i04.p05

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang dan manajemen diri yang konsisten. Salah satu faktor psikologis yang berperan penting dalam perilaku manajemen diri adalah resiliensi, yakni kemampuan individu untuk beradaptasi dan bangkit dari tekanan atau kesulitan. Resiliensi yang tinggi dapat memperkuat kemampuan penderita hipertensi dalam mengelola penyakitnya secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara resiliensi dan manajemen diri pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas II Denpasar Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif yang menggunakan pendekatan cross sectional. Sebanyak 84 penderita hipertensi terlibat dalam penelitian yang dipilih melalui teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) dan kuesioner Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ). Hasil penelitian menunjukan rata-rata responden berusia 61,63 tahun, rata-rata mengalami hipertensi selama 5,69 tahun, berjenis kelamin perempuan 52 orang (61,9%), pendidikan SMA 32 orang (38,7%), mayoritas memiliki resiliensi sedang 49 orang (58,3%) dan memiliki manajemen diri sedang 50 orang (59,3%). Hasil analisis enunjukkan ada hubungan yang signifikan antara resiliensi dengan manajemen diri (p= 0,000; r=0,887). Simpulan penelitian ini adalah semakin tinggi resiliensi, maka semakin baik perilaku manajemen diri pada penderita hipertensi. Oleh karena itu, penderita hipertensi disarankan untuk terus mencari informasi mengenai penyakitnya, menjaga kesehatan mental, meningkatkan efikasi diri, mencari dukungan sosial yang positif, serta meningkatkan optimisme untuk meningkatkan resiliensi sehingga dapat mendukung perilaku manajemen diri secara optimal.  
GAMBARAN INDEKS MASSA TUBUH DAN ASUPAN ZAT GIZI PADA KELOMPOK VEGETARIAN DI ASHRAM SRI RADHA MADHAVA Ni Luh Christina Yanthi; Desak Made Widyanthari; Nyoman Agus Jagat Raya; Ni Kadek Ayu Suarningsih
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p14

Abstract

Vegetarian merupakan pola makan yang hanya mengonsumsi makanan dan minuman dari produk nabati dan atau beberapa turunan produk hewani, yang berpotensi menyebabkan kekurangan beberapa asupan zat gizi. Kekurangan asupan zat gizi dapat meningkatkan masalah kesehatan seperti malnutrisi, obesitas, diabetes melitus dan penyakit jantung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status IMT dan gambaran asupan zat gizi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 64 responden yang diperoleh melalui teknik total sampling dari anggota ashram Sri Radha Madhava. Nilai IMT diperoleh melalui perhitungan tinggi badan dan berat badan sedangkan asupan zat gizi dievaluasi menggunakan lembar food recall 2x24 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden (57,8%) memiliki status IMT normal. Pada asupan zat gizi ditemukan bahwa sebanyak 39,1% responden memiliki status defisit energi dan karbohidrat, 32,8% responden memiliki status defisit protein dan 43,8% responden memiliki status defisit lemak. Status IMT normal tidak diikuti dengan asupan zat gizi yang baik. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan food recall lebih dari 2x24 jam serta dapat melakukan uji lab asupan zat gizi.
GAMBARAN KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA NELAYAN DI DESA KUSAMBA Komang Alit Try Saputra; Ni Ketut Guru Prapti; Gusti Ayu Ary Antari; Ni Kadek Ayu Suarningsih
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p03

Abstract

Kasus keluhan muskuloskeletal menempati urutan kedua dengan prevalensi sebanyak 469.000 kasus atau 34,54% selama 3 tahun terakhir dari semua kasus penyakit akibat kerja yang ada. Nelayan merupakan salah satu pekerjaan yang memerlukan tenaga yang cukup besar. Aktivitas yang sering dilakukan nelayan seperti memikul, mendorong, mengangkat, menarik, dan memindahkan peralatan nelayan serta dilakukan dengan gerakan yang sama secara berulang kali. Kegiatan tersebut akan dapat menimbulkan terjadinya cidera atau keluhan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan muskuloskeletal pada nelayan di Desa Kusamba. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel 64 nelayan. Data dianalisis menggunakan uji univariat menunjukkan hasil bahwa mayoritas nelayan di Desa Kusamba berusia >35 tahun (64,1%), berdasarkan masa kerja paling banyak bekerja selama >10 tahun (70,3%) dan berdasarkan keluhan muskuloskeletal paling banyak mengalami keluhan pada tingkat risiko sedang (54,7%) terutama di bagian punggung, pinggang, lengan atas dan lengan bawah. Hasil penelitian yang dilakukan di Desa Kusamba menemukan bahwa nelayan berisiko mengalami keluhan muskuloskeletal pada tingkat risiko sedang sehingga diharapkan para pekerja nelayan melakukan peregangan atau pemanasan baik sebelum dan sesudah melakukan perkerjaan dan dapat memberikan edukasi mengenai pengetahuan nelayan terkait postur kerja yang ergonomis agar mengurangi ketegangan otot dan menghindari terjadinya cedera pada sistem muskuloskeletal.
POST-TRAUMATIC STRESS DISORDER PADA PENYINTAS COVID-19 PASCA PERAWATAN RUMAH SAKIT Ni Kadek Chandra Ayu Sarining Merta; Ni Kadek Ayu Suarningsih; Putu Oka Yuli Nurhesti
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p09

Abstract

Corona Virus Diseases-19 atau Covid-19 merupakan wabah yang menyebar secara cepat dan menyebabkan tingginya laporan kasus Covid-19 di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penatalaksanaan Covid-19 dilakukan dengan memberikan perawatan di rumah sakit yang didasari oleh beberapa faktor. Perawatan tersebut dapat menyebabkan pasien mengalami stres fisik dan psikologis. Selain itu, rawat inap akibat Covid-19 dapat dianggap sebagai peristiwa traumatis sehingga dapat menimbulkan masalah kesehatan mental, salah satunya PTSD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik dan gejala PTSD pada individu penyintas Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan cross sectional pada 97 responden yang diperoleh melalui quota sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas rentang usia responden antara 56-65 tahun dan didominasi oleh perempuan (55,7%). Sejumlah 70,1% responden dirawat di rumah sakit dengan durasi kurang dari satu minggu dan 96,9% dirawat di ruang isolasi. Hanya 3,1% responden yang memiliki riwayat gangguan mental dan mayoritas tidak memiliki penyakit komorbid. Sebagian besar responden tidak menunjukkan gejala PTSD (93,8%). Rendahnya gejala PTSD dalam penelitian ini diprediksi berkaitan dengan resiliensi yang tinggi dan durasi rawat inap yang singkat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi data tambahan dalam penanganan Covid-19 pasca pandemi terutama berkaitan dengan masalah psikososial.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU KESELAMATAN BERKENDARA PADA WISATAWAN MANCANEGARA DALAM MENCEGAH KECELAKAAN KENDARAAN BERMOTOR DI BALI Sahila Mutia Rizqi; Ni Kadek Ayu Suarningsih; Nyoman Agus Jagat Raya
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p01

Abstract

Pelanggaran berkendara yang sering dilakukan oleh wisatawan mancanegara di Bali dapat berisiko untuk meningkatkan angka kecelakaan bermotor. Kecelakaan berkendara dapat menimbulkan dampak, seperti cedera fisik, kehilangan nyawa, serta kerugian secara material. Pelanggaran lalu lintas seperti tidak menggunakan helm, tidak membawa surat berkendara, hingga memalsukan plat nomor kendaraan oleh wisatawan mancanegara menggambarkan bahwa wisatawan mancanegara tidak berkendara dengan aman. Situasi tersebut dapat membahayakan keselamatan diri pengemudi serta penumpangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku keselamatan berkendara pada wisatawan mancanegara dalam mencegah kecelakaan kendaraan bermotor di Bali. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 30 responden. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah accidental sampling. Alat ukur pada  penelitian  ini menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku keselamatan berkendara. Hasil penelitian ini adalah sebanyak 73,3% responden mempunyai pengetahuan yang baik terhadap keselamatan berkendara, sebanyak 56,7% responden memiliki sikap yang baik terhadap keselamatan berkendara, dan sebanyak 50% responden memiliki perilaku tidak aman, serta 50% lainnya memiliki perilaku aman terhadap keselamatan berkendara. Berdasarkan data ini, meskipun pengetahuan baik, sikap baik, namun perilaku tidak aman dan perilaku aman masih dalam posisi berimbang, sehingga saran yang dapat diberikan kepada tenaga kesehatan adalah dapat berkolaborasi dengan pihak wisata terkait untuk mempromosikan kesadaran akan keselamatan berkendara kepada semua wisatawan, baik sebelum keberangkatan maupun selama wisatawan berada di destinasi wisata.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TINGKAT KESIAPAN ANAK MENJELANG MENJELANG MENARCHE DI SD NEGERI 1 DAN 3 KERAMBITAN A.A Sagung Dewi Nurwulan Putra; Ida Arimurti Sanjiwani; Ni Kadek Ayu Suarningsih
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p11

Abstract

Menarche merupakan suatu tanda yang menunjukan adanya produksi hormon yang normal. Menarche terjadi pada usia 10-16 tahun. Menarche yang dialami pertama kali tanpa adanya informasi yang lebih banyak dapat menimbulkan ketegangan fisik dan cemas. Anak sekolah memiliki pandangan bahwa menarche dapat menyebabkan kesakitan dan ketidaknyamanan pada diri mereka. Salah satu dampak dari menarche pada usia sekolah dasar yaitu kecemasan. Kecemasan apabila tidak diatasi akan berdampak pada kesiapan seseorang dalam menghadapi menarche. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan tingkat kesiapan anak menjelang menarche. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional korelatif dengan pendekatan cross sectional. Besar sampel yang digunakan yaitu 32 siswa yang diperoleh melalui teknik non probability sampling. Data diambil menggunakan kuesioner tingkat kecemasan (Z-SAS) serta kuesioner tingkat kesiapan. Berdasarkan analisa didapatkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan tingkat kesiapan anak menjelang menarche dengan nilai signifikansi (p-value) 0,041 dan nilai korelasi (r) = -0,510 yang menunjukan arah negatif dengan kekuatan sedang. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan dengan korelasi yang menunjukkan arah negatif yang berarti semakin tinggi tingkat kecemasan, maka semakin rendah tingkat kesiapan anak menjelang menarche.