Rajab Rajab
Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENDAPATAN USAHA SAPI POTONG POLA INTEGRASI DENGAN TANAMAN KELAPA DI KECAMATAN TEON NILA SERUA KABUPATEN MALUKU TENGAH Hanok Fandi Wutwensa; Michel J. Matatula; Pieter M. Ririmasse; Rajab Rajab
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 10 No 2 (2022): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2022.10.2.96-105

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari ini penelitian adalah untuk mengetahui besarnya pendapatan dan kontribusi usaha ternak sapi potong pola integrasi dengan tanaman kelapa di Kecamatan Teon Nila Serua Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan pengambilan desa sampel dilakukan secara purposive sampling berdasarkan jumlah ternak terbanyak. Responden yang diambil yaitu peternak yang telah beternak lebih dari 5 tahun dan memiliki ternak sapi lebih dari 5 ekor dan juga peternak pernah melakukan penjualan ternak sapi potong 1 tahun terakhir dan memiliki perkebunan kelapa. Pendapatan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pendapatan tunai dari usaha tani kelapa dan usaha ternak.Untuk pendapatan peternakan diperoleh dari penjualan sapi potong, sedangkan pendapatan usaha tani kelapa diperoleh dari hasil penjualan kopra. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan petani dengan pola integrasi usaha sapi potong dan usaha tanaman kelapa adalah sebesar Rp. 13.760.509,33. Besarnya kontribusi usaha ternak sapi potong terhadap pendapatan petani adalah sebesar 71,83 %. ABSTRACT The purpose of this study was to determine the income and contribution of the beef cattle business with an integrated pattern with coconut in Teon Nila Serua District, Central Maluku Regency. The method used in this research is a survey method and sample villages are taken by purposive sampling based on the largest number of livestock. Respondents taken are farmers who have been raising cattle for more than 5 years and have more than 5 cattle and also farmers who have sold beef cattle in the last 1 year and have coconut plantations. The income referred to in this study is cash income from coconut farming and livestock business. For livestock, income is obtained from the sale of beef cattle, while coconut farming income is obtained from the sale of copra. The results show that the average income of farmers with the integration pattern of beef cattle and coconut business is Rp. 13,760,509.33. The contribution of the beef cattle business to farmers' income is 71.83%.
KARAKTERISASI FENOTIPIK KAMBING LOKAL DI KECAMATAN LEIHITU KABUPATEN MALUKU TENGAH Endang Astriwati Ibrahim; Rajab Rajab; Bercomien J. Papilaya
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 10 No 2 (2022): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2022.10.2.86-95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat kualitatif dan kuantitatif, dan hubungan antara bobot badan dan ukuran tubuh ternak kambing lokal di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Metode Purposive sampling dan survei, analisis deskriptif sifat kualitatif, kuantitatif dan analisis regresi sederhana hubungan bobot badan dengan ukuran tubuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakteristik sifat kualitatif mulai dari profil garis muka datar, garis punggung cekung persentase 100%. Pola warna dominan hitam persentase 49% dan campuran 16%. Karakteristik sifat kuantitatif bobot badan kambing lokal rataan 26,94±2,75(10,20) kg. Tinggi pundak (54,39 cm). Panjang badan (52,23 cm). Lebar dada (24,79 cm). Lingkar dada (56,48 cm). Lingkar canon (8,18 cm). Hubungan bobot badan dan ukuran tubuh ternak nilai korelasi yang diperoleh antara bobot badan dengan variabel tersebut adalah masing-masing 0,99 (tinggi pundak), 0,74 (panjang badan), 2,28 (lebar dada), dan 0,86 (lingkar dada). Sifat kualitatif dan Kuantitatif ternak kambing lokal pada kecamatan leihitu kabupaten maluku tengah memiliki kemiripan dengan ternak Kambing Kacang, hubungan positif bobot badan dengan ukuran tubuh ternak. ABSTRACT This study aims to determine the characteristics of qualitative and quantitative traits, and the relationship between body weight and body size of local goats in Leihitu District, Central Maluku Regency. Purposive sampling and survey methods, descriptive analysis of qualitative characteristics, quantitative and simple regression analysis of the relationship between body weight and body size. The results showed that the qualitative characteristics ranged from the profile of a flat front line to a concave back line with a percentage of 100%. The dominant color pattern is 49% black and 16% mixed. The quantitative characteristics of the local goats' body weight averaged 26.94±2.75(10.20) kg. Shoulder height (54.39 cm). Body length (52.23 cm). Chest width (24.79 cm). Bust (56.48 cm). Canon circumference (8.18 cm). In the correlation between body weight and body size of cattle, the correlation values ​​obtained between body weight and these variables were 0.99 (shoulder height), 0.74 (body length), 2.28 (chest width), and 0.86 ( chest size). Qualitative and quantitative characteristics of local goats in the Leihitu sub-district, Central Maluku district, have similarities with Peanut Goats, a positive relationship between body weight and body size.
Frekuensi Fenotip Dan Genotip Sifat Kualitatif Ayam Kampung Di Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon Norah Rut Hutagalung; Bercomien J. Papilaya; Rajab Rajab
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v8i1.3294

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui frekuensi fenotip dan genotip sifat kualitatif ayam Kampung di Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon. Bahan penelitian yang digunakan adalah 72 ekor ayam Kampung (Gallus gallus domesticus). Data sifat kualitatif berupa warna bulu, corak bulu, pola bulu, kerlip bulu, warna shank, dan tipe jengger dianalisis secara deskritif berdasarkan frekuensi fenotipe dan genotipnya. Hasil penelitian menunjukkan corak bulu lurik pada jantan dan betina masing-masing adalah 44.83% dan 32.56%. Pola bulu jantan dan betina didominasi pola bulu hitam yaitu masing-masing 58.62% dan 46.51%. Frekuensi fenotipe yang paling banyak ditemukan adalah warna bulu berwarna, pola warna bulu liar, corak lurik, kerlip bulu emas, warna shank kuning/putih, dan bentuk jengger tunggal. Frekuensi genotipe yang paling banyak ditemukan adalah gen i (warna bulu berwarna), ee (pola bulu Columbian), B (corak bulu polos), s (kerlip bulu emas), Id (warna shank kuning/putih), dan p (tipe jengger tunggal). Sifat kualitatif ayam kampung di Kecamatan Nusaniwe menunjukkan tingkat keragaman yang cukup tinggi baik fenotip maupun genotipnya.
KONSUMSI NUTRIEN KAMBING LOKAL JANTAN YANG DIBERI PAKAN DENGAN LEVEL PROTEIN BERBEDA Lea M. Rehatta; Rajab Rajab; Pieter M. Ririmase
Jambura Journal of Animal Science Vol 5, No 2 (2023): Jambura Journal of Animal Science
Publisher : Animal Husbandry Department, Faculty of Agriculture Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35900/jjas.v5i2.18937

Abstract

Ketersediaan pakan yang cukup dengan kualitas yang baik dapat meningkatkan produksi dan populasi ternak. Tinggi rendah konsumsi pakan pada ternak ruminansia  dipengaruhi oleh faktor eksternal (lingkungan), faktor internal (kondisi ternak). Permasalahan yang terjadi selama ini adalah kebutuhan pakan tidak cukup hanya dengan pemberian hijauan, perlu didukung dengan pemberian pakan konsentrat. Tujuan penelitian adalah  mengetahui pengaruh level protein pakan terhadap kambing Bligon jantan dilihat dari konsumsi pakan. Penelitian  ini merupakan penelitian lapangan. Ternak yang digunakan sebanyak 20 ekor  kambing Bligon jantan berumur 14 sampai 17 bulan  dengan berat badan awal 25.30±3.11kg. Digunakan pakan hijauan dan konsentrat dengan imbangan 25 : 75 (dasar BK). Rancangan Acak Lengkap (RAL) dibagi dalam 4 kelompok sesuai dengan perlakuan dengan jumlah ulangan ternak tiap kelompok perlakuan adalah  5 ekor ternak. Data dianalisis dengan analisis rancangan acak lengkap jika terdapat perbedaan di antara perlakuan dilakukan uji lanjut dengan uji Duncan. Hasil Analisis menunjukan Level protein yang berbeda dapat meningkatkan konsumsi BK, BO, PK, SK dan TDN; kenaikan berat badan yang tinggi; konversi dan efisiensi pakan yang lebih baik pada kambing Bligon jantan; Berdasarkan analisis dapat dikatakan bahwa semakin tinggi konsumsi protein, cenderung meningkatkan berat badan level protein yang berbeda dapat meningkatkan konsumsi BK, BO, PK, SK dan TDN, dan perlakuan R4 (15% PK, 72% TDN) menunjukkan hasil terbaik untuk kenaikan berat badan harian.
STATUS KERBAU MOA BERDASARKAN STRUKTUR POPULASI DAN LAJU SILANG DALAM PER GENERASI Riri Sarfan; Rajab Rajab
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 7 No 1 (2023): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v7i1.8839

Abstract

This study aims to determine the population structure and cross-rate per generation of Moa buffalo on Moa Island as a source of information about the status of the buffalo population. The survey was conducted on 60 respondent breeders who raise buffalo in three sample village locations, and data collection was conducted by conducting interviews with buffalo breeders and direct observation in the field. The variables observed included population structure, actual population, effective population and cross-over rate per generation. The results showed that the composition of Moa buffalo from the total population was male 5.45% : female child 4.55% (1.2 : 1), young male 11.27% : young female 10.18% (1.11 : 1) ), and adult males 18.91% : adult females 49.64% (1 : 2.63); (2) The actual population size of Moa buffalo is 377 heads, with an effective population size of 301 heads; (3) the rate of inbreeding per generation of Moa buffalo is 0.16%. Indicates that there is no pressure on buffalo population.
Phenotype Characteristics of Kampung Chicken in Dullah Selatan District Tual Regency Abdul M. Jaimiri; Bercomien J. Papilaya; Rajab Rajab
Jurnal Agrosilvopasture-Tech Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Agrosilvopasture-Tech
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/j.agrosilvopasture-tech.2023.2.1.159

Abstract

Qualitative and quantitative traits are used to identify chicken lines, and in breeding qualitative and quantitative traits can be used to produce superior breeds of chickens. In this study, the authors aimed to determine the phenotype (qualitative and quantitative characteristics) of chickens in Dullah Selatan, Tual City. The results of this study found that the qualitative characteristics of native chickens were feather color: white (8 males (11.59%) and 5 females (6.76%), black (0 males (0.00%) and 29 females ( 39.19%), liars (6 males (8.70%) and 8 females (10.81%), Columbia (50 males (72.46%) and 24 females (32.43%), and striated (5 males (7.25%) and 8 females (10.81%); comb form: single (41 males (59.42%) and 42 females (56.76%) and pea (male) 28 individuals (40.58%) and 32 females (43.24%); and shank color: Black/gray (8 males (11.59%) and 37 females (50.00%) and yellow/white (61 males (88.41%) and 37 females (50.00%) While quantitative characteristics were found on average body weight: Males 1338.07 g and females 964.87 g Chest circumference: Males 27 .01 cm and female 24.55 cm; Upper thigh length: Male 9.44 cm and female 8.03; Lower thigh length: male 13.15 cm and female 11.6; Shank length male 10.28 cm and female 8.08 cm.
Korelasi Ukuran-Ukuran Tubuh Dengan Bobot Badan Kambing Lakor Jantan Muda Lodia Aleda Tetletlora; Rajab Rajab; Godlief Joseph
Musamus Journal of Livestock Science Vol 6 No 2 (2023): Musamus Journal of Livestock Science
Publisher : Faculty of Agriculture, Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mjls.v6i2.5511

Abstract

Analysis of body sizes in ruminant livestock is very important for selecting superior animals, and if used properly in goat farming, the result can increase the success of goat production. This study aims to evaluate the correlation between body size and body weight of Lakor goats. A total of 60 male Lakor goats aged 1-2 years were randomly selected as research samples to be observed and measured. The variables observed were body weight, body length, chest circumference, shoulder height, and chest depth. The relationship between body weight and body size of goats uses correlation analysis and simple linear regression. The research results of body length, chest circumference, shoulder height, and chest depth have a correlation with body weight of 0.97 (very strong), 0.76 (strong), 0.88 (very strong), and 0.22 (low ). It can be concluded that body length can be used to estimate the body weight of Lakor goats.