Tongku Nizwan Siregar
Syiah Kuala University

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Veteriner

Pemberian Gonadotropin Releasing Hormone Meningkatkan Konsentrasi Hormon Testosteron pada Domba Waringin Teuku Armansyah; Sara Febria Putri; Oppi Oktaviany; Tongku Nizwan Siregar; Syafruddin Syafruddin; Budianto Panjaitan; Arman Sayuti
Jurnal Veteriner Vol 22 No 3 (2021)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.2 KB) | DOI: 10.19087/jveteriner.22.3.342

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan konsentrasi testosteron adalah dengan pemberian gonadotropin releasing hormone (GnRH). Peningkatan testosteron menyebabkan peningkatan kualitas spermatozoa. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian gonadotropin releasing hormone (GnRH) terhadap peningkatan kualitas semen dan level testosteron domba waringin. Dalam penelitian ini digunakan tiga ekor domba waringin dengan rancangan pola bujur sangkar latin 3 x 3 sehingga hewan percobaan menerima suntikan NaCl fisiologis sebagai kontrol (K0), 50 ìg GnRH (K1), dan 100 ìg GnRH (K2). Penampungan semen dilakukan satu kali ejakulasi/minggu, selama tiga minggu. Sampel semen dikoleksi menggunakan elektroejakulator 24 jam setelah perlakuan dan diamati warna, konsistensi, volume, motilitas, konsentrasi, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa. Koleksi darah untuk pemeriksaan konsentrasi hormon testosteron dilakukan 60 menit setelah penyuntikan GnRH. Analisis konsentrasi testosteron dilakukan menggunakan metode enzyme linked immunosorbent assay (ELISA). Data mengenai warna dan konsistensi semen dilaporkan secara deskriptif, sedangkan level testosteron, volume semen, motilitas, konsentrasi, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa dianalisis dengan analisis varian. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa warna dan konsistensi semen yang dikoleksi pada semua kelompok perlakuan adalah krem dengan konsistensi kental. Hasil analisis statistika menunjukkan bahwa volume semen, konsentrasi spermatozoa, motilitas spermatozoa, viabilitas spermatozoa dan abnormalitas spermatozoa setelah pemberian GnRH menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan (P>0,05). Rata-rata (±SD) konsentrasi testosteron pada kelompok K0, K1, dan K2 masing-masing adalah 1,82±1,08; 8,05+2,24; dan 8,81±1,09 ng/mL (P<0,05). Disimpulkan bahwa pemberian GnRH tidak memengaruhi kualitas semen namun dapat meningkatkan konsentrasi hormon testosteron pada domba waringin.
Profil Biokimia Darah Sapi Aceh pada Intensitas Estrus Yang Berbeda Tongku Nizwan Siregar; Agung Prayogi; Jauhari Jauhari; Nellita Meutia; Yusmadi Yusmadi; Juli Melia; Budi Panjaitan; Nuzul Asmilia
Jurnal Veteriner Vol 21 No 3 (2020)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.506 KB)

Abstract

Glucose, cholesterol, and protein are blood objects of macro-nutrients which are very important in gonadotropin synthesis. Gonadotropin secretion is closely related to estrous performance. This study aims to determine the biochemical profile of Aceh cattle blood during estrus with different estrus intensity. In this study, ten Aceh cattle were used with criteria aged 3-5 years, had at least one birth, had a normal reproductive cycle, healthy body condition, and had two regular estrus cycles. The blood biochemical profiles measured were total protein, cholesterol, and glucose levels. Spectrophotometer and Lab test reagent examined the samples. Data were analyzed using t test. The results showed that total protein content; cholesterol; and glucose at score 3 vs score 4 were 8.38 ± 0.84 vs 9.18 ± 2.77 g / dl (P> 0.05); 97.85 ± 22.21 vs 72.5 ± 3.37 mg / dl (P <0.05); and 2.22 ± 0.53 vs. 6.80 ± 5.87 (mg / dl) (P> 0.05), respectively. It was concluded that the difference in estrus intensity scores 3 and 4 of Aceh cattle was affected by cholesterol concentration, but not affected by total protein concentration and blood glucose.