Amri, Fisma
Study Program Of Veterinary Medicine, Faculty Of Veterinary Medicine, Universitas Syiah Kuala

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Accuracy of early pregnancy diagnosis using interferon-tau (IFN-τ) in Aceh cows Fisma Amri; Tongku Nizwan Siregar; Gholib Gholib; Husnurrizal Husnurrizal; Juli Melia; Budianto Panjaitan; Teuku Armansyah
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 31, No 3 (2021): December 2021
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2021.031.03.06

Abstract

Interferon-tau (IFN-τ) is a pregnancy signal produced by embryonic trophoblast cells at the time of implantation in a mammal's endometrial wall, which is useful for conveying a message that the mammal can accept the presence of the foreign object (embryo). This study aims to determine the accuracy of early pregnancy diagnosis in Aceh cows by measuring the concentration of IFN-τ. This study involved eight cows aged 3-5 years, weighing 150-250 kg, clinically healthy, and having normal reproduction (have had calves and at least two regular cycles). All cows were estrous-synchronized twice using PGF2ɑ at a dose of 5 ml with 11 days intervals before artificial insemination (AI). Serum collection was performed on days 14, 15, 16, 17, 18 after AI. Based on ultrasound examination, out of eight cows, four (50%) cows were diagnosed as pregnant, and four (50%) cows were diagnosed as not pregnant. Mean (± SD) IFN-τ of pregnant vs. non-pregnant cows on day 14, 15, 16, 17, and 18 were 14.96±8.65 pg/ml vs. 6.14±5.54 pg/mL; 16.74±5.28 pg/mL vs. 4.44±3.51 pg/mL; 14.33±5.9 pg/mL vs. 5.78±5.20 pg/mL; 13.87±5.42 pg/mL vs. 4.38±3.76 pg/mL; and 13.93±6, 16 pg/mL vs. 3.24±2.63 pg/mL, respectively. The lowest IFN-τ concentration in cows that were successfully pregnant was 7.88±1.84 pg/mL. The best timing of IFN-τ for pregnancy diagnosis was on day 15 after AI, with an accuracy of 87.5%, specificity of 100%, and sensitivity of 80%.
Association of DGAT1 Gene Related to Flavor, Odor, Cholesterol, and Mineral in Indonesian Sheep Fisma Amri; Ratna Sholatia Harahap; Cece Sumantri; Ismeth Inounu; Depison Depison; Yun Alwi; Asep Gunawan
Jurnal Ilmu Ternak dan Veteriner Vol 28, No 2 (2023): June 2023
Publisher : Indonesian Center for Animal Research and Development (ICARD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14334/jitv.v28i2.3152

Abstract

Diacylglycerol acyltransferase 1 (DGAT1) is a potential candidate gene for improving Indonesian lamb’s quality and nutrient value.  The study aimed to identify the diversity of the DGAT1 gene with SNP g.8539 CT and its relation to Indonesian lamb's flavor and odor, cholesterol, and mineral.  Total of 254 ten to twelve months old sheep consisted of 20 Javanese fat-tail sheep (JFTS), 107 Javanese thin-tail sheep (JTTS), 10 Garut composite sheep (GCS), 10 Compass agrinak sheep (CAS), 10 Barbados cross sheep (BCS), 20 Garut sheep (GS), 27 Jonggol sheep (JS), and 50 Jambi local sheep (JLS).  One hundred sheep were used to analyze the association of the DGAT1 gene with flavor and odor content, cholesterol, and mineral.  The diversity of DGAT1|AluI was analyzed with the PCR-RFLP method.  The association of the DGAT1 gene with the nutritional value of meat was analyzed using the GLM (General Linear Model) method.  The results showed that the DGAT gene was polymorphic in JTTS, GS, and JFTS and monomorphic in CAS, BCS, JLS, and GCS.  CC and CT genotypes were found in JTTS, GS, and JFTS.  SNP g.8539 CT of DGAT1 gene had a significant association (P0.05) with flavor and odor, 4-Ethyloctanoic Acid (EOA).  However, the DGAT1 gene had no significant association (P0.05) with cholesterol and mineral.  The DGAT1 gene might be marker-assisted selection for improving lamb flavor and odor in Indonesian sheep.
Efektivitas Ovsynch Protocol pada Kerbau Rawa dengan Paritas yang Berbeda Rahma, Nadia; Rahmi, Novadhila; Meidita, Fadilla; Ananta, Dwi; Amri, Fisma; Rahma, Annisa; Saragih, Beby Murba Ningsih; Gusri, Rahmat
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.27.2.104-114.2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode ovsynch protocol pada kerbau rawa dengan paritas yang berbeda. Sebanyak 18 ekor kerbau rawa betina dengan organ reproduksi sehat, normal dan tidak bunting digunakan dalam penelitian ini. Kerbau dibagi ke dalam tiga kelompok berdasarkan paritas, yaitu kerbau dara (P0), kerbau paritas satu (P1) dan kerbau paritas dua (P2) masing-masing terdiri dari enam ekor. Sinkronisasi estrus dilakukan menggunakan metode ovsynch protocol dengan injeksi hormon GnRH pada hari ke-1 dan ke-9, serta hormon PGF2a pada hari ke-7. Inseminasi buatakan dilaksanakan pada hari ke-10. Parameter yang diamati meliputi persentase respons estrus, intensitas estrus, dan tanda-tanda klinis estrus. Data dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok paritas memberikan respoms estrus sebesar 100%. Analisis ragam terhadap intensitas estrus tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok (P>0,05). Demikian pula tanda-tanda klinis estrus cenderung lebih baik pada kelompok P2, namun secara statistik juga tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (P>0,05). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode ovsynch protocol efektif dalam menstimulasi estrus pada kerbau rawa terlepas dari perbedaan paritas.
Penanganan Gingivitis dengan Metode Scaling Pada Kucing Domestik di Klinik Boulevard Laras Satwa Tangerang: Management of Gingivitis Using the Scaling Method in Domestic Cats at Boulevard Laras Satwa Clinic, Tangerang Amri, Fisma; Gelagar, Ario Ridho
Journal of Livestock and Animal Health Vol. 8 No. 2 (2025): August
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jlah.v8i2.98

Abstract

Penyakit periodontal adalah penyakit umum yang sering terjadi pada kucing seperti gingivitis dan periodontitis yang disebabkan oleh penumpukan plak pada gigi. Plak gigi yang terus bertumpuk akan menyebabkan gusi merah, bengkak, dan berdarah, serta bau mulut hewan kesayangan, sehingga dapat mengganggu kesehatan gigi pada kucing. Salah satu penanganan yang dilakukan pada anjing dan kucing adalah pembuangan atau pembersihan plak dari permukaan gigi baik supragingival maupun subgingiva, yang dapat dilakukan dengan scaling dan polishing periodontal pocket. Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk mengetahui cara penanganan gingivitis dengan menggunakan instrument dental scaling dalam membersihkan plak pada gigi kucing. Hasil studi kasus dari sinyalemen dan anamnesa yakni mengalami hipersalivasi, nafsu makan menurun, bau mulut (halitosis) serta terdapat karang gigi (kalkulus). Hasil pemeiksaan fisik suhu tubuh 39,4 derajat celcius dan terdapat peradangan pada gusi. Diagnosa penunjang dengan hasil heamtologi WBC, NEU, MO% meningkat. Akumulasi ini mengarahkan diagnosis gingivitis dengan prognosa fausta kemudian dilakukan treatment dental scaling dan Terapi obat yang diberikan yaitu depo Medrol dan clavamox yang menunjukkan perubahan pada gigi yang sudah bersih dari plak dan kalkulus, serta peradangan pada gusi mulai berkurang.
Pengaruh Penambahan Bacillus amyloliquefaciens Pada Air Minum Terhadap Bobot Hidup, Lemak Abdominal dan Persentase Karkas Itik Bayang Saragih, Beby Murba Ningsih; Wizna, Wizna; Dewi, Muthia; Rahma, Annisa; Rahmi, Novadhila; Amri, Fisma; Rahma, Nadia; Ananta, Dwi; Meidita, Fadilla
Jurnal Peternakan Vol 22, No 2 (2025): September 2025
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v22i2.35544

Abstract

Penetilian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Bacillus amyloliquefacien di air minum terhadap bobot hidup, lemak abdominal dan persentase karkas itik Bayang. Penelitian ini menggunakan  itik Bayang Jantan umur satu hari sebanyak 80 ekor . Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengani 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan R0: 0 gram/liter air minum (Kontrol), R1: 1 gram Bacillus amyloliquefaciens/liter air minum, R2: 2 gram Bacillus amyloliquefaciens /liter air minum, R3: 3 gram Bacillus amyloliquefaciens /liter air minum. Peubah yang diamati adalah bobot hidup, lemak abdominal dan persentase karkas. Hasil penelitian menunjukan penambahan Bacillus amyloliquefaciens sebagai probiotik berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot hidup dan persentase karkas, tetapi berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap persentase lemak abdominal. Penambahan probiotik Bacillus amyloliquefaciens dapat mempertahankan bobot hidup, persentase karkas dan menurunkan persentase lemak abdominal itik bayang jantan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan  probiotik Bacillus amyloliquefaciens sebanyak 2 gram/liter air minum adalah pemberian terbaik pada itik bayang jantan. Pada kondisi ini diperoleh bobot hidup 1235,55 gram/ekor, persentase lemak abdomen 2,04 %,  dan persentase karkas 60,10%