Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis pengaruh jarak ekonomi, populasi, nilai tukar riil, Covid-19, dan keanggotaan Council Of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) secara bersama-sama dan parsial terhadap kinerja ekspor kelapa sawit Indonesia. Penelitian ini menggunakan 10 negara tujuan ekspor utama kelapa sawit Indonesia sebagai sampel yang meliputi India, Tiongkok, Pakistan, Belanda, Amerika Serikat, Spanyol, Mesir, Bangladesh, Italia, dan Singapura dengan tahun pengamatan dari 2019-2023 dengan jumlah sampel amatan sebanyak 58. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi non-participant. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan STATA 17. Hasil penelitian ini menemukan bahwa: 1) Secara bersama-sama jarak ekonomi, populasi, nilai tukar riil, Covid-19, dan keanggotaan Council Of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) berpengaruh signifikan terhadap kinerja ekspor kelapa sawit di Indonesia. 2) Jarak ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kinerja ekspor kelapa sawit Indonesia, sedangkan populasi, nilai tukar riil, serta Covid-19 berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap kinerja ekspor kelapa sawit di Indonesia, serta keanggotaan Council Of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) juga tidak mampu meningkatkan kinerja ekspor kelapa sawit di Indonesia.