Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Meningkatkan Kapasitas IKM Lingkaran KEK Mandalika dalam Pengelolaan Keuangan dan Penyusunan Laporan untuk Kegiatan Ekspor: Enhancing the Capacity of SME Entrepreneurs within the Mandalika SEZ in Financial Management and Report Preparation for Export Activities Umam, Khaerul; Khotmi, Herawati; Wardiningsih, Reny; Noviawan, Lalu Andika; Dewi, Resty Yusnirmala; Amisa, Elia
DARMADIKSANI Vol 5 No 2 (2025): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i2.8118

Abstract

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika memiliki potensi besar untuk mendorong kegiatan ekspor melalui produk Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal. Namun, sebagian besar IKM menghadapi kendala dalam pengelolaan keuangan dan penyusunan laporan, yang menjadi syarat penting untuk menjangkau pasar global. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pelaku IKM di sekitar KEK Mandalika dalam memahami manajemen keuangan serta menyusun laporan keuangan secara sederhana namun sesuai standar. Metode yang digunakan meliputi survei awal, pelatihan tatap muka, praktik langsung dengan data transaksi usaha, pendampingan intensif, serta evaluasi hasil. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya pemisahan keuangan pribadi dan usaha, yang ditunjukkan dengan pembukaan rekening khusus usaha dan pengelolaan laba secara produktif untuk investasi. Selain itu, keterampilan teknis peserta dalam pencatatan akuntansi juga meningkat, mulai dari penjurnalan transaksi, posting ke buku besar, hingga penyusunan laporan neraca, laba rugi, dan arus kas. Kesimpulannya, kegiatan ini mampu meningkatkan literasi keuangan dan akuntansi pelaku IKM sehingga memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi tantangan ekspor dan memperluas akses terhadap pembiayaan formal.   
Analisis Faktor-Faktor Penghambat Pengelolaan Keuangan UMKM di Kota Mataram Noviawan, Lalu Andika; Priyambodo, Victoria Kusumaningtyas; Agustiningsih, Wulandari; Dewi, I Gusti Ayu Laksmini Sintia
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 8 No. 4 (2025): Agustus - Oktober
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v8i4.1915

Abstract

Pengelolaan keuangan usaha menjadi salah satu faktor kunci suksesnya usaha. Kondisi di lapangan, banyak pelaku UMKM belum menerapkan pengelolaan keuangan secara profesional. Penelitian ini mengkaji tentang faktor penghambat pengelolaan keuangan UMKM di Kota Mataram. Secara khusus UMKM yang bergerak pada sektor makanan dan minuman yang sudah berjalan minimal satu tahun. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan observasi terhadap tujuh informan. Analisis data mengacu pada konsep (Miles et al., 2014) secara berurutan dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini mengungkap bahwa sebagian besar pemilik usaha sudah menerapkan prinsip pengelolaan keuangan sederhana. Hambatan utama yang dihadapi oleh pengelola usaha dalam pengelolaan keuangan profesional yaitu keterbatasan pengetahuan. Pengelola usaha belum memiliki pengetahuan megenai konsep dan teknik pengelolaan keuangan. Hambatan lain antara lain pengelolaan keuangan belum dibutuhkan, catatan sederhana cukup, skala usaha dinilai masih kecil, malas mencatat, pengelolaan keuangan dianggap rumit, kurangnya kesadaran, perputaran uang usaha cepat, dan sudah menghafal rutinitas operasional usaha.Penelitian ini diharapkan menjadi sumber referensi bagi pihak terkait bahwa terdapat banyak hambatan yang dihadapi pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usahanya. Pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan perguruan tinggi dapat berperan aktif melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan UMKM agar semakin bertumbuh dan berkontribusi memajukan ekonomi daerah.
Inovasi Kemasan Produk Estetis dan Fungsional sebagai Upaya Branding untuk Meningkatkan Nilai Jual Produk UMKM Desa Sukadana Kecamatan Pujut Lombok Tengah: Innovation of Aesthetic and Functional Product Packaging as a Branding Strategy to Increase the Market Value of MSME Products in Sukadana Village Pujut District Central Lombok Noviawan, Lalu Andika; Rispawati, Dewi; Umam, Khaerul; Sukma, Paradisa; Azhari, Muhamad
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8899

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk UMKM di dusun Belar, desa Sukadana, kecamatan Pujut, kabupaten Lombok Tengah melalui inovasi kemasan yang lebih estetis dan fungsional. Mitra kegiatan adalah kelompok UMKM Bale Olahan Kuker Patcu yang memproduksi aneka kue kering seperti kue bawang, keciput, kaliadem, kacang telur, kuping gajah, pita, pusut, dan lidah kucing. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah adanya sisa minyak pada produk yang menurunkan kualitas kemasan dan minat beli konsumen, penggunaan kemasan sederhana berbahan plastik biasa tanpa label, serta masih menggunakan stapler untuk menutup plastik kemasan. Metode pelaksanaan program meliputi lima tahapan, yaitu, sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Inovasi teknologi yang diterapkan meliputi penggunaan mesin peniris minyak untuk mengurangi sisa minyak pada kue kering, pemilihan bahan kemasan yang cocok untuk kue kering seperti plastik PP atau HDPE dengan model polos atau zipper stand pouch, penerapan mesin vacuum sealer untuk menjaga kualitas dan daya simpan produk, serta pemberian desain label yang informatif dan profesional. Hasil kegiatan menunjukkan sisa minyak pada kue kering berkurang, kemasan yang digunakan lebih sesuai untuk kue kering, kemasan plastik tertutup lebih kuat dan rapi, serta label pada kemasan produk memberikan informasi penting bagi konsumen dan sebagai media promosi. Hasil kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan kualitas produk agar penjualan meningkat dan dapat meningkatkan kesejahteraan perempuan-perempuan anggota Bale Olahan Kuker Patcu.
Apakah Whoosh Merupakan Aset Publik? Literatur Review Pencatatan, Pengakuan, dan Pelaporannya Umam, Khaerul; Lalu Andika Noviawan; Feryansyah
Journal Ilmiah Rinjani : Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani Vol. 13 No. 2 (2025): Journal Ilmiah Rinjani: Media Informasi Ilmiah Universitas Gunung Rinjani
Publisher : LPPM Universitas Gunung Rinjani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53952/jir.v13i2.633

Abstract

Proyek Kereta Cepat Whoosh merupakan salah satu infrastruktur strategis nasional dengan struktur pembiayaan kompleks yang melibatkan BUMN, Penyertaan Modal Negara (PMN), dan pinjaman luar negeri. Kompleksitas ini memunculkan perdebatan mengenai statusnya sebagai aset publik dalam perspektif akuntansi sektor publik. Penelitian ini bertujuan menelaah apakah Whoosh dapat dikategorikan sebagai aset publik dengan menggunakan pendekatan systematic literature review terhadap regulasi akuntansi pemerintahan, standar pelaporan BUMN, teori publicness (Bozeman), serta literatur mengenai hybrid public assets. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun Whoosh menjalankan fungsi pelayanan publik dan berada dalam pengawasan regulatif pemerintah, proyek ini tidak memenuhi kriteria aset publik menurut Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) karena tidak dibiayai langsung oleh APBN, tidak tercatat sebagai BMN, dan dikelola oleh korporasi (PT KCIC) yang menerapkan PSAK. Selain itu, keterbatasan akses publik akibat struktur tarif dan ketiadaan skema Public Service Obligation (PSO) menunjukkan bahwa fungsi publiknya belum bersifat universal. Dengan demikian, posisi Whoosh lebih tepat diklasifikasikan sebagai quasi-public asset atau public-oriented commercial asset, yaitu aset komersial yang mengandung elemen layanan publik namun tidak memenuhi karakteristik aset publik tradisional. Temuan ini menegaskan perlunya penyempurnaan kebijakan pelaporan aset hibrida dan perumusan kerangka tarif yang lebih inklusif untuk memperkuat akuntabilitas fiskal dan fungsi publik proyek sejenis di Indonesia.