Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

A CRITICAL ANALYSIS OF THE IMPORTANCE OF RELIGIOUS INSTITUTION ACCOUNTABILITY FROM THE PERSPECTIVE OF PEMEDEK: BETWEEN SPIRITUALITY AND TRANSPARENCY I Gusti Agung Prama Yoga; Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida; Ida I dewa Mas Manik Sastri
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 5 No. 9 (2026): AUGUST
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21640128

Abstract

Accountability in religious organisations is commonly interpreted through financial reporting and governance mechanisms, overlooking the influence of indigenous cultural and spiritual values. This study explores how accountability is socially constructed from the perspective of worshippers (pemedek) at Pura Agung Besakih, Bali. Employing a qualitative ethnographic approach and Bourdieu's Theory of Practice, data were collected through participant observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings reveal that accountability extends beyond administrative transparency and is rooted in the religious values of dharma, bhakti, and yadnya, which cultivate religious habitus and spiritual trust. These values are institutionalised through Purana and awig-awig, generating symbolic capital that legitimises temple governance. Accountability is further reinforced by the principles of karmaphala and the relationship between sekala and niskala, functioning as internal spiritual control mechanisms that encourage ethical behaviour. Administrative accountability complements, rather than replaces, this moral foundation by strengthening public trust through transparent financial management. Based on these findings, this study proposes an Inculturated Accountability Model, demonstrating that accountability in religious organisations is a culturally embedded process integrating religious values, customary institutions, symbolic legitimacy, spiritual control, and administrative transparency to support sustainable temple governance.
Transformasi Pengelolaan Keuangan UMKM Produksi Mortar Melalui Pelatihan Akuntansi dan Pendampingan Sistem Pembukuan Sederhana Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida; I Putu Gede Satria Wiraharja; I Wayan Chandra Adyatma; I Gusti Agung Prama Yoga
Journal of Community Development Vol. 6 No. 3 (2026): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i3.1870

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan UMKM produksi mortar dan distribusi bata ringan melalui penerapan sistem pembukuan sederhana. Permasalahan utama mitra meliputi tidak adanya pencatatan transaksi yang terstruktur, kesulitan memisahkan biaya produksi dan operasional, serta ketidakmampuan menyusun laporan keuangan dasar. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan akuntansi dasar, praktik langsung pencatatan transaksi, pendampingan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), serta penyusunan laporan keuangan sederhana yang disesuaikan dengan kondisi usaha mitra. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kompetensi mitra sebesar 75%, ditandai dengan kemampuan melakukan pencatatan kas secara konsisten, menghitung HPP secara lebih akurat, dan menyusun laporan laba rugi sederhana. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan pelatihan berbasis praktik dan pendampingan efektif dalam memperbaiki tata kelola keuangan UMKM serta mendukung pengambilan keputusan usaha dan keberlanjutan bisnis.
Implementasi Pengkreditan Pajak Masukan Obat: Studi Kualitatifdi Rumah Sakit Desak Rurik Pradnya Paramitha Nida
Riset, Ekonomi, Akuntansi dan Perpajakan (Rekan) Vol. 7 No. 1 (2026): Riset, Ekonomi, Akuntansi dan Perpajakan (Rekan): In-Press
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/rekan.v7i1.6140

Abstract

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang penerapannya juga menjangkau sektor kesehatan, termasuk rumah sakit yang berstatus sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP). Dalam praktiknya, pengkreditan pajak masukan atas pembelian obat-obatan pada rumah sakit sering menghadapi kendala akibat perbedaan karakteristik layanan kesehatan yang sebagian tidak terutang PPN. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pengkreditan pajak masukan atas pembelian obat-obatan di RSU B-R Denpasar serta menilai kesesuaiannya dengan ketentuan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 dan PMK Nomor 18/PMK.03/2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara semiterstruktur, dan studi dokumentasi. Data primer diperoleh dari wawancara dengan staf akuntansi dan perpajakan rumah sakit, sedangkan data sekunder berupa dokumen transaksi, faktur pajak, laporan PPN, dan regulasi perpajakan. Sampel penelitian ditentukan secara purposive dengan fokus pada transaksi pembelian dan penjualan obat pada masa pajak Januari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara administratif pencatatan pajak masukan telah dilakukan menggunakan sistem e-Faktur, namun belum disertai dengan pemisahan penggunaan obat untuk pasien rawat inap dan rawat jalan. Akibatnya, pajak masukan atas pembelian obat yang digunakan untuk layanan rawat jalan umum tidak dikreditkan, meskipun secara ketentuan merupakan penyerahan Barang Kena Pajak. Kondisi ini menyebabkan potensi penghematan pajak tidak dimanfaatkan dan berdampak pada efisiensi fiskal rumah sakit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa permasalahan utama terletak pada kurangnya pemahaman regulasi dan ketidaktepatan klasifikasi transaksi. Oleh karena itu, diperlukan pemisahan pencatatan yang lebih rinci serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar pengkreditan pajak masukan dapat dilakukan secara optimal dan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku.