p-Index From 2021 - 2026
0.751
P-Index
This Author published in this journals
All Journal EUGENIA Silvarum
Reynold P. Kainde
Universitas Sam Ratulangi

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS VEGETASI HUTAN LINDUNG GUNUNG TUMPA Kainde, Reynold P.; Ratag, Semuel P.; Tasirin, Johny S.; Faryanti, D.
EUGENIA Vol 17, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/eug.17.3.2011.3547

Abstract

ABSTRACT   This research was carried out in the Mount of Tumpa Protection Forest from February to March 2003, aiming to asses Important Value (IV) Index.  Simple random sampling with plot was used to collect species data. The observation for collecting specie data was  number individual of each species, trees, poles diameter and species presence.  The data were analysed for density, relatif density, frequency, relatif frequency, dominancy, relatif dominancy and Important Values (IV) The results showed that at seedling level, Important Value of Tepu was the highest  (41,83%) and lowest was Calophyllum soulattri (10,03 %).  The highest Important Value at  the sapling level was Calamus sp (38,73%) and the lowest was Knema latericia (10,11%). The highest  Important Value at the pole level was Spathodea campanulata (74,01%) and the lowest was Dracontomelum mangiverum (10,05%).  The highest Important Value at tree level was Spathodea campanulata (88,86%) and the lowest was Calophyllum soulattri (10,22%). Keywords : Important Value Index, Vegetation Analysis
KEANEKARAGAMAN JENIS POHON DI HUTAN LINDUNG GUNUNG SAHENDARUMAN, KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Kainde, Reynold P.
EUGENIA Vol 17, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/eug.17.1.2011.102

Abstract

This research was carried out in the Mount of Sahendaruman Protection Forest from February to May2006, aiming to find out information tree spesies biodiversity. The method was exploration usingtransects of 20m wide from the mountain top divided in 8 directions. Result showed that there were 70tree species from 32 families belong to Magnoliopsida (dicotyl) and division of Magnoliophyta (flowerplant). There were 7 tree species in which member of Euphorbiaceae, Lauraceae dan Rubiaceae. Fivetree species were member of Apocynaceae. Four tree species were member of Meliaceae. Family ofActinidaceae, Burseraceae, Guttiferae, Monimiaceae had three species each. The following familynamely Anacardiaceae, Araliaceae, Myristicaceae, Myrtaceae, Theaceae donated two species each.Each family of Aquifoliaceae, Bignoniaceae, Celastraceae, Combretaceae, Combretaceae,Ealeocarpaceae, Ebenaceae, Fagaceae, Flacour tiaceae, Gesperiaceae, Mimosaceae, Moraceae,Ochnaceae, Rutaceae, Sapindaceae, Sapotaceae, Saxifragaceae, Staphyleaceae accounted onespecies. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan di Hutan Lindung Gunung Sahendaruman Kebupaten Kepulauan Sangihe,yang berlangsung mulai bulan Februari – Mei 2006 dengan tujuan untuk mendapatkan informasitentang keanekaragaman jenis pohon di Hutan Lindung Gunung Sahendaruman. Penelitian inimenggunakan metode eksplorasi dengan menggunakan jalur pengamatan. Lebar jalur 20 m dan arahjalur dari puncak ke arah bawah dan dibagi menjadi 8 arah. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwaterdapat 70 jenis pohon dari 32 famili yang keseluruhan jenis-jenis pohon tersebut adalah kelasMagnoliopsida (tumbuhan dikotil) dan divisi Magnoliophyta (tumbuhan berbunga) Kelas Magnoliopsida(tumbuhan dikotil). Terdapat 7 jenis pohon yang merupakan anggota Euphorbiaceae Lauraceae danRubiaceae, 5 jenis pohon anggota Apocynaceae, 4 jenis pohon anggota of Meliaceae, 3 jenis pohonanggota of Actinidaceae, Burseraceae, Guttiferae, Monimiaceae, 2 jenis pohon anggotaAnacardiaceae, Araliaceae, Myristicaceae, Myrtaceae, Theaceae dan yang memiliki jumlah jenis palingsedikit adalah famili Aquifoliaceae, Bignoniaceae, Celastraceae, Combretaceae, Combretaceae,Ealeocarpaceae, Ebenaceae, Fagaceae, Flacour tiaceae, Gesperiaceae, Mimosaceae, Moraceae,Ochnaceae, Rutaceae, Sapindaceae, Sapotaceae, Saxifragaceae, Staphyleaceae, Sterculiaceae yangmasing-masing family tersebut diperoleh satu jenis pohon.
Jenis dan Kelimpahan Jenis Pohon Eksotis di Kawasan Tahura Gunung Tumpa H.V. Worang Pasanda, Blasius Arthur; Langi, Martina A.; Kainde, Reynold P.
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.57640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendata jenis dan kelimpahan jenis pohon eksotis di kawasan Tahura Gunung Tumpa H.V. Worang. Penelitian ini menggunakan simple random sampling melalui plot pengamatan yang tersebar di empat arah mata angin. Pada setiap arah mata angin dibuat dua plot pengamatan areal berhutan. Hasil menunjukkan terdapat 42 jenis pohon dari 25 suku di mana di antaranya terdapat tiga jenis eksotis di Tahura Gunung Tumpa H.V. Worang. Ketiga jenis tersebut adalah Polyalthia longifolia yang berasal dari India dan Sri lanka, Calophyllum inophyllum yang berasal dari Afrika timur dan Australia, serta Spathodea campanulata yang berasal dari Afrika. Kelimpahan tertinggi pada tingkat pohon dan tiang adalah dari jenis Spathodea campanulate; pada fase pancang Spathodea campanulata memiliki kelimpahan relatif tinggi namun memiliki frekuensi perjumpaan yang rendah, dan pada fase semai Spathodea campanulata memiliki kelimpahan yang sama dan frekuensi yang seragam.
Keanekaragaman Jenis Kelelawar di Beberapa Tutupan Lahan di Tanjung Binerean, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara Kibo', Nilma; Tasirin, Johny S.; Kainde, Reynold P.
Silvarum Vol. 3 No. 3 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i3.55831

Abstract

Kelelawar merupakan salah satu spesies hewan mamalia nokturnal yang menghuni ekosistem hutan dan memenuhi fungsi ekologi penting bagi kelestarian hutan. Kelelawar memiliki habitat terutama di hutan, perkebunan, gua, tempat mereka bergelantungan terbalik, sehingga memudahkan mereka untuk terbang. Keanekaragaman jenis kelelawar pada kawasan ini sangat penting untuk melestarikan berbagai jenis yang ditemukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman jenis kelelawar dan struktur serta komposisi jenis kelelawar berdasarkan tutupan lahan di Tanjung Binerean, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan November 2023 - Januari 2024 dengan menggunakan penelitian tangkap lepas menggunakan jaring kabut (mist net). Peletakan mist net dilakukan secara acak dengan memasangan mist net pada jam 17:00 WITA. Waktu pemeriksaan perangkap dilakukan setiap 60 menit, dilakukan dari pukul 18:00-06:00 WITA. Kelelawar yang tertangkap dilakukan pengukuran morfologi, pengambilan gambar, dan proses identifikasi menggunakan buku panduan dan bantuan ahli kelelawar. Berdasarkan hasil penelitian jenis kelelawar pada tutupan lahan hutan sekunder, hutan pantai, dan perkebunan di Tanjung Binerean, jumlah total kelelawar yang ditemukan sebanyak 153 individu yang terdiri dari 9 spesies dalam satu famili. Secara keseluruhan, wilayah ini memiliki nilai keanekaragaman (3,21). Indeks keanekaragaman untuk tutupan hutan sekunder adalah 1,59, memiliki 6 jenis, tutupan hutan pantai adalah 1,33, dan tutupan perkebunan memiliki nilai terendah, 1,28, memiliki 6 jenis.
Keanekaragaman Jenis dan Ekologi Gastropoda Terrestrial di Kawasan Pengungsian Satwa Tanjung Binerean, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Malemboris, Dolvia Evert; Tasirin, Johny S.; Kainde, Reynold P.
Silvarum Vol. 3 No. 3 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i3.56439

Abstract

Keanekaragaman hayati merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kelimpahan berbagai organisme di muka bumi, keanekaragaman hayati meliputi keanekaragaman habitat, spesies sampai pada keanekaragaman genetic. Gastropoda merupakan salah satu keanekaragaman hayati, berupa hewan invertebrata dan merupakan organisme yang memiliki peran ekologis yang penting dengan mengubah detritus organic menjadi biomassa yang pada akhirnya akan berperan dalam siklus makan dan energy. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur struktur komunitas, keanekaragaman hayati dan faktor ekologi yang mempengaruhi kehadiran gastropoda darat di Kawasan Pengungsian Satwa Tanjung Binerean, Kabupaten bolaang Mongondow Selatan. Pengamatan gastropoda dilakukan dengan observasi langsung dengan menempatkan 1 garis transek sepanjang 1887 meter tegak lurus dari arah pantai menuju daratan mengikuti punggungan bukit dengan menempatkan 3 segmen yang akan diamati. Dijumpai sebanyak 9 jenis gastropoda darat dari 8 famili. dengan Shannon-Wiener H' = 1.83, Evennes = 0.83, dan indeks Dominansi = 0.20. Jenis yang ditemukan tidak termasuk pada jenis-jenis yang dilindungi di Indonesia, seluruh jenis yang ditemukan di lokasi penelitian tidak ada yang termasuk dalam daftar jenis langka atau terancam punah oleh IUCN. Hasil analisis regresi variabel temperatur pengaruh negatif yang signifikan berpengaruh pada kehadiran gastropoda, sedangkan variabel kelembaban terhadapnya pengaruh positif yang tidak signifikan berpengaruh pada kehadiran gastropoda. Kata kunci : Gastropoda, Terrestrial, Tanjung Binerean.
Kajian Penggunaan Kayu Untuk Pembuatan Mebel di UD. Alisti Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara Puasa, Orlando Z.; Kainde, Reynold P.; Nurmawan, Wawan
Silvarum Vol. 2 No. 1 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.346 KB) | DOI: 10.35791/sil.v2i1.43539

Abstract

Kayu merupakan salah satu sumber daya alam, yang memilki sifat yang sangat kompleks yang tidak dimiliki oleh bahan bangunan lainnya dan banyak digunakan oleh industri furniture. Industri mebel/furniture adalah salah satu industri yang memanfaatkan kayu dan mengelolah kayu menjadi kayu olahan dalam bentuk barang-barang furniture. UD. Alisti merupakan salah satu industri furniture yang mengelolah kayu hingga menjadi bahan mebel dengan produk-produk seperti kursi, lemari, kusen pintu dan jendela dan berbagai macam produk yang dapat dihasilkan dari kayu, untuk mengolah kayu tersebut membutuhkan komponen kayu dengan ukuran dan bentuk tertentu sesuai yang diinginkan. Oleh karena itu perlu adanya penelitian untuk mengetahui volume kayu terpakai untuk menghasilkan produk kayu siap pakai seperti meja, kursi, kusen, pintu dan lain-lain. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan volume kayu yang dipakai untuk bahan baku pintu sebesar 57.024cm3 dengan rendemen produksi 70,52% dan untuk volume bahan baku produk kusen 123.552cm3 dengan persentase rendemen 62,74%  dan volume kayu untuk jendela dengan bahan baku sebesar 57.290cm3 dengan persentase rendemen 25,02%.