Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

OPTIMIZATION OF ENZYMATIC HYDROLYSIS OF RAMIE DECORTICATION WASTE-BASED CELLULOSE USING RESPONSE SURFACE METHODOLOGY Laeli Kurniasari; Suwardiyono Suwardiyono; Renan Subantoro; Indah Hartati
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v2i1.1740

Abstract

Ramie is a herbaceous species which is usually used to produce fibre. The decortication process of ramie will leave the waste that still contain high cellulose. The high cellulose content of ramie decortication waste is a potential raw material for producing bioethanol.Cellulose conversion into bioethanol need four consecutive process e.g. pretreatment, hydrolysis, fermentation and purification. This research is combining microwave heating in the alkaline pretreatment toward the ramie decortication waste and followed by investigating the optimization of enzymatic hydrolysis of ramie decortication waste-based cellulose. The cellulase used in the hydrolysis process was isolated from cow rumen fluids. Response Surface Methodology was used for the optimization of hydrolysis process. A 23Central Composite Design (CCD) was used to develop statistical model and analyze the effect of each variables, which are hydrolysis time (36-60 hr), solid liquid rasio (2-4%) and temperature (35-450C). The optimum condition obtained for the hydrolysis of RDW was temperature 410C, solid liquid rasio 3,4%  and time 48,9 hr with glucose content was 3,51 mg/g. Keywords:cow rumen, enzymatic hydrolysis, ramie decortication waste
EKSTRAKSI GELOMBANG MIKRO TERPENOID DAUN SURIAN (Toona sureni merr) Indah Hartati; Safaah Nurfaizin; Suwardiyono Suwardiyono; Laeli Kurniasari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v1i2.1656

Abstract

Terpenoid merupakan salah satu jenis metabolit sekunder yang memiliki berbagai peran penting dibidang obat obatan, agrikultur dan industri. Pemilihan metode ekstraksi merupakan salah satu kunci dalam menghasilkan ekstrak dengan kualitas dan kuantitas yang baik. Menimbang keluasan spektrum peran dan sifat farmakologi terpenoid, maka dilakukan penelitian dengan tujuan menerapkan proses pemanasan gelombang mikro pada proses ekstraksi terpenoid daun surian serta mengkaji profil spektra FTIR esktrak terpenoid daun surian. Proses ekstraksi gelombang mikro daun surian dilakukan dengan kondisi operasi optimum yang telah diperoleh dari penelitian pendahuluan yakni proses ekstraksi selama 3 menit, rasio solid-liquid 1:12 (b/v), menggunakan larutan etanol dengan konsentrasi 56% serta ekstraksi menggunakan daya mikrowave sebesar 399W. Ekstrak daun surian diuji secara colorimetri menggunakan larutan Lieberman Buchard serta dianalisa menggunakan FTIR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses ekstraksi gelombang mikro terhadap daun surian yang dilakukan selama 3 menit, rasio solid-liquid 1:12 (b/v), menggunakan larutan etanol dengan konsentrasi 56% serta ekstraksi menggunakan daya mikrowave sebesar 399W menghasilkan yield sebesar 35,05%. Uji kolorimetri menggunakan larutan Lieberman Buchard menunjukkan bahwa ekstrak positif mengandung terpenoid. Profil spektra FTIR menunjukkan bahwa ekstrak daun surian menunjukkan puncak-puncak serapan yang menunjukkan adanya gugus gugus fungsi yang menjadi karakteristik keberadaan golongan terpenoid. Kata kunci :ekstraksi, FTIR, gelombang mikro, suren, triterpenoid
ADSORPSI ZAT WARNA METHYLENE BLUE MENGGUNAKAN ABU ALANG-ALANG (Imperata cylindrica) TERAKTIVASI ASAM SULFAT Indah Riwayati; Ni’matul Fikriyyah; Suwardiyono Suwardiyono
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v4i2.3016

Abstract

Salah satu masalah dalam perkembangan industri kimia adalah pencemaran oleh limbah. Methylen blue merupakan zat pewarna tekstil dalam industri dan menjadi salah satu sumber pencemar lingkungan. Metode adsorpsi menggunakan abu alang-alang (Imperata cylindrica)merupakan salah satu upaya untuk menurunkan konsentrasi methylene blue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio pH, waktu kontak dan massa adsorben terhadap adsorpsi oleh abu alang-alang (Imperata cylindrica). Metode penelitian ini meliputi 3 tahap. Tahap preparasi adsorben,adsorpsi, dan analisis Spektrofotometri UV-Vis. Proses adsorpsi dilakukan dengan variasi rasio pH 3-10. variasi waktu kontak 15-90 menit dan massa adsorben 0,5; 1; 1,5; 2; 2,5 dan 3 gram. Hasil penelitian menunjukkan kondisi terbaik adsorpsi terjadi pada pH 3, waktu kontak 75 menit, dan massa adsorben 1 gram dengan kapasitas adsorpsi sebesar 0,4844 mg/g. Kata kunci : adsorben, adsorpsi, silikon dioksida, methylene blue, abu alang-alang
PENGARUH KUAT ARUS DAN WAKTU TERHADAP HASIL PEWARNAAN DAN MASSA ALUMINIUM PADA PROSES ANODIZING DENGAN ELEKTROLIT H2SO4 15% Arif Andrianto; Suwardiyono Suwardiyono; Laeli Kurniasari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v1i1.1645

Abstract

Perkembangan industri aluminium dari tahun ketahun semakin meningkat. Korosi pada aluminium terjadi karena adanya unsur lain dalam aluminium, untuk itu pengerjaan secara kimia atau dengan proses anodic oxidation (proses anodizing) diusahakan untuk mendapatkan lapisan oksida yang lebih tebal dan berfungsi sebagai lapisan pelindung. Proses anodisasi adalah proses pembentukan lapisan oksida pada logam dengan cara mereaksikan atau mengkorosikan suatu logam terutama aluminium dengan oksigen, diambil dari larutan elektrolit yang digunakan sebagai media, sehingga terbentuk lapisan oksida. Pada penelitian ini terdapat 2 tahapan utama, yaitu proses anodizing dan pewarnaan logam. Pada proses anodizing terjadi pembukaan pori-pori logam alumunium dan terbentuk lapisan alumunium oksida, sedang pada pewarnaan logam zat warna masuk kedalam pori-pori alumunium mengisi permukaan aluminium yang berpori. Pada penelitian ini ada 2 percobaan yang terjadi pada tahapan anodizing, yaitu percobaan pertama dengan waktu anodizing yang berbeda (5, 10, 15, 20, 25 menit) dan arus yang digunakan sebesar 1 ampere. Sedangkan pada percobaan kedua waktu anodizing tetap 10 menit, tetapi arus yang digunakan berbeda (0,5; 1; 1,5; 2; 2,5 ampere). Semakin lama waktu anodizing dan arus yang semakin besar, maka semakin besar pula massa logam aluminium yang mengalami peluruhan. Pada kondisi ini, warna yang dihasilkan juga semakin pekat. Akan tetapi arus yang besar akan berdampak pada ketidakrataan hasil pewarnaan. Pada penelitian ini, faktor yang paling berpengaruh untuk menghasilkan pewarnaan yang rata adalah waktu anodizing, untuk menghasilkan hasil pewarnaan yang rata. Kata kunci : Alumunium, anodizing, korosi, lapisan oksida
PENGARUH WAKTU DAN SUHU PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI ECENG GONDOK ( EICHHORNIA CRASSIPES ) SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH DENGAN SUHU TINGGI SECARA PIROLISIS Arief Henry Kurniawan; Rita Dwi Ratnani; Suwardiyono Suwardiyono; Imam Syafa’at
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v5i2.3814

Abstract

PENGARUH PENAMBAHAN GLISEROL TERHADAP TENSILE STRENGTH DAN ELONGATION AT BREAK EDIBLE FILM DARI NATA DE SOYA Harianingsih Harianingsih; Suwardiyono Suwardiyono; Retno Wulandari
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v2i1.1736

Abstract

Perkembangan industri makanan disertai dengan perkembangan pengemasannya. Saat ini dibutuhkan pengemas makanan yang ramah lingkungan dan aman dikonsumsi oleh tubuh manusia. Pada penelitian ini dikembangkan pengemas makanan berupa edible film dari nata de soya dengan melihat pengaruh penambahan gliserol pada kualitas tensile strength (kekuatan tarik) dan elongation at break (pemanjangan saat pemutusan). Edible film nata de soya dibuat dari hasil samping pengolahan tahu yang biasanya hanya dibuang ke sungai. Nata de soya yang terbentuk dihaluskan ditambah dengan larutan gliserol kemudian diletakkan dalam cetakan kaca dan di oven dengan suhu 40oC selama 24 jam. Variasi penambahan gliserol 1% menghasilkan kekuatan tarik 0,11 N/mm2 dan pemanjangan saat pemutusan sebesar 0,976%. Penambahan gliserol 1,5% menghasilkan kekuatan tarik 0,098 N/mm2 dan pemanjangan saat pemutusan sebesar 1,211%. Kekuatan tarik 0,086 N/mm2 dihasilkan saat variasi penambahan gliserol 2% dan pemanjangan pemutusan meningkat menjadi 1,266%. Kekuatan tarik menurun menjadi 0,071 N/mm2 dan pemanjangan pemutusan naik pada penambahan gliserol 2,5 %. Penambahan gliserol 3% mengakibatkan kekuatan tarik berkurang menjadi 0,064 N/mm2 dan pemanjangan pemutusan bertambah menjadi 1,324%. Penambahan gliserol sebanyak ml dalam 100 gram nata de soya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan gliserol memberikan pengaruh terhadap kekuatan tarik dan pemanjangan saat pemutusan dari edible film nata de soya. Kata kunci: elongation at break, gliserol, nata de soya, tensile strength
EKSTRAKSI BERBANTU GELOMBANG MIKROMINYAK ESENSIAL: NARRATIVE REVIEW Aprilia Putri Sulistianingrum; Hani Haswati; Sekar Apriana; Indah Hartati; Suwardiyono Suwardiyono
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v5i2.3819

Abstract

PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN PEMBUATAN NATA DE COCO Harianingsih Harianingsih; Suwardiyono Suwardiyono; Maharani Kusumaningrum
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v2i2.1942

Abstract

Pengangguran dari tahun ke tahun marak menjadi masalah yang masih perlu penyelesaian. Rendahnya serapan lapangan pekerjaan bagi lulusan perguruan tinggiyang rendah, sementara lulusan perguruan tinggi sangat banyak. Persaingan yang semakin ketat ini menyebabkan lulusan susah memperoleh pekerjaan. Kondisi inilah yang menyebabkan para lulusan perguruan tinggi untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Pembelajaran yang diberikan pada perguruan tinggi diharapkan mendorong mahasiswa untuk mempunyai kemampuan berwirausaha. Untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada mahasiswa maka dilakukanlah pelatihan kewirausahaan pembuatan nata de coco. Nata de coco merupakan penerapan ilmu bioproses yang mereka dapatkan di perguruan tinggi khususnya jurusan Teknik Kimia Universitas Wahid Hasyim Semarang. Pada pelatihan nata de coco ini diikuti oleh tujuh orang mahasiswa yang mewakili angkatan masing-masing. Harapannya agar mereka dapat mentransfer ilmu dan keterampilan membuat nata de coco kepada orang lain dan masyarakat di sekitarnya. Kata kunci: coco, nata, wirausaha
Perancangan Sistem Detektor Suhu Fermentasi Acetobacter Xylinum menggunakan Sensor DS18B20 Harianingsih Harianingsih; Suwardiyono Suwardiyono; Nugroho Eko B; Rony Wijanarko
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 2 No 1 (2018): JANUARY-DECEMBER 2018
Publisher : KITA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v2i1.44

Abstract

Detection system temperature needed in the process of fermentation Acetobacter xylinum. Many food products produced from of fermentation this bacteria. Acetobacter xylinum need temperature fermentation between 28oC-32oCto growing good. To able for controlling temperature on fermentation Acetobacter xylinum, made a temperature design controller using Arduino Uno microcontroller and gauges the temperature of DS18B20 sensors. Election DS18B20 sensors because it had higher at 0,5 oC accuracy. The research covered structural testing component, testing functional and validation component. Data is the decimal form of signals delivered by a temperature on Arduino Uno microcontroller as the brain and processors. From test validation obtained prosesntase error for resistance (R) DS18B20 sensors for temperature 0oC-100oC of 0,96%. The testing Resistance (R) DS18B20 sensors for temperature 25oC-35oC of 1,12%. The measurement of temperature 25oC-35oC before calibration have prosentase error 9,65% and after calibration 0,70%. The prosentase error is still in a normal limits instrument temperature controller, so this instrument can be used as a control in the process of fermentation acetobacter xylinum.
PENGARUH PENAMBAHAN SENYAWA BIOFORMALIN DARI EKSTRAK BATANG API-API (AVICENNIA MARINA) TERHADAP UMUR SIMPAN BAKSO Zulkarnaen, Nurul Fitria; Riwayati, Indah; Suwardiyono, Suwardiyono
CENDEKIA EKSAKTA Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/ce.v6i2.5523

Abstract

Bakso adalah makanan favorit Indonesia yang terbuat dari daging, bumbu dan aditif, yang mudah busuk karena kandungan air dan nutrisi yang tinggi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan umur simpannya, maka dibutuhkan penambahan pengawet alami yang memiliki kemampuan untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi penambahan larutan bioformalin dan waktu simpan yang optimum agar mendapatkan kualitas bakso yang baik. Penelitian dilakukan menggunakan konsentrasi ekstrak batang api-api sebagai variabel bebas yang terdiri dari lima taraf (2% ; 3% ; 4% ; 5%) dan 0% sebagai kontrol. Variabel dependen terdiri dari karakteristik organoleptik, dan jumlah koloni diukur selama 3 hari berturut-turut setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak batang api-api memperpanjang umur simpan bakso pada suhu kamar selama 48 jam. Setelah lebih dari 48 jam, kondisi bakso memburuk seperti yang ditunjukkan oleh tingginya jumlah mikroorganisme, dan sifat fisik yang tidak seperti semula.Kata kunci : Bakso, ekstrak batang api-api, umur simpan.