Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional MIPA

PEMODELAN SUMBER DAYA PESISIR KAWASAN PULAU MENJANGAN MELALUI PENDEKATAN SISTEM DINAMIS Yudasmara, Gede Ari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSumberdaya pesisir dan laut memiliki potensi yang sangat produktif baik sebagai sumber kehidupan, sumber pangan, tambang mineral, maupun untuk kawasan rekreasi. Berbagai bentuk pemanfaatan sangat cepat berkembang dan telah menjadi bagian dalam sektor andalan pembangunan nasional, seperti misalnya pariwisata. Kondisi ini memberikan peluang untuk memanfaatkan sumberdaya pesisir dan laut, termasuk kawasan Pulau Menjangan yang cukup tinggi potensi sumberdaya pesisirnya.Tujuan dari penelitian ini adalah diperolehnya prediksi dan kecenderungan (trend) kondisi sumberdaya pesisir kawasan Pulau Menjangan dalam kurun waktu 30 tahun ke depan serta dihasilkannya model pengelolaan sumberdaya pesisir kawasan Pulau Menjangan yang optimal dan berkelanjutan secara ekologis.Hasil eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan software STELLA 7.0 maka ditemukan leverage atau faktor-faktor yang paling berpengaruh sebagai pengungkit yaitu, kondisi sumberdaya alam seperti hutan mangrove dan terumbu karang yang bila dirubah sedikit saja sistem secara keseluruhan akan berubah. Skenario yang paling optimal agar keberadaan sumberdaya pesisir dapat tetap terjaga dan lestari di kawasan Pulau Menjangan adalah dengan penambahan atribut rehabilitasi terhadap ekosistem terumbu karang dan mangrove serta diberlakukannya fee konservasi, sehingga mampu meningkatkan nilai seluruh level model ekologis.Kata-kata kunci : model dinamik, sumberdaya pesisir, kawasan pulau Menjangan
PENGHAMPIRAN MODEL SISTEM DINAMIS DALAM MEMPREDIKSI AKTIVITAS WISATA BAHARI DI KAWASAN PULAU MENJANGAN BALI BARAT Yudasmara, Gede Ari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pariwisata merupakan bentuk pemanfaatan yang sangat cepat berkembang dan telah menjadi sektor andalan dalam pembangunan nasional. Perkembangan pasar pariwisata internasional saat ini memiliki kecenderungan untuk berwisata ke kawasan yang relatif masih alami (back to nature). Kondisi ini memberikan peluang bagi pengembangan pariwisata di daerah Taman Nasional seperti kawasan Pulau Menjangan Bali Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah diperolehnya prediksi dan kecenderungan (trend) perkembangan wisata bahari dalam kurun waktu 25 tahun ke depan serta dihasilkannya model pengelolaan wisata bahari di kawasan Pulau Menjangan yang optimal dan berkelanjutan dari sisi ekologi, ekonomi dan sosial. Hasil eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan software STELLA 7.0 maka ditemukan leverage atau faktor-faktor yang paling berpengaruh sebagai pengungkit  yaitu, kondisi sumberdaya alam yang bila dirubah sedikit saja sistem secara keseluruhan akan berubah. Skenario yang paling optimal bisa dipakai untuk pengelolaan wisata bahari di kawasan Pulau Menjangan adalah dengan penambahan atribut rehabilitasi terhadap ekosistem terumbu karang dan mangrove serta fee konservasi, sehingga mampu meningkatkan nilai seluruh level pengelolaan wisata bahari
ANALISIS POTENSI DAN KONDISI EKOSISTEM TERUMBU KARANG PULAU MENJANGAN UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI BERBASIS PENDIDIKAN TERPADU Yudasmara, Gede Ari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis potensi dan kondisi perairan Pulau Menjangan, 2) menganalisis kesesuaian pemanfaatan ekowisata bahari, dan 3) menganalisis daya dukung ekologi untuk ekowisata bahari. Metode pengumpulan data menggunakan metode sampling dengan manta tow, line intercept transect dengan bantuan alat water quality checker, floater current meter, tide gaugh. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat dibuat beberapa kesimpulan seperti berikut: 1) Perairan Pulau Menjangan memiliki kondisi yang baik untuk dikembangkan menjadi destinasi ekowisata bahari karena memiliki ekosistem trumbu karangan yang sangat indah dengan adanya beragam ikan karang dan biota lainnya; 2) Kondisi biofisik perairan Pulau Menjangan memenuhi syarat untuk dapat kegiatan diving dan snorkeling; 3) Untuk keberlajutan ekowisata bahari di Pulau Menjangan dapat dikembangkan suatu Model Ekowisata Bahari Berbasis Pendidikan Terpadu (EBBPT). Edukasi tentang pentingnya konservasi perlu diberikan kepada seluruh yang terlibat dalam pariwisata dan dikembangkan atraksi wisata edukatif seperti mengidentifikasi trumbu karang dan atraksi wisata konservasi dengan melakukan trasplantasi karang; 4) Daya dukung kawasan Pulau Menjangan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan diving adalah 28 orang per hari dan untuk snorkling 24 orang per hari, dan 5) Untuk mendukung aktivitas wisata edukatif pada ekowisata bahari perlu dikembangkan buklet panduan identifikasi trumbu karang dan buklet untuk wisata konservasi untuk melakukan transplantasi trumbu karang.
ANALISIS POTENSI PERAIRAN PULAU MENJANGAN UNTUK DESTINASI WISATA EDUKATIF DAN KONSERVASI TERUMBU KARANG Yudasmara, Gede Ari; Adnyana, Putu Budi
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis potensi dan kondisi perairan Pulau Menjangan, 2) menganalisis kesesuaian pemanfaatan ekowisata bahari, dan 3) menganalisis daya dukung ekologi untuk ekowisata bahari. Metode pengumpulan data menggunakan metode sampling dengan manta tow, line intercept transect dengan bantuan alat water quality checker, floater current meter, tide gaugh. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat dibuat beberapa kesimpulan seperti berikut: 1) Perairan Pulau Menjangan memiliki kondisi yang baik untuk dikembangkan menjadi destinasi ekowisata bahari karena memiliki ekosistem trumbu karangan yang sangat indah dengan adanya beragam ikan karang dan biota lainnya; 2) Kondisi biofisik perairan Pulau Menjangan memenuhi syarat untuk dapat kegiatan diving dan snorkeling; 3) Untuk keberlajutan ekowisata bahari di Pulau Menjangan dapat dikembangkan suatu Model Ekowisata Bahari Berbasis Pendidikan Terpadu (EBBPT). Edukasi tentang pentingnya konservasi perlu diberikan kepada seluruh yang terlibat dalam pariwisata dan dikembangkan atraksi wisata edukatif seperti mengidentifikasi trumbu karang dan atraksi wisata konservasi dengan melakukan trasplantasi karang; 4) Daya dukung kawasan Pulau Menjangan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan diving adalah 28 orang per hari dan untuk snorkling 24 orang per hari, dan 5) Untuk mendukung aktivitas wisata edukatif pada ekowisata bahari perlu dikembangkan buklet panduan identifikasi trumbu karang dan buklet untuk wisata konservasi untuk melakukan transplantasi terumbu karang
ANALISIS PERTUMBUHAN KARANG Acrofora formosa DALAM PROSES TRANSPLANTASI KARANG Yudasmara, I Gede Ari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2015: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2015
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik transplantasi karang telah memberikan hasil yang baik dalam upaya mempercepat regenerasi karang, Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan (tinggi dan diameter) dan tingkat kelangsungan hidup karang bercabang Acropora formosa yang dipelihara melalui teknik transplantasi dengan berbagai bahan perekat. Kegunaan penelitian ini sebagai salah satu informasi dasar dalam upaya pemeliharaan karang sehingga pada akhirnya dapat menunjang upaya rehabilitasi ekosistem terumbu karang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga September 2015, di Teluk Gilimanuk, Jembrana-Bali. Karang A. formosa yang digunakan sebanyak 40 buah. Peubah yang diukur meliputi pertumbuhan mutlak (mm), laju pertumbuhan (mm bulan-1) dan tingkat kelangsungan hidup (%). Hasil penelitian dianalisis melalui uji t-Students dengan menggunakan SPSS 16 for Windows dan Microsoft Excel 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karang transplan berperekat dempul memiliki tingkat pertumbuhan paling baik dengan tinggi akhir sebesar 15,08 cm dan diameternya sebesar 11,84 mm dan penggunaan perekat berbahan dempul memberikan tingkat keberhasilan transplantasi karang paling baik.Kata kunci: Pertumbuhan, Acrofora formosa, transplantasi karang, jenis perekatAbstractCoral transplantation techniques have given good results in an effort to accelerate the regeneration of coral, this study was conducted to determine growth (height and diameter) and the survival rate of branching Acropora formosa reared through transplantation technique with a variety of adhesive materials. The usefulness of this research as one of the basic information in the maintenance of coral that can ultimately support the rehabilitation efforts of coral reef ecosystems. This study was conducted from April to September 2015, in the Gulf of Gilimanuk in Jembrana, Bali. A. formosa coral used as many as 40 pieces. Parameters measured include absolute growth (mm), the growth rate (mm month-1) and the survival rate (%). The results were analyzed through Students t-test using SPSS 16 for Windows and Microsoft Excel 2007. The results showed that the coral transplants putty adhesive has the best growth rate with high-end amounted to 15.08 cm and a diameter of 11.84 mm and the use of adhesives made of putty give coral transplantation success rates are best.Keywords: Growth, Acrofora formosa, coral transplantation, type of adhesive
ANALISIS PENGEMBANGAN MINAT WISATA BAHARI DI KAWASAN PESISIR KABUPATEN BULELENG Yudasmara, I Gede Ari
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2014
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumberdaya pesisir dan laut memiliki potensi yang sangat produktif baik sebagai sumber kehidupan, sumber pangan, tambang mineral, maupun untuk kawasan rekreasi. Berbagai bentuk pemanfaatan sangat cepat berkembang dan telah menjadi sektor andalan dalam pembangunan nasional, seperti misalnya pariwisata. Kondisi ini memberikan peluang bagi kawasan pesisir kabupaten Buleleng untuk dikembangkan menjadi obyek mina wisata bahari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan meganalisis kondisi dan potensi sumberdaya alam pesisir-laut, aktivitas ekonomi wisata bahari, kondisi sosial budaya masyarakat lokal, dan tingkat kesesuaian kawasan pesisir Buleleng dalam menunjang aktivitas mina wisata bahari dan menghasilkan model pengelolaan mina wisata bahari di kawasan pesisir Buleleng yang terpadu dan berkelanjutan, dimana model tersebut secara terintegrasi melibatkan seluruh komponen ekologi/lingkungan, ekonomi dan sosial masyarakat untuk meningkatkan daya saing masyarakat Buleleng.Penelitian ini didesain sebagai penelitian pengembangan yang meliputi 3 fase yaitu: (1) Preliminary research, (2) Prototyping dan Assesment, serta (3) Desimination dan ImplementationHasil penelitian menunjukkan bahwa potensi sumberdaya pesisir Kabupaten Buleleng cukup tinggi dengan kondisi sumberdaya yang tergolong sedang.Tingkat kesesuaian dan daya dukung kawasan dalam menunjang kegiatan mina wisata bahari di kawasan Pesisir Buleleng dapat dikatakan sesuai berdasarkan hasil perhitungan menurut indeks kesesuaian kawasan untuk mina wisata bahari dengan daya dukung untuk kegiatan tersebut adalah tergolong cukup tinggi.Kata-kata kunci: sistem dinamik, pemodelan, mina wisata bahariAbstract: Coastal and marine resources have the potential for a very productive both as a source of life, food resources, mineral mining, as well as for recreational areas. Various forms of utilization growing very rapidly and has become a mainstay in the national development sectors, such as tourism. These conditions provide opportunities for the coastal region of Buleleng district to be developed into a maritime tourism. This study aims to assess and meganalisis conditions and natural resources of coastal - marine, marine tourism economic activity, social and cultural conditions of local communities, and the suitability of coastal areas in Buleleng support the activities of marine tourism and marine tourism yield management model in integrated and sustainable Buleleng coastal zone, which integrates the model involving all components of ecological/environmental, economic and social communities to improve the competitiveness of Buleleng communities.This study was designed as a research development that includes 3 phases: (1) Preliminary research, (2) Prototyping and Assessment, and (3) Desimination and Implementation.The results showed that the potential of Buleleng coastal resources is quite high belonging to the resources conditions is moderate. Suitability level and carrying capacity of the region to support the marine tourism activities in the coastal region of Buleleng can be said to fit based on calculations by the suitability index for the region with the marine tourism carrying capacity for the activity is quite high.Keywords : dynamics system, modeling, marine tourism
PENGHAMPIRAN MODEL SISTEM DINAMIS DALAM MEMPREDIKSI AKTIVITAS WISATA BAHARI DI KAWASAN PULAU MENJANGAN BALI BARAT Gede Ari Yudasmara
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pariwisata merupakan bentuk pemanfaatan yang sangat cepat berkembang dan telah menjadi sektor andalan dalam pembangunan nasional. Perkembangan pasar pariwisata internasional saat ini memiliki kecenderungan untuk berwisata ke kawasan yang relatif masih alami (back to nature). Kondisi ini memberikan peluang bagi pengembangan pariwisata di daerah Taman Nasional seperti kawasan Pulau Menjangan Bali Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah diperolehnya prediksi dan kecenderungan (trend) perkembangan wisata bahari dalam kurun waktu 25 tahun ke depan serta dihasilkannya model pengelolaan wisata bahari di kawasan Pulau Menjangan yang optimal dan berkelanjutan dari sisi ekologi, ekonomi dan sosial. Hasil eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan software STELLA 7.0 maka ditemukan leverage atau faktor-faktor yang paling berpengaruh sebagai pengungkit  yaitu, kondisi sumberdaya alam yang bila dirubah sedikit saja sistem secara keseluruhan akan berubah. Skenario yang paling optimal bisa dipakai untuk pengelolaan wisata bahari di kawasan Pulau Menjangan adalah dengan penambahan atribut rehabilitasi terhadap ekosistem terumbu karang dan mangrove serta fee konservasi, sehingga mampu meningkatkan nilai seluruh level pengelolaan wisata bahari
ANALISIS POTENSI DAN KONDISI EKOSISTEM TERUMBU KARANG PULAU MENJANGAN UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI BERBASIS PENDIDIKAN TERPADU Gede Ari Yudasmara
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis potensi dan kondisi perairan Pulau Menjangan, 2) menganalisis kesesuaian pemanfaatan ekowisata bahari, dan 3) menganalisis daya dukung ekologi untuk ekowisata bahari. Metode pengumpulan data menggunakan metode sampling dengan manta tow, line intercept transect dengan bantuan alat water quality checker, floater current meter, tide gaugh. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat dibuat beberapa kesimpulan seperti berikut: 1) Perairan Pulau Menjangan memiliki kondisi yang baik untuk dikembangkan menjadi destinasi ekowisata bahari karena memiliki ekosistem trumbu karangan yang sangat indah dengan adanya beragam ikan karang dan biota lainnya; 2) Kondisi biofisik perairan Pulau Menjangan memenuhi syarat untuk dapat kegiatan diving dan snorkeling; 3) Untuk keberlajutan ekowisata bahari di Pulau Menjangan dapat dikembangkan suatu Model Ekowisata Bahari Berbasis Pendidikan Terpadu (EBBPT). Edukasi tentang pentingnya konservasi perlu diberikan kepada seluruh yang terlibat dalam pariwisata dan dikembangkan atraksi wisata edukatif seperti mengidentifikasi trumbu karang dan atraksi wisata konservasi dengan melakukan trasplantasi karang; 4) Daya dukung kawasan Pulau Menjangan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan diving adalah 28 orang per hari dan untuk snorkling 24 orang per hari, dan 5) Untuk mendukung aktivitas wisata edukatif pada ekowisata bahari perlu dikembangkan buklet panduan identifikasi trumbu karang dan buklet untuk wisata konservasi untuk melakukan transplantasi trumbu karang.
ANALISIS POTENSI PERAIRAN PULAU MENJANGAN UNTUK DESTINASI WISATA EDUKATIF DAN KONSERVASI TERUMBU KARANG Gede Ari Yudasmara; Putu Budi Adnyana
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2013: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2013
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis potensi dan kondisi perairan Pulau Menjangan, 2) menganalisis kesesuaian pemanfaatan ekowisata bahari, dan 3) menganalisis daya dukung ekologi untuk ekowisata bahari. Metode pengumpulan data menggunakan metode sampling dengan manta tow, line intercept transect dengan bantuan alat water quality checker, floater current meter, tide gaugh. Data dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat dibuat beberapa kesimpulan seperti berikut: 1) Perairan Pulau Menjangan memiliki kondisi yang baik untuk dikembangkan menjadi destinasi ekowisata bahari karena memiliki ekosistem trumbu karangan yang sangat indah dengan adanya beragam ikan karang dan biota lainnya; 2) Kondisi biofisik perairan Pulau Menjangan memenuhi syarat untuk dapat kegiatan diving dan snorkeling; 3) Untuk keberlajutan ekowisata bahari di Pulau Menjangan dapat dikembangkan suatu Model Ekowisata Bahari Berbasis Pendidikan Terpadu (EBBPT). Edukasi tentang pentingnya konservasi perlu diberikan kepada seluruh yang terlibat dalam pariwisata dan dikembangkan atraksi wisata edukatif seperti mengidentifikasi trumbu karang dan atraksi wisata konservasi dengan melakukan trasplantasi karang; 4) Daya dukung kawasan Pulau Menjangan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan diving adalah 28 orang per hari dan untuk snorkling 24 orang per hari, dan 5) Untuk mendukung aktivitas wisata edukatif pada ekowisata bahari perlu dikembangkan buklet panduan identifikasi trumbu karang dan buklet untuk wisata konservasi untuk melakukan transplantasi terumbu karang
PEMODELAN SUMBER DAYA PESISIR KAWASAN PULAU MENJANGAN MELALUI PENDEKATAN SISTEM DINAMIS Gede Ari Yudasmara
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2012: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2012
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSumberdaya pesisir dan laut memiliki potensi yang sangat produktif baik sebagai sumber kehidupan, sumber pangan, tambang mineral, maupun untuk kawasan rekreasi. Berbagai bentuk pemanfaatan sangat cepat berkembang dan telah menjadi bagian dalam sektor andalan pembangunan nasional, seperti misalnya pariwisata. Kondisi ini memberikan peluang untuk memanfaatkan sumberdaya pesisir dan laut, termasuk kawasan Pulau Menjangan yang cukup tinggi potensi sumberdaya pesisirnya.Tujuan dari penelitian ini adalah diperolehnya prediksi dan kecenderungan (trend) kondisi sumberdaya pesisir kawasan Pulau Menjangan dalam kurun waktu 30 tahun ke depan serta dihasilkannya model pengelolaan sumberdaya pesisir kawasan Pulau Menjangan yang optimal dan berkelanjutan secara ekologis.Hasil eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan software STELLA 7.0 maka ditemukan leverage atau faktor-faktor yang paling berpengaruh sebagai pengungkit yaitu, kondisi sumberdaya alam seperti hutan mangrove dan terumbu karang yang bila dirubah sedikit saja sistem secara keseluruhan akan berubah. Skenario yang paling optimal agar keberadaan sumberdaya pesisir dapat tetap terjaga dan lestari di kawasan Pulau Menjangan adalah dengan penambahan atribut rehabilitasi terhadap ekosistem terumbu karang dan mangrove serta diberlakukannya fee konservasi, sehingga mampu meningkatkan nilai seluruh level model ekologis.Kata-kata kunci : model dinamik, sumberdaya pesisir, kawasan pulau Menjangan