Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : EDULEC

Pola Perilaku Sosial Masyarakat Dalam Mempertahankan Budaya Lokal (Studi Kasus Pembuatan Rumah di Desa Minanga Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa) Rilmi Eptiana; Arfenti Amir; Akhiruddin; Sriwahyuni
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 1 No 1 (2021): December (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v1i1.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui bagaimana pola perilaku sosial masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal pembuatan rumah di Desa Minanga Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa 2) mengetahui mengapa budaya lokal pembuatan rumah masih dipertahankan bagi masyarakat di Desa Minanga Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa 3) mengetahui apa dampak budaya lokal pembuatan rumah bagi masyarakat di Desa Minanga Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Adapun jumlah informan 14 orang dengan rincian anggota masyarakat yang memiliki rumah 20-39 tahun 3 orang dan yang baru memiliki rumah 1-13 tahun 3 orang, tokoh adat 1 orang, ketua pemuda 2 orang, Tokoh Agama 1 orang dan Kepala Tukang bangunan 4 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi, Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan member check untuk memperoleh keabsahan data. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, 1) Pola perilaku sosial dalam mempertahankan budaya lokal pembuatan rumah yaitu (a) Gotong royong (b) Tolong menolong. 2) Alasan budaya lokal pembuatan rumah masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Minanga antara lain (a) Merupakan suatu tradisi sejak zaman nenek moyang yang diwariskan secara turun-temurun (b) Mempunyai ciri khas dan keunikan. 3) Dampak budaya lokal pembuatan rumah yaitu, dampak positifnya seperti merasa nyaman dan terhindar dari segala penyakit dalam menghuni rumah, sedangkan dampak negatif tidak merasa nyaman dalam menghuni rumah dan terjadinya kebakaran jika membangun rumah tidak sesuai dengan kebiasaan.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Sekolah Akhiruddin; Khairil Ikhsan; Hasnah; Mardiah; Nursia
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 2 No 1 (2022): April (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v2i1.28

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw  dalam meningkatkan hasil belajar sosiologi siswa kelas XI SMAN 16 Makassar di Sekolah. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dengan 4 tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan  dan refleksi di kelas XI SMAN I6 Makassar dengan jumlah siswa 21 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah Observasi, Data tes hasil belajar dan Angket. Sedangkan Teknik Analisis Data yaitu data hasil belajar siswa berupa tes akan dianalisis dengan menggunakan skor yang berdasarkan penilaian acuan patokan, dihitung berdasarkan skor maksimal yang mungkin dicapai oleh siswa. Berdasarkan hasil analisis penelitian tindakan kelas dari siklus I sampai siklus II maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan  hasil belajar Sosiologi setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas XI SMAN 16 Makassar. Adapun penelitian tindakan kelas yaitu hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari nilai rata-rata siswa pada siklus I sebesar 77,61 dengan persentase 71,4% mengalami kenaikan hasil belajar pada siklus II sebesar 3,96 dengan nilai rata-rata siswa mencapai 81,57 dengan presentasi ketuntasan sebesar 80,95%. Keseluruhan hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi mengalami peningkatan dan telah mencapai rata-rata indikator capaian minimal sebesar 75%.
Esensi Pembelajaran Daring di Era New Normal (Studi SMA Negeri 12 Makassar) Naomi Tanggu; Akhiruddin; Suhardianto Suhardianto; Jalal
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 2 No 3 (2022): December (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v2i3.91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana esensi pembelajaran daring di era new normal SMA Negeri 12 Makassar, untuk mengetahui problematika pembelajaran daring di era new normal SMA Negeri 12 Makassar, dan untuk mengetahui dampak dari adanya esensi pembelajaran daring di era new normal SMA Negeri 12 Makassar. Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan informan siswa SMA Negeri 12 Makassar yang mengalami proses pembelajaran daring di era new normal, guru SMA Negeri 12 Makassar, dan kepala sekolah SMA Negeri 12 Makassar. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen kunci adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data penyajian data, dan penarikan kesimpulan.             Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa esensi pembelajaran daring di era new normal SMA Negeri 12 Makassar menggunakan media pembelajaran yaitu Whatsapp Group, Google Classroom, Google Meet, Zoom, esensi pembelajaran daring di era new normal SMA Negeri 12 Makassar telah diberlakukan sekolah online atau belajar dirumah untuk mewaspadai penyebaran wabah Covid-19 di lingkungan sekolah SMA Negeri 12 Makassar. Problematika pembelajaran daring di era new normal SMA Negeri 12 Makassar yaitu mengalami problematika dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran daring tidak langsung berjalan dengan baik semacam yang diharapkan oleh banyak orang. Adapun yang menjadi dampak dari adanya esensi pembelajaran daring di era new normal SMA Negeri 12 Makassar, dampak positifnya, siswa mengerjakan tugas di rumah tanpa harus ke sekolah, siswa lebih kreatif dan mandiri, komunikasi dengan siswa lebih cepat. Sedangkan dampak negatifnya, masalah dengan kuota internet, siswa jadi lebih sering memegang HP, siswa sering menyepelekan dan menganggap remeh dari pembelajaran daring ini.
Peran Guru Dalam Membangun Karakter Siswa Kelas X IPS 1 di SMA Nasional Makassar Arfenti Amir; Akhiruddin; Gusti Rani; Hasanudin Kasim
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 4 No 1 (2024): Vol. 4 No. 1 (2024): April (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v4i1.215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Peran guru dalam membangun karakter siswa kelas X IPS 1 SMA Nasional Makassar, 2. Strategi apa yang dilakukan oleh guru dalam membangun karakter siswa 3. Dampak positif dan negatif dalam membangun karakter siswa. Dengan menggunakan penelitian kualitatif yang datanya berupa kata, tertulis uraian dari responden. Dengan informan yang ditentukan dengan teknik purposive sampling adalah (1). Informan kunci yaitu kepala sekolah, (2). Informan utama yaitu Guru sosiologi 1 orang , Guru Bk 1 orang, Guru Agama 1 orang dan Orang tua murid kelas X IPS 1, dan (3). Informan pendukung yaitu Siswa 5 orang kelas X IPS 1. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian di SMA Nasional Makassar tentang peran guru dalam membangun karakter siswa meliputi guru sebagai pendidik, guru sebagai pengajar, guru sebagai motivator, guru sebagai demonstrator, dan guru sebagai inspiratory. Dalam membangun karakter siswa yang baik, guru menggunakan berbagai strategi yang berbeda-beda seperti guru berceramah, guru memberi nasehat/pemahaman, dan demonstrasi. Adapun dampak dalam membangun karakter siswa yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif dalam membangun karakter siswa yaitu Meningkatnya pengetahuan tentang moral, Meningkatnya perasaan sikap moral siswa, dan Meningkatnya tindakan/perbuatan moral siswa. Sedangkan Dampak negatifnya dikarenakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi, diantaranya adalah masalah lingkungan/pergaulan dan faktor kurangnya perhatian dari keluarga/orang tua.