Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

The Application of Problem Solving Reasoning (PSR) in Improving Students’ Metacognitive at the Twelfth Grade Students of SMAN 19 Makassar Sujarwo, Sujarwo; Akhiruddin, Akhiruddin; Salemuddin, Muh. Reski; Sabillah, Bellona Mardhatillah; Sriwahyuni, Sriwahyuni
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol 1, No 2 (2019): June 2019
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v1i2.1525

Abstract

The study describes the students’ thinking skill, and metacognitive in problem solving reasoning (PSR) learning model at SMAN 19 Makassar in the academic year 2018/2019. The design of this research was Classroom Action Research (CAR) in which subject was students social science eleventh grade students that consisted of 69 students. Data were collected by using a problem-solving reasoning tests in the form of multiple choice, essay, oral and practice tests. Data of problem solving reasoning (PSR) abilities were analyzed quantitatively and qualitatively. The results of this study show that: (1) The application of problem solving reasoning (PSR) can improve the statistical students’ metacognitive of social science eleventh grade students. In cycle I, the students’ English outcomes average reached 59.2, whereas in cycle II was successfully increased into 84.8, In cycle I, the students’ sociology and anthropology outcomes average reached 60.9, whereas in cycle II was successfully increased into 88.5 and in cycle I, the students’ Art and Culture outcomes average reached 62.3, whereas in cycle II was successfully increased into 86.9. (2) The application of problem solving reasoning (PSR) can improve students' metacognitive of social science XI grade students. These results indicate that there has been an increasing in percentage mastery learning by 20% from cycle I to cycle II.
Eksistensi Budaya Pesta Sekolah dI Desa Golo Lebo Kecamatan Elar Kabupaten Manggarai Timur Sriwahyuni Sriwahyuni; Muh. Reski Salemuddin; Visensia H Visensia H
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 9, No 3 (2021): EQUILIBRIUM JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.054 KB) | DOI: 10.26618/equilibrium.v9i3.5955

Abstract

Pendidikan di Indonesia masih merupakan investasi yang mahal sehingga diperlukan perencanaan keuangan. Pesta sekolah merupakan wujud dukungan dan bentuk kebersamaan masyarakat Manggarai yang sangat tinggi untuk membantu sesama yang mengalami kesulitan dalam membiayai pendidikan anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui mengapa budaya pesta sekolah tetap dipertahankan sampai sekarang di Desa Golo Lebo Kecamatan Elar Kabupaten Manggrai Timur. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penentuan informan pada penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Pesta sekolah atau sering disebut wuat Wa’i ritual doa bersama saat seseorang atau anggota keluarga merantau (studi). Simbol yang dipakai saat acara (berdoa) yaitu dengan dibunuhnya seekor ayam putih sebagai silih persembahan. Dagingnya dimakan bersama dan bagian dalam ditaruh dalam wadah lalu diberikan kepada leluhur sebagai symbol bahwa mereka juga hadir dalam upacara tersebut dan selalu membimbing si calon perantau. dan harapan itu bisa disimbolkan dengan ungkapan lalong bakok du lakom lalong rombeng du kolem yang artinya pergi dengan sebuah harapan semoga pulang membawa keberhasilan. Dan jika si anak menyelesaikan kuliah kelak dan jika si anak menyelesaikan kuliah kelak maka dilakukan pula acara syukuran dengan menyembelih seeokor ayam hitam sebagai ungkapan syukur dan terimakasih kepada tuhan dan para leluhur yang telah melindungi dan membimbing si anaka selama menyelesaikan studinya ditanah rantau. Pesta sekolah masih tetap dipertahankan sampai saat ini di Desa Golo Lebo karena sangat bermanfaat bagi perkembangan anak, sebagai ajang memberikan nasihat bagi anak yang akan melanjutkan pendidikan serta sebagai pemupuk rasa persaudaraan/persatuan diantara warga masyarakat. Kata Kunci: Eksistensi, Pesta  Sekolah, Budaya, Persaudaran
Strategi Belajar Siswa Berprestasi di SMA Negeri 17 Makassar Sriwahyuni Sriwahyuni; Muh. Reski Salemuddin
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 1, No 2 (2019): Peqguruang Volume 1, Nomor 2, Nopember 2019
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.53 KB) | DOI: 10.35329/jp.v1i2.575

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui (1) Bagaimana kebiasaan belajar siswa berprestasi, (2) Bagaimana strategi belajar yang digunakan siswa berprestasi di SMA Negeri 17 Makassar. Penelitian tersebut menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI SMA Negeri 17 Makassar. Pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling. Adapun hasil penelitian tersebut adalah (1) Siswa selalu menempati posisi dan duduk pada barisan yang terdepan dan selalu aktif dalam setiap proses belajar-mengajar serta kemampuan dalam menguasai setiap pelajaran sehingga setiap siswa tersebut menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, (2) Strategi belajar yang digunakan oleh siswa berpestasi; (a) Menyusun jadwal belajar dan kegiatan lain kemudian mereka melakukan kegiatan tersebut sesuai dengan jadwal yang telah disusun termasuk menyempatkan belajar pada malam hari sebelum tidur; (b) Membaca buku pelajaran yang mereka anggap menarik untuk dibaca dan dipahami, pada bagian bacaan yang dianggap penting mereka menandai dengan stabilo, membaca bab-bab yang penting dengan membuat catatan-catatan kecil sesuai dengan apa yang mereka dapati; (c) Mereka mengikuti pelajaran seperti pada siswa lainnya di dalam kelas namun mengulangi kembali pelajaran saat mereka telah berada di rumah; (d) Konsentrasi belajar dengan situasi dan suasana sepi, belajar sambil mendengarkan musik dan/atau menonton televisi serta belajar ketika dalam keadaan mood yang baik.
PERAN GURU SOSIOLOGI DALAM MEMBENTUK SIKAP DISIPLIN BELAJAR SISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI 19 MAKASSAR Salvinus Asman; Sriwahyuni; Muh. Indrabudiman; Akhiruddin
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 1 No. 7: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.68 KB) | DOI: 10.53625/jcijurnalcakrawalailmiah.v1i7.1794

Abstract

Peran Guru Sosiologi Dalam Membentuk Sikap Disiplin Belajar Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 19 Makassar yaitu persoalan permasalahan siswa kelas XI IPS SMA Negeri 19 Makassar yang terlambat mengikuti pembelajaran, terlambat mengumpulkan tugas, keluar masuk media pembelajaran ketika menggunakan zoom sehingga guru sosiologi memutuskan untuk melaksanakan pembelajaran dengan media group whatsApp. Dengan menggunakan group whatsApp peneliti melihat guru sosiologi selalu menyampaikan informasih lebih dulu mengenai persiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran seperti peraturan tatat tertib, tugas, ulangan ketika sebelum memulai pembelajaran, tetapi tetap masih ada siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 19 Makassar yang terlambat mengerjakan tugas, mengabsen diluar kegiatan pembelajaran, dan bahkan masih ada siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 19 Makassar yang tidak mengikuti pembelajaran tanpa pemberitahuan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran guru sosiologi dalam membentuk sikap disiplin belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 19 Makassar. Jenis penelitian kualitatif deskriptif. Instrument kunci adalah peneliti sendiri, dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data di analisis dengan cara mereduksi data, memaparkan data, dan menarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa peran guru sosiologi dalam membentuk sikap disiplin belajar siswa kelas XI IPS SMA Negeri 19 Makassar berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang didapatkan bahwa metode pembelajaran guru sosiologi dapat membentuk sikap disiplin belajar siswa adalah metode penugasan, metode memberi tahu atau ceramah, membiasakan kerapian, penilaian, memberikan teladan dan contoh, memberikan motivasi, dan dengan memberikan teguran dengan cara yang baik. Adapun hasil temuan penelitian yang sudah dilakukan antara lain; (1) Guru berperan sebagai pengajar, contohnya guru memberi tugas kepada siswa, (2) Guru berperan sebagai pendidik contohnya guru memberikan teguran yang mendidik kepada siswa seperti kerapiannya, (3) Guru berperan sebagai teladan dan contoh, contohnya guru yang selalu tepat waktu, guru tertib dalam berpakaian sesuai dengan jadwal, serta selalu bersikap baik, (4) Guru berperan sebagai evaluator contohnya guru mengawasi perubahan siswa setiap dalam proses pembelajaran, agar guru dapat melihat perubahan yang dilakukan siswa, (5) Guru berperan sebagai penasehat, contohnya guru memberi nasehat kepada siswa jika siswa melakukan kesalahan. yaitu dengan cara memberi peringatan, (6) Guru berperan sebagai motivator contohnya guru membengkitkan semangat siswa dengan cerita-cerita yang inspiratif, (7) Guru berperan sebagai konselor. contohnya guru memberikan solusi kepada siswa yang memiliki kesulitan dalam melaksanakan peraturan sekolah.
MAKNA UPACARA REBA (STUDI KEHIDUPAN TERHADAP MASYARAKAT DI DESA NGORANALE KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADANUSA TENGGARA TIMUR) Florentina Ripo; Sriwahyuni Sriwahyuni; Muh. Indrabudiman; Akhiruddin Akhiruddin
JISOS: JURNAL ILMU SOSIAL Vol. 1 No. 2: Maret 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.369 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Bagaimana proses pelaksanaan upacara reba bagi masyarakat di Desa Ngoranale Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada Nusa Tenggara Timur, Untuk mengetahui Mengapa upacara reba masih dipertahankan bagi masyarakat di Desa Ngoranale Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngda Nusa Tenggara Timur, Dan untuk mengetahui apa dampak upacara reba jika tidak diterapkan bagi masyarakat di Desa Ngoranale Kecamatan Bajawa Kabupaten Ngada. Penelitian ini menggunakan penelitian Kualitatif Deskriptif dengan informan masyarakat, tokoh adat, tokoh pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh pendidikan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dan analisis data yang digunakan adalah secara kualitatif peneliti menggunakan member chek untuk keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sebelum proses upacar reba ini berlangsung seluruh anggota keluarga akan melakukan beberapa tahahapan yang harus dilakukan oleh masyarakat yang ikut melibatkan diri di dalam upacara reba, dan setiap anggota kelurga harus kompak dalam melaksanakan upacara tersebut yang dipandu oleh ketua adat di dalam kampung. Masyarakat masih mempertahankan dimana masyarakat akan lebih menghayati dan mengembangkan budaya sendiri karena dengan berakar mengenal budaya sendiri dan memberikan kontribusi yang lebih psitif dalam bermasyarakat. Dan dampak sering terjadi adalah hilangnya suatu rejeki di dalam hidup, bencana alam berkepanjangan, sakit yang tak kunjung sembuh
Pola Perilaku Sosial Masyarakat Dalam Mempertahankan Budaya Lokal (Studi Kasus Pembuatan Rumah di Desa Minanga Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa) Rilmi Eptiana; Arfenti Amir; Akhiruddin; Sriwahyuni
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 1 No 1 (2021): December (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.015 KB) | DOI: 10.56314/edulec.v1i1.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui bagaimana pola perilaku sosial masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal pembuatan rumah di Desa Minanga Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa 2) mengetahui mengapa budaya lokal pembuatan rumah masih dipertahankan bagi masyarakat di Desa Minanga Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa 3) mengetahui apa dampak budaya lokal pembuatan rumah bagi masyarakat di Desa Minanga Kecamatan Bambang Kabupaten Mamasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kualitatif. Adapun jumlah informan 14 orang dengan rincian anggota masyarakat yang memiliki rumah 20-39 tahun 3 orang dan yang baru memiliki rumah 1-13 tahun 3 orang, tokoh adat 1 orang, ketua pemuda 2 orang, Tokoh Agama 1 orang dan Kepala Tukang bangunan 4 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi, Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan member check untuk memperoleh keabsahan data. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, 1) Pola perilaku sosial dalam mempertahankan budaya lokal pembuatan rumah yaitu (a) Gotong royong (b) Tolong menolong. 2) Alasan budaya lokal pembuatan rumah masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Minanga antara lain (a) Merupakan suatu tradisi sejak zaman nenek moyang yang diwariskan secara turun-temurun (b) Mempunyai ciri khas dan keunikan. 3) Dampak budaya lokal pembuatan rumah yaitu, dampak positifnya seperti merasa nyaman dan terhindar dari segala penyakit dalam menghuni rumah, sedangkan dampak negatif tidak merasa nyaman dalam menghuni rumah dan terjadinya kebakaran jika membangun rumah tidak sesuai dengan kebiasaan.
Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Pendidikan Anak di Masa Pandemi Covid-19 (Studi Anak SD Kelas III di SD Inpres 6/86 Botto Padang Kecamatan Kahu Kabupaten Bone) Husnawati; Sriwahyuni; Abdul Malik Iskandar
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 2 No 1 (2022): April (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.84 KB) | DOI: 10.56314/edulec.v2i1.27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran orang tua dalam mendampingi pendidikan anak SD kelas III di SD Inpres 6/86 Botto Padang Kecamatan Kahu Kabupaten Bone di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Penentuan Informan menggunakan teknik Purposive Sampling  sehingga informan yang dipilih dalam penelitian ini yaitu orang tua siswa kelas III SD Inpres 6/86 Botto Padang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.    Hasil dari penelitian ini yaitu, orang tua siswa kelas      III SD Inpres 6/86 telah berperan aktif dalam mendampingi anak pada pembelajaran daring. Bentuk peran orang tua dalam mendampingi anak pada pembelajaran daring yaitu (a) Mengawasi kegiatan belajar anak: Dalam pelaksanaan pembelajaran daring yang tidak terlepas dari pengawasan orang tua. Orang tua harus meluangkan waktunya untuk mendampingi anak agar proses pembelajaran dapat berlangsung sesuai dengan yang diharapkan. (b) Memberikan motivasi: Agar anak tidak merasa jenuh dan bosan selama pembelajaran daring berlangsung maka orang tua memberikan semangat dalam mengikuti pembelajaran daring. (c) Menyediakan fasilitas belajar: Orang tua juga telah menyediakan fasilitas belajar seperti handphone, kuota internet, alat tulis menulis dan fasilitas lainnya untuk menunjang proses pembelajaran daring. (d) Membantu mengatasi kesulitan belajar anak: Dalam proses pembelajaran daring anak mengalami kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan oleh guru sehingga dibutuhkan bantuan dari orang tua untuk mengatasi melalui dengan mencari informasi melalui internet dan berbagai media lainya.
Pelatihan Penggunaan Aplikasi Mendeley Dalam Penyusunan Tugas Akhir Bagi Mahasiswa Farmasi Universitas Megarezky Andi Meinar Dwi Rantisari; Vivit Rosmayanti; Sriwahyuni Sriwahyuni; Muliaty Ibrahim; Sukmawati Sukmawati; Adriandy Saleh
Journal of Social Responsibility Projects by Higher Education Forum Vol 3 No 3 (2023): Maret 2023
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.983 KB) | DOI: 10.47065/jrespro.v3i3.3269

Abstract

Writing scientific papers is one of the obligations of students as a condition for completing studies. However, in their preparation, students are often trapped in unintentional acts of plagiarism, namely copying and pasting a written work without putting in the source. Therefore, the existence of a software that functions as a "citation & reference manager" is a necessity. The Mendeley application helps students in inserting, writing, and formatting citations. This Community Service activity was held on Tuesday, June 7 2022 and was presented in the form of a workshop involving 40 final year Bachelor of Pharmacy students. The method of implementing the activity is divided into 3 systematic stages, namely education, device installation, and practice using Mendeley. The survey method was used to evaluate the results of the activity by distributing questionnaires to all participants before and after attending the training. The results of this activity were that after attending the training, all participants can use the Mendeley application well, starting from software installation on their respective devices, creating accounts, synchronizing the Mendeley application on MS Word, online library searches, and making bibliography automatically. with a customized citation style. The conclusion based on the survey results showed that there was a significant increase in the understanding and ability of Megarezky University Pharmacy students after attending the training. This shows that this activity has a positive impact in helping students manage citations and references in preparing their final project to avoid plagiarism.
PENDAMPINGAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH ANGGOTA IKATAN PELAJAR MAHASISWA LUWU MELALUI PEMANFAATAN APLIKASI PUBLISH OR PERISH Muhammad Yahrif; Vivit Rosmayanti; Sri Wahyuni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 2 (2023): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i2.13675

Abstract

Abstrak: Penulisan artikel ilmiah masih menjadi hambatan bagi para mahasiswa untuk menyelesaikan studi akhir mereka. Umumnya mereka kesulitan untuk menulis dan mempublikasikan naskah mereka karena mereka belum terlatih atau bahkan mereka tidak perna mempublikasikan tulisan mereka ke journal online. Oleh karena itu, mahasiswa perlu diberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kompetensi mereka melalui pendampingan penulisan artikel ilmiah. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, dan peningkatan kompetensi mahasiswa khususnya mahasiswa yang terhimpun dalam organisasi IPMIL Luwu Raya. Mitra pada kegiatan pengabdian ini adalah organisasi IPMIL Luwu Raya dan Enlish Community of Megarezky Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, yang terdiri dari 35 peserta. Adapun bentuk kegiatan pengabdian ini terdiri dari (1) Persiapan; (2) Pelaksanaan; dan (3) Evaluasi. Untuk mengukur ketercapaian tujuan kegiatan pengabdian dilakukan instrument soal pretest dan posttest. Berdasarkan hasil yang diperoleh bahwa terjadi peningkatan nilai rerata pretest yang awalnya 38 menjadi 83. Seluruh peserta (100%) memperoleh peningkatan skor nilai pretest-posttest. Tim kegiatan pengabdian menyimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dan pendampingan penulisan artikel ilmiah dengan pemanfaatan aplikasi Publish or Perish dapat meningkatkan kemampuan dan pemahaman mahasiswa dalam menulis artikel ilmiah.Abstract: Writing scientific articles is still an obstacle for students to complete their final studies. Generally, they find it difficult to write and publish their manuscripts because they have not been trained or even they do not want to publish their writings to online journals. Therefore, students need to be given training to improve their knowledge, understanding, and competence through assistance in writing scientific articles. The purpose of this community service activity is to provide knowledge, understanding, and improvement of student competencies, especially students gathered in the IPMIL Luwu Raya organization. Partners in this service activity were the IPMIL Luwu Raya organization and the Enlish Community of Megarezky Makassar City, South Sulawesi Province, which consisted of 35 participants. The form of this service activity consisted of (1) Preparation; (2) Implementation; and (3) Evaluation. To measure the achievement of the objectives of service activities, instruments were carried out about pretest and posttest. Based on the results obtained, there was an increase in the average pretest value which was originally 38 to 83. All participants (100%) obtained an increase in pretest-posttest scores. The service activity team concluded that training activities and assistance in writing scientific articles with the use of the Publish or Perish application can improve students' ability and understanding in writing scientific articles.
A Survey of Wuat Wa’i Ritual Culture As Solidarity Value Of Golo Lebo Community Sriwahyuni; Muh. Reski Salemuddin; Arfenti Amir; Abdul Malik Iskandar; Jalal
JPTK : JURNAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS Vol 1 No 1 (2022): MAY : IJOLEH
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.478 KB) | DOI: 10.56314/ijoleh.v1i1.40

Abstract

Pesta sekolah or known wuat wa’I ritual is a form to support and the togetherness from the Manggarai community to help others who have difficulties in funding their son and girl in education. The purpose of this research is to find out why the wuat wa’I ritual culture has been survive until now in Golo Lebo Village. The research used qualitative type in a descriptive approach. Determination of informants in this study using snowball sampling technique. The symbol used during the event (prayer) is to slaughter a white chicken as an offering. The meat was eaten together and the inside is put in a container and then given to the ancestors as a symbol that they are also present at the ceremony and always guide the prospective nomad, and that hope can be symbolized by the expression lalong bakok du lakom lalong rombeng du kolem which means to go with a hope that the return will bring success. And if they finished college later, a thanksgiving event will also be held by slaughtering a black chicken as an expression of gratitude and gratitude to God and the ancestors who had protected and guided them while completing their studies in out of their land. In wuat wa'i ritual in an attitude of solidarity is manifested which is not hindered by certain forms of diversity. All community groups are present together to help the parties concerned. As conclusion that Wuat wa'i is very well known by the wider community in Manggarai. Because it is not told orally and handed down from generation to generation, but all people, from young children to adults are always involved in the wuat wa'i event.