Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Rekomendasi Aktivitas Fisik untuk Masyarakat Indonesia Arif Wicaksono
Indonesian Journal of Sport and Tourism Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijst.v8i1.105495

Abstract

Aktivitas fisik dan perilaku sedenter berkaitan erat dengan kebugaran dan kesehatan masyarakat di masa kini. Pedoman aktivitas fisik yang dikeluarkan WHO pada tahun 2010 disempurnakan dengan pedoman tentang aktivitas fisik dan perilaku sedenter dengan rekomendasi untuk Kelompok usia 5-17 tahun, kelompok usia 18-64 tahun, kelompok usia 65 tahun ke atas, kelompok wanita hamil, kelompok wanita pasca melahirkan, kelompok penderita penyakit kronis, dan kelompok penyandang disabilitas dengan variasi kuantitas dan intensitas aktivitas fisik. Kajian literatur dilakukan pada 24 literatur dari dalam dan luar negeri dengan database PubMed dan Google Scholar dalam 10 tahun terakhir. Khusus kelompok usia 18-64 tahun dan kelompok usia 65 tahun ke atas di Indonesia direkomendasikan untuk melakukan aktivitas fisik selama 20 menit/ hari dengan intensitas sedang dan rutin memeriksa indeks massa badan setiap minggu. Pemerintah daerah dapat mengadakan acara jalan, lari, atau bersepeda rutin melintasi bangunan, jalan, atau titik khas atau bersejarah di satu kota untuk mendukung pariwisata olahraga.
Pariwisata Olahraga Saat Ini: Peluang dan Tantangan Arina Nurfianti; Arif Wicaksono
Indonesian Journal of Sport and Tourism Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijst.v8i1.105496

Abstract

Kepedulian terhadap kesehatan dan kebugaran saat ini telah menjadi tren global yang tampak dari semakin banyak orang yang terlibat dalam aktivitas fisik/ olahraga secara rutin sepanjang masa dewasanya. Hal ini tercermin dari meningkatnya pasar yang berkaitan dengan sektor olahraga. Salah satu tren pasar adalah pariwisata aktif yang mengacu pada kegiatan fisik yang dilakukan di lingkungan alami dalam suatu destinasi wisata. Pariwisata olahraga merupakan jenis pariwisata yang relatif baru dan telah berkembang pesat dalam beberapa waktu terakhir yang membuka peluang sekaligus menciptakan tantangan. Artikel ini merupakan kajian literatur ilmiah yang menggunakan sumber pencarian pada database PubMed dan Google Scholar dengan fokus pada artikel tentang pariwisata olahraga dari dalam dan luar negeri yang diterbitkan pada periode tahun 2015-2025. Terdapat 24 artikel yang memenuhi kriteria yang digunakan dalam kajian literatur ini. Hasil menunjukkan berkembangnya pariwisata olahraga di Indonesia dan mancanegara yang berpotensi meningkatkan kesehatan, pendapatan daerah, dan pamor daerah. Adapun tantangan yang dihadapi adalah persiapan dan penanganan yang paripurna untuk kejadian medis pada saat event; perbedaan suhu, lingkungan, dan budaya peserta event; dan bagaimana membuat industri pariwisata olahraga yang berkelanjutan.
Land Use Change Pattern of Change and Strategy Directions for Spatial Utilization Control in Bogor Regency Nur Irfan Asyari; Santun R. P Sitorus; Arif Wicaksono
Journal of World Science Vol. 3 No. 7 (2024): Journal of World Science
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jws.v3i7.665

Abstract

The designation of Bogor Regency as a National Activity Center encourages regional development, a very high population leads to rapid development and uncontrolled land use change. Therefore, spatial modeling based on land change prediction is needed that can be used as a basis for directing spatial utilization control policies. The purpose of this research is to know and analyze the pattern of land use change and analyze the direction of spatial use control strategies in Bogor Regency. The research was conducted in Bogor Regency. The analysis used ArcGIS 10.8 Overlay and IDRISI Selva Edition and ISM v. 2.3. The results of the analysis of land use change in between 1997 and 2010, 87.98% of land use remained unchanged, while 12.01% changed. From 2010 to 2023, 73.16% remained unchanged, and 26.84% changed. The predominant land change pattern was from Dry Land Agriculture to Dry Land Agriculture-Rice Fields, while the least common was Open Land to Dry Land Agriculture and back to Open Land. By 2036, expected increases include settlements, shrubs, and Open Land, with decreases anticipated in dryland agriculture, forests, and paddy fields. The alignment of land use with the RTRW spatial plan shows 58.68% aligned, 23.85% transitional, and 17.46% misaligned. It is recommended to maintain land use aligned with the spatial plan, utilize transitional areas, and revise the RTRW for areas that are permanently misaligned. Strategies to control spatial utilization include enhancing technical training, improving infrastructure, aligning staff with organizational needs, and refining spatial planning policies and dispute resolution.