Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pariwisata Olahraga Saat Ini: Peluang dan Tantangan Arina Nurfianti; Arif Wicaksono
Indonesian Journal of Sport and Tourism Vol. 8 No. 1 (2026): June
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijst.v8i1.105496

Abstract

Kepedulian terhadap kesehatan dan kebugaran saat ini telah menjadi tren global yang tampak dari semakin banyak orang yang terlibat dalam aktivitas fisik/ olahraga secara rutin sepanjang masa dewasanya. Hal ini tercermin dari meningkatnya pasar yang berkaitan dengan sektor olahraga. Salah satu tren pasar adalah pariwisata aktif yang mengacu pada kegiatan fisik yang dilakukan di lingkungan alami dalam suatu destinasi wisata. Pariwisata olahraga merupakan jenis pariwisata yang relatif baru dan telah berkembang pesat dalam beberapa waktu terakhir yang membuka peluang sekaligus menciptakan tantangan. Artikel ini merupakan kajian literatur ilmiah yang menggunakan sumber pencarian pada database PubMed dan Google Scholar dengan fokus pada artikel tentang pariwisata olahraga dari dalam dan luar negeri yang diterbitkan pada periode tahun 2015-2025. Terdapat 24 artikel yang memenuhi kriteria yang digunakan dalam kajian literatur ini. Hasil menunjukkan berkembangnya pariwisata olahraga di Indonesia dan mancanegara yang berpotensi meningkatkan kesehatan, pendapatan daerah, dan pamor daerah. Adapun tantangan yang dihadapi adalah persiapan dan penanganan yang paripurna untuk kejadian medis pada saat event; perbedaan suhu, lingkungan, dan budaya peserta event; dan bagaimana membuat industri pariwisata olahraga yang berkelanjutan.
KONTRIBUSI BRICS PARTNERSHIP ON NEW INDUSTRIAL REVOLUTION (PartNIR) TERHADAP EKONOMI DIGITAL BERBASIS KECERDASAN BUATAN DI TIONGKOK TAHUN 2019-2025 Muhammad Ikhsan; Arif Wicaksono
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 13: Edisi I Januari - Juni 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The transformation of China’s AI driven digital economy faces structural constraints in the form of a fragmented digital ecosystem, largely shaped by the dominance of walled garden strategies employed by major technology companies such as Baidu, Alibaba, and Tencent. This fragmentation limits cross-sectoral data interoperability and is further exacerbated by global geopolitical pressures and dependence on Western technological infrastructure. In response, China leverages the BRICS Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) as a strategic instrument to enhance domestic efficiency and strengthen technological sovereignty. The findings indicate that BRICS PartNIR serves as a platform of legitimacy for the norm of AI sovereignty, supporting the implementation of China’s national AI policies. Standardization within this regime acts as a forcing mechanism that encourages domestic technology firms to adopt more open systems in order to enhance intra-BRICS market integration. Keywords: BRICS PartNIR, Digital Economy, Artificial Intelligence (AI), China, International Regime, Digital Sovereignty, Interoperability