Setyawati Karyono
Laboratorium Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Model Mencit Alergi dengan Paparan Kronik Ovalbumin Barlianto, Wisnu; Kusuma, Mohamad Slamet Chandra; Karyono, Setyawati; Mintaroem, Karyono
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 25, No 1 (2009)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.47 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2009.025.01.1

Abstract

ABSTRACTHistology expression in asthma show inflammatory processes and airway structural changes. Treatmentdevelopment in asthma needs appropriate animal models but most animal models use short term allergenexposure. The aim of this research was to create develop allergic mouse model with allergic inflammationand structural changes histology expression. Eight female BALB/c mice, 6-12 weeks old, 80-100 gramswere divided into two groups. The first group were exposed to a normal saline solution where the secondgroup received ovalbumin. Mice were sensitized by intraperitoneal injection of ovalbumin on day 0 and 14and challenged by nebulization of 1% ovalbumin three times weekly for 6 weeks. Twenty four hours afterfinal exposure, the mice were sacrificed by lethal cardiac puncture. The level of total IgE in serum weremeasured by ELISA and IL-4 receptor expression were examinated by immunohistochemistry.Morphometric analysis was performed to count inflammatory cells, eosinophil, goblet cells, epithel andsmooth muscle thickness. Differences between the control and exposed mice were analyzed by Mann-Whitney test. There were a significant differences in total IgE serum and expression IL-4 receptor betweenthe two groups (P < 0,05). The morphometric analyzing also demonstrated significant differences betweenthese two groups (P < 0,05). Chronic ovalbumin exposure through inhalation produced allergicinflammation and airway structural changes.Keywords: allergic inflammation, mouse models, chronic exposure, ovalbumin
Efek Ekstrak Etanolik Daun Sirsak pada Proliferasi dan Apoptosis Sel HeLa yang Dimediasi oleh p53 Rachmawati, Ermin; Karyono, Setyawati; Suyuti, Hidayat
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 27, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.589 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2012.027.01.5

Abstract

Kanker  serviks  merupakan  penyebab  utama  kedua  kematian  kanker  pada wanita  di seluruh  dunia, menyebabkan  240.000 kematian  setiap  tahunnya.  Ekstrak  daun  Annona  muricata  berpotensi  baik  sebagai  obat  anti  kanker .  T ujuan  dari  penelitian ini  adalah  untuk  mengetahui  pengaruh  ekstrak  etanol  daun  sirsak  (Annona  muricata)  dalam  menghambat  dan menginduksi  aktivasi apoptosis yang dimediasi oleh stabilisasi p53 pada pertumbuhan kanker serviks.  Sebuah percobaan in vitro dilakukan dengan menggunakan kultur sel HeLa. Penghambatan proliferasi diukur dengan MTT assay. Apoptosis dideteksi  dengan  menggunakan  flowcytometry  Annexin  V  Biotin  Kit  Apoptosis  Detection.  Konfirmasi  dan  perhitungan ekspresi  p53  ditentukan  oleh  imunocytochemistry.  Ekstrak  etanol  dari  daun  Annona muricata  secara  efektif  menghambat proliferasi sel HeLa dengan dosis tertentu pada paparan 48 jam. Nilai  IC50 ekstrak etanol daun Annona muricata adalah 111,75  ug/ml.  200  mg/ml  ekstrak  menginduksi  apoptosis  sel  HeLa  tergantung  dari  lama  pemaparan.  Ekstrak  ini  juga meningkatkan  ekspresi  p53  sel  HeLa  tergantung  dosis  pemberian  (25,  50,  100,  200  μg/ml)  dan  lama  pemberian  (24  dan  48 jam).  Dapat  disimpulkan  bahwa  ekstrak  etanol  daun  sirsak  menghambat  pertumbuhan  sel  HeLa  dan  menginduksi apoptosis.  Mekanisme  ekstrak  daun  sirsak  menghambat  proliferasi  dan  apoptosis  inducing  berhubungan  dengan stabilisasi  dan  aktivasi  p53.Kata  Kunci:  Daun  Annona  muricata,  apoptosis,  ekstrak  etanol,  proliferasi,  ekspresi  p53
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BIJI JINTEN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP KADAR GSH, MDA, JUMLAH SERTA FUNGSI SEL MAKROFAG ALVEOLAR PARU TIKUS WISTAR YANG DIPAPAR ASAP ROKOK KRONIS Marwan, Marwan; Widjajanto, Edi; Karyono, Setyawati
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 21, No 3 (2005)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.463 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2005.021.03.2

Abstract

Cigarette smoke is the main risk factor of chronic  obstructive pulmonary disease (COPD). Several studies about COPD has focused on the oxidative stress in lung. Oxidative stress was related to inactivation of antiprotease enzymes, airway epithelial destruction and proinflammatory genes expression. Antioxidant may useful for treatment of COPD. Black seed (Nigela sativa) studies have showed that black seedhas antioxidant activity. The aim of this research  was to prove that black seed crude extract can protect wistar rat lung from oxidative stress which was caused by chroniccigarette smoke exposure. This experimental research used randomizedcomplete design with control group. Thirty wistar strain of Rattus novergicus, 2.5 to 3 months old, 150 – 250 grams ofweight were divided into five groups. First group  was used as negative control group (without any treatment), second group as positive control group (only cigarettesmoke exposure treatment), third group as cigarette smoke exposureand black seed crude extract dose 0.6 gr/kilogram  of body weight/day (group A), cigarette smoke exposure and  black seed crude extract dose 1.2 gr/kilogram of body weight/day (group B) and cigarette smoke exposure and black seed crude extract dose 2.4 gr/kilogram of body weight/day (group C). After 3 months five parameters were measured in this research.
Pengaruh Sari Seduh Teh Hitam (Camellia sinensis) terhadap Ekspresi IGF-1, ERK1/2 dan PPARɣ pada Jalur MAPK (Mitogen Activated Protein Kinase) Jaringan Lemak Viseral Tikus Wistar dengan Diet Tinggi Lemak Susanto, Hendra; Indra, M. Rasjad; Karyono, Setyawati
The Journal of Experimental Life Science Vol. 2 No. 2 (2012)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.126 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2012.002.02.05

Abstract

Prevalensi obesitas meningkat di berbagai Negara Asia Pasifik, Eropa, Amerika Serikat, Australia serta di negara-negara berkembang. Perubahan preadiposit menjadi adiposit yang mature memegang peranan dalam patogenesis obesitas. Teh hitam memiliki komponen antioksidan yang banyak berperan dalam pengontrolan proliferasi sel. Theaflavin pada teh hitam kemungkinan dapat menghambat perubahan preadiposit menjadi mature adiposit, maka prevalensi terjadinya obesitas sebagai pemicu berbagai penyakit metabolik dapat dicegah sejak dini. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh pemberian sari seduh teh hitam (Camellia sinensis) terhadap pencegahan peningkatan ekspresi IGF-1, ERK1/2 dan PPARɣ pada tikus wistar dengan diet tinggi lemak. Penelitian dilakukan secara in vivo dengan menggunakan tikus strain wistar. Tikus dibagi menjadi kelompok kontrol positif dan kelompok perlakuan. Kelompok kontrol positif diberi diet tinggi lemak tanpa sari seduh teh hitam, sedangkan kelompok perlakuan diberi diet tinggi lemak dan sari seduh teh hitam dengan dosis 0,015 g, 0,030 g dan 0,045g/hari selama 90 hari secara bersamaan. Ekspresi IGF-1, ERK1/2 dan PPARɣ diukur secara semikuantitatif dengan menghitung intensitas warna dengan Corell Photo Paint 11. Skor intensitas warna ekspresi IGF-1, ERK1/2 dan PPARɣ hasil pewarnaan imunohistokimia dianalisis secara statistik dengan One way Anova dan analisis regresi dengan taraf  signifikansi p=0,05. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa sari seduh teh hitam dengan berbagai dosis (0,015 g, 0,030 g dan 0,045 g/hari) dapat mencegah peningkatan ekspresi IGF-1, ERK1/2 dan PPARɣ secara signifikan (p=0,000) dibandingkan dengan kelompok kontrol positif. Semakin besar dosis teh hitam maka ekspresi IGF-1, ERK1/2 dan PPARɣ makin rendah. Berdasarkan analisis regresi dengan estimasi kurva logaritmik (p<0,05) terdapat hubungan fungsional dua arah yang kuat antara ERK1/2 dengan PPARɣ (R=0,798 dan R=0,780). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa sari seduh teh hitam (C. sinensis) mampu mencegah peningkatan ekspresi IGF-1, ERK1/2 dan PPARɣ pada tikus wistar dengan diet tinggi lemak. Kata kunci: diet tinggi lemak, IGF-1, ERK1/2, jalur MAPK, PPARɣ, teh hitam.