Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

An Overview of Gadget Usage Behavior among Elementary Students: A Case Study Adelse Prima Mulya; Ghina Irval Gustav; Witdiawati Witdiawati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 3 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i3.6157

Abstract

Currently, adolescents easily access and use gadgets. However, the adolescent phase is a transitional period of cognitive and biological development that affects behavior, including the use of devices and environmental influences including schools. If the use of devices is excessive and unsupervised, it will affect students' physical, mental and social health. Objective to determine the description of device use behavior, the level of device addiction at SDN Sukamentri Village. The approach of this research is a case study of 274 students of State Elementary School 3, 4, 5 Sukamentri from grades 4, 5, and 6. The data collection using the total sample technique with a sample size of 274 students. The questionnaire used to collect data related to device use behavior is the Indonesian version of the Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV) with a reliability test value of Cronbach's Alpha, R = 0.740. The assessment time was carried out from September 30, 2024 to October 01, 2024. This study was analyzed univariately using frequency distribution tables and percentages. The results show that the majority of students are 10 - 11 years old with even gender. Students who use gadgets are 92.70% with a duration of 2 - 3 hours per day (67.15%). The main access is through personal devices (61.68%). The most common function of device use is playing games (42.34%). The prevalence of high-risk device addiction behavior reached 57.66%. The majority of students use devices to play games with a duration of 2 - 3 hours per day, while personal device ownership has the highest results.
An Overview of Family Functioning in Parents with Adolescent Children in West Java Adelse Prima Mulya; Ahmad Yamin; Dadang Purnama; Dadang Suhenda; Angela Sri Melani Winyarti
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 4 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i4.6269

Abstract

Adolescent health risk behaviors often occur due to the lack of control and supervision of family functions in Indonesia. Family plays an important role in adolescent health behavior. Objective: The purpose of this study is to see how the description of family functions in families with adolescent children. Method: This study is a quantitative study. The samples in this study were families (parents) who had adolescent children. The samples selected were families with adolescent children whose data had been recorded in the 2019 program performance and accountability survey (SKAP) system. With a total of 1999 respondents from West Java Province selected using stratified multistage sampling. The SKAP questionnaire type used a family function questionnaire with a Croanbach alpha value of 0.81. Data obtained from SKAP 2019 were analyzed descriptively quantitatively. Descriptive data will be presented in tabular form. Results: The results of the analysis showed that the family function was quite good as much as 70.2%. Conclusions: Family functions in families with adolescent children in West Java Province are mostly good enough. With the application of 8 optimal family functions in the family, it is expected to prevent health risk behavior in adolescents.
Kebutuhan Keluarga Pasien di Ruang Instalasi Rawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Adelse Prima Mulya; Esrha Theresya Siagian; Yanny Trisyani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.806

Abstract

Terdapatnya anggota keluarga yang sakit memiliki dampak pada keluarga. Hal ini menyebabkan munculnya masalah fisiologis, psikologis dan emosional saat menemani keluarga yang sakit di Instalasi Gawat Darurat. Masalah-masalah ini bisa diminimalisir dengan memenuhi kebutuhan keluarga selama di IGD. Memahami kebutuhan keluarga membantu perawat untuk memberikan pelayanan yang berpusat pada keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dari kebutuhan keluarga pasien di ruang gawat darurat. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan populasi penelitian keluarga pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Sumedang. Teknik sampling menggunakan accidental sampling sehingga diperoleh sampel 97 keluarga pasien. Instrumen yang digunakan merupakan kuesioner CCFNI-ED dengan skala Likert dengan mencakup 5 sub variabel. Alat ukur ini sudah reliabel dengan nilai rerata alpha cronbach 0,920. Data dianalisis menggunakan analisis univariat yang disajikan dalam bentuk persentase tiap variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan keluarga yang sangat penting untuk dipenuhi adalah kebutuhan komunikasi (32.1). Diikuti oleh kebutuhan dukungan (26.2), kebutuhan dimengerti (22.7), kebutuhan kenyamanan (18.9) dan terakhir adalah kebutuhan dekat dengan pasien (14.8). Simpulan dari penelitian ini menunjukan kebutuhan komunikasi dianggap kebutuhan terpenting yang dibutuhkan oleh keluarga pasien selama di IGD. Berdasarkan temuan ini, peneliti menyarankan ini dapat menjadi sumber referensi bagi perawat IGD dalam memenuhi kebutuhan keluarga selama di IGD dan diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan peran keluarga dalam penyembuhan pasien.
Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Masalah Hipertensi: Case Study Adelse Prima Mulya; Sandra Restuti; Siti Mutia Kosassy
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1067

Abstract

Hipertensi menjadi penyakit tidak menular dengan kasus tertinggi di Indonesia. Tingginya kasus ini, tidak diimbangi dengan manajemen hipertensi yang baik. Padahal, faktor risiko hipertensi dapat dicegah melalui pengelolaan gaya hidup sejak dari lingkup keluarga. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada keluarga dengan hipertensi di masa pandemi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan proses keperawatan sebagai pendekatan meliputi pengkajian berdasarkan teori Friedman. Penegakkan diagnosa menggunakan SDKI, rancangan intervensi menggunakan SIKI dan penetapan evaluasi menggunakan SLKI. Keluarga mengatakan Ny. S memiliki hipertensi yang sering menimbulkan pusing dan sakit kepala. Ny. S mengatakan pola hidup keluarganya kurang sehat dan suaminya sering merokok di sekitar rumah. Ny. S juga mengatakan tidak pernah kontrol ke dokter, jika obatnya habis Ny. S akan membeli sendiri dengan membawa bungkus obat sebelumnya. Masalah keperawatan keluarga yang muncul adalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif. Intervensi yang diberikan adalah pendidikan kesehatan mengenai konsep dan manajemen hipertensi. Pemberian asuhan keperawatan secara luring lebih efisien dibandingkan asuhan keperawatan secara daring. Kegiatan luring lebih ekonomis, mudah dilakukan serta lebih mendukung proses komunikasi yang interaktif antara perawat dan keluarga.
Sikap Perawat Puskesmas terhadap Penyandang Disabilitas Adelse Prima Mulya; Findhya Rachma Prayidanti; Kurniawan Yudianto; Siti Mutia Kosassy
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 3 (2026): Juni 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i3.2306

Abstract

Puskesmas dapat diakses oleh seluruh golongan masyarakat termasuk penyandang disabilitas. Tetapi cakupan pelayanan puskesmas untuk disabilitas masih sedikit, salah satu penyebabnya yaitu sikap dari tenaga kesehatan. Diskriminasi terhadap difabel dapat mempengaruhi kualitas pelayanan yang diterima oleh penyandang disabilitas. Perawat sebagai bagian dari tenaga kesehatan yang sering berinteraksi dengan pasien perlu memiliki sikap positif terhadap penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran  sikap perawat puskesmas kota Bandung terhadap penyandang disabilitas. Metode penelitian yang dilakukan yaitu penelitian cross sectional dengan variabel sikap perawat terhadap penyandang disabilitas. Variabel diukur menggunakan instrument Attitude toward Disabled Persons dengan alpha croanbach 0,87. Teknik pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Selama 3 minggu pengumpulan data didapatkan 101 perawat puskesmas kota Bandung kemuadian data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (95%) perawat puskesmas kota Bandung memiliki sikap positif terhadap penyandang disabilitas. Meskipun begitu masih terdapat 5% perawat yang memiliki sikap negatif terhadap penyandang disabilitas yang dapat disebabkan karena adanya persepsi atau stigma negatif terhadap penyandang disabilitas. Perawat puskesmas kota Bandung sebagian besar memiliki sikap positif terhadap penyandang disabilitas namun masih ada beberapa perawat yang memiliki sikap negatif terhadap penyandang disabilitas.