Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pelatihan Kader Dalam Peningkatan Cakupan ASI Ekslusif Melalui Kelompok Pendukung ASI Sukesi; Rekawati Susilaningrum
Health Community Engagement Vol. 2 No. 2 (2021): December
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: program kesehatan yang diharapkan menurunkan angka kesakitan dan kematian anak balita adalah buku KIA. Upaya  strategis desentralisasi untuk meningkatkan kemandirian keluarga dan masyarakat dalam memelihara kesehatan anak adalah mengembangkan model peningkatan penggunaan buku KIA oleh masyarakat melalui Kelas Ibu Balita (1). Desa Krowe Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan belum melaksanakan program kelas ibu balita sampai dengan tahun 2020. Hal ini dikarenakan kader belum memahami   program kelas ibu balita. Kader beranggapan  kelas ibu balita dapat dilaksanakan bersamaan  Posyandu. Kegiatan rutin posyandu hanya penimbangan, imunisasi, belum ada penyuluhan khusus terkait perawatan anak. Penyuluhan diberikan bersifat individu apabila ada anak yang bermasalah. Tujuan: Pengetahuan kader posyandu tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan anak meningkat setelah mengikuti kegiatan sosialisasi kelas ibu balita. Kader menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan dari tenaga kesehatan. Metode: Peserta 36  kader Posyandu. Fasilitator adalah dosen, mahasiswa, bidan puskesmas, bidan desa. Metode pembelajaran  ceramah, demonstrasi, dan praktek. Media pembelajaran  lembar balik kelas ibu balita, buku KIA,  food model,  model gigi,  alat permainan edukatif,  LCD. Tempat pelaksanaan di Balai Desa Krowe. Waktu  pelaksanaan tujuh  pertemuan. Evaluasi   dilakukan dengan pre tes dan pos tes  setiap materi.  Hasil: ada peningkatan rata-rata nilai post tes dibandingkan pretes. Kesimpulan: ada peningkatan pengetahuan kader tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan bayi dan balita setelah mengikuti kelas ibu balita. Kader diharapkan dapat menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan tenaga kesehatan. 
OPTIMALISASI GIZI BAYI DAN BALITA MELALUI PEMBERDAYAAN KELUARGA (NUTRITION OPTIMIZATION OF INFANTS AND CHILDREN THROUGH FAMILY EMPOWERMENT IN THE UTILIZATION OF MCH BOOKS IN SURABAYA)DALAM PEMANFATAN BUKU KIA DI SURABAYA Rekawati Susilaningrum
Health Community Engagement Vol. 3 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.547 KB) | DOI: 10.36568/hce.v3i2.21

Abstract

Background. In Surabaya, the percentage of children under five with BGM is around 0.6%. Meanwhile, there are around 0.2% malnourished children under five (East Java Province Health Office, 2017). This percentage is relatively low, but health workers must remain vigilant, namely by continuing to weigh children regularly. There are several health centers in Surabaya, which have not met the target for the number of children under five being weighed (Dinkes, 2018). If parents do not provide adequate nutrition, children can experience nutritional disorders. For this reason, mothers need to understand how to provide proper nutrition as in the KIA book. Based on the 2018 Riskesdas data, the proportion of KIA book ownership is above 80% (Kemenkes RI, 2018). The use of the MCH handbook does not directly reduce maternal and child mortality rates. However, with the use of the KIA book, mothers and families can increase preventive and promotional efforts on health problems (Kemenkes RI, 2016a). One of the real activities is community empowerment in the use of the MCH handbook. For that we need an active role of the family, especially mothers. The aim of this community service is to increase the use of MCH books through training in an effort to optimize the fulfillment of nutrition for infants and toddlers. Methods. The methods used in this community service activity are interviews, examinations and counseling. The target audience is families (mothers) who have children under five. The target number is 30 families. Result. There were 83% of children with normal nutritional status, 13% of them were classified as thin. There were 37% of children given food before 6 months of age, 60% of children given formula milk before 6 months of age. There are 47% of children having difficulty eating. About 87% of mothers try to cook their own food for their children. The results of the pre test and post test showed an increase in knowledge, positive attitudes and appropriate actions towards the use of the KIA book. Keywords:Optimization, Nutrition, Empowerment, KIA book
Pelatihan Kader Dalam Peningkatan Cakupan ASI Ekslusif Melalui Kelompok Pendukung ASI Sukesi; Rekawati Susilaningrum
Health Community Engagement Vol. 4 No. 2 (2022): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: program kesehatan yang diharapkan menurunkan angka kesakitan dan kematian anak balita adalah buku KIA. Upaya  strategis desentralisasi untuk meningkatkan kemandirian keluarga dan masyarakat dalam memelihara kesehatan anak adalah mengembangkan model peningkatan penggunaan buku KIA oleh masyarakat melalui Kelas Ibu Balita (1). Desa Krowe Kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan belum melaksanakan program kelas ibu balita sampai dengan tahun 2020. Hal ini dikarenakan kader belum memahami   program kelas ibu balita. Kader beranggapan  kelas ibu balita dapat dilaksanakan bersamaan  Posyandu. Kegiatan rutin posyandu hanya penimbangan, imunisasi, belum ada penyuluhan khusus terkait perawatan anak. Penyuluhan diberikan bersifat individu apabila ada anak yang bermasalah. Tujuan: Pengetahuan kader posyandu tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan anak meningkat setelah mengikuti kegiatan sosialisasi kelas ibu balita. Kader menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan dari tenaga kesehatan. Metode: Peserta 36  kader Posyandu. Fasilitator adalah dosen, mahasiswa, bidan puskesmas, bidan desa. Metode pembelajaran  ceramah, demonstrasi, dan praktek. Media pembelajaran  lembar balik kelas ibu balita, buku KIA,  food model,  model gigi,  alat permainan edukatif,  LCD. Tempat pelaksanaan di Balai Desa Krowe. Waktu  pelaksanaan tujuh  pertemuan. Evaluasi   dilakukan dengan pre tes dan pos tes  setiap materi.  Hasil: ada peningkatan rata-rata nilai post tes dibandingkan pretes. Kesimpulan: ada peningkatan pengetahuan kader tentang pelaksanaan kelas ibu balita dan perawatan bayi dan balita setelah mengikuti kelas ibu balita. Kader diharapkan dapat menindaklanjuti melaksanakan kelas ibu balita dengan pendampingan tenaga kesehatan. 
OPTIMALISASI GIZI BAYI DAN BALITA MELALUI PEMBERDAYAAN KELUARGA (NUTRITION OPTIMIZATION OF INFANTS AND CHILDREN THROUGH FAMILY EMPOWERMENT IN THE UTILIZATION OF MCH BOOKS IN SURABAYA)DALAM PEMANFATAN BUKU KIA DI SURABAYA Rekawati Susilaningrum
Health Community Engagement Vol. 5 No. 1 (2023): Januari-April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/hce.v3i2.21

Abstract

Background. In Surabaya, the percentage of children under five with BGM is around 0.6%. Meanwhile, there are around 0.2% malnourished children under five (East Java Province Health Office, 2017). This percentage is relatively low, but health workers must remain vigilant, namely by continuing to weigh children regularly. There are several health centers in Surabaya, which have not met the target for the number of children under five being weighed (Dinkes, 2018). If parents do not provide adequate nutrition, children can experience nutritional disorders. For this reason, mothers need to understand how to provide proper nutrition as in the KIA book. Based on the 2018 Riskesdas data, the proportion of KIA book ownership is above 80% (Kemenkes RI, 2018). The use of the MCH handbook does not directly reduce maternal and child mortality rates. However, with the use of the KIA book, mothers and families can increase preventive and promotional efforts on health problems (Kemenkes RI, 2016a). One of the real activities is community empowerment in the use of the MCH handbook. For that we need an active role of the family, especially mothers. The aim of this community service is to increase the use of MCH books through training in an effort to optimize the fulfillment of nutrition for infants and toddlers. Methods. The methods used in this community service activity are interviews, examinations and counseling. The target audience is families (mothers) who have children under five. The target number is 30 families. Result. There were 83% of children with normal nutritional status, 13% of them were classified as thin. There were 37% of children given food before 6 months of age, 60% of children given formula milk before 6 months of age. There are 47% of children having difficulty eating. About 87% of mothers try to cook their own food for their children. The results of the pre test and post test showed an increase in knowledge, positive attitudes and appropriate actions towards the use of the KIA book. Keywords:Optimization, Nutrition, Empowerment, KIA book
Development of early detection of low-birth-weight instrument based on maternal risk factors: A mixed-methods study Sri Utami; Rekawati Susilaningrum; Nursalam Nursalam; Erna Siti Zulaecha; Sri Rahayu
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v11i2.2197

Abstract

Background: Babies born with low birth weight (LBW) are at a higher risk of experiencing health problems. The absence of quick and reliable instruments to detect LBW conditions can significantly impact the growth and development of newborns. Purpose: This study aims to develop an instrument to detect the incidence of LBW based on mother’s risk factor. Methods: In this study, mixed-methods research was conducted,   consisting of qualitative and quantitative stages. A total of 20 participants participated in Focus Group Discussions (FGDs) during the qualitative stage, and 321 respondents took part in the quantitative stage. During the qualitative stage, the process of labeling, synthesizing significant codes, and theoretical integration was carried out. Furthermore, at the quantitative stage, the calculation of the cut-off point using receiver operating characteristic (ROC) analysis was performed. Result: Four indicators were added in newly developed instrument; there are currently ten indicators based on results of our FGD with the experts (OR/score: 74.395/10, 15.557/2, 13.877/2, 9.952/2, 7.203/1, 2.756/1, 2.532/1, 1.280/1, 1.268/1, and 1.163/1). Instrument was tested on 321 samples; it was able to detect 111 (88.1%) cases from a total 123 (38.3%) cases of LBW (p=0.000). Cut-off point determination  used Receiver Operating Characteristic (ROC) curve; any score greater than 3 was predicted with LBW incidence (AUC=0.952, 95% CI 0.923-0.973). Conclusions: LBW could be predicted by our newly developed instrument. These finding could help  health workers or policy makers to reduce the LBW incidence by early detection. Further study is needed to determine the ideal screening time to maximize the usage of this instrument.
Analysis of Factors Affecting Commitment and Ability of Families to Early Detection in Stunting Nursalam Nursalam; Sri Utami; Rekawati Susilaningrum
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v9i3.1722

Abstract

Background: Stunting is a public health problem in the world, stunting will have an impact on the growth and development of children. The first 1000 days of life are important to prevent stunting, this is a period when the child’s body system experiences physical growth, intelligence, and children’s abilities. Purpose:This study aims to analyze the factors that influence family commitment and ability to detect stunting. Methods: A cross-sectional study was conducted on 130 respondents in public health center, Surabaya, Indonesia. Data was collected through a questionnaire via Google form, anonymous online research questionnaire was collected through social media, such as Telegram, WhatsApp, Facebook which was conducted from June to September 2020. Data were analyzed using SPSS software version 21 with multivariate logistic regression. Results: The dominant factor affecting the commitment in early detection of stunting was community resources (p = 0.006; CI 95% = 0.888 - 4.272). Supporting (p = 0.000; CI 95% = 1.757-79.610), empowering (p = 0.000; CI 95% = 0.603 - 18.363) and enabling (p = 0.000; CI 95% = 0.395 - 4.869) were dominant factors that affected the ability to detect early stunting. Conclusion: The behavior of commitment and willingness in early detection of stunting in children is an important role that every parent must have with full support from the family. The main factor influencing family commitment is community resources and the main factor is the willingness of early detection to support, empower and enable families to provide care for their children.
Hubungan Penyakit Infeksi Dengan Status Gizi Balita Dwi Nurhastutik; Rekawati Susilaningrum; Ani Media Harumi; Rijanto
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i1.48

Abstract

Latar Belakang:Status gizi kurang masih banyak terjadi di negara berkembang seperti di Indonesia. Penyakit infeksi yang sering terjadi adalah ISPA dan diare dan mempengaruhi status gizi kurang pada balita. Tujuan.Tujuan dari literature review ini adalah melakukan review secara sistematik pada beberapa hasil penelitian terbaru yang mengkaji hubungan penyakit infeksi dengan status gizi kurang balita. Metode. Pencarian artikel dengan metode Boolean strategicdengan penyaringan artikel menggunakan Flow Diagram. Database yang digunakan ProQuest, Pubmed, Science Direct, Research Gates, dan Google Schoolar. Jurnal internasional maupun nasional terindeksasi oleh SINTA dan Scopus, sehingga artikel yang digunakan bereputasi, dengan pencarian artikel 5 tahun kebelakang. Hasil.12 artikel menyatakan bahwa penyakit infeksi yang terjadi pada balita adalah ISPA dan diare. 8 artikel lain menyebutkan penyakit infeksi lain yaitu TBC, pneumonia, campak, dan infeksi telinga. 11 artikel internasional membahas penyakit infeksi pada balita yaitu ISPA dan diare merupakan penyakit infeksi yang sering terjadi pada balita di negara berkembang lainnya seperti Afrika Timur, Bangladesh dan Ethiopia. Penyakit infeksi dan status gizi kurang pada balita memiliki hubungan sinergis. Kesimpulan.Penyakit infeksi yang sering terjadi pada balita adalah ISPA dan diare dan berhubungan dengan status gizi kurang balita. Saran.Diperlukan penelitian lanjutan mengenai ulasan lanjutan untuk dapat mengetahui mengapa ISPA dan diare merupakan penyakit yang sering terjadi pada balita di Indonesia dan negara berkembang lainnya. Implikasi: Untuk menambah kajian literatur terkait hubungan penyakit infeksi dengan status gizi pada balita.
Hubungan Usia, Pengetahuan, Pendidikan, Pekerjaan, Dan Budaya Akseptor Kb Aktif Terhadap Penggunaan Kontrasepsi Jangka Panjang Dewi Kavita Mayangsari; Rekawati Susilaningrum; Tatarini Ika Pipitcahyani; Mamik
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i3.86

Abstract

Cakupan  akseptor KB MKJP jauh lebih rendah dibandingkan dengan cakupan KB NONMKJP. Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan pemilihan penggunaan alat kontrasepsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa adanya hubungan faktor usia, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, dan budaya terhadap penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi merupakan seluruh akseptor KB aktif di Desa Pandean dengan pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Dalam penelitian ini menggunaka uji statistik chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden dengan usia >30tahun menggunakan KB MKJP sebanyak 22,4% dengan uji stastik p=0.011, 29,5% responden dengan pengetahuan baik menggunakan KB MKJP dengan uji stastik p=0.000, 22.2% responden dengan budaya yang mendukung menggunakan KB MKJP dengan uji statstik p=0.028 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan dengan penggunaan KB MKJP. Selain itu 17.4% responden dengan pendidikan dasar menggunakan KB MKJP dengan uji statistik p=0.739, dan 17.1% respon sebagai IRT (Ibu rumah tangga) menggunakan KB MKJP dengan uji statistik p=0.263 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan dengan penggunaan KB MKJP. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan faktor usia, pengetahuan dan budaya terhadap penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Selain itu tidak terdapat hubungan faktor pendidikan dan pekerjaan terhadap penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP. Kata kunci: Faktor-faktor, kontrasepsi, metode kontrasepsi jangka panjang
Pengaruh Edukasi Media Buku Saku Terhadap Pengetahuan dan Sikap Anemia Pada Siswi SMK Islam (Tikung Kabupaten Lamongan) Hidayati Wijaya; Rekawati Susilaningrum; Fitria Nurwulansari; Mamik
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i1.185

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi dimana kadar hemoglobin kurang dari normal. Kadar Hb normal pada remaja putri >12 g/dl. Remaja putri dikatakan anemia jika Hb <12 gr/dl. Anemia remaja putri berdampak negatif menurunkan fokus belajar di sekolah, mempengaruhi pertumbuhan fisik remaja, mempengaruhi imunitas tubuh, dan meningkatkan kejadian infeksi pada remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi media buku saku terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang anemia. Penelitian ini menggunakan design Pre Eksperimenal dengan one group pretest-posttest. Penelitian dilakukan di SMK Islam Tikung Kabupaten Lamongan pada bulan Januari–April 2023 dengan jumlah sampel 89 remaja putri. Responden dipilih menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner yang sudah di uji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data akhir pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dengan signifikansi p value < 0,005. Tingkat pengetahuan sebelum dilakukan edukasi kesehatan dengan media buku saku menunjukkan 52,8% remaja memiliki pengetahuan cukup, 30,3% memiliki pengetahuan baik dan 16,9% remaja memiliki pengetahuan kurang. Terkait data sikap sebelum intervensi 51.7% remaja memiliki sikap negative terhadap anemia dan 48.3% sisanya memiliki sikap positif. Setelah dilakukan dilakukan edukasi kesehatan dengan media buku saku, pengetahuan dan sikap remaja menunjukkan peningkatan. Sebagian besar remaja atau 88.8% memiliki pengetahuan yang baik dan 11.2% sisanya memiliki pengetahuan yang cukup. Sedangkan data sikap sebagian remaja memiliki sikap positif 77.5% dan sebagian kecil sebesar 22.5 % meliliki sikap negatif. Berdasarkan uji statistik didapatkan р value 0,000 < 0,05, ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan pada remaja tentang anemia dengan media buku saku terbukti meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap anemia.
Hubungan Usia dan Pendidikan Dengan Pengetahuan Perempuan Tentang Menopause Di Puskesmas Sidotopo Wetan Wilayah Kota Surabaya Tiara Salsabila Wibowo; K. Kasiati; Yuni Ginarsih; Rekawati Susilaningrum
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i1.199

Abstract

Menopause merupakan haid terakhir yang dialami oleh perempuan yang dipengaruhi oleh hormon reproduksi yang terjadi pada usia menjelang atau memasuki usia 50 tahun. Kurangnya pengetahuan wanita dalam menghadapi masa menopause, menjadi salah satu faktor penting dalam perilaku perilakunya. Sebab, perempuan yang tidak siap dalam menghadapi menopause dapat mengalami gangguan secara fisik maupun mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan Pendidikan dengan pengetahuan Perempuan tentang menopause di Puskesmas Sidotopo Wetan Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelatif. Pengambilan sampel secara random dengan pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner sebanyak 96 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah usia dan pendidikan seseorang, variabel dependen adalah pengetahuan dalam menghadapi menopause. Hasil penelitian ini didapatkan melalui uji Chi-Square didapatkan nilai p-value < 0,05 sehingga terdapat hubungan antara usia dan pendidikan terhadap pengetahuan dalam menghadapi menopause. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara usia dan pendidikan dengan pengetahuan perempuan tentang menopause di Puskesmas Sidotopo Wetan Wilayah Kota Surabaya.