Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

The Relationship between Physical Activity and Sleep Quality on Primary Dysmenorrhoea Pain Levels in Adolescent Girls Ivon Nabila Ikbar; Rekawati Susilaningrum; Aris Handayani; Tatarini Ika Pipitcahyani
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v12i2.3309

Abstract

Dysmenorrhea, which is characterized by pain in the lower abdomen, is the most common complaint experienced by young women, causing discomfort and can have a negative impact on their daily activities, including their academic activities. Dysmenorrhea lasts for 8-72 hours due to the release of prostaglandins. This research aims to find out the relationship between physical activity and sleep quality on primary dysmenorrhea pain in young women, especially at SMP Hang Tuah 1 Surabaya. This type of quantitative research uses a cross-sectional approach. Data collection was carried out using the PAQ-A questionnaire, PSQI Scale and pain measurement using the Numeric Rating Scale. From a population of 85, a sample of 70 female students was obtained. The inclusion criteria for this study were female students aged 14-15 years with menstrual pain on the first – third day. The research results were analyzed using the Spearman test with a p value of 0.001, showing that there was a relationship between physical activity and sleep quality and primary dysmenorrhoea in young women at SMP Hang Tuah 1 Surabaya. It is hoped that educators and school health officials will intensify the treatment of dysmenorrhoea, especially for young women.
Strengthening Family Commitment in Monitoring Child Development through the Role of Filial Values Sri Utami; Rekawati Susilaningrum; Evi Yunita
Health Dynamics Vol 2, No 2s (2025): February 2025 (Special Issue)
Publisher : Knowledge Dynamics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/hd202s02

Abstract

Background: Monitoring the development of children under five by families is essential for optimal child development. Family commitment in this context is influenced by various factors, including personal factors and family resources. This study aims to analyze the influence of monitoring on child development, with a focus on the role of filial values as a mediator variable. Methods: This study used an explanatory, cross-sectional design. The sample consisted of 275 families with toddlers within the health center working area in Surabaya City, selected through simple random sampling. The variables assessed include factors influencing family commitment. Data were collected using a questionnaire and analyzed using SEM-PLS. Results: The findings showed that personal factors and resource factors significantly influence family commitment to monitoring the development of children under five, mediated by the filial values. The coefficient for the effect of personal factors on behavioral factors was 0.149 (p = 0.028); for resource factors on cognition behavior, 0.541 (p = 0.000); for cognition behavior on filial values, 0.493 (p = 0.000); for cognition behavior on commitment, 0.1113 (p = 0.024); and for filial values on commitment, 0.697 (p = 0.000). Conclusions: Filial values play a crucial role in enhancing the impact of personal factors and family resources on family commitment to monitoring the child development. Further research is needed on an intervention that strengthens the filial value of families to enhance family commitment to optimizing the monitoring of children’s development. Personal factors and family resources are key in shaping family commitment, with filial values strengthening this relationship. Emphasizing personal aspects, family resources, and filial values is essential to increase family commitment in monitoring child development.
Hubungan Antara Informasi Dan Sikap WUS (Wanita Usia Subur) Dengan Keikutsertaan Pemeriksaan IVA Di Desa Gunungan Wilayah Kerja Puskesmas Kartoharjo Magetan: The Relationship Between Information and Attitudes of Reproductive Age Women (WUS) with Participation in IVA Examination in Gunungan Village, the Work Area of Kartoharjo Health Center Magetan Hesty Nur Hasanah; Evi Yunita Nugrahini; Rekawati Susilaningrum
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v10i3.11

Abstract

Cervical cancer ranks first, which affects many women in Indonesia. According to WHO about 240,000 cases of female deaths, 80% of cases occur in developing countries. According to data from the Magetan District Health Office in 2017 the IVA examination results, namely (5.79%) were still below the target (30%). Kartoharjo Health Center is a Puskesmas with the lowest IVA examination in 2017, which is equal to (1.01%). The purpose of this study was to find out information and attitudes of WUS with the participation of IVA examinations in Gunungan Village, the working area of Kartoharjo Magetan Health Center. This study is using a cross sectional design. The study sample was 150 women of childbearing age (WUS), using simple random sampling techniques. The independent variable in this study is information and attitude, while the dependent variable in this study is the participation of IVA examination. Data analysis using Chi Square test (α <0.05). The results showed that most of the WUS who had received information had conducted IVA examinations. WUS, which has a positive attitude, has already conducted IVA examinations. Information IVA with the participation of IVA examination obtained Chi Square test results with a p value of 0.00. While the WUS attitude towards the participation of IVA examination was obtained by Chi Square test with a p value of 0.00. There is a relationship between the information and the participation of the IVA examination and there is a relationship between the attitude of WUS and the participation of examination IVA.
Hubungan Penyakit Infeksi dengan Status Gizi Balita: The Relationship Between Infectious Diseases and Nutritional Status of Toddlers Dwi Nurhastutik; Rekawati Susilaningrum; Ani Media Harumi; Rijanto
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i1.48

Abstract

Latar Belakang:Status gizi kurang masih banyak terjadi di negara berkembang seperti di Indonesia. Penyakit infeksi yang sering terjadi adalah ISPA dan diare dan mempengaruhi status gizi kurang pada balita. Tujuan.Tujuan dari literature review ini adalah melakukan review secara sistematik pada beberapa hasil penelitian terbaru yang mengkaji hubungan penyakit infeksi dengan status gizi kurang balita. Metode. Pencarian artikel dengan metode Boolean strategicdengan penyaringan artikel menggunakan Flow Diagram. Database yang digunakan ProQuest, Pubmed, Science Direct, Research Gates, dan Google Schoolar. Jurnal internasional maupun nasional terindeksasi oleh SINTA dan Scopus, sehingga artikel yang digunakan bereputasi, dengan pencarian artikel 5 tahun kebelakang. Hasil.12 artikel menyatakan bahwa penyakit infeksi yang terjadi pada balita adalah ISPA dan diare. 8 artikel lain menyebutkan penyakit infeksi lain yaitu TBC, pneumonia, campak, dan infeksi telinga. 11 artikel internasional membahas penyakit infeksi pada balita yaitu ISPA dan diare merupakan penyakit infeksi yang sering terjadi pada balita di negara berkembang lainnya seperti Afrika Timur, Bangladesh dan Ethiopia. Penyakit infeksi dan status gizi kurang pada balita memiliki hubungan sinergis. Kesimpulan.Penyakit infeksi yang sering terjadi pada balita adalah ISPA dan diare dan berhubungan dengan status gizi kurang balita. Saran.Diperlukan penelitian lanjutan mengenai ulasan lanjutan untuk dapat mengetahui mengapa ISPA dan diare merupakan penyakit yang sering terjadi pada balita di Indonesia dan negara berkembang lainnya. Implikasi: Untuk menambah kajian literatur terkait hubungan penyakit infeksi dengan status gizi pada balita.
Hubungan Usia, Pengetahuan, Pendidikan, Pekerjaan, Dan Budaya Akseptor Kb Aktif Terhadap Penggunaan Kontrasepsi Jangka Panjang Dewi Kavita Mayangsari; Rekawati Susilaningrum; Tatarini Ika Pipitcahyani; Mamik
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i3.86

Abstract

Cakupan  akseptor KB MKJP jauh lebih rendah dibandingkan dengan cakupan KB NONMKJP. Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan pemilihan penggunaan alat kontrasepsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa adanya hubungan faktor usia, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, dan budaya terhadap penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi merupakan seluruh akseptor KB aktif di Desa Pandean dengan pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Dalam penelitian ini menggunaka uji statistik chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden dengan usia >30tahun menggunakan KB MKJP sebanyak 22,4% dengan uji stastik p=0.011, 29,5% responden dengan pengetahuan baik menggunakan KB MKJP dengan uji stastik p=0.000, 22.2% responden dengan budaya yang mendukung menggunakan KB MKJP dengan uji statstik p=0.028 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan dengan penggunaan KB MKJP. Selain itu 17.4% responden dengan pendidikan dasar menggunakan KB MKJP dengan uji statistik p=0.739, dan 17.1% respon sebagai IRT (Ibu rumah tangga) menggunakan KB MKJP dengan uji statistik p=0.263 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan dengan penggunaan KB MKJP. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan faktor usia, pengetahuan dan budaya terhadap penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Selain itu tidak terdapat hubungan faktor pendidikan dan pekerjaan terhadap penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP. Kata kunci: Faktor-faktor, kontrasepsi, metode kontrasepsi jangka panjang
Pengaruh Edukasi Media Buku Saku Terhadap Pengetahuan dan Sikap Anemia Pada Siswi SMK Islam (Tikung Kabupaten Lamongan): The Effect of Pocket Book Media Education on Anemia Knowledge and Attitudes in Islamic Vocational School Students (Tikung, Lamongan Regency) Hidayati Wijaya; Rekawati Susilaningrum; Fitria Nurwulansari; Mamik
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 2 (2023): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i1.185

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi dimana kadar hemoglobin kurang dari normal. Kadar Hb normal pada remaja putri >12 g/dl. Remaja putri dikatakan anemia jika Hb <12 gr/dl. Anemia remaja putri berdampak negatif menurunkan fokus belajar di sekolah, mempengaruhi pertumbuhan fisik remaja, mempengaruhi imunitas tubuh, dan meningkatkan kejadian infeksi pada remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi media buku saku terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang anemia. Penelitian ini menggunakan design Pre Eksperimenal dengan one group pretest-posttest. Penelitian dilakukan di SMK Islam Tikung Kabupaten Lamongan pada bulan Januari–April 2023 dengan jumlah sampel 89 remaja putri. Responden dipilih menggunakan simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner yang sudah di uji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data akhir pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon dengan signifikansi p value < 0,005. Tingkat pengetahuan sebelum dilakukan edukasi kesehatan dengan media buku saku menunjukkan 52,8% remaja memiliki pengetahuan cukup, 30,3% memiliki pengetahuan baik dan 16,9% remaja memiliki pengetahuan kurang. Terkait data sikap sebelum intervensi 51.7% remaja memiliki sikap negative terhadap anemia dan 48.3% sisanya memiliki sikap positif. Setelah dilakukan dilakukan edukasi kesehatan dengan media buku saku, pengetahuan dan sikap remaja menunjukkan peningkatan. Sebagian besar remaja atau 88.8% memiliki pengetahuan yang baik dan 11.2% sisanya memiliki pengetahuan yang cukup. Sedangkan data sikap sebagian remaja memiliki sikap positif 77.5% dan sebagian kecil sebesar 22.5 % meliliki sikap negatif. Berdasarkan uji statistik didapatkan р value 0,000 < 0,05, ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan pada remaja tentang anemia dengan media buku saku terbukti meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap anemia.
Hubungan Usia dan Pendidikan Dengan Pengetahuan Perempuan Tentang Menopause Di Puskesmas Sidotopo Wetan Wilayah Kota Surabaya: The Relationship between Age and Education and Women's Knowledge of Menopause at the Sidotopo Wetan Health Center, Surabaya City Area Tiara Salsabila Wibowo; K. Kasiati; Yuni Ginarsih; Rekawati Susilaningrum
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i1.199

Abstract

Menopause merupakan haid terakhir yang dialami oleh perempuan yang dipengaruhi oleh hormon reproduksi yang terjadi pada usia menjelang atau memasuki usia 50 tahun. Kurangnya pengetahuan wanita dalam menghadapi masa menopause, menjadi salah satu faktor penting dalam perilaku perilakunya. Sebab, perempuan yang tidak siap dalam menghadapi menopause dapat mengalami gangguan secara fisik maupun mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia dan Pendidikan dengan pengetahuan Perempuan tentang menopause di Puskesmas Sidotopo Wetan Kota Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelatif. Pengambilan sampel secara random dengan pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner sebanyak 96 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah usia dan pendidikan seseorang, variabel dependen adalah pengetahuan dalam menghadapi menopause. Hasil penelitian ini didapatkan melalui uji Chi-Square didapatkan nilai p-value < 0,05 sehingga terdapat hubungan antara usia dan pendidikan terhadap pengetahuan dalam menghadapi menopause. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara usia dan pendidikan dengan pengetahuan perempuan tentang menopause di Puskesmas Sidotopo Wetan Wilayah Kota Surabaya.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Keberhasilan Toilet Training pada Anak Usia 1-3 Tahun: The Relationship Between Parenting and The Success of Toilet Training in Children Aged 1-3 Years Hilyatul Adeliyah; Titi Maharrani; Rekawati Susilaningrum; Uswatun Khasanah
Gema Bidan Indonesia Vol. 13 No. 2 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.208

Abstract

Pola asuh orang tua merupakan pola pengasuhan anak yang berlaku dalam keluarga dimana pola asuh membentuk perilaku generasi berikut sesuai dengan norma dan nilai yang baik sesuai dengan kehidupan masyarakat. Pola asuh orang tua sangat bepengaruh dalam membantu keberhasilan toilet training pada anak secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap keberhasilan toilet training di Sekolah PG Al-Islah dan KB Al-Kautsar Desa Janganansem Jabon Sidoarjo. Desain penelitian ini menggunakan survei analitik dengan desain cross-sectional. Jumlah sampel penelitian adalah 36 anak PG Al-Islah dan 37 anak KB Al-Kautsar yang dipilih menggunakan Cluster Random Sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pola asuh orang tua sedangkan variabel dependennya adalah keberhasilan toilet training. Teknik pengumpulan data dilakukan secara primer dan sekunder melalui kuesioner. Analisis yang digunakan untuk menguji penelitian ini adalah chi-square. Hasil frekuensi pada pola asuh orang tua frekuesi terbanyak dengan pola asuh demokrasi sebanyak 38,36%, dan frekuensi toilet training pada anak terbanyak berhasil yaitu sebanyak 58,90%. Hasil statistik ini menyatakan nilai p-value 0,003 < α (0,05) terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan keberhasilan toilet training pada anak usia todler di PG Al-Islah dan KB Al-Kautsar di Desa Janganasem tahun 2024. Pola asuh orang tua menurut hurlock ada tiga yaitu demokratis, permisif dan otoriter. Adapun bebrapa faktor yang mempengaruhi pola asuh seperti kepribadian orang tua, tingkat pendidikan orang tua, jumlah anak, dan usia. Oleh karena itu, disarankan kepada orang tua untuk menerapkan pola asuh yang sesuai agar dapat membantu dalam keberhasilan toilet training anak.
Hubungan Intensitas Penggunaan Smartphone dengan Perkembangan pada Anak Prasekolah: The Relationship Between Smartphone Use Intensity and Development in Preschoolers Farah Hanifah; Rekawati Susilaningrum; Ani Media Harumi; Astuti Setiyani
Gema Bidan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i2.210

Abstract

Masa prasekolah merupakan periode penting dalam proses perkembangan anak. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa 5-25% dari anak-anak usia prasekolah menderita gangguan perkembangan. Perkembangan dimasa itu menjadi penentu keberhasilan perkembangan anak prasekolah di periode yang akan datang. Smartphone membuat anak semakin mudah mendapatkan akses media informasi dan teknologi, sehingga anak-anak malas menjadi malas bergerak dan beraktivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan hubungan intensitas penggunaan smartphone dengan perkembangan anak pasekolah di TK Aisyiyah Busthanul Athfal 45 Surabaya. Penelitian bersifat observasional dengan desain cross sectional. Hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui ada hubungan intensitas penggunaan smartphone dengan perkembanagan anak hasil menggunakan uji chi square menunjukkan  p-value = (0,024) < (0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adanya hubungan antara intensitas penggunaan smartphone dengan perkembangan pada anak prasekolah di TK Aisyiyah Busthanul Athfal 45 Surabaya. Saran bagi para orang tua sebaiknya anak tetap dalam pengawasan ketika menggunkan smartphone. Perkembangan anak juga tetap terus dipantau dengan deteksi dini ke tenaga kesehatan, agar stimulasi perkembangan anak tetap stabil sesuai dengan usianya.