Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series : Medical Science

Aktivitas Farmakologis Murbei Putih (Morus Alba): Kajian Pustaka Ihsani Putri Henda Muharam; Nurul Romadhona
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.268

Abstract

Abstract. Plant extracts are rich in phytochemicals, one of which comes from the Morus genus of the Moraceae family, also known as mulberry. The mulberry plant has more than 150 species including the white mulberry (Morus alba), the black mulberry (Morus nigra), and the red mulberry (Morus rubra). The white mulberry leaf plant can be found in several regions of Africa, South America, North America, Northwest South America, East Asia, West Asia, and Southeast Asia including Indonesia. White mulberry is a plant that has various pharmacological activities so it is commonly used as traditional medicine. Traditional medicine itself in the community is considered to have no side effects. White mulberry has often been used as traditional medicine in China for hundreds of years. White mulberry in Indonesia is a plant that is often used as feed for silkworms. One of the areas in Indonesia that contain white mulberry is in the ex-situ conservation of the Bogor Botanical Gardens. White mulberry contains a fair amount of protein, carbohydrates, fat, fiber, minerals, and several precursors of vitamins. Various kinds of the content contained in white mulberry causes white mulberry to have various benefits in the pharmacological world. The writing of this article is a literature review that aims to provide information about the activity of the white mulberry plant (Morus alba). Abstrak. Ekstrak tumbuhan yang kaya akan fitokimia salah satunya berasal dari Genus Morus dari Family Moraceae atau dikenal dengan murbei. Tanaman murbei memiliki spesies lebih dari 150 diantaranya murbei putih (Morus alba), murbei hitam (Morus nigra), dan murbei merah (Morus rubra). Tanaman daun murbei putih tersebut dapat ditemukan di beberapa wilayah Afrika, Amerika Selatan, Amerika Utara, Barat Laut Amerika Selatan, Asia Timur, Asia Barat dan Asia Tenggara termasuk negara Indonesia. Murbei putih merupakan salah satu tanaman yang memiliki berbagai aktivitas farmakologis sehingga biasa digunakan menjadi pengobatan tradisional. Obat tradisional sendiri di kalangan masyarakat dianggap tidak memiliki efek samping. Murbei putih sering sudah dijadikan pengobatan tradisional di Cina selama ratusan tahun ke belakang. Murbei putih di Indonesia merupakan tumbuhan yang sering digunakan sebagai pakan ulat sutera. Wilayah di Indonesia yang terdapat murbei putih salah satunya berada di Konservasi ex situ Kebun Raya Bogor. Murbei putih mengandung cukup banyak protein, karbohidrat, lemak, serat, mineral, dan beberapa prekursor dari vitamin. Berbagai macam kandungan yang terdapat di murbei putih menyebabkan murbei putih memiliki berbagai manfaat dalam dunia farmakologis. Penulisan artikel ini merupakan suatu kajian pustaka yang bertujuan untuk memberikan informasi tentang aktivitas farmakologis dari tanaman murbei putih (Morus alba).
Imunisasi Bacille Calmette Guerin Sebagai Pencegahan Tuberkulosis: Kajian Pustaka Regita Thaalanie Yolanda Sukoco; Nugraha Sutadipura; Nurul Romadhona
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.587

Abstract

Abstract. Tuberculosis is the oldest infectious disease that is still a health problem in the world today. Every year, 10 million people get tuberculosis and 1.5 million people die from TB every year. A person can get TB when an infected person coughs, sneezes, or spits. Most cases and deaths occur in developing countries and infections are often acquired in childhood. Deaths in children from TB are usually caused by meningitis or disseminated disease. Generally, in TB endemic countries, children with TB are between the ages of 1–4 years. One of the controls that can be done is to carry out BCG immunization. The bacille Calmette-Guérin (BCG) vaccine has been around for 80 years and is one of the most widely used of all vaccines today. This vaccine can prevent the occurrence of TB meningitis and disseminated in children. There are several factors that affect the effectiveness of BCG immunization that can affect the success of immunization, namely quality, dose, frequency, method of administering the vaccine, differences in BCG pathways, exposure to environmental mycobacteria, helminth infections, nutritional factors, and genetics.T Abstrak. Tuberkulosis merupakan penyakit menular tertua yang masih menjadi masalah kesehatan di dunia hingga saat ini. Setiap tahun 10 juta orang terkena tuberkulosis dan 1,5 juta orang meninggal karena TB tiap tahun. Seseorang dapat terkena TB ketika penderita batuk, bersin atau meludah. Sebagian besar kasus dan kematian terjadi di negara berkembang dan infeksi sering didapat pada masa anak-anak. Kematian pada anak akibat TB biasanya disebabkan oleh meningitis atau penyakit diseminata. Umumnya di negara endemik TB anak yang terkena TB diantara usia 1–4 tahun. Salah satu pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan imunisasi BCG. Vaksin bacille Calmette-Guérin (BCG) telah ada selama 80 tahun dan merupakan salah satu yang paling banyak digunakan dari semua vaksin saat ini. Vaksin ini dapat mencegah terjadinya TB meningitis dan diseminata pada anak-anak. Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi efektivitas imunisasi BCG yang bisa memengaruhi keberhasilan imunisasi, yaitu mutu, dosis, frekuensi, cara pemberian vaksin, perbedaan jalur BCG, paparan mikrobakteri lingkungan, infeksi cacing, faktor nutrisi, dan genetik.
Literature Review: Hubungan Usia dan Jenis Kelamin dengan Tingkat Stress pada Tenaga Kesehatan Asep Hilman Hermawan; Caecielia Makaginsar; Nurul Romadhona
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1762

Abstract

Abstract. Work stress is a condition experienced by a person caused by pressure at work and can change the normal psychological or physical function of the workforce. Since 2019 Indonesia has been hit by the rampant Covid-19 outbreak which has caused uncontrollable patients who come to the hospital in the healing process. The year 2020 is a condition where the State of Indonesia is experiencing bad times related to the Covid-19 outbreak. So many health workers such as doctors, nurses, and other health workers who experience stress at work. This research method uses literature studies that come from several journals, books, articles and several other relevant sources. The literature study conducted was then analyzed critically to find answers to the purpose of journal writing. This journal aims to determine the relationship between age and gender with stress levels in health workers. The results and conclusions based on the literature study that has been carried out are that there is a relationship between age and gender with stress levels in the health team Abstrak. Stress kerja merupakan suatu keadaan yang dialami oleh seseorang yang disebabkan oleh tekanan dalam bekerja dan dapat merubah fungsi normal secara psikologis ataupun fisik pada tenaga pekerja. Sejak tahun 2019 Indonesia sudah dilanda oleh maraknnya wabah Covid-19 yang menyebabkan tidak terkendalinya pasien yang datang ke rumah sakit dalam proses penyembuhan. Pada tahun 2020 merupakan kondisi dimana Negara Indonesia sedang mengalami masa-masa buruk terkait wabah Covid-19. Sehingga banyak tenaga kesehatan seperti dokter, suster, dan tenaga kesehatan lainnya yang mengalami stress saat bekerja. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur yang berasal dari beberapa jurnal, buku, artikel dan beberapa sumber relevan lainnya. Studi literatur yang dilakukan kemudian dianalisis secara kristis untuk menemukan jawaban dari tujuan penulisan jurnal. Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui hubungan umur dan jenis kelamin dengan tingkat stress pada tenaga kesehatan. Hasil dan kesimpulan berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan adalah bahwa terdapat hubungan umur dan jenis kelamin dengan tingkat stress pada tim kesehatan.
Pengaruh Obesitas terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner (PJK) pada Populasi Dewasa Firda Aulia Rahman; Tjoekra Roekmantara; Nurul Romadhona
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 2 No. 1 (2022): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v2i1.1979

Abstract

Abstract. The World Health Organization (WHO) recorded a death rate of 9.4 million people every year in the world due to cardiovascular disease in 2016, as many as 45% of these deaths were caused by Coronary Heart Disease (CHD). Coronary Heart Disease (CHD) is an atherosclerotic condition that can cause coronary artery disease. Risk factors for CHD can be divided into two, namely risk factors that non-modifiable and modifiable, one of which is obesity and is the main risk factor that can be changed according to the AHA. The purpose of this study was to determine the effect of obesity on the incidence of CHD in adults. This study uses a scoping review method from 5 data sources, there are PubMed, JAMA, ScienceDirect, ProQuest and Media Neliti. A total of 458,333 articles were produced, 209 articles fulfilled the inclusion criteria and then 4 articles after the exclusion criteria and ethical test using JBI Critical Appraisal Checklists. The results of the study in one of the articles showed that the prevalence of CHD was more in individuals as much as 1.7% from 174,879 obese respondents than normal individuals as much as 1.3%. Statistically, obesity increases the risk of developing CHD 1.21 times compared to normal individuals. The four articles have similar results, namely obese individuals are more at risk of CHD. The conclusion of this study is that obesity has an effect on the incidence of CHD by 1.21 times which was taken from one article, while the other three articles did not mention the large influence of obesity on CHD in adults. This can occur because high levels of body fat in obesity play a role in the formation of atherosclerotic plaques starting from endothelial dysfunction to thrombus formation, triggering a blockage that blocks blood flow in the coronary arteries called CHD. Abstrak. Tingkat kematian di dunia setiap tahun sebanyak 9,4 juta orang karena penyakit kardiovaskular tercatat oleh World Health Organization (WHO) pada tahun 2016, sebanyak 45% diantaranya dari kematian tersebut disebabkan oleh Penyakit Jantung Koroner (PJK). Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah suatu keadaan aterosklerotik yang dapat menyebabkan penyempitan dari pembuluh darah koroner. Faktor risiko PJK dapat dibagi dua, yaitu faktor risiko yang tidak dapat diubah dan dapat diubah, salah satunya adalah obesitas dan merupakan faktor risiko utama yang dapat diubah menurut AHA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh obesitas terhadap kejadian PJK pada orang dewasa. Penelitian menggunakan metode scoping review dari 5 sumber data yaitu PubMed, JAMA, ScienceDirect, ProQuest dan Media Neliti. Dihasilkan 458.333 artikel secara keseluruhan, 209 artikel lolos kriteria inklusi kemudian menjadi 4 artikel setelah kriteria eksklusi dan uji kelayakan menggunakan JBI Critical Appraisal Checklists. Hasil penelitian pada salah satu artikel menunjukkan pravalensi PJK lebih banyak pada individu obesitas sebanyak 1,7% dari 174.879 responden obesitas daripada individu normal sebanyak 1,3%. Secara statistik, obesitas meningkatkan risiko 1,21 kali lipat terkena PJK dibandingkan individu normal. Keempat artikel memiliki hasil yang sejalan yaitu individu obesitas lebih berisiko PJK. Simpulan penelitian ini yaitu obesitas memiliki pengaruh terhadap kejadian PJK sebesar 1,21 kali lipat yang diambil dari satu artikel, sedangkan tiga artikel lainnya tidak menyebutkan besar pengaruh obesitas terhadap PJK pada populasi dewasa. Hal tersebut dapat terjadi karena kadar lemak dalam tubuh yang tinggi pada obesitas berperan pada pembentukan plak aterosklerosis dimulai dari adanya disfungsi endotel sampai dengan pembentukan thrombus sehingga memicu adanya sumbatan yang menghalangi aliran darah pada arteri koroner disebut PJK.
Kaitan Frekuensi Konsumsi Makanan Cepat Saji dengan Kejadian Hipertensi pada Usia Produktif Vira Yuliana Suprayitno; Nurul Romadhona; Samsudin Surialaga; Nabilla Azmi Hermawan
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5951

Abstract

Abstract. Hypertension is a non-communicable disease (NCD) which has recently become a serious problem. Hypertension that occurs in terms of age range which was originally only in the elderly is now shifting to occur in young adults. Fast food is a trend that is in great demand by young adults. The purpose of this study was to analyze the relationship between fast food consumption habits and the incidence of hypertension in young adults at the UPT Puskesmas Pasirkaliki, Bandung City. The research method used is analytic observational with a case control approach, selected by non-probability purposive sampling technique. There were 162 subjects who met the inclusion criteria for cases and controls. Data collection was taken through primary data by filling out a fast food frequency questionnaire and secondary data from medical records. Processing data using Chi-square test. This research was conducted from November 2021 to September 2022. The results showed that there is no relationship between fast food consumption habits and the incidence of hypertension with a P value of 0,984 (p>0,05). The incidence of hypertension in young adults occurs not only due to fast food consumption, but can also be caused by stress factors, gender, and smoking habits. Abstrak. Hipertensi adalah penyakit tidak menular (PTM) yang akhir-akhir ini menjadi masalah serius. Hipertensi yang terjadi ini dari segi rentang usia yang awalnya hanya pada lansia sekarang bergeser terjadi pada usia dewasa muda. Makanan cepat saji menjadi tren yang banyak diminati oleh kalangan dewasa muda. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian hipertensi pada usia dewasa muda di UPT Puskesmas Pasirkaliki Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan case control, dipilih dengan teknik non probability purposive sampling. Subjek berjumlah 162 orang yang memenuhi kriteria inklusi kasus dan kontrol. Pengumpulan data diambil melalui data primer dengan pengisian kuesioner frekuensi makanan cepat saji dan data sekunder dari rekam medik. Pengolahan data menggunakan uji Chi-square. Penelitian ini dilakukan dari bulan November tahun 2021 sampai bulan September tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwatidak terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian hipertensi dengan P value 0,984 (p>0,05). Kejadian hipertensi pada usia dewasa muda terjadi bukan hanya karena konsumsi makanan cepat saji, melainkan juga bisa disebabkan oleh faktor stress, jenis kelamin, dan kebiasaan merokok.
Literature Review: Hubungan antara Metode Game-Based Learning dengan Kejadian Kecemasan pada Pelajar Fathya Puspita Wijaya; Titik Respati; Nurul Romadhona
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6694

Abstract

Abstract. Cases of anxiety disorder in the student environment are still quite high and often not resolved properly. In order to manage it properly, in dealing with the high number of cases of anxiety disorders in students through the application of game-based learning methods. Game-based learning is a learning method specifically designed to help the learning process using game applications. The literature review method is carried out based on issues, methogologies, similarities and further research proposals. Of the four studies used, three of them used quasi experimental studies and one used randomized controlled trial studies. The population is students. The results obtained are based on the four studies that the use of game-based learning methods can reduce the incidence of anxiety in the students. Abstrak. Kasus gangguan kecemasan di lingkungan pelajar masih cukup tinggi dan seringkali tidak terselesaikan dengan baik. Dibutuhkan manajemen yang tepat dalam menangani tingginya kasus gangguan kecemasan pada pelajar melalui penerapan metode pembelajaran berbasis permainan. Game-based learning adalah suatu metode pembelajaran yang dirancang khusus untuk membantu proses pembelajaran menggunakan aplikasi permainan. Metode literature review dilakukan berdasarkan issue, metodologi, persamaan dan proposal penelitian lanjutan. Dari empat penelitian yang digunakan, tiga diantaranya menggunakan studi quasi experimental dan satu menggunakan studi randomized controlled trial. Populasinya adalah para pelajar. Hasil yang didapat berdasar atas empat penelitian tersebut bahwa penggunaan metode game-based learning dapat mengurangi kejadian kecemasan pada pelajar.
Hubungan antara Kebiasaan Konsumsi Kopi dengan Hipertensi pada Rentang Usia 18 – 40 Tahun Nabilla Azmi Hermawan; Nurul Romadhona; Retno Ekowati
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6575

Abstract

Abstract.Hypertension is a fatal non-communicable disease worldwide. The still-controversial risk factor for high blood pressure is the habit of drinking coffee. The aim of this study was to determine the relationship between coffee drinking habits and hypertension in the 18-40 age group at UPT Puskesmas Pasirkaliki, Bandung city. The method used in this study is a case-control method with non-probability sampling technique, namely purposeful sampling. This study was conducted from November 2021 to September 2022. A total of 162 respondents participated in this study. Data collection was done in two ways, secondary data of the patient and primary data from the patient questionnaire. Data processing by Chi-Square test. The results showed that 49 subjects had hypertension with the highest age of hypertension in the age group from 26 to 40 years old, with up to 40 respondents. There was no association between coffee drinking habits and hypertension with a p-value of 0.157 (p>0.05). The rate of hypertension is not only due tothe habit of drinking coffee but can be caused by other factors such as stress, smoking, unhealthy eating habits. Abstrak. Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian di seluruh dunia. Faktor risiko hipertensi yang masih menjadi perdebatan adalah kebiasaan konsumsi kopi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi kopi terhadap hipertensi pada rentang usia 18 – 40 tahun di UPT Puskesmas Pasirkaliki Kota Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode case control dengan teknik pengambilan sampel non-probability sampling, yaitu purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan November tahun 2021 sampai bulan September tahun 2022. Sejumlah 162 responden ikut serta dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, data sekunder pasien dan data primer dari kuesioner yang diberikan kepada pasien. Pengolahan data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 49 subjek mengalami hipertensi dengan rentang usia terbanyak mengalami hipertensi pada usia 26 – 40 tahun sebanyak 40 responden. Tidak terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi kopi dengan hipertensi dengan p-value sebesar 0,157 (p>0,05). Kejadian hipertensi tidak hanya diakibatkan karena kebiasaan konsumsi kopi, tetapi dapat disebabkan oleh faktor lain seperti stres, kebiasaan merokok, dan pola makan yang tidak sehat.
Gambaran Hemodialisis dan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis di RSUD Majalaya Kabupaten Bandung Periode Januari–Juli Tahun 2023 Syifa Nufikaputri Chuswanto; Yuli Susanti; Nurul Romadhona
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10638

Abstract

Abstract. Patients who undergo hemodialysis will experience a decrease in quality of life and cause patients to be forced to change their living habits. Patients who have only been undergoing hemodialysis for a long time will feel unable to accept and adapt to the changes that occur in their lives. This study aims to determine the relationship between the length and frequency of hemodialysis therapy and the quality of life in chronic kidney failure patients at the Majalaya Hospital, Bandung Regency for the period January–July 2023. This study used a cross sectional method with a sampling technique in the form of simple consecutive sampling with a sample size of 57 person. The research results showed that the duration of hemodialysis therapy was predominantly ≥ 1 year, namely 37 people (64.9%). Frequency of hemodialysis therapy 2 times/week, namely 50 people (87.7%) in Chronic kidney failure patients. Quality of life is dominant in the poor category, namely 33 people (57.9%). This is because the more frequently a patient undergoes hemodialysis, the more complications the patient will have which can reduce the patient's quality of life. Abstrak. Pasien yang menjalankan hemodialisis akan mengalami penurunan kualitas hidup dan menyebabkan pasien terpaksa mengubah kebiasaan hidupnya. Pasien yang baru lama menjalani hemodialisis akan merasa belum bisa untuk menerima dan beradaptasi atas perubahan yang terjadi pada hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran antara lama dan frekuensi terapi hemodialisis dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronis di RSUD Majalaya Kabupaten Bandung periode Januari–Juli 2023. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional dengan teknik pengambilan sampel berupa simple consecutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 57 orang. Hasil penelitian pada lama terapi hemodialisis dominan ≥ 1 tahun, yaitu 37 orang (64,9%). Frekuensi terapi hemodialisis 2 kali/minggu, yaitu 50 orang (87,7%) pada Kualitas hidup pasien Gagal ginjal Kronis dominan pada kategori buruk, yaitu 33 orang (57,9%) . Hal tersebut karena semakin sering pasien melakukan hemodialisis maka pada pasien akan muncul beberapa komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien.
Gambaran Indeks Massa Tubuh dengan Karies Gigi pada Anak Kelas 5 dan 6 di SDN 42 Gambir Bandung Tahun 2023 Andini Mulyani; Siska Nia Irasanti; Nurul Romadhona
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.10932

Abstract

Abstract. Poor oral and dental health will impact aspects of a child's quality of life such as speaking and chewing, thus affecting BMI. Body Mass Index (BMI) is also used as a risk factor for early detection of a person's health or the prevalence of several health problems, one of which is dental caries. Dental caries is a disease caused by multifactorial etiology and attacks the hard tissue of the teeth, resulting in demineralization of tooth enamel. The aim of this research is to determine the description of Body Mass Index and dental caries in grade 5 and 6 children at SDN 042 Gambir Bandung in 2023. This research uses a quantitative analysis method with a cross sectional approach using nonprobability sampling technique. Data collection used direct examinations for BMI by researchers and dental examinations by dentists directly at elementary schools. The results of the research using univariate test analysis were obtained from 74 students of SDN 042 Gambir Bandung. The research results showed that 47 students (63.5%) were underweight. Food choices influence BMI and many other factors that cause dental caries, such as frequent consumption of sweet foods and drinks, children who do not maintain oral and dental hygiene, how to brush their teeth, frequency of brushing their teeth and socio-economic factors. Abstrak. Kesehatan gigi dan mulut yang buruk akan berdampak pada aspek kualitas hidup anak seperti bicara dan mengunyah sehingga berpengaruh terhadap IMT. Indeks Massa Tubuh (IMT) juga digunakan sebagai faktor risiko untuk mendeteksi secara dini tentang kesehatan seseorang atau prevalensi beberapa kesehatan masalah seseorang, salah satunya adalah karies gigi. Karies gigi merupakan penyakit yang disebabkan oleh etiologi multifaktorial dan menyerang jaringan keras pada gigi sehingga akan terjadi demineralisasi enamel gigi. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran Indeks Massa Tubuh dengan karies gigi pada anak kelas 5 dan 6 di SDN 042 Gambir Bandung Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik pemilihan sampel nonprobability sampling. Pengumpulan data menggunaikain pemeriksaiain laingsung untuk IMT oleh peneliti dain pemeriksaiain gigi oleh dokter gigi secairai laingsung di SD. Hasil penelitian menggunakan analisis uji univariat diperoleh dari 74 siswa SDN 042 Gambir Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki berat badan kurang (underweight) sebanyak 47 orang (63,5%). Pemilihan makanan berpengaruh terhadap IMT dan banyak faktor-faktor lain penyebab dari karies gigi seperti seringnya mengkonsumsi makanan dan minuman manis, anak-anak yang kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut, cara menyikat gigi, frekuensi menyikat gigi dan dari faktor sosio-ekonomi.
Studi Literatur: Hubungan Lama Kerja dengan Gangguan Pendengaran Akibat Bising pada Karyawan Bandara Habib Birham Ali; Fajar Awalia Yulianto; Nurul Romadhona
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.11135

Abstract

Abstract. Noise induced hearing loss (NIHL) is the most common occupational disease worldwide. Length of service is a risk factor that can affect the severity of hearing loss. Airports are places that generate noise that exceeds the threshold and can cause noise-induced hearing loss in workers who are exposed to noise for a long time. This study aims to determine the relationship between work duration and noise-induced hearing loss in airport employees. This research uses a type of research in the form of a literature study by collecting various references consisting of previous research which will draw a conclusion. The results of this previous study will be used to conclude the relationship between length of work and noise-induced hearing loss in airport employees. The results of previous studies show that most respondents have a length of work > 5 years (92.7%). The results of previous studies also showed no relationship between length of work and noise-induced hearing loss in airport employees. Factors that influence the meaninglessness of the relationship are because there are other factors that are not studied, such as the use of ear protective equipment (APT) and the duration of worker exposure. Abstrak. Noise Induced Hearing Loss (NIHL) atau gangguan akibat bising merupakan penyakit akibat kerja paling umum di seluruh dunia. Lama kerja menjadi faktor risiko yang dapat mempengaruhi tingkat keparahan dari gangguan pendengaran. Bandar udara merupakan tempat yang menimbulkan suara bising melebihi ambang batas dan dapat menyebabkan gangguan pendengaran akibat bising pada pekerja yang lama terpapar bising. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama kerja dengan gangguan pendengaran akibat bising karyawan bandara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian berupa studi literatur dengan cara mengumpulkan berbagai referensi yang terdiri atas penelitian terdahulu yang nantinya akan menarik sebuah kesimpulan. Hasil penelitian terdahulu ini nantinya digunakan untuk menyimpulkan hubungan lama kerja dengan gangguan pendengaran akibat bising pada karyawan bandara. Hasil penelitian sebelumnya memperlihatkan bahwa sebagian besar responden memiliki lama kerja >5 tahun (92,7%). Hasil penelitian sebelumnya juga menunjukkan tidak adanya hubungan antara lama kerja dengan gangguan pendengaran akibat bising pada karyawan bandara. Faktor yang mempengaruhi terjadinya ketidakbermaknaan hubungan adalah karena ada faktor-faktor lain yang tidak diteliti, seperti penggunaan alat pelindung telinga (APT) dan durasi paparan pekerja.