Articles
SCADA BERBASIS WONDERWARE IN TOUCH 10.5 DENGAN PLC SIEMENS S300 SEBAGAI PENGENDALI SISTEM PERAKITAN KALENG
Tri Hannanto Saputra;
Lukas B. Setyawan;
Deddy Susilo
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 13 No. 01 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2059.156 KB)
Sistem ini merealisasikan Scada Berbasis Wonderware Intouch 10.5 dengan PLC Siemens untuk mengendalikan dan mengawasi proses perakitan kaleng. Sistem terdiri dari 3 unit yaitu Unit Input, Unit Asembly dan Unit Press. Unit akan dikontrol dengan menggunakan PLC Siemens S300 yang berbeda, sehingga akan ada 3 PLC yang digunakan untuk mengontrol unit tersebut. PLC akan dikomunikasikan dengan menggunakan profinet. Proses monitoring menggunakan PC dengan software Wonderware. Komunikasi antara PLC dengan Wonderware menggunakan KepserverEX 5.0. Hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa secara umum sistem ini dapat bekerja 100%. Wonderware Intouch dapat berkomunikasi dengan PLC menggunakan KepserverEX 5.0. Wonderware dapat melakukan proses pengendalian dan pengawasan. Pengoperasian mesin juga dapat dilakukan oleh operator dengan menggunakan tombol operasi.
SISTEM KENDALI GERAK SEGWAY BERBASIS MIKROKONTROLER
Lukas B. Setyawan;
Deddy Susilo;
Dede Irawan
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 13 No. 01 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (4398.747 KB)
Makalah ini menjelaskan sistem kendali pergerakan Segway, yaitu sebuah kendaraan personal yang memiliki bentuk yang unik dengan dua roda di sisi kiri dan kanan, serta memiliki sebuah stang.Sistem dibentuk menggunakan mikrokontroler ATmega 8535 sebagai pusat sistem kendali dengan pengolahan kecepatan motor menggunakan metode PID. Sensor pendukung yang digunakan antara lain sensor sudut menggunakan accelerometer, sensor kecepatan sudut menggunakan gyroscope, dan sensor simpangan stang menggunakan potensiometer. Segway ini mampu mengangkut beban maksimum sebesar 70 kg. Kecepatan maksimum sistem sebesar 5,5 km/jam pada jalan datar. Pada kecepatan 2,7 km/jam dengan beban 53 kg Segway dapat bertahan selama 60 menit.
Implementasi Headset NeuroSky MindWave Mobile untuk Mengendalikan Robot Beroda secara Nirkabel
Yonathan Berith Olam;
Fransiscus Dalu Setiaji;
Deddy Susilo
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 13 No. 02 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (952.836 KB)
Makalah ini membahas pengendalian sebuah robot beroda secara nirkabel dengan bantuan headset NeuroSky MindWave Mobile. Headset ini digunakan untuk mengukur sinyal EEG penggunanya dan memiliki beberapa jenis data keluaran yang didapat ketika pengguna memikirkan atau berkonsentrasi pada suatu hal tertentu. Keluaran tersebut akan dijadikan sebagai parameter kendali pergerakan robot. Data keluaran headset yang digunakan sebagai parameter gerak robot adalah eSense Attention dan Poor Signal Quality. Keluaran eSense Attention terkait dengan mental states pengguna headset yang berhubungan dengan konsentrasi pikiran. Sedangkan Poor Signal Quality merupakan data yang menunjukkan adanya noise yang dideteksi oleh sensor headset. Data tersebut akan ditransmisikan secara nirkabel dari headset ke modul robot melaui bluetooth. Pengujian robot oleh responden tunggal dilakukan dengan meletakkan robot pada suatu labirin dan pengguna mengendalikan robot tersebut menggunakan headset, agar robot bergerak dari titik start menuju titik stop. Persentase keberhasilan pengujian pengguna tunggal ini adalah 100%. Selanjutnya 20 orang responden secara bergantian menguji kemampuan gerak robot. Prosentase keberhasilan pengujian untuk masing-masing perintah adalah: gerak maju (100%), gerak ke kanan (90%), gerak ke kiri (100%), dan stop (100%).
Kendali Jarak Jauh Robot WowWee Robosapien melalui Android via Wifi
Johny Salim;
Darmawan Utomo;
Deddy Susilo
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 13 No. 02 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (906.899 KB)
Robot WowWee Robosapien dikendalikan menggunakan remote infra merah yang memiliki sifat line of sight dan hanya dapat menempuh jarak 6 meter sehingga akan terganggu jika ada media penghalang diantara media kendali dan robot. Sistem repeater dibangun untuk menanggapi permasalahan ini. Sistem repeater yang dibangun adalah penggabungan dari media transmisi Wifi dan infra merah. Sistem kendali dibangun menggunakan perangkat lunak yang ditanamkan pada kendali smart phone. Perintah robot WowWee Robosapien di-encoding dan dikirimkan menggunakan wifi yang kemudian diterima oleh modul USR-WIFI232-G, modul wifi tersebut meneruskan data yang diterima ke mikrokontroler sebagai pengendali utama sistem repeater. Data yang diterima di-decode dan diterjemahkan ke dalam bentuk bit yang selanjutnya dikirimkan dalam bentuk infra merah pada robot WowWee Robosapien. Pengujian dilakukan dengan melakukan percobaan pengiriman perintah 10 kali pada setiap perintah. Dari hasil perancangan dan pengujian sistem repeater yang dibangun, kendali komputer dapat bertukar data dengan baik hingga jarak 64 meter dengan tingkat keberhasilan 95.3% dan kendali smart phone dapat bertukar data dengan baik hingga jarak 68 meter dengan tingkat keberhasilan 96.7%.
Pengembangan Algoritma Pengendali Robot Berkaki Enam untuk Kontes Robot Pemadam Api Indonesia
Daniel Santoso;
Deddy Susilo;
Tri Handoko
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 13 No. 02 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (704.147 KB)
Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) divisi berkaki secara rutin selalu diikuti oleh tim dari Robotic Research Center (R2C) UKSW. Selama ini waktu dan usaha sebagian besar diagihkan untuk pengembangan mekanik dan perangkat keras robot sedangkan pengembangan perangkat lunak pengendali robot kurang mendapat perhatian. Akibatnya prestasi yang dicapai pun belum memuaskan. Pada penelitian ini dikembangkan algoritma baru yang memiliki keunggulan terutama pada kehandalan kondisi start dan kode yang lebih ringkas. Berdasarkan evaluasi kinerja sebanyak 126 kali menggunakan 7 konfigurasi lapangan berbeda didapatkan tingkat keberhasilan penyelesaian misi rata–rata sebesar 79,36%. Waktu penyelesaian misi tersingkat selama 76 detik dan raihan nilai terbaik 3,94 poin.
Pengembangan Algoritma untuk Penyempurnaan Gerakan dan Kestabilan Robot Humanoid berbasis Kondo KHR – 3HV
Daniel Santoso;
Deddy Susilo;
Yonas Aditya Darmawan
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 14 No. 01 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (479.722 KB)
|
DOI: 10.31358/techne.v14i01.119
Meskipun R2C telah meraih juara dua tingkat nasional dalam KRSBI 2013 (Kontes Robot Sepak Bola Indonesia 2013), robot humanoid yang dimiliki oleh R2C masih memiliki kekurangan dalam sistem kontrol dan motion (gerakan). Sistem kontrol pada robot dibagi menjadi 2 bagian utama, yaitu kontrol aktuator robot dan kontrol utama. Kontrol aktuator robot dalam hal ini adalah servo controller untuk mengontrol sistem gerak robot yang keseluruhannya terdiri dari motor servo, dimana servo controller mendapat perintah gerakan yang sudah didefinisikan di kontrol utama. Sedangkan kontrol utama bertugas untuk mensinkronisasi antara gerak robot dengan perintah yang telah diolah oleh mikrokontroler sehingga nantinya robot dapat melakukan tugas-tugas sesuai dengan perintah yang dikirim dari smartphone. Pengujian dilakukan dengan membandingkan algoritma lama yang dipakai robot saat mengikuti KRSBI 2013 dengan algoritma baru yang dibuat oleh penulis. Persentase keberhasilan robot ketika bergerak tetap stabil saat robot melakukan pergantian gerakan tanpa adanya delay dari program pada algoritma lama hanya mencapai 41% sedangkan pada algoritma baru persentase keberhasilan dapat mencapai 95%.
Perancangan dan Realisasi Perangkat Keras Demodulator BPSK dengan Costas Loop
Budihardja Murtianta;
Deddy Susilo;
Arivia Aurelia Devina P.
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 14 No. 02 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1090.372 KB)
|
DOI: 10.31358/techne.v14i02.126
Pada tulisan ini akan dirancang dan direalisasikan suatu perangkat demodulator data berbasis BPSK (Binary Phase Shift Keying) menggunakan metode Costas Loop. Costas Loop difungsikan untuk melakukan demodulasi sinyal-sinyal yang termodulasi secara supressed-carrier. Costas Loop menggunakan umpan balik negatif untuk melakukan carrier recovery, kemudian sinyal pembawa yang dihasilkan digunakan untuk melakukan demodulasi sinyal BPSK-nya. Perangkat yang dibuat berupa demodulator BPSK yang menggunakan format Non Return Zero Bipolar dengan frekuensi 10kHz-48kHz. Untuk proses demodulasi BPSK harus dilakukan secara koheren[1]. Deteksi koheren adalah deteksi yang membutuhkan informasi fasa dan frekuensi asli dari sinyal pembawanya secara tepat[2]. Sehingga yang sering menjadi masalah pada deteksi koheren adalah bagaimana mendapatkan informasi tentang frekuensi dan fasa asli sinyal pembawa menggunakan sinyal pembawa yang telah termodulasi fasanya[3], proses ini sering disebut carrier recovery. Pada umumnya terdapat dua metode yang sering digunakan untuk carrier recovery pada deteksi koheren sinyal BPSK, yaitu Squaring Loop dan Costas Loop. Keduanya memiliki noise performance yang hampir sama [1], tapi metode Costas Loop memiliki toleransi yang lebih baik untuk pergeseran isyarat pembawa dan dapat beroperasi untuk lebar pita yang lebih lebar, sehingga lebih sering digunakan dibandingkan dengan Squaring Loop [4].
Pemanas Listrik Menggunakan Prinsip Induksi Elektromagnetik
Lukas B. Setyawan;
Deddy Susilo;
Amsal Victory Wicaksono
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 14 No. 02 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (420.11 KB)
|
DOI: 10.31358/techne.v14i02.127
Pemanas listrik ini menggunakan prinsip induksi elektromagnetik. Induksi elektromagnetik akan memanaskan panci yang diletakkan di atas pemanas dengan alas terbuat dari bahan kaca tebal. Pemanas ini tidak mengeluarkan api dan alas pemanas tidak panas sehingga aman bagi pengguna serta terhindar dari kemungkinan terjadi kebakaran. Panci yang digunakan untuk memasak harus terbuat dari logam ferromagnetik. Tersedia 3 pilihan mode memasak, yaitu FAST, NORMAL, dan SLOW. Pada mode FAST, kompor induksi ini dapat memasak air dengan volume 330 ml dalam waktu 36 sekon. Sumber daya pemanas induksi ini adalah jala-jala listrik 220 volt AC.
Optimalisasi dan Perancangan Algoritma Pergerakan dan Komunikasi pada Robot Penyerang Humanoid Soccer
Daniel Santoso;
Deddy Susilo;
Bob William Chandra
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 14 No. 02 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (603.747 KB)
|
DOI: 10.31358/techne.v14i02.130
Robotic Research Centre (R2C) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) secara rutin mengikuti Kontes Robot Sepakbola Indonesia (KRSBI). Jenis robot yang digunakan adalah humanoid dengan 18 derajat kebebasan dan memiliki kamera sebagai sensor visual. Pengembangan berkelanjutan yang dilakukan oleh R2C telah dapat mengantarkan tim robot sepakbola ini menjadi juara II tingkat nasional pada tahun 2013, meskipun demikian masih ada beberapa masalah mengenai kelincahan manuver dan komunikasi antar – robot. Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukukan optimalisasi pada algoritma tracking analisis dan posisi bola, mendekati bola, penentuan orientasi robot, penentuan posisi gawang, menempatkan diri menendang bola, menendang bola, dan komunikasi robot. Pengujian menunjukkan bahwa usaha ini telah dapat meningkatkan respon robot terhadap perpindahan bola, meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam mencetak gol, dan membuat robot – robot dalam satu tim dapat berkoordinasi dalam mengejar bola di lapangan.
Perancangan Aplikasi Pemrograman Diagram Alir untuk Trainer Pembelajaran Robotika Berbasis Android
Deddy Susilo;
Gunawan Dewantoro;
Teuku Danny Ramdani
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 14 No. 02 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (645.477 KB)
|
DOI: 10.31358/techne.v14i02.134
Sistem pembelajaran interaktif yang dibangun bertujuan sebagai trainer pembelajaran robotika untuk siswa-siswi SD (Sekolah Dasar) sampai dengan SMA (Sekolah Menengah Atas). Trainer tersebut akan memperkenalkan logika dari cara kerja robot dengan menggunakan diagram alir. Siswa-siswi akan mempelajari cara untuk merancang logika robot bekerja yang terdiri dari perulangan, percabangan, dan beberapa instruksi dasar. Trainer pembelajaran robotika dibangun dengan komponen utama yaitu : sensor jarak, modul bluetooth, driver motor, mikrokontroler dan smartphone. Perangkat lunak yang digunakan untuk memberikan instruksi kepada robot tersebut berasal dari smartphone android yang di dalamnya sudah di instal aplikasi trainer robotika dengan format extension apk. Hasil pengujian menunjukan bahwa trainer robotika ini dapat menjalankan instruksi yang diberikan oleh smartphone android. Robot dapat di instruksikan untuk berjalan maju, kanan, kiri, mundur, dan mendeteksi rintangan. Tingkat keberhasilan dari Trainer Robotika yang diuji adalah mencapai 90%, dikarenakan robot memiliki kelemahan jika berjalan di permukaan yang licin. Pada saat robot berjalan di permukaan yang licin terjadi perbedaan antara jarak yang di instruksikan dengan jarak robot saat berjalan. Bahasa pemrograman yang digunakan adalah bahasa C untuk mikrokontroler dan untuk aplikasi pada Android menggunakan bahasa pemrograman Java.