Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Sistem Monitoring Energi Lampu Penerangan Jalan Umum Berbasis Wireless Sensor Network dengan Topologi Mesh Rudy Santoso Lukito; Deddy Susilo; F. Dalu Setiaji
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 15 No. 01 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.804 KB) | DOI: 10.31358/techne.v15i01.139

Abstract

Pada makalah ini dibuat suatu sistem untuk memantau energi listrik yang terpakai pada lampu penerangan jalan umum dan mengirimkan datanya, berbasis wireless sensor network dengan topologi mesh. Terdapat modul slave yang dipasang pada tiang lampu jalan yang terdiri dari sensor tegangan jala-jala PLN, sensor arus yang terpakai oleh lampu, dan sensor intensitas cahaya yang dihasilkan lampu. Mikrokontroler Arduino pro mini 3,3V 8MHz digunakan untuk mengolah data dari sensor sehingga dapat diketahui besarnya daya yang digunakan oleh lampu. Wireless sensor network dengan topologi mesh dirancang untuk untuk mengatasi gagalnya pengiriman data dari modul slave ke modul master di komputer server. Wireless sensor network dirancang menggunakan RF transceiver. Hasil pengujian menunjukkan sensor tegangan, arus dan intensitas cahaya memiliki ralat di bawah 3%. Perancangan wireless sensor network dengan topologi mesh berhasil direalisasikan, di mana ketika salah satu modul slave yang tidak berfungsi, semua data dari modul slave yang berfungsi tetap dapat diterima oleh modul master.
Perancangan Sistem Modulator Binary Phase Shift Keying Deddy Susilo; Budihardja Murtianta; Arivia Aurelia Devina P.
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 15 No. 01 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2153.632 KB) | DOI: 10.31358/techne.v15i01.143

Abstract

Sistem yang dibangun adalah sebuah modul sistem modulator BPSK (Binary Phase Shift Keying). Perangkat yang dibahas adalah modulator BPSK dengan frekuensi 10kHz-48kHz dan untuk transmisi secara nirkabel ditambahkan pemancar FM yang akan mentranslasikan sinyal pembawa pada frekuensi radio sebesar 80MHz. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, sistem perangkat modulator BPSK yang dibangun dapat bekerja dengan baik. Perancangan pseudorandom generator dengan menanamkan algoritma register geser 5 tingkat dengan mikrokontroler AVR ATTINY13A dapat diatur dengan bit rate bervariasi dari 1200, 2400, 4800 dan 9600 bps. Untai tapis lolos rendah Bessel orde 2 dengan fc 48kHz dapat berfungsi memperhalus hasil keluaran pseudorandom generator dan level shifter. Untai selektor keluaran BPSK dapat berfungsi dengan baik untuk pemilih sinyal sinus 0° dan 180° serta pemancar FM dapat menghasilkan spectrum sinyal paling tinggi pada frekuensi 80MHz.
Pengembangan Robot Berkaki Enam yang dapat Mengidentifikasi Ruang pada Map Kontes Robot Pemadam Api Indonesia menggunakan Algoritma Pengenalan Karakter Ruang Daniel Santoso; Deddy Susilo; Jati Wasesa
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 16 No. 01 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2104.438 KB) | DOI: 10.31358/techne.v16i01.155

Abstract

Pada sistem perlombaan KRPAI berkaki terdapat bonus nilai aturan start di dalam ruangan (arbitrary start) dengan syarat robot dapat kembali ke dalam ruang tempat awal robot start (home base). Pada perlombaan-perlombaan sebelumnya, robot pemadam api berkaki R2C belum dapat membedakan ruangan, sehingga pada tiap perlombaan belum dapat mengambil bonus arbitrary start tersebut. Sebagai indikator penanda, akan dipasangkan penampil seven – segment 1 digit untuk mengindikasikan tiap ruangan yang di kunjungi. Dengan menggunakan algoritma khusus yang dirancang untuk mengenali karakteristik tiap ruangan, robot dapat mengidentifikasi ruangan yang sedang dimasuki. Algoritma ini telah diterapkan pada robot berkaki enam yang dilengkapi sensor jarak ultrasonik, kompaselektronik, dan sensor foto dioda pendeteksi garis penanda pintu masuk ruangan. Pengujian telah dilakukan dengan cara menjalankan robot melewati berbagai rute sebanyak total 90 kali dengan persentasi keberhasilan identifikasi ruang yang dikunjungi sebesar 95,55%.
Penggunaan Sensor Jarak Ultrasonik dan Sensor Proksimitas Inframerah dengan Metode Scanning dan Triangulasi untuk Mendeteksi Furnitur dan Boneka pada KRPAI Berkaki Daniel Santoso; Deddy Susilo; Adi Gunawan
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 16 No. 02 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.136 KB) | DOI: 10.31358/techne.v16i02.162

Abstract

Berdasarkan evaluasi internal pelaksanaan KRI 2015, robot pemadam api berkaki tim R2C UKSW tidak dapat secara akurat mendeteksi halangan berupa boneka dan furnitur. Oleh karena itu dikembangkan teknik baru yang diharapkan lebih akurat, yaitu menggunakan 8 sensor jarak ultrasonik yang diatur menyerupai oktagon dan 2 buah sensor proksimitas inframerah yang dipasang sejajar pada jarak 11.5 cm. Untuk sensor jarak ultrasonik pendeteksian menggunakan metode scanning sedangkan sensor proksimitas inframerah menggunakan metode triangulasi. Robot juga diprogram supaya tidak melewati daerah yang terdapat boneka dalam perjalanan menuju home setelah memadamkan api. Hasil pengujian sebanyak 60 kali, tingkat keberhasilan robot dalam mendeteksi boneka sebesar 98.3%, tingkat keberhasilan robot dalam memilih rute yang benar 93.3%. Pengujian pendeteksian furnitur dilakukan sebanyak 120 kali dengan tingkat keberhasilan 89.2%.
Perancangan Indikator Belok dan Perlambatan pada Helm Sepeda Berbasis Android Smartphone Simon Wedhatama; Deddy Susilo; F. Dalu Setiaji
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 16 No. 02 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.318 KB) | DOI: 10.31358/techne.v16i02.164

Abstract

Penggunaan sepeda sebagai alat transportasi masih populer dan digemari masyarakat. Tetapi jalur khusus sepeda yang disediakan masih sangat terbatas, itu pun masih sering diserobot pengendara kendaraan bermotor sehingga dapat membahayakan pesepeda. Oleh karena itu selain pesepeda perlu menggunakan perangkat keselamaan berupa helm, diusulkan tambahan fitur pada helm tersebut untuk meningkatkan keamanan pesepeda dari kemungkinan tertabrak kendaraan lain. Pada makalah ini helm sepeda dimodifikasi dengan menambahkan sejumlah lampu indikator (LED), yang dikendalikan oleh user interface berupa aplikasi Android smartphone yang nantinya diletakkan sepeda bagian depan sepeda yang mudah diakses pesepeda saat berkendara. Aplikasi ini dapat digunakan untuk menyalakan atau mematikan lampu sein kiri, sein kanan, lampu hazard, dan lampu depan, serta terdapat tampilan speedometer untuk mengetahui kecepatan sepeda dalam satuan km/jam atau m/s. Lampu indikator perlambatan juga akan menyala bila sepeda mengalami perlambatan sekitar -1m/s2.
Pemancar Modulasi Frekuensi dengan Modul GRF-3300 Budihardja Murtianta; Deddy Susilo; Rizky Salenda
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 17 No. 02 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1300.78 KB) | DOI: 10.31358/techne.v17i02.174

Abstract

Dalam era teknologi telekomunikasi, sistem pemancar (transmitter) dan sistem penerima (receiver) merupakan hal yang sangat mendasar. Pada tulisan ini dibahas sisitem pemancar yang berperan untuk mengirim suatu sinyal informasi. Perngiriman informasi bisa lewat beberapa media transmisi, seperti serat optik, microwave, udara dan sbagainya.Pemancar ini mengirimkan sinyal informasi lewat udara dan terdiri dari : Modulator, mixer, PLL, preamplifier, attenuator, penguat daya, antena. Pada tulisan ini dijelaskan cara kerja prinsip dasar sistem pemancar dengan dengan modul GRF-3300.
Sistem Pensaklaran pada Masukan dan Keluaran Penguat Awal Audio Deddy Susilo; Budihardja Murtianta; Albert Tarra Wahyu Setiadi
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 18 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.895 KB) | DOI: 10.31358/techne.v18i02.218

Abstract

Perangkat audio fidelitas tinggi (high fidelity) memiliki arti seberapa mirip bentuk sinyal keluaran hasil rekonstruksi terhadap sinyal masukan. Pada penelitian ini dirancang suatu sistem pensaklaran yang diterapkan pada masukan dan keluaran penguat awal (pre-amplifier) audio mono (1 kanal), lalu dengan diberikannya sistem pensaklaran tersebut, maka penguat awal audio mono tersebut dapat berfungsi menjadi seolah-olah penguat awal audio stereo. Dari hasil pengujian pada sistem pensaklaran yang sudah digabung pada penguat awal audio mono didapatkan penguatan yang mendekati sama tiap kanalnya dengan kanal kiri sebesar 20.844dB dan kanal kanan sebesar 20.842dB. Akan tetapi, pada hasil perancangan ini masih memiliki beberapa kekurangan yaitu naiknya distorsi sinyal keluaran sebesar 1.550% untuk kanal kiri dan 1.565% untuk keluaran kanal kanan, serta bertambahnya cakap silang (crosstalk) antar kanalnya menjadi -26.24dB dan menurunnya nilai SNR (signal to noise ratio) menjadi 64.06 dB.
Implementasi Sistem Tertanam Pada Papan Ketik untuk Meningkatkan Penyaringan Konten Porno Melalui Pencarian Kata pada Browser Bachtiar Lazuardi; Hartanto K. Wardana; Deddy Susilo
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 20 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v20i1.260

Abstract

Salah satu masalah sosial yang diakibatkan oleh teknologi internet adalah akses ke situs-situs yang memuat pornografi dan pornoaksi. Sekalipun pemerintah telah melarang dan memblokir situs-situs semacam itu, pada kenyataannya berpeluang ditembus dengan berbagai cara. Pada makalah ini dibuat sistem untuk mencegah akses konten pornografi dengan menggunakan perangkat keras berupa papan ketik yang ditambahi sistem tertanam. Alat ini bekerja dengan mendeteksi kata kunci yang dipakai pengguna untuk melakukan pencarian di browser. Jika terdapat adanya kesamaan antara kata kunci yang dimasukkan pengguna dengan basis data pada sistem tertanam maka akan dilakukan penutupan jendela browser. Basis data bisa diperbarui untuk menambah akurasi deteksi. Proses pencarian dan pencocokan antara kata kunci dengan basis data dilakukan dengan metode sekuensial. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat bekerja sesuai dengan yang direncanakan, yaitu menutup browser jika pengguna melakukan pencarian dengan kata kunci yang dilarang, serta mampu melakukan pembaruan basis data. Pengujian algoritma sekuensial dengan menggunakan 1200 kata yang ada di basis data, menunjukkan waktu pencocokan antara 32 ms sampai 189 ms. Jika kata tidak ada di basis data, diperlukan 190 ms untuk menyelesaikan pencarian dan pencocokan.
Energi Kinetik Alat Kebugaran Lat Pull Down untuk Lampu LED dan Pemandu Deddy Susilo; F. Dalu Setiaji; Martino Suherman
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Vol 4 No 2: Mei 2015
Publisher : Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (925.809 KB)

Abstract

This research builds a fitness equipment Lat Pull Down which is modified to produce alternative energy. This tool works by pulling a lever connected to a gearbox. Rotor and generator are connected to the gearbox and will rotate with angular velocity at about 22 rad/s, thus, can generate electromotive force of about 202 V. This AC voltage will be converted by a full wave rectifier using Schottky diodes into 19,8 VDC. An electronic switch, then, will automatically connect the DC voltage, which is still fluctuative, to either an LM2577 or LM2576 chip that will increase or decrease the voltage, respectively, into a stable voltage of 13,8 V. The energy will be stored in the 12 V accumulator and can be used as an energy source for the 2,5 W LED and microcontroller-based guidance system. This system can generate energy up to 2,367 Wh each day.
Perancangan Prototype Smart Indoor Greenhouse IoT untuk Membantu Permasalahan Budidaya Tanaman Selada di Kota Kupang Budihardja Murtianta; Stevano Danis Ronaldo; Deddy Susilo
Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika Vol. 21 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31358/techne.v21i2.331

Abstract

Greenhouse merupakan sebuah bangunan tempat tanaman dibudidayakan untuk melindungi tanaman dari kondisi lingkungan yang ekstrim dan hama yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Namun, suhu di dalam greenhouse umumnya lebih panas pada siang hari. Penggunaan sistem pendinginan dengan metode misting menggunakan mist maker yang dihembuskan dengan kipas DC mampu menurunkan suhu dan menaikkan kelembaban udara dalam greenhouse. Penggunaan LED putih sebagai pengganti sumber cahaya dari matahari dapat membantu karena spektrum yang dihasilkan oleh LED putih mirip dengan sinar matahari. Pada penelitian ini dirancang alat smart indoor greenhouse yang dapat mengontrol suhu, kelembaban tanah, dan waktu penyinaran secara otomatis maupun manual. Alat yang dirancang menggunakan ESP32 DevKit V1 sebagai mikrokontroler, DHT11 untuk mendeteksi suhu dan kelembaban udara, serta capacitive soil moisture sensor untuk mendeteksi kelembaban tanah. Alat ini juga dapat menampilkan kondisi greenhouse di LCD I2C 16×2 dan pada aplikasi blynk di smartphone menggunakan internet. Pengujian alat ini dilakukan dalam jangka waktu 30 hari dan menggunakan delapan tanaman selada. Dari hasil pengamatan diperoleh empat selada yang ditanam menggunakan alat ini jauh lebih baik daripada empat selada tanpa menggunakan alat ini.