Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

MENGATASI PERMASALAHAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI BIMBINGAN BELAJAR SIGMA [OVERCOMING STUDENTS' LEARNING MOTIVATION PROBLEMS IN SIGMA LEARNING HOUSE] Tanti Listiani; Melda Jaya Saragih; Oce Datu Appulembang; Widiastuti Widiastuti
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 6 No. 1 (2021): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v6i1.5122

Abstract

SIGMA tutoring is conducted in a church, namely the HKBP Binong Permai Tangerang. Because of the pandemic of COVID-19 in 2021, parents of church congregations have complaints about learning difficulties experienced by their children while online learning. The problem arises because the material studied by their children is quite difficult for their parents to guide. A solution is needed to overcome these problems, namely through Sigma tutoring. Sigma tutoring is implemented online by providing individual guidance for students. Online tutoring is being implemented currently according to government recommendations, it is prohibited to conduct face-to-face meetings between individuals. Even though by online learning, Sigma tutoring has a positive impact, namely that students/tutees feel helped by their learning difficulties, and tutors who are students can further hone their teaching skills through this Sigma tutoring. BAHASA INDONESIA ABASTRACT: Bimbingan belajar SIGMA dilaksanakan di sebuah gereja yakni HKBP Binong Permai Tangerang. Akibat Pandemi akibat COVID-19 pada tahun 2021 ini, orang tua dari jemaat gereja memiliki keluhan atas kesulitan belajar yang dialami anak-anaknya saat belajar online. Permasalahan muncul karena materi yang dipelajari oleh anak-anaknya cukup sulit untuk  dibimbing oleh orang tua mereka. Dibutuhkan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, yakni melalui bimbingan belajar Sigma. Bimbingan belajar Sigma adalah bimbingan belajar yang dilaksanakan secara online, dengan memberikan bimbingan per individu untuk peserta didik. Bimbingan belajar secara online sedang marak dilaksanakan karena saat ini sesuai anjuran pemerintah melarang untuk melakukan pertemuan  tatap muka antar personal. Meskipun  dilakukan secara online, bimbingan belajar Sigma memberikan dampak positif yakni peserta didik/tutee merasa terbantu kesulitan belajarnya serta Tutor yang adalah mahasiswa dapat semakin mengasah kemampuan mengajarnya melalui bimbingan belajar Sigma ini.
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI BIMBINGAN BELAJAR DARING DI TENJO Kurnia Putri Sepdikasari Dirgantoro; Pitaya Rahmadi; Tanti Listiani; Ernie Bertha Nababan
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 6 No. 2 (2022): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v6i2.5673

Abstract

Pandemic conditions are continuing and have an impact on learning. Under such conditions, perhaps students are already familiar with distance learning and adapt to those conditions. However, it is undeniable that not all children can still have good motivation during online learning. Student learning motivation must still be moved so that students' enthusiasm for learning continues to be encouraged and can follow the learning. Although there are already several schools that implement Limited Face-to-Face Learning (PTMT), students still need assistance, for example during independent study hours in developing their knowledge. Especially children of Junior High School (SMP) and High School (SMA) or Vocational High School (SMK) age 7, 8, 9, 10, and 11 are in the adolescent stage that requires attention so that they can focus on learning. One of the things that can be done to give real attention is to accompany them to study outside of school hours. Tenjo tutoring in collaboration with GKI Gading Serpong is here to answer these problems. The goal is to provide services that directly impact the needs of junior high and high school / vocational school students, especially in encouraging student learning motivation. This tutoring activity is carried out online. After being implemented for 5 months, the student's learning motivation score did not appear to have increased significantly. However, based on open-ended questions, 92% of students stated that they became enthusiastic about learning when taking this tutoring.abstract in BahasaKondisi pandemi masih terus berlanjut dan berdampak terhadap pembelajaran. Dalam kondisi demikian, mungkin siswa sudah terbiasa dengan pembelajaran jarak jauh dan beradaptasi dengan kondisi tersebut. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa tidak semua anak bisa tetap memiliki motivasi yang baik selama pembelajaran daring. Motivasi belajar siswa harus tetap digerakkan sehingga semangat belajar siswa terus terpacu dan dapat mengikuti pembelajaran. Meski sudah ada beberapa sekolah yang melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT), siswa tetap memerlukan pendampingan misalnya pada saat jam belajar mandiri dalam mengembangkan pengetahuannya. Khususnya anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kelas 7, 8, 9, 10, dan 11 berada di tahap remaja yang membutuhkan perhatian sehingga mereka bisa fokus dalam pembelajaran. Salah satu yang bisa dilakukan untuk memberikan perhatian yang nyata adalah mendampingi mereka belajar di luar jam sekolah. Bimbingan belajar Tenjo bekerja sama dengan GKI Gading Serpong hadir untuk menjawab permasalahan tersebut. Tujuannya adalah menghadirkan pelayanan yang langsung berdampak bagi kebutuhan siswa SMP dan SMA/SMK khususnya dalam mendorong motivasi belajar siswa. Kegiatan bimbingan belajar ini dilaksanakan secara daring. Setelah dilaksanakan selama 5 bulan, secara  skor motivasi belajar siswa tidak terlihat mengalami peningkatan secara signifikan. Namun berdasarkan pertanyaan terbuka, 92% siswa menyatakan menjadi semangat belajar ketika mengikuti bimbingan belajar ini.
Game Based Learning Berbantuan Kahoot! dalam Mendorong Keaktifan Siswa pada Pembelajaran Matematika Erina Hannawita Br Sembiring; Tanti Listiani
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v6i1.5708

Abstract

Pembelajaran online yang diterapkan akibat pandemi Covid-19 menjadikan siswa dan guru terbiasa dengan penerapan teknologi dalam pembelajaran. Penelitian ini dilakukan di sebuah sekolah di Tangerang Selatan, pembelajaran dilakukan secara tatap muka. Subjek penelitian merupakan siswa kelas X IPA yang terdiri atas 17 siswa. Pada proses pembelajaran, guru tidak menerapkan metode pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi dan menyebabkan keaktifan siswa kurang. Penerapan metode pembelajaran yang relevan di era digital dapat mempengaruhi keaktifan siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat bagaimana penerapan metode yang relevan dengan era digital, yaitu metode game based learning berbantuan Kahoot! dapat mendorong keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penulisan paper ini adalah metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penerapan game based learning berbantuan Kahoot! menunjukkan bahwa siswa sebelumya kurang aktif menjadi aktif dalam proses pembelajaran. Penerapan metode game based learning berbantuan Kahoot! terbukti dapat mendorong keaktifan siswa dalam proses pembelajaran.
Bimbingan Belajar Online Dalam Membantu Kebutuhan Belajar Siswa Melda Jaya Saragih; Oce Datu Appulembang; Siane Indriani; Tanti Listiani; Widiastuti Widiastuti
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v2i2.1109

Abstract

Selama pandemi, kebutuhan belajar siswa beralih menjadi online. Pembelajaran secara online juga membawa beberapa dampak dalam pembelajaran, ditemuai banyak kehilangan pembelajaran, sehingga tidak heran banyak ditemui kesulitan belajar sehingga perlu pendampingan bagi siswa pada saat belajar. Adanya kebutuhan pendampingan belajar bagi anak-anak jemaat di HKBP Binong, bimbingan belajar SIGMA menyediakan pelayanan les gratis secara online bagi warga jemaat  HKBP Binong Permai khususnya anak-anak dari bangku SD sampai SMA, namun kegiatan bimbel ini juga terbuka untuk banyak siswa diberbagai daerah dan tidak terbatasi tempat, karena dilakukan secara online. Kegiatan bimbel dilakukan secara online setiap sabtu selama 2 jam, tujuannya agar siswa dapat terbantu untuk memahami pembelajaran di sekolah dan siswa juga dapat semakin termotivasi untuk belajar. Setelah dilaksanakan bimbingan belajar kemudian dievaluasi pelaksanaannya. Terlihat siswa semakin bertambah pengetahuannya dan juga ada siswa yang antusias mengikuti bimbel dimana siswa antusias siswa menanyakan pelajaran diluar jadwal bimbel, namun tidak dipungkiri juga bahwa ada siswa yang malas. Orang tua juga antusias mendorong anaknya untuk mengikuti bimbel, terlihat dari ada orang tua yang meminta PPT ketika anaknya lupa mencatat, mengingatkan anaknya jadwal les, duduk disamping anaknya selama les
From Data to Decision-Making: The Development of Statistical Literacy Among Pre-Service Primary School Teachers Through Contextual Learning Melda Jaya Saragih; Kurnia Putri Sepdikasari Dirgantoro; Robert Harry Soesanto; Tanti Listiani
Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Vol 19, No 2 (2026): JPPM (Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika) Volume 19 Nomor 2 Agustus
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jppm.v19i2.40039

Abstract

Prospective teachers need to have good statistical literacy because they will become a decision-makers in data-based classroom learning. They must be able to determine when to change learning according to students’ progress. Prospective teachers, including Primary Student Teacher Education (PGSD) are not only able to do statistical calculations, but also as the ability to read data, interpret statistical information, and use the analysis data results as a basis for rational and responsible decision-making. This study aims to examine student statistical literacy development through contextual learning. The study used a quantitative approach with a one group pretest–posttest design, involving 72 PGSD students at one of the private universities in Indonesia. The instrument is a statistical literacy essay test. The data was analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a significant increasing in statistical literacy after the implementation of contextual learning. These findings confirm that contextual learning is effective in improving students' statistical literacy and is recommended as a pedagogical approach to strengthen the statistical literacy of prospective teachers.
Optimalisasi Bimbingan “BERKAT” untuk Mendorong Minat Belajar Siswa di Kecamatan Tenjo Tanti Listiani; Melda Saragih; Kurnia Dirgantoro; Ernie Nababan; Pitaya Rahmadi; Median Adu
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v7i2.7270

Abstract

The "BERKAT" guidance program is a comprehensive approach that focuses on increasing students' interest in learning through structured and sustainable methods. This study used a quantitative method with a quasi-experimental design, with 26 students from various schools in the Tenjo sub-district serving as research samples. Data was collected using a questionnaire to measure the level of interest in learning before and after the mentoring intervention. A t-test was used in data analysis to identify significant differences in learning interests. The results show that "BERKAT" mentorship has a positive and significant influence on increasing students' interest in learning. The average student's increased interest in learning demonstrates this. This research has practical implications for developing community guidance programs to improve the quality of education.