Nurman Nurman
Universitas Negeri Padang

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Tradisi Malakok dan Implikasinya terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat Tambun Ijuak Kecamatan Payakumbuh Kabupaten 50 Kota Zahratul Atikah; Nurman Nurman; Isnarmi Isnarmi
Journal of Civic Education Vol 2 No 4 (2019): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.611 KB) | DOI: 10.24036/jce.v2i5.287

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi Tambun Ijuak yang merupakan salah satu daerah yang beda di Kecamatan Payakumbuh karena banyak para pendatang atau kaum yang akan Malakok baik itu secara perorangan ataupun kelompok. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Lokasi penelitian adalah di Tambun Ijuak Kecamatan Payakumbuh. Teknik pengumpul data yang digunakan adalah wawancara, observasi langsung dan studi documenter. Hasil penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, pra prosedur Malakok menjelaskan bahwa adanya beberapa prosedur yang harus dilaksanakan oleh kaum pendatang sebelum melaksanakan prosedur Malakok. Kedua, prosedur tradisi Malakok yaitu adanya syarat yg harus dipenuhi diantaranya ~carano diisi siriah langkok ,beberapa bisa diuangkan ataupun emas,persembahan kerbau atau kambing yang sudah layak dikorbankan untuk upacara pemberian suku, setelah itu adanya syarat lain yang harus dilaksanakan seperti pihak-pihak yang menerima Malakok tersebut persetujuan dari wali nagari setempat,adanya kaum penerima dan kaum pendatang dan panghulu disetiap suku dan setelah melaksanakan prosedur Malakok dapat melaksanakan penandatanganan berkas dan serah terima kepada masyarakat dan keluarga yang di lakok-kan. Ketiga, implikasi terhadap masyarakat lokal Tambun Ijuak yaitu adanya struktur sosial yang baru didalam kehidupan sosial masyarakat, bertambahnya jumlah penduduk, terjalinnya komunikasi dan ikatan silaturrahmi yang baru. Sedangkan implikasi Malakok terhadap masyarakat pendatang di Tambun Ijuak yaitu masyarakat pendatang lebih bisa berinteraksi dengan baik dengan masyarakat local. Masyarakat pendatang dapat membangun relasi yang baik dengan masyarakat lokal baik itu dalam bidang pekerjaan dan hal penting lainnya, serta adanya sikap integritas yang baik antara masyarakat pendatang dengan masyarakat lokal.
Pemanfaatan Dana PKH oleh Masyarakat Kurang Mampu di Kanagarian Alahan Panjang Mai Parni; Nurman Nurman
Journal of Civic Education Vol 1 No 4 (2018): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.248 KB) | DOI: 10.24036/jce.v1i4.305

Abstract

Kemiskinan masih menjadi permasalahan utama di negara berkembang termasuk Indonesia. Pemerintah telah melakukan berbagai macam program pengentasan kemiskinan untuk mengurangi angka kemiskinan, salah satunya yaitu Program Keluarga Harapan (PKH). Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan dana PKH oleh masyarakat kurang mampu dalam bidang pendidikan dan kesehatan di Alahan Panjang beserta dengan permasalahan yang terjadi dalam proses pemanfaatan dana dan penyebab terjadinya permasalahan dalam pemanfaatan dana PKH di nagari tersebut. Penelitian ini dilakukan di Kanagarian Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok. Metode penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Informan penelitian adalah dinas sosial, pendamping PKH, dan penerima PKH. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Teknik analisis data melalui tiga alur kegiatan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pemanfaatan dana PKH masyarakat penerima menggunakannya untuk keperluan pendidikan dan kesehatan. Namun, masih terjadi permasalahan yaitu adanya penerima PKH yang kurang cermat dalam mengelola dana dan memanfaatkan dana tidak untuk pendidikan dan kesehatan. Hal tersebut terjadi karena kurangnya pengawasan pendamping, penerima tidak hadir saat sosialisasi, dan dana tidak tepat sasaran.
Implementasi Peraturan Nagari No. 5 Tahun 2016 Tentang Jum’at Ibadah di Nagari Parambahan Sumatera Barat Resti Kurnia; Nurman Nurman
Journal of Civic Education Vol 3 No 1 (2020): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.308 KB) | DOI: 10.24036/jce.v3i1.337

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya masyarakat yang melanggar peraturan nagari Parambahan yaitu peraturan nagari Jum’at ibadah. Penelitian bertujuan mengidentifikasi implementasi dari Peraturan Nagari No. 5 Tahun 2016 tentang Jum’at Ibadah di Kenagarian Parambahan, kendala yang di hadapi sehingga ada masyarakat yang melanggar peraturan ini serta upaya-upaya apa saja yang di lakukan pemerintah nagari dalam mengatasi kendala mengimplementasikan peraturan nagari Jum’at ibadah. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pemilihan informan dengan teknik purpose sampling yaitu memilih informan terkait dari pelaksanaan peraturan nagari Jum’at ibadah ini. Jenis data adalah data primer dan data sekunder. Data di kumpulkan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Teknik menguji keabsahan data di lakukan dengan teknik ketekunan pengamatan, teknik triangulasi dan melakukan member check. Teknik analisis data melalui pengumpulan data, reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian implementasi Peraturan Nagari No.5 Tahun 2016 tentang Jum’at ibadah di Kenagarian Parambahan Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok belum terlaksana secara efektif dan sanksi yang di berikan kurang tegas. Kendala yang di hadapi sehingga membuat masyarakat melanggar ialah adanya ketidaktahuan dan kurang kepedulian masyarakat, minimnya sosialisasi, kurang sumber daya, dan jauhnya peninjauan lokasi. Upaya dalam mengatasi kendala menjalin komunikasi yang baik, meningkatkan sumber daya, menetapkan komitmen serta memberikan contoh kepada masyarakat Nagari Parambahan dari pihak pemerintah nagari.
Perkawinan Sasuku Dalam Perspektif Hukum Adat Di Nagari Sago Salido Dina Ekawiyani; Nurman Nurman
Journal of Civic Education Vol 3 No 3 (2020): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.392 KB) | DOI: 10.24036/jce.v3i3.375

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya perkawinan sasuku di wilayah Kenagarian Sago Salido Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. Akibat dari perkawinan sasuku di wilayah ini dan pelaksanaan sanksi adat terhadap pelaku perkawinan sasuku. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh faktor saling cinta, faktor hamil diluar nikah dan faktor kurangnya pengetahuan yang menyebabkan perkawinan sasuku terjadi di Wilayah Kenagarian Sago Salido Kecamatan IV Jurai Kabupaten Pesisir Selatan. Metode penelitian dilakukan melalui metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian adalah Ketua KUA, Ketua KAN, Niniak Mamak, Bundo Kanduang, Pasangan yang melakukan kawin sasuku, Orang tua dari pasangan yang melakukan kawin sasuku, Pemuda-pemudi dan Orang-orang yang tidak melakukan kawin sasuku di Wilayah Kenagarian Sago Salido. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Teknik analisis melalui empat alur yaitu: proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan pemeriksaan kesimpulan atau verifikasi
Persepsi Masyarakat Nagari Batu Bajanjang Terhadap Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Gunung Talang Nia Cahya Ningsih; Nurman Nurman
Journal of Civic Education Vol 3 No 3 (2020): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.56 KB) | DOI: 10.24036/jce.v3i4.376

Abstract

Dalam rangka mewujudkan tercapainya tujuan pembangunan nasional pemerintah Indonesia terus mengusahakan pembangunan dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada salah satunya panas bumi. Pembangunan merupakan proses multidimensi dalam perubahan-perubahan seperti struktur sosial, sikap rakyat dan lembaga-lembaga nasional. Oleh karena itu dalam penelitian ini penulis akan meneliti tentang persepsi masyarakat terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Talang di Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok. Alasan penulis mengambil topik ini karena di nagari tersebut akan dibangun PLTP. Jenis penelitian ini ialah kualitatif dengan metode deskriptif. Purposive sampling digunakan sebagai teknik dalam penentuan informan penelitian. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, sedangkan teknik analisis data pada penelitian ini digunakan teknik Miles dan Hurben (1984) dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa.rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Talang yang akan dilakukan oleh PT Hitay Daya Energi menimbulkan berbagai pandangan atau persepsi dari masyarakat Nagari Batu Bajanjang sehingga terdapat dua kelompok persepsi masyarakat yaitu menerima (setuju) dan menolak (tidak setuju), persepsi masyarakat ini dipengaruhi oleh pemahaman masyarakat terhadap PLTP dan dampak yang ditimbulkan (dampak sosial, ekonomi dan lingkungan). Selain itu untuk meningkatkan pemahan masyarakat pemerintah dan PT melakukan sosialisasi kepada masyarakat namun tidak berjalan optimal.
Implementasi Program Sekolah Ramah Anak di SMP Negeri 3 Padang Panjang Riny Syavira; Suryanef Suryanef; Hasrul Hasrul; Nurman Nurman
Journal of Civic Education Vol 5 No 1 (2022): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.889 KB) | DOI: 10.24036/jce.v5i1.564

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan Implementasi Program Sekolah Ramah Anak Di SMPN 3 Padang Panjang. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan metode deskriptif. Penentuan informan dalam penelitian ini mengunakan teknik purposive sampling dengan teknik pengumpulan data antara lain observasi, wawancara dan dokumentasi. Uji keabsahan data mengunakan teknik triangulasi sumber. Data yang diperoleh selama penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis data yang terdiri dari reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa aspek dalam implementasi program sekolah ramah anak yaitu, komunikasi, sumber daya (SDM, sumber daya sarana dan prasarana dan sumber daya financial), disposisi serta struktur birokrasi. Selanjutnya terdapat faktor pendukung dalam implementasi program ramah anak yakni adanya kualitas guru yang menunjang program ramah anak, keikutsertaan peserta didik serta sarana dan prasarana yang cukup memadai. Sedangkan faktor penghambatnya yakni latar belakang keluarga yang berbeda-beda dalam mendidik anak, pengaruh teknologi yang semakin canggih serta pengaruh lingkungan sosial tepatnya lingkungan bermain anak yang berpengaruh terhadap perkembangan anak.
Tradisi Turun Tanah Masyarakat Keturunan Rajo di Nagari Koto Rajo Kabupaten Pasaman Lusi Sarlisa; Nurman Nurman
Journal of Civic Education Vol 4 No 4 (2021): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1339.117 KB) | DOI: 10.24036/jce.v4i4.588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana prosesi tradisi tanah, menganalisis makna dalam tradisi turun tanah serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi masyarakat keturunan rajo dalam melaksanakan tradisi turun tanah ini di Nagari Koto Rajo Kabupaten Pasaman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dalam penelitian yang peneliti lakukan ditetapkan dengan cara purposive sampling. Jenis data dan sumber data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder sedangkan sumbernya yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder melalui wawancara dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data penelitian ini menggunakan ketekunan pengamatan, membercheck, dan trianggulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data (display data), Verifikasi data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat beberapa tahapan dalam prosesi turun tanah yaitu dimulai dari tahapan persiapan yaitu menentukan hari pelaksanaan dan menyiapakan syarat khusus sebelum tradisi turun tanah yaitu tanah, bunga tujuh warna, kain berwarna kuning, emas dan kain gendongan warna kuning. Tahapan pelaksanaan ada beberapa hal yang dilakukan yaitu mengundang duduak datuak niniak mamak. Selanjutnya tahapan penutupan yaitu memandikan anak ke sungai dan makan nasi kuning setelah mandi.
Pembauran Masyarakat Pendatang dengan Masyarakat Lokal Suku Mentawai Heribertus Samarurok; Ideal Putra; Nurman Nurman
Journal of Civic Education Vol 6 No 1 (2023): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v6i1.818

Abstract

Assimilation is a sociocultural phenomenon that manifests in heterogeneous societies where diverse cultural backgrounds converge. The current research delves into the assimilation dynamics between immigrant communities and the indigenous Mentawai tribes in Muara Siberut Village, Mentawai Islands Regency. The process of assimilation is facilitated through the utilization of the local language as a means of communication, engagement in cultural activities, and inter-ethnic marriages. Employing a descriptive qualitative approach, this study involves participants from immigrant communities, local communities, and traditional institutions. The findings indicate a harmonious assimilation process between the immigrant communities and the local Mentawai community, characterized by the preservation of their respective local wisdom values that have facilitated assimilation over an extended period of time.