Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : REFLEKSI EDUKATIKA

KEMAMPUAN MENULIS CERPEN DENGAN PERLAKUAN MODEL PENGAJARAN TIDAK LANGSUNG DAN MODEL KOOPERATIF INTEGRATIF PADA SISWA SMA DILIHAT DARI TINGKAT KEMANDIRIAN SISWA Roysa, Mila
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v4i2.418

Abstract

Kemampuan menulis cerpen siswa kelas X rendah. Rendahnya kemampuan menulis cerpen disebabkan oleh beberapa hal, antara lain kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran menulis cerpen, guru belum melaksanakan penerapan model pembelajaran yang inovatif ketika proses pembelajaran berlangsung, dan guru kurang dalam melaksanakan pembelajaran kurang memperhatikan karakter karakter peserta didik. Masalah yang diteliti adalah (1) apakah berbeda secara signifikan kemampuan menulis cerpen siswa yang memiliki tingkat kemandirian tinggi setelah mengikuti pembelajaran dengan perlakuan model pengajaran tidak langsung dan model kooperatif integratif dan (2) apakah berbeda secara signifikan kemampuan menulis cerpen siswa yang memiliki tingkat kemandirian rendah setelah mengikuti pembelajaran dengan perlakuan model pengajaran tidak langsung dan model kooperatif integratif. Tujuan penelitian ini adalah (1) menentukan perbedaan kemampuan menulis cerpen siswa yang memiliki tingkat kemandirian tinggi setelah mengikuti pembelajaran dengan perlakuan model pengajaran tidak langsung dan model kooperatif integratif dan (2) menentukan perbedaan kemampuan menulis cerpen siswa yang memiliki tingkat kemandirian rendah setelah mengikuti pembelajaran dengan perlakuan model pengajaran tidak langsung dan model kooperatif integratif. Penelitian ini termasuk jenis eksperimen quasi. Hasil penelitian ini adalah bahwa (1) model pengajaran tidak langsung cocok untuk pembelajaran kemampuan menulis cerpen dilihat dari siswa yang memiliki tingkat kemandirian tinggi dan (2) model kooperatif integratif cocok untuk pembelajaran kemampuan menulis cerpen dilihat dari siswa yang memiliki tingkat kemandirian rendah dan ada interaksi antara model pengajaran tidak langsung dan model kooperatif integratif. Simpulan hasil penelitian ini adalah (1) model pengajaran tidak langsung cocok untuk pembelajaran kemampuan menulis cerpen dilihat dari siswa yang tingkat kemandirian tinggi dan (2) model kooperatif integratif cocok untuk pembelajaran menulis cerpen dilihat dari siswa yang memiliki tingkat kemandirian rendah.
KELAYAKAN BUKU SANTUN BERBAHASA UNTUK PENGASUHAN BERBAHASA PESERTA DIDIK TK DI KABUPATEN KUDUS Ristiyani, Ristiyani; Roysa, Mila; Fakhriyah, Fina
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 7, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v7i2.1227

Abstract

The purpose of this study was to measure the feasibility of well mannered language book for parenting the preschool-aged children in Kudus regency. Based on feasibility test that had been executed, it was obtained feasibility test score from linguist with feasibility aspect of writing, feasibility of content, feasibility of language use, feasibility of presentation, and feasibility of graph, it was obtained result equal to 78,3% which meant in feasible category. 83.5% score was obtained from the feasibility test of the material expert with the aspect of the feasibility of the grammar, the feasibility of the content, the feasibility of language use, the feasibility of presentation, and the feasibility of graph which meant in the very feasible category. Feasibility test from module expert with aspect of grammar, content feasibility, feasibility of language use, feasibility of presentation, and feasibility of graph, it was obtained the score of 90% in very feasible category. Based on these data, it could be concluded that the well mannered language book that had received input of the linguists experts, materials (psychologists), and teachers was very feasible in the category.
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DITINJAU DARI MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SD MUHAMMADIYAH I KUDUS -, Masturi; Fakhriyah, Fina; -, Sumaji -; Roysa, Mila
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v5i2.588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang mempunyai hasil belajar lebih baik, siswa dengan minat belajar tinggi, sedang atau rendah pada siswa kelas IV SD Muhammadiyah 1 Kudus pada penerapan pendekatan scientific. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain anava 2 jalan dengan rancangan faktorial 23. Data hasil tes dianalisis dengan uji anava 2 jalan dengan hasil Fobs > Fa = 122,63 > 3,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga minat belajar (tinggi, sedang, rendah) siswa memberikan efek yang berbeda terhadap prestasi belajar antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol.
KELAYAKAN BUKU SANTUN BERBAHASA UNTUK PENGASUHAN BERBAHASA PESERTA DIDIK TK DI KABUPATEN KUDUS Ristiyani Ristiyani; Mila Roysa; Fina Fakhriyah
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 7, No 2 (2017): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Juni 2017)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v7i2.1227

Abstract

The purpose of this study was to measure the feasibility of well mannered language book for parenting the preschool-aged children in Kudus regency. Based on feasibility test that had been executed, it was obtained feasibility test score from linguist with feasibility aspect of writing, feasibility of content, feasibility of language use, feasibility of presentation, and feasibility of graph, it was obtained result equal to 78,3% which meant in feasible category. 83.5% score was obtained from the feasibility test of the material expert with the aspect of the feasibility of the grammar, the feasibility of the content, the feasibility of language use, the feasibility of presentation, and the feasibility of graph which meant in the very feasible category. Feasibility test from module expert with aspect of grammar, content feasibility, feasibility of language use, feasibility of presentation, and feasibility of graph, it was obtained the score of 90% in very feasible category. Based on these data, it could be concluded that the well mannered language book that had received input of the linguists experts, materials (psychologists), and teachers was very feasible in the category.
KEMAMPUAN MENULIS CERPEN DENGAN PERLAKUAN MODEL PENGAJARAN TIDAK LANGSUNG DAN MODEL KOOPERATIF INTEGRATIF PADA SISWA SMA DILIHAT DARI TINGKAT KEMANDIRIAN SISWA Mila Roysa
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v4i2.418

Abstract

Kemampuan menulis cerpen siswa kelas X rendah. Rendahnya kemampuan menulis cerpen disebabkan oleh beberapa hal, antara lain kurangnya minat siswa terhadap pembelajaran menulis cerpen, guru belum melaksanakan penerapan model pembelajaran yang inovatif ketika proses pembelajaran berlangsung, dan guru kurang dalam melaksanakan pembelajaran kurang memperhatikan karakter karakter peserta didik. Masalah yang diteliti adalah (1) apakah berbeda secara signifikan kemampuan menulis cerpen siswa yang memiliki tingkat kemandirian tinggi setelah mengikuti pembelajaran dengan perlakuan model pengajaran tidak langsung dan model kooperatif integratif dan (2) apakah berbeda secara signifikan kemampuan menulis cerpen siswa yang memiliki tingkat kemandirian rendah setelah mengikuti pembelajaran dengan perlakuan model pengajaran tidak langsung dan model kooperatif integratif. Tujuan penelitian ini adalah (1) menentukan perbedaan kemampuan menulis cerpen siswa yang memiliki tingkat kemandirian tinggi setelah mengikuti pembelajaran dengan perlakuan model pengajaran tidak langsung dan model kooperatif integratif dan (2) menentukan perbedaan kemampuan menulis cerpen siswa yang memiliki tingkat kemandirian rendah setelah mengikuti pembelajaran dengan perlakuan model pengajaran tidak langsung dan model kooperatif integratif. Penelitian ini termasuk jenis eksperimen quasi. Hasil penelitian ini adalah bahwa (1) model pengajaran tidak langsung cocok untuk pembelajaran kemampuan menulis cerpen dilihat dari siswa yang memiliki tingkat kemandirian tinggi dan (2) model kooperatif integratif cocok untuk pembelajaran kemampuan menulis cerpen dilihat dari siswa yang memiliki tingkat kemandirian rendah dan ada interaksi antara model pengajaran tidak langsung dan model kooperatif integratif. Simpulan hasil penelitian ini adalah (1) model pengajaran tidak langsung cocok untuk pembelajaran kemampuan menulis cerpen dilihat dari siswa yang tingkat kemandirian tinggi dan (2) model kooperatif integratif cocok untuk pembelajaran menulis cerpen dilihat dari siswa yang memiliki tingkat kemandirian rendah.
PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN SCIENTIFIC DITINJAU DARI MINAT BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI SD MUHAMMADIYAH I KUDUS -, Masturi; Fakhriyah, Fina; -, Sumaji -; Roysa, Mila
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 5, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v5i2.588

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manakah yang mempunyai hasil belajar lebih baik, siswa dengan minat belajar tinggi, sedang atau rendah pada siswa kelas IV SD Muhammadiyah 1 Kudus pada penerapan pendekatan scientific. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain anava 2 jalan dengan rancangan faktorial 23. Data hasil tes dianalisis dengan uji anava 2 jalan dengan hasil Fobs Fa = 122,63 3,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga minat belajar (tinggi, sedang, rendah) siswa memberikan efek yang berbeda terhadap prestasi belajar antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol.