Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Industrial View

Material Handling Terpendek Dengan Blocplan90 dan Value Stream Mapping (VSM) Ni Made Wiati
Journal of Industrial View Vol 2, No 1 (2020): May 2020
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.239 KB) | DOI: 10.26905/4209

Abstract

Air Mineral UNMER merupakan produk untuk memenuhi kebutuhan air minum di lingkungan internal Universitas Merdeka Malang. Pada proses produksinya masih terdapat aliran backtracking. Beberapa mesin yang aliran prosesnya berurutan masih diletakkan berjauhan. Hal ini menyebabkan jarak material handling menjadi lebih panjang. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan perbaikan ulang tata letak guna memperpendek jarak material handling dengan menggunakan Software Blocplan90 dan metode Value Stream Mapping (VSM). Berdasarkan hasil analisa dari desain tata letak usulan terjadi pengurangan jarak material handling dari 15,79 meter menjadi 12,17 meter dengan persentase pengurangan yaitu 22,9% dan tidak ada aliran bolak balik (backtracking) dibandingkan dengan tata letak awal. Dengan metode VSM juga menyebabkan pengurangan jarak antara stasiun kerja penyimpanan botol kosong (PB) ke stasiun kerja filling sebesar 1,99 meter (27,98%) ,sedangkan pengurangan jarak antara stasiun kerja filling ke tempat penyimpanan sementara (PS) sebesar 2,28 meter (51,82%).
Analisis dan Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Produksi dengan Metode Systematic Layout Planning Ni Made Wiati; Fu'ad Kautsar; Mohammad Zuheruz Zaman
Journal of Industrial View Vol 3, No 2 (2021): November 2021
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.671 KB) | DOI: 10.26905/jiv.v3i2.6678

Abstract

Home industry cetakan kue Fandy adalah perusahaan rumahan yang memproduksi cetakan kue menggunakan teknik cor dengan bahan baku alumunium. Permasalahan yang terjadi pada Tata letak pada Home industry cetakan kue Fandy adalah adanya waste (pemborosan) yang terjadi. Seperti waste gerakan bolak-balik seperti pada stasiun percetakan menuju stasiun pemotongan dan pengikiran yang harus melewati stasiun bahan baku terlebih dahulu Waste transportasi berlebihan seperti Proses perpindahan bahan baku menuju stasiun peleburan yang cukup jauh yang seharusnya berdekatan. Permasalahan tersebut dapat menyebabkan ongkos material handling menjadi lebih besar hal ini yang nantinya berpengaruh pada besarnya biayaproduksi dan waktu proses produksi. Perancangan ulang tata letak fasilitas pada stasiun kerja dan perbaikan layout usulan dengan menggunakan pendekatan metode Systematic Layout Planning (SLP). Ada beberapa tahapan dari SLP yaitu tahap analisis, tahap penyesuaian dan tahap evaluasi. Tahap analisis seperti analisis aliran material, activity relationship chart (ARC) dan activity relationship diagram (ARD). Tahap analisis seperti perencanaan hubungan diagram ruangan dan perancangan alternatif layout. Dan pada tahap evaluasi dilakukan perhitungan untuk mendapatkan ongkos material handling yang minimum.Berdasarkan hasil perancangan dengan metode Systematic Layout Planning (SLP) perhitungan jarak material handling layout awal jarak total yang ditempuh pada proses produksi adalah sebesar 1981,8 meter dalam priode satu minggu. Sedangkan jarak total yang di tempuh untuk proses produksi pada layout usulan adalah sebesar 1732,05 meter dalam satu minggu. Dengan ongkos material handling (OMH) perminggu layout awal sebesar Rp 777.238,00 setelahdilakukan perbaikan usulan menjadi Rp 691.006,82 dengan penghematan sebesar 11%.
Usulan Strategi Peningkatan Kualitas Layanan dengan Pendekatan Metode Quality Function Deployment Ni Made Wiati; Dani Yuniawan; Vetty Kartikasari; Primahasmi Dalulia; Mochammad Rofieq; Agus Yudi Asmoro; Dzulfikar Al Haq
Journal of Industrial View Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jiv.v5i1.9943

Abstract

Universitas Merdeka Malang’s Employee Cooperative (Kopkar Unmer) has permanent members of all Lecturers, Employees and Cooperative Workers of the Universitas Merdeka Malang. Besides serving the needs of permanent members, Kopkar Unmer also serves the needs of thousands of students with several business units such as shops, savings and loans, photocopying, canteens and parking. With the large market potential that exists, Kopkar Unmer should continue to strive to improve service quality. Quality and appropriate services are needed by Kopkar Unmer to maintain customer satisfaction amidst intense competition in similar businesses around the Unmer campus. Based on the results of Real Work Practices at Kopkar Unmer for shop, savings and loan and photocopying business units, there are several service qualities that have very high gaps. If this is allowed then the longer the consumer satisfaction will be lower. For this reason, it is very important to conduct research to determine the appropriate Technical Response to be carried out in an effort to improve the quality of Unmer's Kopkar services. By using the Quality Function Deployment (QFD) approach, 10 priority Technical Responses were obtained, namely fast service response time, updating photocopiers, updating printing presses, conducting briefings before starting work, maintaining standard quality of goods, maximizing work time efficiency, changing layout in the shop and photocopy units, changes to the arrangement of stock items, tidying up unused items, adding jobdesk employees to each unit for a cleaning schedule. AbstrakKoperasi Karyawan Universitas Merdeka Malang (Kopkar Unmer) mempunyai anggota tetap seluruh Dosen, Karyawan dan Pekerja Koperasi Universitas Merdeka Malang. Disamping melayani kebutuhan anggota tetap, Kopkar Unmer juga melayani kebutuhan ribuan Mahasiswa dengan beberapa unit bidang usaha seperti pertokoan, simpan pinjam, fotocopy, kantin dan parkir. Dengan besarnya potensi market yang ada Kopkar Unmer hendaknya terus berusaha untuk meningkatkan kualitas layanan. Layanan yang berkualitas dan tepat sangat dibutuhkan oleh Kopkar Unmer untuk menjaga kepuasan pelanggan  ditengah ketatnya persaingan pada usaha sejenis disekitar kampus Unmer. Berdasarkan hasil Praktek Kerja Nyata pada Kopkar Unmer untuk unit usaha pertokoan, simpan pinjam dan fotocopy terdapat beberapa kualitas layanan yang memiliki Gap sangat tinggi. Jika hal ini dibiarkan maka kepuasan konsumen semakin lama akan semakin rendah. Untuk itu sangat penting dilakukan penelitian untuk menentukan Respon Teknis yang tepat dilakukan dalam upaya meningkatkan mutu layanan Kopkar Unmer. Dengan menggunakan pendekatan metode Quality Function Deployment (QFD) diperoleh 10 Respon Teknis prioritas yaitu respon time pelayanan yang cepat, pembaruan  mesin fotocopy, pembaruan mesin cetak print, melakukan briefing sebelum memulai kerja, menjaga standart kualitas barang, memaksimalkan efisiensi waktu kerja, perubahan tata letak di unit pertokoan dan fotocopy, perubahan penataan pada stok barang, merapikan barang yang sudah tidak terpakai, menambahkan jobdesk karyawan pada tiap unit untuk jadwal berbenah.