Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KAJIAN TARIF TRANSPORTASI TRADISIONAL DI KOTA YOGYAKARTA Yosef Venansius Alfian Poleng; Imam Basuki
Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 3 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.277 KB) | DOI: 10.24002/jts.v15i3.3732

Abstract

Transportasi tradisional merupakan  transportasi yang diakui oleh pemerintah Kota Yogyakarta yang mulai tersingkirkan keberadaannya akibat dari moderenisasi transportasi dan persaingan tarif. Dalam rangka mempertahankan eksistensi transportasi tradisional maka pemerintah mengeluarkan Peraturan Daerah Istimewa Yogyakarta No.5 Tahun 2016 tentang Moda Transportasi Tradisional Becak dan Andong. Namun, Permasalahan tarif  transportasi tradisional adalah permasalah yang belum pernah diatur dalam peraturan Pemerintah tersebut. Belum adanya standardisasi tarif kendaraan tradisional di Kota Yogyakarta menyebabkan terjadinya ketidakpastian tarif. Penumpang ataupun pengemudi berpeluang dirugikan akibat ketidakpastian tarif yang hanya ditentukan lewat proses tawar-menawar. Terutama untuk penumpang ataupun wisatawan yang melihat kendaraan tradisional hanya sebagai alat transportasi daripada sebagai tujuan wisata. Padahal tarif merupakan salah satu tolak ukur dalam pemilihan transportasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tarif standar transportasi tradisonal berdasarkan biaya operasionalnya. Metode analisis Direktur Jendral Perhubungam Darat SK Nomor 687/AJ.206/DRJD/2002 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Angkutan Umum Penumpang Di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek Tetap Dan Teratur.  Hasil dari penelitian ini didapatkan biaya operasional becak adalah sebesar Rp 4.622,54/becak-km dengan tarif becak adalah sebesar Rp 5.084,79 /km.  Sedangkan hasil  perhitungan biaya operasional andong adalah  sebesar Rp 11.700,91/km dengan  tarif per penumpang adalah sebesar  Rp 12.871,00/km dan  tarif paket wisata adalah sebesar Rp 77.226,01/km. Diharapkan dari penelitian ini dapat dipakai sebagai bahan acuan bagi Pemerintah Kota Yogyakarta  untuk menentukan standar tarif kendaraan tradisional.
Evaluasi Tingkat Keselamatan Jalan Berdasarkan Pemeringkatan Bintang Menurut Pedoman Teknis ULFJ No. 06/P/BM/2024 (Studi Kasus: Ruas Jalan Maruni–Batas Kota Manokwari) Fretty Sumbung Parerung; Imam Basuki
Portal: Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 2 (2025): October Edition
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/portal.v17i2.7328

Abstract

Ruas Jalan Maruni–Batas Kota Manokwari memiliki peran strategis sebagai jalur utama penghubung antarwilayah di Papua Barat. Namun, peningkatan volume lalu lintas dan kondisi jalan yang bervariasi menimbulkan tantangan terhadap keselamatan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat keselamatan jalan dengan metode Pemeringkatan Bintang berdasarkan Pedoman Teknis ULFJ No. 06/P/BM/2024, serta membandingkannya dengan metode International Road Assessment Programme (iRAP). Metode penelitian meliputi survei lapangan pada 176 segmen jalan sepanjang 17,52 km, analisis visual infrastruktur, dan penilaian kondisi perkerasan menggunakan Pavement Condition Index (PCI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pemeringkatan bintang berdasarkan pedoman nasional adalah 3 (skor 9,19), sedangkan metode iRAP menghasilkan rata-rata 2 bintang (skor 15,20), yang menandakan pendekatan iRAP lebih konservatif terutama pada segmen dengan kondisi kerusakan perkerasan. Nilai PCI menunjukkan 99% ruas jalan dalam kondisi baik hingga sangat baik, namun beberapa segmen dengan kerusakan permukaan memiliki tingkat keselamatan rendah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa evaluasi dengan metode Pemeringkatan Bintang efektif dalam mengidentifikasi segmen kritis untuk perbaikan. Rekomendasi perbaikan meliputi pengaspalan ulang, pemasangan rambu dan marka jalan, penerangan, zebra cross, dan fasilitas pejalan kaki. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan kebijakan peningkatan keselamatan jalan secara berkelanjutan.