Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENGENALAN BUDIDAYA MAGGOT PADA PETERNAK SAPI DI DESA SUMBERSARI, LOA KULU KUTAI KARTANEGARA, KALIMANTAN TIMUR Retno Aryani; Rudy Nugroho; Hetty Manurung; Ari Sanjaya; Didit Suprihanto; Wulan Sari; Yanti Sari; Rudianto Rudianto; Widha Prahastika; Nurul Fadila; Iyut Toimsar; Christiano Jhonson
Jurnal Abditani Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v6i2.233

Abstract

Maggot atau awam mengenal dengan larva lalat tentara hitam/Black Soldier Fly (BSF), akhir-akhir ini menjadi primadona masyarakat. Budidaya maggot sangat mudah, dengan hanya menggunakan substrat limbah organik atau berupa limbah dari peternakan hewan misalnya kotoran sapi, budidaya maggot sudah dapat dilakukan. Namun demikian, bagi sebagian kelompok masyarakat, khususnya peternak sapi di wilayah Desa Sumbersari, Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pengetahuan mengenai budidaya maggot dengan memanfaatkan kotoran sapi sebagai substrat belum pernah diketahui. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan budidaya maggot kepada anggota peternak sapi di desa Sumbersari, Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Kegiatan diikuti oleh 15 orang peternak sapi yang merupakan mitra dari PT Berkah Salama Jaya, Sentral Penggemukan Sapi. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga tahap yaitu perencanaan, persiapan dan pelaksanaan. Metode pelaksanaan dilakukan dengan ceramah, praktek dan diskusi. Hasil pengabdian ini ada beberapa peserta yang memulai budidaya maggot untuk mengoptimalkan peternakan sapi yang telah ada. Dengan kegiatan ini maka peternak sapi di wilayah desa Sumbersari, Loa Kulu, Kutai Kartanegara, mendapatkan pengetahuan baru mengenai budidaya maggot dan prospek untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
PENDAMPINGAN BUDIDAYA LARVA TENTARA LALAT HITAM (HERMETIA ILLUCENS) KOMUNITAS PETERNAK SAPI DI SANGATTA, KALIMANTAN TIMUR Ari Sanjaya; Didit Suprihanto; Wulan Sari; Rudianto Rudianto; Rudy Agung Nugroho; Retno Aryani; Hetty Manurung; Muhammad Fauzi Arif; Iyut Jaya Toimsar
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Panrita Abdi - Januari 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i1.23750

Abstract

Black Soldier Fly larvae commonly known as maggot (Hermetia illucens), are currently gaining momentum to convert organic waste. Using bioconversion technology of organic waste with maggot, will not only help in decomposing waste but also the results of cultivation can improve the economy of society. This community service aimed to provide assistance in maggot cultivation for the cattle breeder community, Sangatta City, East Kalimantan province, so that they are familiar with and able to cultivate maggot, especially for producing high protein feed ingredients. The present community service activity was attended by a group of cattle breeders from the Sangatta area, East Kalimantan, and accompanied by a community service team from Mulawarman University. The activity lasted for three months and the implementation was carried out using the method of material presentation, discussion, question and answer, and the practice of maggot cultivation. The activity was carried out at the house of the Sangatta cattle farmer, East Kalimantan. As a result of the activity, cattle breeders have been able to start maggot cultivation and provide an evaluation that the activity is very important because it adds new insight and understanding about maggot cultivation, especially for food security in the area around the capital of the archipelago, Indonesia.  ---  Larva lalat tentara hitam atau dikenal awam sebagai belatung atau maggot dengan nama ilmiah (Hermetia illucens), saat ini popular dibudidayakan untuk merombak limbah organik. Dengan adanya teknologi biokonversi limbah organik dengan maggot, maka tidak hanya membantu dalam merombak limbah namun juga hasil budidaya dapat meningkatkan perekonomian. Pengabdian kepada masyarakat kali ini bertujuan memberikan pendampingan budidaya maggot bagi komunitas peternak sapi Sangatta, Kalimantan Timur, agar mengenal dan mampu membudidayakan maggot dan menghasilkan larva yang mengandung bahan pakan berprotein tinggi. Pengabdian diikuti oleh kelompok peternak sapi dari wilayah Sangatta, Kalimantan Timur dan didampingi oleh tim pengabdi dari Universitas Mulawarman. Kegiatan berlangsung total selama 3 bulan dan pelaksanaan dilakukan dengan metode presentasi materi, diskusi, tanya jawab dan praktek budidaya maggot. Kegiatan dilaksanakan di rumah peternak sapi Sangatta, Kalimantan Timur. Hasil kegiatan, peternak sapi telah mampu memulai budidaya maggot dan memberikan evaluasi bahwa kegiatan sangat penting karena menambah wawasan dan pemahaman baru tentang budidaya maggot terutama untuk ketahanan pangan di wilayah sekitar Ibukota Negara Nusantara, Indonesia.
Subchronic Toxicity Test of Indian Almond (Terminalia catappa) Leaves Water Extract on The Liver Histology of Mice (Mus musculus) Nugroho Rudy; Ni Cening Sri Puspa; Retno Aryani; Widha Prahastika; Rudianto Rudianto; Hetty Manurung
BIOEDUSCIENCE Vol 4 No 2 (2020): BIOEDUSCIENCE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/j.bes/425173

Abstract

Background: Indian almond (Terminalia catappa) is used as an alternative medicine by the community to treat various diseases. However, limited research has been conducted on the subchronic toxicity of Indian almond water extracts on the liver. Present study aimed to determine the subchronic toxic effects of Indian almond leaf water extract on the liver histology of mice and to evaluate the safe dose of Indian almond leaf water extract with various doses (125, 250, 500, 750 and 1000 mg/kg). Methods: In total of 33 male mice were randomly divided into 11 groups, each group consisting of three mice as replication. For 30 days, mice in five treatment groups were orally treated every day with water extracts of green Indian almond leaf while other five groups were given water extracts of brown Indian almond leaves and compare with control group. At the end of day 30, all mice were sacrificed, and hepar was taken out for histological preparations. The histopathological changes in the liver was observed and assessed based on histological damage in the term of degeneration and necrosis. Results: The administration of green and brown Indian almond water extract at doses of 125, 250, 500, 750 and 1000 mg / kg BB showed a toxic effect on the liver of mice. The toxic effect was due to the high doses, causing a cell swelling damage and increased liver necrosis. Conclusion: Indian almond leaf water extract can cause toxic effects on the liver of mice at the doses implemented.