Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMANFAATAN DAUN PANDAN DAN JERUK NIPIS SEBAGAI BAHAN DASAR SABUN CUCI PIRING ALAMI MELALUI KEGIATAN EDUKASI DAN PELATIHAN DI DESA SUMBERJOSARI Awalinda Postry Antaryksha; Sania Oktaverina; Marcella Beata Korintian; Gabriel Gihon Baptista; Febryani Birana; Diva Asti Putri Listiyuni; David Vincent Parulian Sinaga; Astri Septiana; Alissa Salwadewi; Akmaludin Prambudi Gunawan; Bambang Suhardi; Moh Sayful Zuhri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 9 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan sabun cuci piring sebagai salah satu kebutuhan rumah tangga dilakukan secara rutin untuk membersihkan peralatan makan dan memasak dari sisa makanan, minyak, dan kotoran. Tingginya kebutuhan terhadap produk pembersih mendorong perlunya pemanfaatan bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK Desa Sumberjosari dalam memanfaatkan daun pandan dan jeruk nipis sebagai bahan dasar pembuatan sabun cuci piring alami. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, serta diskusi dan tanya jawab. Peserta diberikan penjelasan mengenai potensi daun pandan dan jeruk nipis, fungsi bahan yang digunakan, serta tahapan pembuatan sabun cuci piring. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan mampu memahami tahapan pembuatan sabun melalui praktik secara langsung. Kegiatan ini memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan kembali dalam kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan bahan alami tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi produk rumah tangga yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Kajian Aksesibilitas Sebagai Dasar Perbaikan Fasilitas Terminal Tirtonadi Solo Menggunakan Metode Kualitatif Sesuai Prinsip Universal Design Bambang Suhardi; Alfina Diva Ramadhanty; Rahmaniyah Dwi Asturi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 37 No. 1 (2025): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v37i1.2397

Abstract

Aksesibilitas merupakan faktor penting untuk memastikan kesempatan yang setara bagi semua individu, termasuk penyandang difabel. Difabel berhak untuk mengakses fasilitas umum yang dapat mengakomodasi kebutuhan mereka. Aksesibilitas di terminal berperan besar dalam memfasilitasi mobilitas dan kemandirian difabel. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat aksesibilitas di Terminal Tirtonadi untuk pengguna difabel. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan pengguna difabel diketahui bahwa beberapa fasilitas, seperti ramp, toilet, peron penumpang, loket tiket, tempat parkir, dan fasilitas kedaruratan belum memenuhi standar aksesibilitas yang diperlukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang meliputi studi lapangan, observasi, kuesioner, dan analisis checklist aksesibilitas berdasarkan standar yang relevan. Data dikumpulkan melalui dokumentasi kondisi terminal dan wawancara dengan pengguna difabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa fasilitas di Terminal Tirtonadi masih belum memenuhi standar aksesibilitas yang ditetapkan. Ketidaksesuaian fasilitas Terminal Tirtonadi dengan standar aksesibilitas berdampak langsung pada keterbatasan mobilitas pengguna difabel. Oleh karena itu, pembangunan fasilitas umum harus memperhatikan aspek aksesibilitas pengguna difabel. Penentuan prioritas perbaikan fasilitas dilakukan berdasarkan hasil checklist untuk memberikan rekomendasi terhadap fasilitas yang perlu diperbaiki. Rekomendasi perbaikan disusun dengan mengacu pada prinsip Universal Design, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pengguna, termasuk penyandang disabilitas. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan pembangunan fasilitas umum.