Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Profil Keterampilan Abad 21 Siswa SMA pada Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Materi Gerak Lurus Olivia Aliftika; Purwanto Purwanto; Setiya Utari
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 2 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.251 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i2.20178

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada abad 21 berkembang dengan sangat pesat. Perkembangan ini tentu menjadi sebuah tantangan bagi setiap individu yang hidup pada abad 21. Sehingga setiap individu tersebut membutuhkan keterampilan yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan pada abad 21 yang disebut keterampilan abad 21. Terdapat 4 kompetensi pada keterampilan abad 21 yang dikenal dengan “4Cs” yaitu (1) Critical Thinking (berpikir kritis), (2) Communication (komunikasi), (3) Collaboration (kolaborasi), dan (4) Creativity and Innovation (kreativitas dan inovasi). Pengembangan keterampilan abad 21 salah satunya dapat dicapai melalui pendidikan. Buck Institute of Education (BIE) telah mengembangkan pembelajaran PjBL yang melatihkan keterampilan abad 21 “4Cs” siswa. BIE juga telah mengembangkan rubrik untuk setiap kriteria keterampilan abad 21 siswa. Namun sebelum melatihkan keterampilan abad 21 siswa, dibutuhkan profil keterampilan abad 21 siswa. Hal ini agar pengembangan keterampilan abad 21 siswa dapat lebih efektif. Sehingga penelitian ini akan memberikan gambaran mengenai profil keterampilan abad 21 siswa salah satu SMA di Bandung. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dan desain penelitian berupa studi kasus pada sampel sebanyak 139 siswa salah satu SMA di Bandung. Hasil yang diperoleh adalah bahwa keterampilan berpikir kritis, komunikasi dan kolaborasi siswa berada pada kategori mendekati standar sedangkan katerampilan kreativitas dan inovasi berada pada kategori dibawah standar. Kata Kunci : Keterampilan abad 21 ABSTRACT The development of science and technology in the 21st century developed very rapidly. This development certainly becomes a challenge for every individual who lives in the 21st century. So every individual needs skills that are in accordance with the qualifications needed in the 21st century called 21st century skills. There are 4 competencies in 21st century skills known as "4Cs" namely (1) Critical Thinking, (2) Communication, (3) Collaboration, and (4) Creativity and. The development of 21st century skills can be achieved through education. Buck Institute of Education (BIE) has developed PjBL learning that trains 21st century "4Cs" skills of students. BIE has also developed a rubric for each 21st century student skill criteria. But before training 21st century students 'skills, 21st century students' skill profiles are needed. This is so that 21st century students' skills development can be more effective. So this study will provide an overview of the 21st century skill profile of one high school student in Bandung. The type of research used is descriptive research and research design in the form of case studies on a sample of 139 students from one high school in Bandung. The results obtained are that critical thinking skills, communication and student collaboration are in the category of approaching standards while the creativity and innovation skills are in the below standard category. Keyword : 21st Century Skills
Karakteristik Tes Keterampilan Berpikir Kritis Pada Materi Hukum Newton Berdasarkan Teori Respon Butir Liza Yulianti; Taufik Ramlan Ramalis; Purwanto Purwanto
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 5, No 1 (2020): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.671 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v5i1.22885

Abstract

ABSTRAKKeterampilan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan untuk melatih kemampuan berpikir siswa dalam proses sains. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis di tingkat SMP masih kurang, hal tersebut ditinjau berdasarkan pengukuran analisis tes sebelumnya terkait dengan tes yang digunakan dalam mengukur keterampilan berpikir kritis adalah alat analisis tes klasik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tes keterampilan berpikir kritis berdasarkan analisis teori respon butir. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode campuran dengan desain eksploratori sekuensial. Uji coba tes dilakukan kepada 115 siswa di 3 sekolah tingkat SMP di kota Bandung yang kemudian hasilnya dianalisis menggunakan teori respon butir dengan bantuan software eirt versi 2.0.0. Hasil analisis menujukkan bahwa model 3 parameter logistik merupakan model yang sesuai untuk mengkarakteristik tes keterampilan berpikir kritis. Karakteristik tes keterampilan berpikir kritis memiliki daya pembeda (a) sebesar 0,96, tingkat kesukaran (b) sebesar -0,317, tebakan semu (c) sebesar 0,16 dalam kategori baik dan memiliki nilai fungsi informasi sebesar 8,11 dengan nilai Standar Error of Measurement sebesar 0,35. Maka dapat disimpulkan bahwa tes keterampilan berpikir kritis ini akan reliabel jikadiberikan kepada siswa dengan kemampuan rendah sampai dengan kemampuan tinggi.  Kata Kunci        : Keterampilan Berpikir Kritis; Karakteristik Tes; Teori Respon Butir