Claim Missing Document
Check
Articles

Pelaksanaan Penilaian Autentik Pada Masa Pandemi Covid-19 Mata Pelajaran Sosiologi Materi Permasalahan Sosial Dalam Masyarakat Di SMA Negeri 1 Godong Astuti, Indria; Kismini, Elly
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 1 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan penilaian autentik pada masa pandemi Covid-19 mata pelajaran Sosiologi materi permasalahan sosial dalam masyarakat di SMA Negeri 1 Godong, kendala pelaksanaan penilaian autentik pada masa pandemi Covid-19 mata pelajaran Sosiologi materi permasalahan sosial dalam masyarakat di SMA Negeri 1 Godong, dan upaya guru mengatasi kendala pelaksanaan penilaian autentik pada masa pandemi Covid-19 mata pelajaran Sosiologi materi permasalahan sosial dalam masyarakat di SMA Negeri 1 Godong. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan penilaian autentik pada masa pandemi Covid-19 mata pelajaran Sosiologi di SMA Negeri 1 Godong belum berjalan sesuai dengan standar penilaian autentik. Kendala penilaian autentik adalah guru kesulitan dalam pengambilan penilaian dari Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berbasis online dan siswa kesulitan mengakses aplikasi belajar online. Upaya guru mengatasi kendala penilaian autentik dengan memberi motivasi belajar, berdiskusi dengan guru lain mengenai penilaian online yang efektif, dan mengikuti pelatihan untuk mengembangkan kompetensi guru.
Peran Keluarga Luas Dalam Pengasuhan Anak Pada Keluarga Pengusaha Warteg Di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal Fathien, Hanief Al; Kismini, Elly
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol 10 No 2 (2021): SOLIDARITY
Publisher : Solidarity: Journal of Education, Society and Culture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga luas merupakan bentuk keluarga dengan jumlah personil dan juga luas cakupan paling besar. Keluarga luas terdiri dari personil keluarga konjugal yang telah dilengkapi dengan keberadaan kerabat yang lebih kompleks seperti paman, bibi, sepupu, dan berbagai personel keluarga lainnya. Sebagai kelompok kekerabatan yang kesatuan kehidupan sosialnya erat sekali, tak jarang pengasuhan anak dilakukan oleh keluarga luas. Ini menyebabkan hilangnya interaksi anak dengan keluarga inti. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui peran keluarga luas dalam pengasuhan anak pada keluarga pengusaha warteg di luar kota, 2) Mengetahui dampak yang muncul ketika melibatkan keluarga luas dalam pengasuhan anak pada keluarga pengusaha warteg di luar kota. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yakni, observasi, wawancara, serta dokumentasi. Lokasi penelitian ini berada di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, di mana penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran keluarga luas dalam pengasuhan anak pada keluarga pengusaha warteg. Uji Validitas data diperoleh dengan menggunakan teknik triangulasi. Analisis data dilakukan dengan tahap-tahap yaitu tahap pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Teori yang digunakan yaitu Teori Peran David Berry dan Fungsionalisme Struktural Talcott Parson.
Pelatihan Penyusunan Proposal dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru Sosiologi SMA/MA di Kab. Lombok Timur Fajar, Fajar; Kismini, Elly; Iswari, Rini; Astuti, Tri Marhaeni Pudji; Brata, Nugroho Trisnu; Prasetyo, Kuncoro Bayu; Muzakki, Muzakki; Tohri, Ahmad
Jurnal Puruhita Vol 2 No 1 (2020): February 2020
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/puruhita.v2i1.36024

Abstract

Terbitnya Permennegpan RB Nomer 16 Tahun 2019 menegaskan posisi guru untuk dapat memenuhi tuntutan yang melekat pada profesinya. Mau tidak mau guru harus banyak melakukan aktivitas dan membuat karya yang dapat menunjang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Namun pada praktiknya banyak guru yang telah lama tidak mengajukan kenaikan pangkat. Salah satu alasannya keengganan guru membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan para guru dalam membuat proposal dan laporan PTK. Permasalahan tersebut kemudian diselesaikan melalui kegiatan pelatihan penyusunan proposal dan laporan PTK. Metode pelaksanaan yang dipakai untuk memecahkan masalah tersebut adalah sosialisasi, pelatihan, dan workshop. Pelatihan ini ditujukan kepada guru sosiologi SMA/MA Kabupaten Lombok Timur. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa ada beberapa guru PNS peserta kegiatan ini merupakan guru senior yang mengaku kesulitan dan kurang paham dalam penyusunan proposal PTK. Ketidak pahaman inilah yang menyebabkan mereka tidak pernah membuat PTK dan mengajukan kenaikan pangkat. Melalui kegiatan ini guru-guru dilatih menyusun outline (sistematika) proposal PTK untuk memudahkan proses penulisan substansi proposal. Setiap bagian dari outline proposal PTK dijelaskan satu persatu dari bagaimana membuat judul, menguraikan latar belakang, menentukan rumusan masalah, menyusun kajian pustaka dan landasan teori, serta menentukan langkah-langkah tindakan dalam setiap siklus. Pada kegiatan ini guru turut serta membuat outline proposal PTK dengan dimbimbing langsung oleh pemateri. Hingga kegiatan ini berakhir peserta kegiatan masih terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Pelatihan penyusunan proposal dan laporan PTK terlaksana berkat dukungan Prodi Pendidikan Sosiologi FISE Univarsitas Hamzanwadi terutama dalam fasilitasi perijinan, undangan peserta sarana prasarana serta tempat kegiatan.
MODEL PEMBINAAN BUDI PEKERTI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI PENDEKATAN KULTURAL Arif Purnomo; Ubaidillah Kamal; Elly Kismini
JURNAL LITBANG PROVINSI JAWA TENGAH Vol 1 No 1 (2002): Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36762/jurnaljateng.v1i1.17

Abstract

The aim of research can be formulated : (1) to knowing what kind of situations. the ceacher of the elementary school students carry out the construction of morals to the students, (2) 10 knowing the cultural approach be used to construction of the students morals, and (3) 10 knowing students respons as the teacher carry out the construction of students morals. This research employed the qualitative approach. With this approach, it was expected that a clear description of the meaning of the reality would be obtained. The data were col• lected through observation, interviews and documentation. The data analyses in this study covered the domain, componential, taxonomy, and the matic analyses. Bassed on the findings of the research, it can be concluded that, first, the construction of the morals 10 the students incidentally and without planning in instructional objective. This situation is considered 10 be effective because the effort to educate students 10 understand good or bad behaviour can be done at the time of the occurence so that the students will remember and will not repeat it. Secondly, the cultural approach to construction of morals had to applicated with touch the students feeling by description of high cultural forefather, and (3) the construction bf morals by cultural approach in the teaching learning process gave different nuance to the students. From the findings of research above, it can be suggested that, first, the teachers in elementary school have to concern of all thems behaviour in school, because it can be easily and faster imatate all word and appearance of the teacher, and finally, the teacher have to plan in instructional objective his affectivelly goal, specially to relate with the moral values.
The Husbands-Wives Relation Model of Long Distance Marriage Farmer Households Kismini, Elly; Wicaksono, Harto; Putri, Noviani Achmad
Komunitas Vol 10, No 1 (2018): March 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v10i1.12446

Abstract

Somah orientation within family institutions shows that a father serves as the head of a family and a main worker of the family living together with his nuclear family has changed. The changes are not only in economic-social aspects, but also cultural aspects. The change occurs as a consequence of Long Distance Marriage (LDM) carried out by farmer families to meet their life needs. The study focused on the relationship model between husbands and wives in the farmer families whose husbands work in the city temporarily. The study shows that keeping husbands out of the village does not change much of the construction of patriarchal culture and the ideology of familialism in Tanggulangin community. The construction of the role of men and women in the LDM farmer families still exhibits the strong influence of patriarchal culture and familialism ideology that distinguishes the roles of men and women in the dichotomy of public and domestic roles as well as the patterns of senior-junior partner relations both at the theoretical and practical levels. Meanwhile, in the aspect of income earning and decision making, the relational model that is built in LDM farmer families LDM also depicts strong influence of patriarchy and ideologies familialism.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DI TPA SUKOHARJO KABUPATEN PATI Asma Luthfi; Elly Kismini
Jurnal Abdimas Vol 17, No 1 (2013): June 2013
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/abdimas.v17i1.9788

Abstract

Kehadiran Tempat Pengelolaan Akhir Sampah (TPA) di Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupeten Pati belum bisa dirasakan kontribusi sosialnya oleh warga sekitar.Beberapa program pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh pengelola TPA belum pernah melibatkan masyarakat sekitar, padahal hal ini penting agar masyarakat memperoleh pengetahuan dan bisa termotivasi untuk melakukan pengelolaan sampah dalam komunitas mereka. Pengelolaan sampah yang berbasis komunitas dengan mensinergiskan dengan system pengelolaan sampah di TPA merupakan model pengelolaan sampah yang cukup efektif yang bisa dilakukan di wilayah ini.Model pengelolaan sampah yang semacam ini mensyaratkan tumbuhnya kesadaran dan partisipasi aktif warga untuk turut mengelola sampah di lingkungan mereka.Hal ini dimaksudkan agar muncul kelompok warga yang peduli sampah dan berkeinginan untuk mengelolanya, sehingga pengelolaan sampah dapat berkelanjutan. Di samping itu, juga mensyaratkan adanya jejaring kerjasama dengan TPA dan lembaga lain dalam pengelolaan sampah.Kegiatan ini dilaksanakan dengan dua metode kegiatan, yakni Focus Group Discussion (FGD) dan Sosialisasi.FGD dilakukan dalam 2 tahap yakni FGD I yang bertujuan untuk menggali persoalan-persoalan yang dihadap masyarakat terkait dengan pengelolaan sampah agar masyarakat dapat memahami dan menyadari persoalan mereka sehari-hari dan FGD II yang bertujuan untuk menggali dan memunculkan peran serta dan partisipasi aktif dari masyarakat untuk mengelola sampah secara berkelanjutan.Sosialisasi dilakukan dengan memberikan informasi kepada masyarakat tentang upaya pengelolaan sampah yang berbasis komunitas.Kegiatan ini berlangsung dengan hasil yang baik, sebab kehadiran, partisipasi, dan antusiasme warga dalam mendukung kegiatan ini cukup tinggi.Tetapi singkatnya waktu pelaksanaan dan kurang dilibatkannya perempuan menjadi kendala dari kegiatan ini.Meski demikian, dari kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran warga untuk mengelola sampah di lingkungan mereka secara partisipatif.
Internalisasi Kearifan Lokal dalam Praktik Pendidikan Sekolah Komunal Vonggo Pramono, Didi; Kismini, Elly; Bakari, Yulianti; Julianto, Dimas; Ulung, Benny; Manggali, Ratna
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i1.1853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai kearifan lokal yang diinternalisasi dalam Sekolah Komunal Vonggo, tahap internalisasi, dan dampaknya bagi masyarakat. Kajian ini diteliti menggunakan pendekatan etnografi, melalui metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber, analisis data dilakukan secara kualitatif. Nilai karakter yang ditanamkan di Sekolah Komunal Vonggo diantaranya karakter pribadi unggul, nasionalisme, hidup selaras dengan alam dan manusia, serta menjalankan semua perintah Tuhan. Filosofi yang dijunjung tinggi dalam kehidupan sosial disebut “Musin Tugu”, yang berarti bekerja sama. Nilai-nilai ini tanamkan pada diri individu melalui proses dialektis eksternalisasi, objektivikasi, dan internalisasi, melalui peran penting tetua adat dan pendeta. Proses pembelajaran di SKV terkendala minimnya penguasaan Bahasa Indonesia pada anak-anak Dusun Vonggo. Keberadaan Sekolah Komunal Vonggo sangat bermakna bagi masyarakat Dusun Vonggo, karena menciptakan dapak positif bagi perkembangan masyarakat. Sekolah Komunal Vonggo merupakan role model sebagai gerakan sosial yang mampu memberi warna dalam agenda pembangunan nasional.
Strategi Adaptasi Guru Dalam Meningkatkan Kompetensi Pasca Peraturan Baru Bagi Guru MGMP IPS Kabupaten Batang Atika Wijaya; Tri Marhaeni Pudji Astuti; Elly Kismini; Wulan Dwi Aryani; Zaematul Mahbubah; Anisya Rahmadani; Elsha Pipit Nathalia
ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): Juli: ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/aspirasi.v2i4.916

Abstract

The 2023 new regulations for ASN (public civil servants) have caused changes and anxiety for teachers. With this new regulation, all ASN will have functional positions which are expected to make regulations and promotion processes easier and simpler. ASN teachers will focus on organizational performance achievements, whereas previously, to apply for a promotion, civil servants focused on fulfilling credit or DUPAK numbers which were too administrative and troublesome. However, many teachers' career problems are now increasingly unclear due to the publication of this new policy. So, there is a need for activities to accompany teachers in strengthening their careers after the implementation of the new policy. The implementation method used in this community service program is socialization and mentoring. With this program, it is hoped that middle school social studies teachers throughout Batang Regency can understand the new regulations and plan their career paths appropriately.
Strategi Mempertahankan Pendapatan Pedagang Pakaian Pasar Johar Semarang Ditengah Perkembangan Online Shop Nabila Hasna Fikrianza; Elly Kismini
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 2 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan online shop pada masa kini memang sangat pesat. Seperti yang terjadi pada Pasar Johar Semarang, para penjual mengatakan bahwa keadaan pasar saat ini sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, hampir semua toko di Pasar Johar sepi pembeli dan pengunjung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Landasan teori yang digunakan adalah Teori Strategi Adasptasi Bertahan oleh Bennet. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui strategi bertahan apa saja yang dilakukan para pedagang pasar untuk tetap mempertahankan tokonya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa para pedagang akhirnya mencari cara terbaru dan kreatif untuk kembali mengembalikan minat berbelanja para pelanggan. Beberapa pedagang akhirnya ikut beradaptasi dengan ikut berjualan di online shop. Ada pula yang memberikan bonus kepada pelanggan yang membeli dan juga memberikan diskon khusus. Para pedagang juga banyak yang akhirnya membuat dan menjahitkan sendiri produknya supaya bisa menekan biaya produksi dan memiliki keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh toko di online shop.
Dairy Milk Distribution Network and Its Impact on the Income of Dairy Farmers in Wukirsari Village Community, Sleman Pramono, Didi; Kismini, Elly; Fajar, Fajar; Martanti, Nadia Luki; Fauzi, Lesa; Adiansyah, Darel Viko
Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol. 17 No. 1 (2025): March 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v17i1.18618

Abstract

This study aims to explain the distribution network of cow’s milk and its impact on farmers’ income on the slopes of Merapi. The research uses a qualitative approach. The research is located in Wukirsari Village, Cangkringan District, Sleman Regency, Yogyakarta. The subject of this research is the farmer-herder community in the Cangkringan District. The informants consisted of 7 farmers, eight distributors, and three koperasi employees, and the study was conducted for 2 months. The data collection techniques were interviews, observations, and documentation. The validity of the data is tested through source and method triangulation techniques. Data is analyzed qualitatively, including data collection, condensation, presentation, and conclusion. Farmers are assisted by cooperatives in the milk production process, from cow care to milking. The co-operative is a means of supporting the income of dairy farmers. Milk distribution in Wukirsari is carried out by cooperatives to milk agents, milk processing industries, culinary milk, and directly to consumers. Farmers’ income in Wukirsari depends on the daily milk farmers’ deposit or value. However, the income is still insufficient to meet the needs because the cost of cow care and cow feed cuts it. Therefore, farmers make up for the lack of needs with part-time jobs such as collecting wood, selling calves, and selling grass.