Claim Missing Document
Check
Articles

PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI MELALUI SOSIALISASI PERAN POSYANDU REMAJA DI DESA BOGOWANTI KECAMATAN NGAWEN KABUPATEN BLORA Kismini, Elly; Wijaya, Atika; Fajar, Fajar; Gustaman, Fulia Aji; Arsi, Antari Ayuning; Akhiroh, Ninuk Sholikhah; Nafitasari, Laela Kurnia; Islamy, Cindy Fa'era; Sulasmi, Sulasmi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 6 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i6.2631

Abstract

Kasus pernikahan dini masih banyak terjadi di beberapa daerah di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan. Berbagai faktor melatarbelakangi mengapa masih banyak orang tua yang menikahkan anak mereka yang masih di bawah umur. Mulai dari beban ekonomi hingga tradisi setempat melihat pernikahan dini sebagai hal yang wajar. Padahal risiko dari pernikahan dini sangat banyak antara lain usia yang masih belum matang mengakibatkan pernikahan rentan perceraian, fisik yang belum siap untuk hamil dan melahirkan menambah risiko kesehatan. Oleh karena itu, tim pengabdian dari Universitas Negeri Semarang melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada para remaja di Desa Bogowanti untuk lebih mengenal peran dan fungsi posyandu remaja agar lebih optimal. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kader remaja antusias dalam melaksanakan tugasnya untuk mendampingi dan memberikan sosialisasi kepada teman sebaya tentang risiko nikah dini. Sehingga, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berdampak pada peningkatan kesadaran warga desa untuk tidak dengan mudah menikahkan anak mereka yang masih remaja. Remaja sebagai agen perubahan sosial dapat berkontribusi pada pencegahan pernikahan dini di lingkungannya. Pada akhirnya, kasus pernikahan dini tidak terjadi lagi.
Fenomena Cashless Society Sebagai Bagian Dari Gaya Hidup Mahasiswa Universitas Negeri Semarang Rizaldi, Muhamad Farhan; Kismini, Elly
Solidarity: Journal of Education, Society and Culture Vol. 13 No. 1 (2024): SOLIDARITY
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Cashless Society merupakan suatu kondisi dimana masyarakat tidak lagi menggunakan uang tunai melainkan menggunakan uang non tunai sebagai alat transaksi utama mereka dalam bertransaksi. Fenomena tersebut juga terjadi di kalangan mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Para mahasiswa yang sudah melek akan teknologi serta maraknya fasilitas pembayaran elektronik di sekitar lingkungan kampus membuat fenomena tersebut dapat terjadi di kalangan mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Landasan teori yang digunakan adalah Teori Perubahan Sosial Gillin dan Gillin. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui awal mula fenomena Cashless Society yang terjadi di UNNES. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Fenomena Cashless Society yang terjadi di kalangan mahasiswa UNNES terjadi karena penggunaan cashless mudah dan nyaman, banyaknya pembayaran cashless yang tersedia di sekitar lingkungan UNNES, adanya masa pandemi covid-19, serta adanya pengaruh dari mahasiswa yang sudah menggunakan cashless.
Candy for Cows: Improving Nutritional Status of Cows in The Sarono Makmur Yogyakarta Farmer Group Akhiroh, Ninuk Sholikhah; Kismini, Elly; Arsi, Antari Ayuning; Hidayah, Nur
Jurnal Abdimas Vol. 28 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/dt3eqd11

Abstract

Cattle farming on the slopes of Mount Merapi is a livelihood sector that has existed for a long time, and is a tradition inherited from generation to generation. Cattle farming on the slopes of Mount Merapi or more precisely in Cangkringan District, Sleman Regency not only requires green food, but also concentrates and supplements. The provision of concentrates and supplement has been carried out by bombardment. Therefore, it is necessary to introduce another way to provide nutritions for cows, which has several advantages compared to feeding, namely giving concentrate candy. concentrate candy has several advantages, such as, it can be made using ingredients found around the farmer, and portions of the candy can be used to provide nutrition for a certain period of time, for example one month, so the farmer does not have to bother with bombardment everyday. This is the basis for carrying out community service in the form of training in making concentrate candy for cows. This community service program is implemented through a series of activities which includes socialization, Focus Group Discussion (FGD), and training/simulation. The socialization was carried out with explanations by an animal nutrition expert about the ingredients and contents of the candy, and continued with discussion and practice in making candy with facilitation and supervision from the community service team and cow feed expert. With this program, it is hoped that the community will be developed, empowered, and independent, so that they can implement this program in a sustainable manner.