Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Website E-Commerce sebagai Media Promosi Penjualan Pengolahan Hasil Laut Kelompok Istri-Istri Nelayan di Karangantu Novi Sofia Fitriasari; Ayang Armelita Rosalia; Luthfi Anzani; Della Ayu Lestari; Kukuh Widiyanto; Wildan Aprizal Arifin; Denta Tirtana; Fawaz Fawaz; Cakra Rahardjo
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 5 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/002.202054.669

Abstract

E-COMMERCE WEBSITE AS A MEDIA FOR PROMOTING SALES OF FISHERMEN’S WIFE GROUP SEAFOOD PROCESSING IN KARANGANTU. Currently fish caught from husbands who work as fishermen can only be marketed fresh, and if they are not sold, they will be discarded or used as animal feed. Fish product development processing is being carried out by agencies for groups of fishermen’s wives. We carried out community service by marketing team that can help increase fishermen household income. Marketing strategy is by creating a website. The objectives of community service through this activity are as follows: (a) Introducing fishermen’s wives to information media for sales, (b) Creating Banten Bahari E-Commerce Website (BAHARI) which later can be used as marketing media by fisherman wives. Method to achieve the first goal is by community education, and for online we use the Waterfall method. The socialization of online media introduction for marketing marine products in Karangantu was well responded by fishermen’s wives. Making the BAHARI website is one of promotional media that fishermen’s wives can use in the future.
Mekanisme Pengumpulan Data Hasil Tangkapan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu Ayang Armelita Rosalia; Luthfi Anzhani; La Ode Alam Minsaris; Denta Tirtana; Lukman Lukman; Abdul Malik; Cakra Rahardjo
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.135

Abstract

Pendataan hasil tangkapan merupakan salah satu aktivitas untuk mengetahui jumlah dan jenis ikan hasil tangkapan dari suatu kapal perikanan. Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan data yang  realistik terkait hasil tangkapan yang didaratkan sehingga data yang  didapatkan dapat digunakan oleh Pelabuhan Perikanan sebagai  pembanding logbook yang diserahkan oleh pihak kapal, sehingga didapatkan data produktivitas yang akurat. Optimalisasi kinerja petugas pendataan akan meningkatkan  efektivitas, struktur dan tugas organisasi pelaksana pendataan. Berdasarkan hal tersebut maka dalam penelitian ini akan menganalisis bagaimana kinerja sistem pendataan hasil tangkapan ikan yang didaratkan di PPN Karangantu dan merekomendasikan saran tindakan perbaikan sistem pendataan hasil tangkapan ikan di PPN Karangantu. Hasil penelitian yang didapatkan adalah pada tahap analisis sudah dilakukan wawancara dengan nelayan, enumerator dan syahbandar PPN Karangantu. Standar Operasional Prosedur (SOP) yang digunakan di PPN Karangantu adalah sudah sesuai dengan SOP yang berlaku secara nasional yaitu Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Direktorat Pelabuhan Perikanan, dengan pengadopsian dan modifikasi SOP sehingga terjadi penyesuaian SOP yang diberlakukan di PPN Karangantu. Ditemukan beberapa kekurangan pada sistem pendataan yang sudah diterapkan di PPN Karangantu beberapa di antaranya yaitu terbatasnya Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendata ke lokasi-lokasi pendataan hasil tangkapan yang didaratkan di luar Tempat Pendaratan Ikan (TPI). Potensi atau saran untuk efisiensi pendataan hasil tangkap di PPN Karangantu adalah adanya aplikasi yang dapat mengidentifikasi jenis ikan untuk entry pendataan yang diikuti hasil penimbangan berkaitan dengan efisiensi waktu sehingga dapat mengurangi delay.
REKRUITMEN KARANG KERAS DI PULAU TUNDA Minsaris La Ode Alam; Himawan Prasetyo; Syifa Fajar Maulani; Cakra Rahardjo; Mohammad Raqief Farasara Arifin
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i2.428

Abstract

Perairan Pulau Tunda merupakan salah satu destinasi wisata bahari karena memiliki keindahan pantai dan biota bawah laut khususnya terumbu karang. Upaya mengetahui secara mendalam mengenai kondisi terumbu karang perlu dilakukan pengamatan rekruitmen karang. Rekrutmen terumbu karang adalah proses penambahan individu karang dan menjadi indikasi adanya proses pemulihan alami komunitas karang, sehingga menjadi dasar dalam upaya menjaga kelestarian terumbu karang misalnya seperti konservasi atau pemanfaatan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rekruitmen terumbu karang di Pulau Tunda. Pengambilan sampel rekruitmen terumbu karang menggunakan metode Belt Transeck. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tutupan karang hidup, bentuk pertumbuhan karang, dan kepadatan rekrutmen. Hasil pengamatan persen tutupan karang hidup paling rendah di stasiun 4 yaitu 2,31% dan paling tinggi terdapat di stasiun 2 yaitu 41,23%. Terdapat tujuh jenis bentuk bertumbuhan anakan karang (rekruitmen karang) yaitu Acropora branching, Acropora encrusting, Coral massive, Coral branching, Acropora tabulate, Coral foliose, dan Acropora Submasive. Pengamatan terhadap kepadatan rekruitmen karang menunjukan bahwa kepadatan tertinggi terdapat di stasiun 2 (dua) dengan nilai 0,24 koloni/m2 dan kepadatan terendah terdapat di stasiun 4 (empat) dengan nilai 0,05 koloni/m2. Bentuk pertumbuhan yang dijumpai pada semua stasiun dan memiliki koloni anakan karang paling tinggi adalah bentuk pertumbuhan coral massive.
Pemetaan Spasial dan Temporal Sebaran Terumbu Karang Menggunakan Penginderaan Jauh Di Pulau Sebesi La Ode Alam Minsaris; Luthfi Anzani; Cakra Rahardjo; Triyanti Triyanti
Juvenil Vol 7, No 1: Februari 2026
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i1.24383

Abstract

ABSTRAKTsunami Gunung Krakatau yang terjadi pada tahun 2018 menyebabkan banyak perubahan kondisi pulau-pulau kecil, terutama kondisi ekosistem terumbu karang, namun informasi kondisi sebaran terumbu terumbu karang akibat gempa masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah memetakan sebaran terumbu karang secara spasial dan temporal dengan citra satelit Landsat 8 dan Sentinel-2 sebelum dan sesudah terjadi tsunami tahun 2018 dengan validasi lapangan untuk memastikan hasil pemetaan yang didapatkan.  Metode yang digunakan untuk memetakan sebaran terumbu karang yakni klasifikasi berbasis terbimbing atau supervised learning (SVM) menggunakan GEE dan ArcGis Pro. Hasil penelitian menunjukan dampak besar bencana tsunami yang mempengaruhi nilai luasan ekosistem terumbu karang di Pulau Sebesi, hal ini terlihat pada tahun 2018 luasan tutupan karang sebesar 178,8 Ha, tahun 2019 setelah tsunami mengalami penurunan dengan nilai tutupan berkisar 79,5 Ha. Jumlah tutupan karang setelah tsunami yaitu periode tahun 2020-2023 mengalami fluktuasi dengan tutupan karang secara berturut-turut yaitu 88,9 Ha, 64,2 Ha, 88,7 Ha, dan 70,3 Ha. Hasil pengamatan menunjukan penurunan tutupan karang sebelum dan setelah terjadinya tsunami berbanding terbalik dengan jumlah tutupan pasir yaitu seluas 45,4 Ha pada tahun 2018 dan mengalami peningkatan pada tahun 2019 menjadi 65,4 Ha. Perubahan luasan terumbu karang di Pulau Sebesi secara spasial dan temporal dalam kurun waktu enam tahun terakhir dipengaruhi oleh faktor manusia dan secara alami, namun penyumbang kerusakan tersebar diakibatkan oleh tsunami tahun 2018 dengan penurunan berkisar 99,3 Ha yang digantikan oleh substrat pasir yang terbawa oleh energi gelombang tsunami dan banyaknya rubble yang ditemukan di pesisir Pulau Sebesi akibat peristiwa bencana tsunami sehingga kedua faktor tersebut menjadi faktor utama yang menginformasikan penurunan tutupan karang secara signifikan di Pulau Sebesi selama kurun waktu enam tahun terakhir.Kata Kunci: Tsunami, Pulau Sebesi, Terumbu Karang, Sentinel 2, SVMABSTRACTThe Krakatoa Mountain Tsunami that occurred in 2018 brought about numerous changes in the conditions of small islands, especially the coral reef ecosystems. However, information regarding the distribution of coral reefs due to the earthquake is still limited. The purpose of this research is to spatially and temporally map the distribution of coral reefs using Landsat 8 and Sentinel-2 satellite imagery before and after the 2018 tsunami, with field validation to ensure the accuracy of the mapping results. The method used to map the coral reef distribution is supervised learning (SVM) based classification using Google Earth Engine (GEE) and ArcGIS Pro. The research results show a significant impact of the tsunami disaster on the coral reef ecosystem in Sebesi Island. In 2018, the coral cover area was 178.8 hectares, but in 2019, after the tsunami, it decreased to approximately 79.5 hectares. The coral cover in the post-tsunami period from 2020 to 2023 fluctuated with values of 88.9 hectares, 64.2 hectares, 88.7 hectares, and 70.3 hectares consecutively. Observations indicate that the decrease in coral cover before and after the tsunami is inversely related to the sand cover, which was 45.4 hectares in 2018 and increased to 65.4 hectares in 2019. Changes in the spatial and temporal extent of coral reefs in Sebesi Island over the past six years were influenced by both natural and human factors. However, the major contributor to the damage was the 2018 tsunami, causing a decrease of approximately 99.3 hectares, which was replaced by sand substrate carried by the tsunami wave energy and the abundance of rubble found on the coast of Sebesi Island as a result of the tsunami disaster. These two factors played a significant role in the substantial decline in coral cover in Sebesi Island over the past six years.Keywords: Tsunami, Sebesi Island, Cooral Reefs, Sentinel-2, SVM