Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Mendukung E-Government di Desa Panggarangan Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak Hasyim Adnan; Ratu Milah Hamdalah; Dwi Iis Muhayati
Social Science Research Journal Vol. 2 No. 1 (2025): February
Publisher : Inovasi Saintific Review - Center of Policy Innovation and Social Politics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1234/ssrj.v2i2.13

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Mendukung E-Government di Desa Panggarangan Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam mendukung e-government di Desa Panggarangan Kecamatan Panggarangan Kabupaten Lebak. Metode yang digunakan yaitu metode penelitian deksriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi oleh Pemerintah Desa Panggarangan dapat meningkatkan efisiensi, meningkatkan pelayanan publik, membantu mencapai suatu kebijakan tertentu, membantu kontribusi terhadap kebijakan ekonomi, meningkatkan kontribusi terhadap reformasi, dan meningkatkan kepercayaan antara pemerintah dengan masyarakatnya. Namun, manfaat tersebut masih belum optimal karena Pemerintah Desa Panggarangan belum memiliki website desa yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengurus administrasi dan dokumen penting yang dibutuhkan secara online, juga sebagai media informasi serta wadah aspirasi dan pengaduan masyarakat. Selain itu, rendahnya peran Pemerintah Desa Panggarangan dalam mengarahkan dan memfasilitasi kewirausahaan berbasis digital pada masyarakat.
Evaluasi Pengelolaan Aset Publik untuk Mencapai Pembangunan Berkelanjutan di Kota Serang Provinsi Banten Adnan, Hasyim
PANDITA: Interdisciplinary Journal of Public Affairs Vol. 8 No. 2 (2025): Juli - Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Krisnadwipayana Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61332/ijpa.v8i2.370

Abstract

This study aims to evaluate the management of public assets in Serang City and its contribution to the achievement of sustainable development. Public assets, such as land, buildings, and infrastructure, serve as strategic resources in supporting economic, social, and environmental programs. Effective and optimal asset management not only enhances public service efficiency but also contributes to long-term community welfare and environmental sustainability. The findings reveal that Serang City faces several challenges in managing public assets, including the absence of an integrated data system, inadequate maintenance mechanisms, and limited utilization of assets for productive activities. Furthermore, institutional coordination and budget allocation for asset management remain suboptimal. Despite these challenges, the study identifies potential opportunities for improvement, such as the digitalization of asset management systems, reinforcement of regulatory frameworks, and capacity-building for human resources. Involving local communities in asset monitoring and utilization is also highlighted as a strategic recommendation to ensure transparency and accountability. With better governance, Serang City has the potential to accelerate the achievement of sustainable development goals, particularly in promoting inclusive economic growth, enhancing social welfare, and preserving the environment. The study concludes that strengthening asset management is a critical step toward ensuring that public resources are managed effectively for the benefit of present and future generations.
Edukasi Pencegahan Stunting sebagai Pemenuhan Hak Anak Berdasarkan UUD 1945 di Desa Peuteuycondong Rini Irianti Sundary; Efik Yusdiansyah; Hasyim Adnan; Dewi Kartikasari; Eyu Elya
Journal of Innovation and Sustainable Empowerment Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/jise.v4i3.140

Abstract

Stunting dan gizi buruk masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan seperti Desa Peuteuycondong, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik dan kognitif anak, tetapi juga secara fundamental melanggar hak-hak dasar anak yang dijamin oleh Pasal 28B ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945, yaitu hak untuk tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat Desa Peuteuycondong mengenai pencegahan stunting dan gizi buruk melalui edukasi komprehensif. Jenis m etode yang digunakan adalah metode Community Participatory Research (CBPR)  yaitu pendekatan yang melibatkan kolaborasi antara tim pengabdi dan peneliti  dengan  masyarakat dalam seluruh proses pengabdian, meliputi sosialisasi interaktif, penyuluhan gizi seimbang, demonstrasi pengolahan makanan bergizi lokal, serta pendampingan langsung kepada keluarga berisiko. Partisipasi aktif masyarakat, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan orang tua, menjadi kunci keberhasilan program ini.  Diharapkan, dengan peningkatan pemahaman dan perubahan perilaku positif, angka stunting dan gizi buruk di Desa Peuteuycondong dapat menurun secara signifikan, sehingga hak anak untuk tumbuh kembang optimal dan sehat dapat terpenuhi, sejalan dengan amanat konstitusi.
The Urgency Of Regional Expansion In The Territory Of West Java Province Based On The Principle of Justice Adnan, Hasyim
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 2 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i3.5220

Abstract

Regional division is a way that is expected by the regions so that the regions can develop and advance the welfare of their people both in terms of infrastructure, education, regional income, and increasing their human resources. The plan for regional expansion in the West Java Province area is based on a proposal from the West Java Provincial Government which was then approved by the West Java Regional People's Representative Council (DPRD). The eight regions to be expanded include South Tasikmalaya Regency, North Garut Regency, South Garut Regency, South Cianjur Regency, North Sukabumi Regency, East Bogor Regency, West Bogor Regency and West Indramayu Regency. Justice in the expansion of the area will be felt by the people who are in the province of West Java, especially in terms of equal distribution of public services and equitable development. This study uses normative juridical and analytical descriptive methods. The conclusion is that regional expansion in the West Java Province region must continue to be carried out, so that areas that are difficult to achieve can experience an even distribution of development.
The Influence of the Raskin Program on the Welfare of Poor Families in Pagadungan Village, Karangtanjung District, Pandeglang Regency Adnan, Hasyim; Lisa Agustina
Indonesian Journal of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Social Science Research (IJSSR)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/ijssr.05.02.21

Abstract

Rice for the Poor (Raskin) is a government programme to help the poor and food insecure so that they can get cheap rice for their household needs. Problems were found related to this programme policy where the implementation of Raskin rice distribution was still uneven and there was no balance between the Raskin quota and Raskin rice recipients, the number of Raskin received was less than the number of RTMs, the Pagadungan Village Raskin payment was delayed, the Raskin distribution mechanism was long and convoluted sometimes and the quality of Raskin received by RTMs in Pagadungan Village was not in accordance with Bulog's quality standards. Based on this problem, the researcher formulates the main problem in this study, namely How does the Raskin programme affect the welfare of poor families in Pagadungan Village, Karangtanjung District, Pandeglang Regency? With the aim to find out how and how strong the influence of Raskin programme on the welfare of poor families in Pagadungan Village, Karangtanjung Sub-district, Pandeglang Regency. The research was conducted in the first semester of fiscal year 2024 by using descriptive quantitative research approach and method, with the target population oriented research of 497 people and random sample of 83 people. Data collection techniques were carried out through field observations and closed questionnaires. The analysis technique in the research is simple linear regression analysis technique with product moment correlation test. The results of the study can be concluded that the price of tcount> ttable is 13.760> 1.663, then the hypothesis is stated H0 (null hypothesis) is rejected and Ha (alternative hypothesis) is accepted, thus the hypothesis is stated that there is an influence of the Raskin Program on improving the welfare of poor families in Pagadungan Village, Karangtanjung District, Pandeglang Regency, with a correlation value of r = 0.837 which means that the level of influence of the Raskin Program on improving the welfare of poor families is interpreted to have a very strong relationship. Determination correlation of 0.700 which means that the influence of Raskin distribution programme can affect the welfare of poor families 70%, while the remaining 30% is caused by other factors.
Dampak Pertambangan Ilegal Terhadap Lingkungan Di Kabupaten Lebak Lia, Dila; Neng Lia; Ahmad Ramdhani; Hasyim Adnan
Jurnal Silatene Sosial Humaniora Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Suwaib Amiruddin Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53611/jnq2ct98

Abstract

Abstak Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, memiliki potensi sumber daya alam yang besar, khususnya di sektor pertambangan mineral. Namun, potensi tersebut diiringi oleh maraknya praktik pertambangan ilegal (Pertambangan Tanpa Izin/PETI) yang menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pertambangan ilegal terhadap kerusakan lingkungan serta mengkaji peran dan kebijakan pemerintah dalam menangani permasalahan PETI di Kabupaten Lebak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan ilegal menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan, seperti deforestasi, degradasi lahan, pencemaran air akibat penggunaan merkuri dan sianida, serta meningkatnya risiko bencana alam seperti banjir dan longsor. Dampak tersebut juga berimplikasi pada kesehatan masyarakat, menurunnya kualitas hidup, serta munculnya konflik sosial di wilayah pertambangan. Pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi dan pusat telah melakukan berbagai upaya melalui penegakan hukum, pembentukan satuan tugas, serta kebijakan legalisasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sebagai solusi alternatif. Namun demikian, penanganan PETI masih menghadapi kendala berupa faktor ekonomi masyarakat, lemahnya pengawasan, dan keterbatasan koordinasi lintas sektor. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan pendekatan terpadu yang mengombinasikan penegakan hukum, pemberdayaan ekonomi masyarakat, legalisasi pertambangan rakyat, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan guna menekan praktik pertambangan ilegal dan memulihkan fungsi ekologis di Kabupaten Lebak. Kata kunci: Pertambangan Ilegal, Kebijakan Pemerintah Kabupaten Lebak.