Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perencanaan Desain Sekolah Luar Biasa (SLB) Bina Karya Insani Dengan Konsep Green Design Dian Wibawa, Putri; Kristiana Seftianingsih, Dina; Syahnas Paradita, Dea
JURNAL ASSOSIATIV Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Asosiatif
Publisher : Fakultas Sosial Humaniora dan Seni Usahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/asosiatif.v4i1.1840

Abstract

The planning of the Bina Karya Insani Special School (SLB) with the Green Design concept aims to improve comfort for children with disabilities. This study focuses on the application of environmentally friendly design principles including the use of sustainable materials, energy efficiency, and optimization of lighting and natural ventilation. The method used design thinking that focuses on innovation in solving user-centered problems. This method combines elements of designer intuition, logical processes, and systematic reasoning to create creative and effective solutions. The results indicate that the application of the Green Design concept in the planning of the Bina Karya Insani Special School can provide a healthier and more comfortable learning environment for children with disabilities. Environmentally friendly materials and natural lighting systems not only support physical health but also the psychological well-being of students. In addition, energy efficiency contributes to reducing school operational costs. Thus, the planning of the SLB based on Green Design not only optimally supports the special needs of children but also creates a sustainable and energy-efficient environment. This study is expected to be a reference for the planning and construction of other educational facilities that are environmentally friendly and inclusive. Keywords : SLB, Green Design, Children with Disabilities, Design Thinking.
BENTUK DAN MAKNA RAGAM HIAS PADA TIANG INTERIOR RUANG NDALEM ROEMAHKOE HERITAGE HOTEL LAWEYAN SOLO Henny Tri Hastuti Hasana; Dea Syahnas Paradita; Dina Kristiana Seftianingsih; Muhammad Dian Rifai
Canthing Vol. 10 No. 2 (2024): V10N2
Publisher : Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The form and meaning of decorative variations in space-forming and space-filling elements are one way to shape the interior character of a space and is one way to find out the style used in an interior space. The use of decoration often adapts to economic capabilities and social position in society. Decoration is something designed to add beauty to a building. One way is to implement these decorations on the interior elements of a building. The results of this research aim to find out what forms of decoration are used, as well as the meaning they contain. Qualitative research with a form and meaning study approach, the study approach was carried out on the decoration on the interior pillars of the ndalem room of the Roemahkoe Heritage Hotel Laweyan Solo. This research uses a qualitative descriptive method with a form and meaning approach as a basis for analysis. The decorative form of the lung lungan is very clearly visible on the pillars in the interior of the ndalem room of the Roemahkoe Heritage Hotel, which has the meaning of the dignified behavior of Javanese society in their daily lives. The comparative method is also used to compare with other similar objects. Data collection techniques using; literature study, observation and interviews, using interpretive analysis Key words : Decorative styles_Interior_Roemahkoe Heritage_ Laweyan Solo
Pemanfaatan Sampah Kaleng Berbahan Plastik Menjadi Furniture Jenis Dingklik Kristiana Seftianingsih, Dina; Syahnas Paradita, Dea; Rifai, Dian Muhammad
JURNAL KEMADHA Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Kemadha Vol. 13 No. 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/ke.v13i2.1563

Abstract

Abstract Plastic cans are often produced by toast traders or people who like food that uses bread filled with jam. These plastic cans are usually thrown away or collected and sold to waste collectors. Plastic waste will, of course, take longer to decompose and harm the ecosystem and survival. One way to reduce the impact of plastic can waste is to reuse cans into furnitures with new functions for home furnishings, such as chairs. Plastic cans are short and cannot be formed into chairs of standard sizes. A collection of plastic cans of the same size can be created into a small chair called a "dingklik". Dingklik in Javanese is a small, short chair usually used by mothers who cook in the kitchen. Chairs made from plastic cans can also be used anywhere because the chairs made from the primary material of plastic cans are lightweight with a neater and more aesthetic appearance using supporting materials such as vinyl cloth foam for the seat and hemp rope for covering the can. The results of utilizing plastic cans in valuable chairs are described using a qualitative descriptive design method approach. By utilizing plastic can waste in table products, plastic cans can become a new product that is valuable and can also help reduce the impact of plastic product waste so that environmental sustainability can be well maintained.
Perancangan Interior Ruang Tamu Dengan Gaya Natural Rafia, Indy; Sulistyo, Anom; Muhammad Rifa'i, Dian; Syahnas Paradita, Dea; Kristiana Seftianingsih, Dina
JURNAL KEMADHA Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Kemadha Vol. 13 No. 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47942/ke.v13i2.1619

Abstract

Rumah merupakan tujuan pulang setiap orang setelah beraktivitas di luar seharian tentu rumah menjadi tujuan yang paling dirindukan karena merupakan tempat yang paling nyaman. Ruang tamu adalah area dalam rumah yang dirancang sesuai namanya, yakni sebagai tempat menerima tamu, tetapi tidak hanya berfungsi untuk menerima tamu area ini bisa juga untuk tempat bersantai. Dalam perancangan ruang tamu tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan karna area ini yang pertama kali akan dilihat oleh tamu dan juga pemilik rumah, harus mempertimbangkan pemakaian furniture, pemilihan warna, kenyamanan pengguna, penghawaan, pencahayaan, dan estetikanya.untuk mencapai hal tersebut, diperlukan seorang desainer interior. Desain interior adalah proses menciptakan tata letak, penataan, dan pengaturan elemen-elemen dalam sebuah ruangan untuk mencapai tujuan estetika, fungsional, dan nyaman. Hal ini melibatkan pemilihan furniture, warna, pencahayaan, tekstur, dan aksesori yang sesuai dengan gaya dan kebutuhan penghuni ruangan. Oleh karna itu penulis mendesain ruang tamu dengan gaya natural. Kata kunci : rumah, ruang tamu, desain interior, natural
PEMANFAATAN SAMPAH BOTOL KACA MENJADI KARYA SENI GUNA MENINGKATKAN KREATIVITAS DALAM MENGELOLA SAMPAH Kristiana Seftianingsih, Dina; Marwahyudi, Marwahyudi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i1.251-258

Abstract

Sampah merupakan salah satu masalah yang sering dipersoalkan oleh masyarakat yang kurang memahami pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar. Masyarakat perlu dibekali pengetahuan tentang jenis sampah yang dapat dimanfaatkan dan sampah yang harus dimusnahkan. Diperlukan usaha untuk menggugah kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap masalah sampah di lingkungan sekitar khususnya sampah yang berbahan kaca, yaitu jenis sampah anorganik. Kegiatan pengelolaan sampah anorganik menjadi produk karya seni memberikan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Melalui program kegiatan pembuatan produk vas bunga dari sampah botol kaca dapat memberikan pengetahuan untuk masyarakat agar lebih kreatif dan terampil terutama dalam mendaur ulang sampah botol minuman kemasan berbahan kaca khususnya untuk warga Kampung Karangasem Condongcatur Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan praktik langsung membuat kreasi karya seni produk vas bunga dari sampah botol kaca. Kegiatan pelatihan ini dapat membantu mengurangi masalah pencemaran lingkungan dan dapat memberikan dampak yang baik bagi warga untuk tetap sadar diri akan kebersihan lingkungan sekitar. Salah satu manfaat dari kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat membantu peluang usaha kreatif kepada warga untuk dapat menjual hasil produk karya seni tersebut sebagai usaha untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
PENGOLAHAN LIMBAH BATOK KELAPA MENJADI PRODUK KERAJINAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KREATIVITAS DAN KEPEDULIAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH Kristiana Seftianingsih, Dina; Muhammad Rifai, Dian; Syahnas Paradita, Dea; Inata Ardiyansah, Dhika; Fajri, Fajri; Hananto Tutuko, Gigih; Sri Mulyani, Afifah; Laisya Shafyna, Ganaia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i12.4458-4465

Abstract

Limbah batok kelapa merupakan salah satu jenis limbah organik yang berpotensi diolah menjadi produk bernilai guna dan ekonomis, namun pemanfaatannya masih sering terabaikan. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Plupuh, Sragen dengan tujuan menumbuhkan kreativitas dalam pengolahan limbah menjadi produk kerajinan menuntut inovasi desain dan keterampilan seni, kepedulian lingkungan, serta jiwa kewirausahaan siswa melalui pelatihan pembuatan produk kerajinan berbahan dasar batok kelapa. Kegiatan ini meliputi beberapa tahapan, yaitu persiapan, penyuluhan, pelatihan, kewirausahaan serta pendampingan dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan keterlibatan aktif siswa dalam seluruh proses produksi, mulai dari pemotongan, pengamplasan, perakitan hingga finishing, yang menghasilkan produk kerajinan berupa cermin hias. Selain keterampilan teknis, siswa juga memperoleh wawasan kewirausahaan sederhana terkait pemanfaatan media sosial untuk pemasaran digital. Program ini berdampak positif terhadap peningkatan kesadaran siswa dalam mengelola limbah, memberikan pengalaman nyata berwirausaha, serta mendukung keberlanjutan program Adiwiyata sekolah. Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi model pembelajaran integratif yang menggabungkan pengembangan keterampilan, kepedulian lingkungan dalam membangun perilaku berkelanjutan di lingkungan sekolah, dan kewirausahaan dalam kerangka ekonomi sirkular.