Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Menentukan Ide Pokok Melalui Model SAVI Berbasis Mind Mapping pada Siswa Sekolah Dasar Dewi Suprihatin; Ahmad Hariyadi
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 4 (2021): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i4.1468

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan belajar dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia Materi Menentukan Ide Pokok pada siswa kelas III SDN Ngujung 1 Maospati Magetan melalui penerapan model SAVI berbasis mind mapping. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas III SDN Ngujung 1 Maospati Magetan Tahun Pelajaran 2020/2021 sebanyak 22 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan uji validitas berupa triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan refleksi. Peningkatan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia tersebut terbukti melalui data yang telah diperoleh dalam penelitian yang telah dilaksanakan. Dari hasil pengolahan data yang dilakukan, diketahui bahwa pada kondisi awal rata-rata keaktifan belajar siswa sebesar 49,03 dengan kategori sangat kurang, kemudian meningkat menjadi 72,39 dengan kategori baik pada siklus I. Pada siklus II rata-rata keaktifan belajar siswa meningkat menjadi 83,89 dengan kategori sangat baik. Peningkatan keaktifan belajar tersebut telah mencakup 8 aspek yang ada yakni aspek visual, aspek motor, aspek listening, aspek writing, aspek oral, aspek drawing, aspek mental dan aspek emosional. Dengan demikian simpulan penelitian ini bahwa penerapan model pembelajaran SAVI berbasis mind mapping dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi menentukan ide pokok di kelas III dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas III SDN Ngujung 1 Maospati Magetan Tahun Pelajaran 2020/2021.
Pengaruh Lembar Kerja Siswa Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas VII MTS N 5 Bojonegoro Noer Khamimatul Monika; Sarjono Sarjono; Ahmad Hariyadi
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 7 No. 4 (2021): October-December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v7i4.1711

Abstract

Pendidikan merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen yaitu subyek didik, pendidik, tujuan yang akan dicapai, materi atau bahan pelajaran, serta evaluasi yang digunakan. Komponen- komponen tersebut saling berkaitan satu sama lainnya dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Jika salah satu dari komponen tersebut kurang berfungsi, maka secara keseluruhan jalannya sistem pendidikan akan terganggu. Proses pembelajaran akan berjalan dengan lancar apabila didukung tersedianya bahan ajar dan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang memiliki pengetahuan luas. Kualitas pembelajaran tercapai apabila siswa menunjukkan tingkat penguasaan yang tinggi terhadap tugas-tugas disekolah sesuai dengan kebutuhannya dalam kehidupan. Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan skripsi ini adalah untuk menganalisa penggunaan lembar kerja siswa berpengaruh terhadap hasil belajar siswa bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas VII MTs N 5 Bojonegoro. Bentuk penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (kuasi eksperimen). Quasi eksperimen didefinisikan sebagai eksperimen yang memiliki perlakuan, pengukuran dampak, unit eksperimen namun tidak menggunakan penugasan acak untuk menciptakan perbandingan dalam rangka menyimpulkan perubahan yang disebabkan perlakuan.Kemudian penelitian juga dilakukan terjun langsung di lapangan yaitu di MTs N 5 Bojonegoro.
Pengaruh Fasilitas Belajar dan Lingkungan Pondok Pesantren Al Husna Terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas VII C di MTs. Islamiyah Malo Tahun Ajaran 2019/2020 Maisyaroh Ayun Sirosa; Sarjono Sarjono; Ahmad Hariyadi
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 7, No 1 (2021): January 2021
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.7.1.29-36.2021

Abstract

Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh fasilitas belajar dan lingkungan pondok pesantren Al Husna terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas VII C Di Mts. Islamiyah Malo.Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, dan angket/kuesioner.Data dianalisis dengan uji validitas, uji reliabilitas, dan uji hipotesis.Selanjutnya dipaparkan dan ditarik kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1.)Fasilitas Belajar (X1) memberikan pengaruh dibuktikan dengan thitung sebesar 2,620 dan ttabel dengan nila isignifikannya0,011<0,05. (2.) Lingkungan Pondok Pesantren Al Husna (X2) memberikan pengaruh hal ini dibuktikan dengan thitung=0,742dant tabel signifikannya0,462<0.05.(3.) secara simultan Fasilitas Belajar (X1) Lingkungan Pondok Pesantren Al Husna (X2 )berpengaruh signifikan terhadap Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPS SiswaKelas VII C Di Mts. Islamiyah Malo, hal ini diketahui dari hasil pengujian yang menunjukkan thitung sebesar Fhitung= 8,477sama ttabel 0,001, karenasignifikasi lebih kecil dari alpha (0,001<0,05) maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima.
Penerapan Model Pemebelajaran Grup Ivestigation Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VII SMPN 1 Senori Tahun Pelajaran 2019/2020 Sri Susi Wiji Astuti; Sarjono Sarjono; Ahmad Hariyadi
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 7, No 1 (2021): January 2021
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.7.1.37-42.2021

Abstract

Activities and student learning outcomes by applying a group investigation learning model. This research was conducted at SMPN 1 Senori. The subjects of this study were class VII students in the 2019/2020 school year. The results of this study obtained data that teacher activity has increased namely in the first cycle 45.45%, the second cycle 70.45%, and the third cycle 81.81%. Student activity has increased namely in the first scilus by 44.93%, cycle II by 52.07%, and cycle III by 68.31% and student learning outcomes also increased by 62.83% and 72.90% for the first scilus , the second cycle was 71.22% and 75.96%, the third cycle was 72% and 78.06%. Based on the results of this study, it can be concluded that the application of the Group Investigation learning model can increase the activities and social learning outcomes of VII students grade of SMPN 1 Senori in the 2019/2020 school year.Aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran group investigation. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 1 Senori. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII tahun pelajaran 2019/2020. Hasil penelitian ini diperoleh data bahwa Aktivitas guru mengalami peningkatan yaitu pada siklus I sebesar 45,45%, siklus II sebesar 70,45%, dan siklus III sebesar 81,81%. Aktivitas siswa mengalami peningkatan yaitu pada skilus I sebesar 44,93%, siklus II sebesar 52,07%, dan siklus III sebesar 68,31% dan Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan yaitu pada skilus I sebesar 62,83% dan 72,90%, siklus II sebesar 71,22% dan 75,96%, siklus III sebesar 72% dan 78,06%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas VII SMPN 1 Senori tahun ajaran 2019/2020.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Prestasi Belajar IPS SMP Taruna Kedung Adem Uswatun Hasanah; Sarjono Sarjono; Ahmad Hariyadi
Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Vol 7, No 1 (2021): January 2021
Publisher : Magister Pendidikan Nonformal Pascasarjana Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/aksara.7.1.43-52.2021

Abstract

Penerapan model pembelajaran ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning (PBL) terhadap prestasi belajar siswa mata pelajaran IPS pada pokok bahasan aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan kelas VII SMP Taruna Kedungadem tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan dengan penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) memiliki kinerja yang lebih baik terhadap peningkatan prestasi belajar IPS Kelas VII SMP Taruna Kedungadem hal ini dilihat dari pengujian hipotesis dimana diperoleh nilai sig. (2-tailed) ≤ 0,05 yaitu, 0,000 ≤ 0,05. Sehingga dapat dikatakan Ho diterima dan Ha ditolak.
PERAN KOMUNIKASI DALAM MENGELOLA LEMBAGA PENDIDIDKAN Ahmad Hariyadi
Jurnal Manajemen dan Penelitian Akuntansi (JUMPA) Vol 8 No 2 (2015): JUMPA Volume 8 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.076 KB) | DOI: 10.58431/jumpa.v8i2.9

Abstract

Leader of education institution that can not communicate what they want, cannot able to bring education institution to the objective that they hope. A teacher that cannot able to communicate the knowledge that must be delivered to student well also cannot be able to give output or education result well. Thus it need some good communication in order that education institution can proceed well too. Communication is a process of changing and delivering information and idea from someone to the others. Other definition explain communication as some process and delivering message transaction from certain party, through certain medium, in the certain form, so can get the target, that is other party that cause certain relationship. In related with leadership, communication can be mean as process and delivering message transaction in two direction, that is from the leader to the member that led, and the opposite every componen in the education institution should can communicate what they hope so the organization can proceed more normally.
PERAN PENGAWAS DALAM PENERAPAN MANAJEMEN MUTU TERPADU DI SEKOLAH Ahmad Hariyadi
Jurnal Manajemen dan Penelitian Akuntansi (JUMPA) Vol 7 No 2 (2014): JUMPA Volume 7 Nomor 2 Tahun 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.115 KB) | DOI: 10.58431/jumpa.v7i2.31

Abstract

One of the policy conducted by the government in an effort to build up the quality of education is the application of total quality management in schools. Providing integrated quality management in schools requires the cooperation of principals, teachers and employees as utama. Executive management function does not just stop at the implementation stage, but there is still the stage control or supervision. In the formal education supervisory functions assigned to the office of school inspector. To describe the profile of the school superintendent, the concept of integrated quality management and how the supervisory role in the implementation of total quality management in schools. School superintendent is implementing functional techniques in the field of academic and managerial oversight on a number of educational units ditetapkan.Tanggung school superintendent is responsible to achieve the quality of education in schools is cultivated. While the integrated quality management is a way of managing educational institutions with continuous improvements made on services, people, products, and environment in order to meet the needs, desires and expectations of its customers, today and for the foreseeable future. In the implementation of total quality management supervisor role may be implied by the eight competencies supervisor of thought Wiles and Bondi, namely as a developer of students, curriculum, instructional specialists, human relations worker, staff developers, administrators developer, manager changes, and evaluators.
USE OF SMART LADDER SNAKE MEDIA TO IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES OF IV GRADE STUDENTS OF STATE ELEMENTARY SCHOOL I DOROPAYUNG PANCUR REMBANG Ahmad Hariyadi
Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 9, No 1 (2018): Refleksi Edukatika : Jurnal Ilmiah Kependidikan (Desember 2018)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/re.v9i1.2815

Abstract

The objectives of this study are to describe the activities of teachers and students during the use of smart ladder snake learning media, as well as to describe the improvement of student learning outcomes after using snake and ladder smart learning media. This type of research was a classroom action research consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The subject of this study was the third grade students of State Elementary School in the academic year of 2017/2018. Data collection techniques of this study were observations of teacher, student activities, and tests for student learning outcomes. The results of this study indicate that by using smart snake ladder learning media, it is enable to improve teacher activities, student activities, and students’ learning outcomes. Teacher activity cycles are increasing by 20.45%, student activity increases 27.17%, while the student learning outcomes increase 8.91. Conclusion in this study is smart snake ladder learning media is able to improve teacher activity, student activity, and students’ learning outcomes in State Elementary School I Doropayung.
INOVASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) (Studi Pembelajaran PAI Berbasis Inquiri) Ahmad Hariyadi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN DAN AGAMA Vol. 1 No. 1 (2020): Mei : SEMNASPA
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Kateketik (STPKat) Santo Fransiskus Assisi Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/semnaspa.v1i1.67

Abstract

Lembaga pendidikan Islam bisa dikategorikan sebagai lembaga industri mulia (noble industri) karena mengemban misi ganda, yaitu profit sakaligus sosial. Misi profit, yaitu untuk mencapai keuntungan, ini dapat dicapai ketika efisiensi dan efektivitas dana bisa tercapai, sehingga pemasukan (income) lebih besar dari biaya operasional. Oleh karena itu guru dituntut untuk lebih kreatif, selektif dan proaktif dalam mengakomodir kebutuhan siswa guru juga lebih peka terhadap karakteristik maupun psikis siswa. Beberapa usaha yang dapat dilakukan guru dalam rangka menciptakan kondisi yang efektif dan kondusif adalah kecekataan dalam memilih sebuah metode dengan pendekatan emosional dan psikologis siswa untuk itu seorang guru bukan hanya dituntut untuk bisa menguasai teknik pengelolahan kelas, keterampilan, mengajar, pemanfaatan sumber belajar, penguasaan emosional siswa, penguasaan kondisi kelas dan sebagainya. Inquiry merupakan teknik yang mempersiapkan peserta didik pada situasi untuk melakukan eksperimen sendiri secara luas agar melihat apa yang terjadi, ingin melakukan sesuatu, mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan mencari jawabannya sendiri, serta -menghubungkan penemuan yang lain, membandingkan apa yang ditemukannya dengan yang ditemukan peserta didik lainnya. inquiry sebagai teknik pengajaran mengandung arti bahwa dalam proses kegiatan mengajar berlangsung harus dapat mendorong dan dapat memberi kesempatan kepada siswa untuk lebih aktif dalam belajar. Untuk mengatasi kesulitan ini dapat diketahui dengan jalan mengembangkan keimanan berbasis inquiri berbasis kontestual. Melalui pendekatan ini, peserta didik diajak untuk mengamati dan mengkaji peristiwa-peristiwa kehidupan sebagai laboratorium (Pendidikan Agama Islam).