Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

NILAI-NILAI KEBUDAYAAN DALAM MATAN KEYAKINAN DAN CITA-CITA HIDUP MUHAMMADIYAH Sarbini Sarbini
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 14, No 1 (2016): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah, founded by Ahmad Dahlan is a cultural forms, which reflected a critical attitude Ahmad Dahlan in 1912. This can be seen from a variety of social activities, modern school education, health care, compensation for orphans and the elderly as well as the issuance of the press, as well as in Islamic sermon. The forms of the empirical culture stored in Ahmad Dahlan thought within the framework of realization the spirit of the Islamic functional values.
MELAKSANAKAN PENDAMPINGAN BERBASIS KKG BAGI GURU KELAS SD NEGERI 12 AMPENAN SEMESTER DUA TAHUN PELAJARAN 2018/2019 UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM PENYUSUNAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sarbini Sarbini
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 4, No 5 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.84 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v4i5.865

Abstract

Latar belakang diadakannya Penelitian ini adalah rendahnya kompetensi guru sasaran Di SD Negeri 12 Ampenan dalam penyusunan Rencana Pelakssanaan Pembelajaran (RPP) yang baik dan benar yang berdampak kurang percaya diri dalam proses pembelajaran. Solusinya diadakan pendampingan baik secara kelompok maupun individu dalam penyusunan RPP yang baik dan benar. Tujuannya adalah untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan pendampingan berbasis KKG dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP yang baik dan benar, yang bermanfaat untuk meningkatkan profesionalisme sebagai kepala sekolah dan bagi guru untuk meningkatkan proses pembelajaran di kelas. Hipotesis tindakan: meningkatkan kompetensi guru guru sasaran SD Negeri 12 Ampenan semester satu tahun pelajaran 2018/2019 dalam menyusun RPP yang baik dan benar. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, masing-masing siklus satu kali pertemuan. Tahapan setiap siklus adalah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah; 1) hasil observasi Kepala Sekolah maupun observasi guru selama proses pendampingan telah memperoleh skor rata-rata > 4,0, 2) hasil kerja guru dalam penyusunan RPP mencapai > 85% dengan nilai rata-rata > 80,00. Hasil penelitian pada siklus I observasi Kepala Sekolah rata-rata (3,40), observasi guru rata-rata (3,33) dan hasil kerja individual rata-rata nilai (67,40) dengan prosentase ketercapaian (0%). Pada siklus II observasi Kepala Sekolah rata-rata (4,50), observasi guru rata-rata (4,67) dan hasil kerja individual rata-rata nilai (87,37) dengan prosentase ketercapaian (100%). Indikator keberhasilan telah tercapai, penelitian di nyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II. Kesimpulan; pelaksanaan pendampingan dapat meningkatkan kompetensi guru sasaran SD Negeri 12 Ampenan dalam penyusunan RPP berdasarkan KTSP dan Kurikulum 2013. Disarankan agar Kepala Sekolah lainnya melakukan penelitian sejenis dalam upaya peningkatan kompetensi guru, dan kepada guru mata pelajaran agar mampu menyusun RPP yang baik dan benar.
Analysis of Factors Affecting Industrial Engineering Students' Learning Interest in the Online Lecture System Sarbini Sarbini; M. Baidawi
JOURNAL OF SCIENCE AND APPLIED ENGINEERING Vol 4, No 2 (2021): JSAE
Publisher : Widyagama University of Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jsae.v4i2.3052

Abstract

The COVID-19 pandemic has forced universities, lecturers, and students to suddenly migrate from face-to-face learning to online learning. in early 2020 these three components must adapt to the situation, but after 2 semesters of adaptation had taken place, the factors that influenced students in attending online lectures are the factor of lecturers and students’ adaptability to the software used, the factor of phone signal in the area where the students live, and the factor of limited funds for data. These factors will affect the students’ comfort factor and shape their interest in the online learning system. This research used a sample of Industrial Engineering students to produce the factors that influence learning interest in the online system. From the descriptive data analysis, it reveals that students perceive lecturer adaptation to online learning as quite good, the quality of the network as tolerable, although there are areas where the internet signal is considered weak. The students’ experience of online lectures is a little less satisfactory. The highest scores of students' expectations for future teaching system are: 48% for a 50% online and 50% offline system, 75% for a pure offline system, and 25.6% for a 25% online system. The relationship between students' perceptions of the adaptability of lecturers, internet quality and their experiences of online lectures affect the student’s comfort in online lectures in the form of a linear regression.
Sosialisasi Hukum Terkait Pencegahan Perilaku Menyimpang dalam Perspektif Hukum Islam M. Bahtiar Ubaidillah; Sarbini Sarbini; Irwan Swandana; Derta Nur Anita; Ragil Ira Mayasari; Titik Khusumawati; Debrina Putri Buana; Kintan Puspita Wardani
Nusantara Mengabdi Kepada Negeri Vol. 2 No. 1 (2025): February: Nusantara Mengabdi Kepada Negeri
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/numeken.v2i1.662

Abstract

Community Service Activities were carried out at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Mojokerto with the target of understanding legal socialization related to preventing deviant behavior from an Islamic legal perspective. Implementation of community service The main aim of this activity is to increase insight and knowledge regarding the prevention of deviant behavior from an Islamic Law perspective at MAN 1 Mojokerto. In order to increase knowledge and insight regarding deviant behavior carried out by teenagers and how it is regulated in Islamic law. Therefore, the socialization carried out at MAN 1 Mojokerto, Mojosari District, Mojokerto Regency is very important to carry out. Where adolescence is a transition period from childhood to adulthood, where children are not yet fully able to be independent. At this time, teenagers are at the stage of searching for self-identity which is full of various problems. One of the problems experienced by teenagers in their lives is related to deviant behavior. Deviant behavior is chaotic behavior that causes a teenager to be nervous, nervous and act uncontrollably. This behavior is often a reflection of anti-social personality in teenagers, we can see this from behavior that does not heed religious and social norms. Trigger factors can come from the individual teenager himself (internal) or outside the teenager himself (external). As parents, educators (teachers) should naturally contribute to resolving deviant behavior in adolescents. Emotional development in adolescents has not yet reached stability, so to help solve the problem we must understand its characteristics.
Museum Wayang Kekayon Dalam Kajian Manajemen Destinasi Pariwisata Parjiati Parjiati; Aldi Wisnumurti Sarwono; Sarbini Sarbini
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5: April 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i5.1500

Abstract

Museum wayang Kekayon didirikan pada tanggal 23 Juli 1990 oleh KPH Soejono Prawirohadikusumo adalah guru besar kedokteran di UGM dan seorang budayawan Jawa yang memelihara dan memamerkan koleksi lebih dari 5.000 wayang .Penelitian yang digunakan untuk membatasi dan memenuhi kriteria suatu informasi yang diperoleh selama di lapangan sehingga mendukung adanya penelitian Menurut Sarbini (2018), ilmu pariwisata dipisahkan dari ranah positivis dan kuantitatif melalui pendekatan filosofis ilmu pariwisata, didorong oleh perkembangan ilmu pariwisata dengan beberapa metode atau paradigma. Oleh karena itu, sangat penting untuk membangun landasan filosofis khususnya bagi manajemen atau tata kelola Museum Wayang Kekayon agar museum berperan strategis dalam destinasi pariwisata dan memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.Penelitian ini memberikan solusi tata kelola Museum Wayang Kekayon. Hasil penelitian yang penulis uraikan mengenai penulis dapat menyimpulkan bahwa destinasi wisata ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan karena koleksi wayang yang unik dan beragam koleksi ,museum wayang kekayon sehingga menambah destinasi wisata museum wayang kekayon, melakukan pengelolaan destinasi wisata masih kurang pelaksanaan promosi kebijakan dilakukan pihak yayasan belum optimal, keterbatasan SDM yang tersedia untuk mengelola dan mengembangkan destinasi wisata tersebut membuat museum wayang kekayon menjadi lambat dalam hal pelaksanaan kebijakan, pemeliharaan tetap dilakukan setiap tahun adanya anggaran sesuai dengan tri wulannya anggaran dilaksanakan
Characteristics of Multicultural Islamic Education Management: (Research at Miftahul Huda Manonjaya Tasikmalaya Islamic Boarding School and El-Bayan Cilacap Islamic Boarding School) Udung Hari Darifah; Asep Nursobah; Sarbini Sarbini; Mohamad Jaenudin
International Journal of Islamic Educational Research Vol. 2 No. 2 (2025): April: International Journal of Islamic Educational Research
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidkan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ijier.v2i2.291

Abstract

The research departs from educational problems in Islamic boarding schools with distinctive educational characteristics and the diversity of cultural backgrounds of students. So researchers are interested in conducting a more in-depth analysis of a harmonious environment despite having students with diverse cultural backgrounds. The purpose of the study is to identify; 1) the characteristics of multicultural Islamic education planning, 2) the characteristics of organizing multicultural Islamic education, 3) Identification of the characteristics of implementing multicultural Islamic education, 4) Identification of the characteristics of supervision of multicultural Islamic education, 5) Analysis of the impact of the characteristics of multicultural Islamic education management in producing moderate students. The research framework departs from theory of multicultural education management in Islamic boarding schools which includes; planning, organizing, implementing, and supervising educational programs in Islamic boarding schools. Managing the elements of education in Islamic boarding schools in; objectives, values, curriculum, teaching methods and facilities and funds, carried out by the Kiyai Ustadz Santri Manager will have an impact on the attitude of religious moderation in students with indications of national commitment, tolerance, anti-violence, accommodating to local culture. This study used a qualitative approach, using ethnography. Data collection techniques are carried out through interviews, observations, and documentation analysis. Data analysis technique uses the Miles and Huberman analysis technique. The validity test is carried out with data validity by conducting tests; on credibility, transferability, dependability, and confirmability. Results of the study found that the characteristics of multicultural education management in Islamic boarding schools: First, Planning in the form of a curriculum containing multicultural values, involving various elements of the Islamic boarding school through deliberation and open meetings of curriculum preparation studies, integrating the madrasah curriculum with Islamic boarding school. Second, organizing; there is empowerment in fostering Islamic boarding schools, Conventional traditional systems, and Guidance patterns depending on the figure of kiai, the existence of organizational work procedures. Third, Implementation of education is carried out; structured through learning classification, planned, organized, and evaluated with the basic pattern of Islamic boarding school education, internalized in attitudes, methods, and exemplary behavior of the kiai. Fourth, Supervision of learning through assessment of learning of multicultural values, Tests are contextual and comprehensive. Fifth, impact of the characteristics of multicultural Islamic education management in producing students who are able to act in the middle by prioritizing Islamic brotherhood and basyariyah, are tolerant for the sake of realizing Islam rahmatan lil aalamiin.
Peluang Dan Tantangan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Pada Era Globalisasi Di Desa Mojowatesrejo Sarbini Sarbini; Athala Rania Insyra; Alvina Fidriyanti; Ismia Rodlotul Jannah; Davit Mahesa Handika; Muhammad Ekky Alfiansyah; Mia Hartatik; Achmad Heri Nurcahyo; Berlinda Sayidah Imamah; Chresta Awaliyah Suntana; Rico Panigoro; Imam Wahyudi; Tri Prasetyo Wahyu; Chindy Kriswahyuni; Mukhammad Saiful Arifin; Lely Dewi Nur Afidah; Zulfa Zulfa; Bagus Pujo Sasongko; Bima Dwi Atmadja; Falah Alifudin Yusuf; Ella Orsita Adelia; M. Fanani; Sukma Fatmawati; Adi Murdiono
Jurnal Nusantara Berbakti Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Nusantara Berbakti
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jnb.v2i1.303

Abstract

This research aims to discuss the opportunities and challenges of the world of work in the era of globalization in Mojowatesrejo village as a driving force for the development of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). The research results show that globalization means the process of bringing information, thoughts, lifestyles and technology into the world scope. In the era of globalization, business people have to compete with competitors all over the world. Globalization has expanded markets and reduced geographic boundaries, but it has also increased intense competition. In facing challenges and taking advantage of opportunities, collaboration, innovation and focus on customer needs will be the keys to success. Article 28D paragraph (1) Every person has the right to recognition, guarantees, protection and fair legal certainty as well as equal treatment before the law.
ANALISIS KEBUTUHAN PROGRAM TRAINNING BERBASIS ANALISIS KEPRIBADIAN INDIVIDU PEKERJA DI PT “DEF” Sarbini Sarbini
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 22 No 1 (2026): In-Press
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/sistem.v22i1.332

Abstract

Program training pekerja bertujuan untuk menngkatkan produktifitas kerja dan motivasi kerja. Setiap individu pekerja memiliki kepribadian yang dibentuk dalam proses hidup yang dipengaruhi oleh lingkungannya. Dalam teori The Bid five teori dikatagorikan dalam lima kepribadian yang menonjol pada masing masing individu. Pemetaan kepribadian pekerja diperlukan untuk mendapatkan keputusan pelatihan untuk membenahi kepribadian yang kurang dan meningkatkan kesadaran memperbaiki kekurangan pekerja agar produktifitas tetap baik. Pemetaan dapat menjaring kader pemimpin yang bisa dikembangkan untuk mempersiapkan kebutuhan pemimpin bila perusahan berkembang dan memerlukan pengembangan tim.
Apakah Kepribadian Big Five Memprediksi Perilaku Phubbing? Peran Mediasi Kecerdasan Moral Tahrir Tahrir; Asep Saepudin Malik; Deding Ishak; Sarbini Sarbini; Mursidin Mursidin; Tasya Augustiya
Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 17 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi dan Kesehatan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/jpp.v17i1.1616

Abstract

Fenomena maraknya phubbing di kalangan mahasiswa menunjukkan kecenderungan individu lebih fokus pada gawai dibandingkan lawan bicara, yang berdampak negatif terhadap komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Big Five Personality terhadap perilaku phubbing dengan kecerdasan moral sebagai variabel mediator. Menggunakan rancangan explanatory research, penelitian ini melibatkan  592 mahasiswa UIN Bandung yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan skala Big Five Personality, kecerdasan moral, serta phubbing yang diolah menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Big Five Personality dan kecerdasan moral berpengaruh signifikan terhadap phubbing. Extraversion dan neuroticism berpengaruh negatif signifikan, openness to experience positif signifikan, sedangkan agreeableness dan conscientiousness negatif tidak signifikan. Kecerdasan moral memediasi secara signifikan dan negatif hubungan antara extraversion serta agreeableness terhadap phubbing, tetapi tidak signifikan pada variabel lainnya. Temuan ini menegaskan adanya kontribusi kepribadian dan kecerdasan moral terhadap perilaku phubbing mahasiswa.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA SEBAGAI UPAYA PENGUATAN EKONOMI LOKAL DI KAMPUNG SAPORKREN Husnawati Husnawati; Isdarmanto Isdarmanto; Sarbini Sarbini
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5934

Abstract

Abstract: The development of tourism villages is widely recognized as an effective strategy for promoting community empowerment and strengthening local economic resilience, particularly in areas endowed with rich natural and cultural resources. Saporkren Village, located in the Raja Ampat region, possesses significant potential for nature-based tourism and local wisdom; however, this potential has not been fully optimized to improve community welfare. This study aims to analyze the role of community empowerment through tourism village development as an effort to strengthen the local economy in Saporkren Village. This study employs a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis. Research informants included village officials, tourism village managers, local business actors, and community members directly involved in tourism activities. Data analysis was conducted using thematic analysis, encompassing data reduction, data presentation, and conclusion drawing.The findings indicate that tourism village development in Saporkren Village has contributed positively to community empowerment, as evidenced by increased community participation in tourism management, the growth of local micro-enterprises, and improved human resource capacity through training and mentoring programs. The economic impacts include increased household income, the creation of new employment opportunities, and the development of local creative economic activities. Nevertheless, several challenges remain, including limited supporting infrastructure, restricted market access, and issues related to the sustainability of empowerment programs. This study concludes that community empowerment through tourism village development plays a strategic role in strengthening the local economy. Therefore, collaborative efforts among local governments, communities, and relevant stakeholders are essential to ensure the sustainable development of community-based tourism in Saporkren Village. Keyword: community empowerment, tourism village, local economy, community-based tourism, Saporkren Village Abstrak: Pengembangan desa wisata merupakan salah satu strategi yang dinilai efektif dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan penguatan ekonomi lokal, khususnya di wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam dan budaya yang unggul. Kampung Saporkren, yang terletak di kawasan Raja Ampat, memiliki potensi wisata berbasis alam dan kearifan lokal yang besar, namun belum sepenuhnya dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata sebagai upaya penguatan ekonomi lokal di Kampung Saporkren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Informan penelitian meliputi aparat kampung, pengelola desa wisata, pelaku usaha lokal, dan masyarakat yang terlibat langsung dalam aktivitas pariwisata. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan desa wisata di Kampung Saporkren berkontribusi positif terhadap pemberdayaan masyarakat, yang ditunjukkan melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan destinasi wisata, pengembangan usaha mikro berbasis lokal, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan. Dampak ekonomi yang dirasakan meliputi peningkatan pendapatan masyarakat, terciptanya lapangan kerja baru, dan tumbuhnya aktivitas ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur pendukung, akses pemasaran, dan keberlanjutan program pemberdayaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi lokal. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan keberlanjutan pengembangan desa wisata berbasis masyarakat di Kampung Saporkren. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Desa Wisata, Ekonomi Lokal, Pariwisata Berbasis Masyarakat, Kampung Saporkren