Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Susunan Mata Pisau pada Mesin A dan B pada Performa Mesin Pencacah Sampah Organik Rasit.N, Abdul; Nurrohkayati, Anis Siti; Pranoto, Sigiet Haryo
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin Vol. 10 No. 1 (2025): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v10i1.2863

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh torsi terhadap RPM pada dinamo listrik 1 HP yang digunakan dalam mesin pencacah rumput gajah. Rumput gajah, dengan kadar air tinggi mencapai 66,6%, terbukti memberi beban signifikan terhadap kinerja dinamo. Pengujian dilakukan pada dua tipe mesin pencacah (Mesin A dan B) dengan beban ±1 kg per sesi. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penurunan RPM akibat beban pada Mesin A mencapai hingga 87% (dari 2890 menjadi 338,6 RPM), sementara Mesin B mengalami penurunan yang lebih terkontrol dengan fluktuasi stabil di bawah 80%. Penurunan RPM dikaitkan dengan tersumbatnya cacahan di mata pisau, serta ketidakseimbangan ukuran lubang filter. Grafik penurunan RPM memperkuat bahwa torsi meningkat seiring tingginya kadar air dan beban material. Perhitungan teknis pada sistem penggerak menunjukkan kecepatan keliling pulley mencapai 23,08 m/s dan gaya keliling v-belt sebesar 93,84 N. Data perawatan dan pengaturan beban juga disajikan sebagai rekomendasi berbasis bukti untuk menjaga efisiensi putaran dinamo. Temuan ini menjadi dasar untuk pengembangan mesin pencacah yang lebih tahan terhadap variasi material organik basah.
Optimalisasi Sirkulasi Oksigen dan Monitoring Kualitas Air untuk Peningkatan Budidaya Perikanan di Desa Makarti Kutai Kartanegara Sigiet Haryo Pranoto; Hamada Zein; Fitriyati Agustina; Arbansyah
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 9 No. 02 (2025): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v9i02.3619

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Makarti, Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas budidaya ikan nila melalui penerapan teknologi tepat guna dan pemberdayaan masyarakat. Permasalahan utama yang dihadapi masyarakat adalah keterbatasan dalam mengelola kualitas air kolam serta kurangnya sarana pendukung budidaya. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tim pengabdian merancang dan menerapkan sistem aerator berbasis Internet of Things (IoT) yang dilengkapi dengan sensor suhu dan pH, guna memantau kondisi air secara real-time. Selain itu, dilakukan pelepasan 1.500 ekor bibit ikan nila ke kolam warga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlanjutan budidaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa suhu dan pH air kolam berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan ikan nila, dan penggunaan teknologi monitoring berbasis IoT memberikan kemudahan bagi warga dalam melakukan kontrol kualitas air.
Analisis desain mesin pencacah limbah organik sebagai bahan dasar pupuk Nuruddin Wahyu Eko Saputro; Anis Siti Nurrohkayati; Sigiet Haryo Pranoto
TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika Vol 9 No 2 (2022): TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/tekno.v9i2.247

Abstract

Proses pencacahan limbah organik saat ini masih minim dalam pada sampah organik pada masyarakat umum dalam proses pengolahan sisa limbah yang sudah terbuang. Langkah pertama yang dilakukan untuk proses perencanaan yaitu survey lapangan dan studi literatur. Hasil survey lapangan dan studi literatur tersebut menjadi tujuan perancangan mesin seperti komponen yang terdapat dalam mesin pencacah, proses pengerjaan. Dari perbandingan desain menunjukkan sistem pencacahan relatif sama namun dari segi pembuatan mesin yang efisien. Dilihat dari analisis mata pisau pada software abaqus yang dapat menentukan hasil cacahan tersebut. Untuk nilai yang didapatkan pada hasil analisis yaitu analisis tegangan atau von mises stress yang terjadi pada load diberikan beban sebesar 300 N dihasilkan von mises stress 3.791 x 103 N/m2. Pada load yang diberikan sebesar 400 N terdapat peningkatan von mises stress dengan nilai maksimum sebesar 5.055 x 103 N/m2. Percobaan terakhir pada load 500 N didapatkan hasil tegangan maksimum sebesar 6.318 x 103 N/m2. Hasil analisis terhadap besar displacement yang sudah di simulasikan bahwa pada tegangan 300 N didapatkan displacement maksimum sebesar 2.510 x 10-1. Pada tegangan 400 N didapatkan nilai sebesar 3.347 x 10-1. Hasil analisis pada percobaan tegangan 500 N didapatkan hasil sebesar 4.183 x 10-1. Nilai safety factor dari model diperoleh pada simulasi pada pembebanan 500 N dengan hasil safety factor lebih dari 15. Untuk, nilai angka maksimum yang aman yaitu merupakan angka pada 15 untuk desain model simulasi. Nilai safety factor yang didapatkan >1 sehingga mata pisau tersebut aman untuk digunakan pada saat beroperasi.
Optimasi parameter untuk kekasaran permukaan pada proses pembubutan baja ST 37 dengan menggunakan metode taguchi Sabaruddin Syach; Anis Siti Nurrohkayati; Sigiet Haryo Pranoto
TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika Vol 9 No 2 (2022): TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/tekno.v9i2.248

Abstract

Proses pemesinan merupakan sebuah proses yang paling banyak digunakan untuk membuat suatu produk jadi yang berbahan utamanya yaitu logam. Pada proses pemesinan, salah satu hal yang harus diperhatikan dalam proses pemesinan adalah hasil tingkat kekasaran permukaannya. Pada proses pembubutan hal yang mempengaruhi kualitas kekasaran yaitu kecepatan putaran spindel, kedalaman pemakanan, dan gerakan pemakanan. Pada Industri manufaktur khususnya pada pembubutan dimana pada proses pembubutan masalah yang sering terjadi yaitu kekasaran hasil pembubutan yang tidak sesuai. Salah satu penyebab hasil kekasaran yang dihasilkan tidak sesuai yaitu, parameter-parameter yang diatur kurang tepat maka dari itu dilakukanlah penelitian untuk mengetahui parameter-parameter yang optimal pada proses pembubutan agar mendapatkan kekasaran yang optimal dan mengetahui parameter yang paling berpengaruh terhadap kekasaran pada proses pembubutan. Pada penelitian ini menggunakan bahan baja ST 37 dengan enggunakan metode Taguchi dan untuk rancangan percobaannya menggunakan Orthogonal Array L8 25, dimana penelitian ini dilakukan sebanyak 8 kali percobaan dengan 4 kali pengulangan dengan 2 level dan 5 faktor control. Pada proses pembubutan menggunakan mesin bubut konvensional dan untuk pengujian kekasarannya menggunakan alat uji Surface Roughness Tester. Hasil pengujian ini didapatkan dimana gerakan memiliki kontribusi yang paling tinggi terhadap kekasaran permukaan. Parameter yang optimal pada penelitian ini didapatkan dimana kecepatan spindel 345 rpm, gerakan pemakanan 0,051 mm/rad, kedalaman potongan 1 mm, pendinginan kering, dan gerakan eretan otomatis
Pembuatan prototype mesin pencacah sebagai pengolah limbah organik untuk pupuk kompos dan pakan ternak Noer Aden Bahry Aden; Anis Siti Nurrohkayati; Sigiet Haryo Pranoto; Andi Nugroho Nurrohkayati
TEKNOSAINS : Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika Vol 10 No 1 (2023): TEKNOSAINS: Jurnal Sains, Teknologi dan Informatika
Publisher : LPPMPK- Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/tekno.v10i1.251

Abstract

Pemanfaatan limbah digunakan pada berbagai sektor seperti bidang industri, makanan, manufaktur, dll. Limbah organik terdiri dari sisa makanan, sayuran, atau bahan sisa proses pengolahan tanaman. Limbah organik dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan juga pakan ternak. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat prototype mesin pencacah limbah organik untuk mencacah limbah agar dapat diolah menjadi pupuk kompos dan pakan ternak. Komponen penggerak utama pada prototype mesin pencacah limbah organik adalah motor listrik dengan daya 1/2 HP dan 2880 rpm, reducer dengan rasio putaran 1/20, perbandingan pulley 3/4 dengan belt yang digunakan A-66. Perhitungan yang dilakukan pada proses perancangan prototype mesin pencacah limbah organik adalah perencanaan v-belt dan pulley, perhitungan laju dan torsi pada poros pisau. Kapasitas hasil cacahan dibedakan dengan 2 jenis pengujian yaitu dengan reducer dan tanpa reducer. Jenis limbah yang dicacah adalah limbah sayur, limbah kulit organik, dan ubi-ubian. Hasil kapasitas cacahan dengan reducer mencacah limbah sayur dengan kapasitas sebanyak 16.5 kg/jam, untuk limbah kulit organik 8.7 kg/jam, dan untuk limbah ubi-ubian sebanyak 26.13. Untuk prototype mesin pencacah tanpa reducer memiliki kapasitas cacahan untuk limbah sayur sebanyak 111.84 kg/jam, dan kapasitas untuk limbah jenis kulit organik sebanyak 93.72 kg, sedangkan untuk limbah ubi-ubian tidak dapat dicacah oleh prototype tanpa reducer.